Satu Syarat di Atas Ranjang

Satu Syarat di Atas Ranjang

last updateDernière mise à jour : 2026-05-13
Par:  CheezyweezeMis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 Note. 1 commentaire
7Chapitres
11Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

(WARNING 21+) Banyak adegan dewasa. Mendapati sang suami selingkuh, Aluna Kirana tetap diam dan tenang. Ia tidak mau ambil pusing dengan masalah itu. Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang istri. Terlalu penurut dan lembut, bagi Bara hal itu sangat membosankan. Bara lebih suka tantangan, Bara lebih suka wanita yang agresif yang bisa memuaskannya dan itu Bara dapatkan di luar sana. Saat Bara meminta pada Aluna untuk menandatangani surat cerai, Aluna tidak begitu saja menurut. Aluna tidak bodoh. Wanita itu mau bercerai dengan Bara, jika Bara bersedia memenuhi satu syarat yang ia ajukan.

Voir plus

Chapitre 1

RIB1. Surat Cerai

Aluna menarik napas pelan untuk menenangkan hatinya. Walaupun sebenarnya ia sudah kebal. Namun, tangannya saling meremas.

Aluna tidak jauh berdiri dari dua orang itu, hanya dibatasi sebuah pilar besar. Sungguh kalimat yang membuat perut Aluna seperti diaduk-aduk. Bahkan suaminya itu tidak pernah memanggilnya dengan panggilan mesra. Jangankan memanggil sayang, menyentuhnya pun tidak.

"Sayang, aku mau ini," tunjuk wanita itu.

"Yang ini? Bagaimana jika yang ini? Barang yang kau pilih itu terlihat jelek dan murah," balas sang pria.

"Memangnya boleh? Aku boleh memilih yang lebih mahal harganya?"

"Tentu saja boleh, baby. Apapun akan ku lakukan untukmu." Menyentil ujung hidungnya.

Ya. Aluna memergoki sang suami, Bara Mahendra sedang jalan dengan seorang wanita dan kali ini wanita yang berbeda. Posisi mereka berada di sebuah toko emas. Bara terlihat sedang memilihkan sebuah kalung.

"Kenapa aku harus bertemu dengan mereka di sini?" Mood belanja Aluna mendadak hilang.

Aluna segera meletakkan kalung yang tadinya ia pegang dan hendak ia beli. Namun, Aluna mengurungkan niatnya dan ia ingin cepat-cepat keluar dari sana. Bukan karena Aluna takut bertemu dengan Bara, tapi Aluna sangat malas melihat wajah sang suami.

***

"F*CK!"

Bara mengeratkan jari jemarinya pada setir mobil yang sedang ia pegang. Emosinya sudah tidak bisa dibendung lagi.

"Bukan sekali atau dua kali ia melakukan hal seperti itu," cicitnya. "SH*T!" umpat Bara memukul kasar setir mobilnya.

Antara marah, benci, dan jijik yang Bara rasakan pada wanita itu. Itulah sebabnya Bara selalu tidak betah jika berada di rumah. Padahal itu adalah rumahnya sendiri.

"Jika bukan karena Mama yang meminta. Aku juga tidak sudi menikahi wanita itu," runtuk Bara.

Bagaimana tidak? Bara pria tampan dan berwibawa, memiliki karir yang bagus, dan tentu jangan tanyakan lagi jumlah kekayaannya.

Ia bisa mencari wanita lebih baik dari pilihan sang ibu. Walaupun sebenarnya Aluna itu sudah definisi seorang wanita baik dan santun. Wanita idaman para pria jika kedua matanya masih normal.

Saat hendak turun dari mobilnya, atensi Bara tertuju pada ponselnya yang bergetar. Emosi Bara mendadak mereda saat melihat nama yang muncul di layar ponselmya.

Akhirnya Bara mengurungkan niatnya untuk masuk ke hotel menyusul mereka berdua. Bara lebih tertarik untuk menjawab panggilan telepon itu.

"Ya. Halo ...." Bara menempelkan benda pipih itu ke telinganya sambil tersenyum dan menganggukkan kepala. "Oke, aku akan ke sana sekarang."

Mobil berhenti di sebuah Bar. Tanpa basa-basi, Bara langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam Bar.

"Woi ... Bara!" panggilnya sambil menepuk sofa yang masih ada sisa ruang.

Bara melangkah mendekat dan duduk di sebelahnya. Sangat terlihat dari wajah Bara jika pria itu sedang tidak mood bertemu dengan mereka, tapi apa boleh buat, dengan sangat terpaksa Bara duduk di sana. Untuk sepersekian detik Bara langsung menyambar seloki yang ada di tangan sahabatnya itu.

