Share

Bab 594

Author: Ayesha
Brielle buru-buru menutup mulut setelah bersin. Saat ini seluruh tamu sudah hadir dan Brielle tidak mungkin meminta pindah tempat. Jika harus duduk di sini selama dua jam penuh, dia pasti akan benar-benar masuk angin.

Saat itu, Lambert melepas jasnya. Tanpa bertanya apa pun, dia langsung menyampirkannya ke bahu Brielle. Brielle terkejut dan menoleh padanya. Refleks, dia ingin mengembalikan jas itu.

Raka yang sedang menunduk membaca materi konferensi, mendengar sedikit suara dari belakang. Dia se
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
ea...ada yg kepanasan sampai kebakar....ga mau brielle lama2 sama Lambert...rapat dipercepat....makanya dulu jd suami ga peka...dingin..skrg kepanasan terusssss
goodnovel comment avatar
Suryat
si Raka cari perkara..cemburu tuh..haha..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1092

    Brielle melepas masker oksigen. Raka segera memeriksa kondisinya. Selain wajahnya sedikit pucat dan rambutnya agak berantakan, tidak ada ketidaknyamanan lain pada Brielle.Melihat rambut panjang Brielle yang berantakan menutupi wajahnya, Raka tanpa sadar mengulurkan tangan ingin merapikannya. Namun, Brielle mengira Raka akan melakukan sesuatu sehingga dia langsung menoleh dan menatapnya tajam. Tangan Raka terhenti di udara, lalu dia mengepalkannya dan menarik kembali.Brielle melepas ikat rambutnya. Rambut panjangnya yang mencapai pinggang terurai dengan halus. Dengan cekatan, dia mengikatnya kembali menjadi kuncir rendah di belakang kepala. Gayanya terlihat santai tetapi memikat."Kamu benar," kata Raka sambil menatapnya dengan dalam, "Kita memang nggak seharusnya mengambil risiko ini."Brielle menoleh sekilas ke arahnya, lalu kembali memandang lautan awan berlapis-lapis di luar jendela, "Ini adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua."Raka mengangguk dan tidak berkata apa-apa lagi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1091

    Tiga hari kemudian, Brielle bersiap berangkat ke Kyoza untuk menghadiri upacara penghargaan. Karena perjalanan itu memakan waktu dua hari, dia terpaksa menghubungi Raka untuk membicarakan soal menjaga anak mereka.Selama dua hari ini Raka tidak berada di laboratorium, jadi dia hanya bisa menghubunginya lewat telepon."Besok pagi aku ke Kyoza naik pesawat jam sepuluh. Anya perlu kamu jaga selama dua hari," kata Brielle di telepon."Oke, aku akan jaga Anya dengan baik," jawab Raka dengan sangat tegas.Melihat dia sudah setuju, Brielle pun tidak punya hal lain untuk dibicarakan dan langsung menutup telepon.Hari Jumat pagi, Brielle mengantar Anya ke sekolah. Anya juga tahu ibunya akan pergi menerima penghargaan. Dia sangat bangga dan berjanji akan bersikap baik sambil menunggu ibunya pulang.Setelah mengantar anaknya, Brielle naik taksi menuju bandara. Upacara penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional dijadwalkan pukul dua siang dan dia masih sempat mengejarnya.Sesampainya di ba

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1090

    Akhir pekan, Brielle menemani putrinya pergi piknik bersama Lastri. Anya sempat ingin mengajak ayahnya, tetapi Brielle membujuknya untuk tidak. Raka sekarang harus bolak-balik antara laboratorium dan perusahaan, Brielle tidak ingin menghabiskan waktunya.Di taman, Anya bermain bersama anjingnya di atas rumput. Sinar matahari musim semi terasa hangat, udara juga sangat segar. Sudah lama Brielle tidak merasa sesantai ini.Setelah akhir pekan berlalu, hari Senin Brielle datang ke laboratorium dan langsung fokus pada rencana perawatan Meira. Smith terus menyesuaikan dosis obat berdasarkan kondisi Meira untuk mencapai hasil terbaik.Dalam hal kondisi fisik Meira, Smith memang yang paling ahli.Brielle kembali ke kantor, membuka database internal laboratorium, ingin mengambil arsip lama tentang Meira.Saat membuka folder-folder, dia memperhatikan sebuah dokumen terenkripsi yang hanya diberi nama berupa waktu.Itu adalah dokumen terenkripsi dari 12 tahun lalu. Detak jantungnya tiba-tiba menin

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1089

    Brielle bersandar di kursinya, menghela napas panjang. Sinar matahari dari luar jendela menembus tirai dan jatuh di atas meja kerjanya. Gadis muda yang dulu nekat meninggalkan studinya demi cinta, kini berulang kali mendapat pengakuan di bidang penelitian.Tak lama, ponselnya berbunyi. Brielle melirik. Itu pesan dari Raka.[ Aku sudah lihat daftar penerima penghargaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional. Selamat. ]Brielle meletakkan ponselnya. Segera, masuk lagi satu pesan. Dia sempat mengira itu dari Raka, tetapi ternyata dari Niro.[ Setelah acara penghargaan Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional, kita makan bareng yuk? ]Brielle tertegun. Apa dia sudah pulang ke dalam negeri? Padahal acara penghargaan masih minggu depan. Dia membalas.[ Kamu sudah pulang? ][ Belum, tapi aku akan pulang sebelum atau sesudah acara penghargaanmu. Pokoknya kita pasti bisa ketemu di Kyoza. ]Niro membalas dengan cepat.Saat itu, Brielle tidak menyadari bahwa di depan pintu kantornya berdiri sosok tinggi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1088

    Dari cucunya berusia dua sampai empat tahun, Devina sangat sering terlibat dalam kehidupannya. Sekarang jika dipikirkan, Meira hanya merasa penuh penyesalan.Dia telah menyerahkan cucunya pada wanita yang begitu penuh tipu daya. Jika sampai Devina ingin menikah dengan putranya dan berniat mencelakai cucunya, meskipun mati berkali-kali pun dia tidak akan bisa menebus kesalahannya.Saat itu, hubungannya dengan Devina sudah begitu dekat, seperti ibu dan anak. Bahkan putrinya juga sangat akrab dengan Devina. Devina sudah