Diteguknya sampai habis. Tidak ada yang protes atau berkomentar selama mereka sudah paham karakter si Bara Mahendra.

"Kenapa, Bar?" Mengambil seloki yang ada di atas meja. "Berantem lagi dengan istrimu?"

Bara tidak menjawab, karena ia sedang fokus pada seseorang. Kedua manik mata hitam itu terlihat sedang menelanjangi seseorang.

"Tidak perlu bertanya tentang wanita sialan itu!" sungut Bara.

"Wow ... wow ... Apakah kau sedang cemburu, Bar?" ledek lainnya.

"Apa? Cemburu? Dalam kamus seorang Bara Mahendra tidak ada kata cemburu. Yang ada hanya rasa jijik!"

"Wait! Jijik? Kau tidak salah bicara, Bar?" Menatap Bara, bergidik ngeri. "Ngaca dulu deh, Bar." Tertawa mengejek sambil meletakkan seloki. "Jangan samakan Aluna dengan dirimu, Bar. Aku hapal betul kau ini manusia seperti ap—"

BRAKK!!

Gebrakan tangan Bara memotong kalimat itu. Semua yang ada di sana terkejut dan menatap Bara. Bara melirik sinis. Bara paham apa yang dimaksud oleh sahabatnya itu, meskipun itu hanya bercanda. Alih-alih ingin mencairkan suasana hati Bara yang terasa nano-nano campur aduk seperti es teller, tapi justru mood Bara semakin dibuat anjlok.

"Aku datang ke sini untuk mencari hiburan, bukan untuk mendengarkan ocehan kalian yang terlihat sangat membela Aluna dan memojokkanku. Teman macam apa kalian ini," dengus Bara.

"Hiburan atau kehangatan, baby?" Seorang wanita memberanikan diri mendekati Bara dan dengan cekatan duduk di sisi Bara. Reflek tangannya langsung menyentuh dada Bara. Ia berusaha menenangkan Bara. Tangannya bermain dengan lincah dari atas ke bawah.

Saat tangan itu hampir menyentuh torpedo Bara yang masih dibalut oleh kain tebal. Tangan Bara menahannya.

"Mau tidur denganku?" Menarik tangan wanita itu, menggeser, dan meletakkan tepat di sasaran, lalu meremasnya.

Kalimat itu terdengar bukan seperti ajakan, melainkan seperti perintah yang tidak bisa ditolak.

"Tentu saja. Aku ingin tidur denganmu dan ...." Mata itu tertuju pada benda yang sedang dipegangnya.

Bara melirik wanita yang ada di sampingnya. Tatapan wanita itu masih fokus pada tangan Bara yang sedang menuntun tangannya menekan dan meremas pelan.

"Kau mau ini, baby?" bisik Bara di telinganya. Wanita itu mengangguk. "Kalau begitu puaskan aku!"

Tanpa pikir panjang Bara berdiri dan menarik wanita itu saat sang wanita memberi respons positif bahwa ia menginginkan lebih dari itu.

"Ia memang tidak pernah bisa berubah. Kasian Aluna. Kenapa wanita sebaik Aluna harus bertemu dan menikah dengan pria maniak seperti Bara?"

"Sudahlah. Kita tidak perlu ikut campur urusan mereka."

***

"Satu langkah lagi selesai."

Pria itu mendapatkan Aluna sedang menikmati teh hangat di sebuah ruangan yang menghadap ke taman belakang.

"Kau sudah pulang, Bar?" Aluna bangkit dari duduknya saat melihat sang suami. "Aku buatkan teh hangat, ya."

"Tidak perlu!" ucap Bara ketus. "Aku juga tidak akan berlama-lama di sini."

"Bukankah ini rumahmu, Bar," celetuk Aluna.

"Memang ini rumahku, tapi aku sendiri tidak betah berada di rumah ini terlalu lama," tandas Bara.

"Jadi?" sambung Aluna dengan tenang.

Bara menarik napas kasar menahan emosi yang mulai menggerogotinya. Ia tidak ingin terpancing emosi dengan sikap tenang Aluna.

BRAAKK!!

Aluna terkejut ketika tiba-tiba sebuah map dilempar tepat di meja di hadapannya dengan kasar.

"Apa ini?" tanya Aluna.

"Surat cerai!" tegas Bara.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

commentaires

Cheezyweeze
Cheezyweeze
Jangan lupa mampir. Ini buku terbaruku.
2026-05-13 13:50:49
0
0
7
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status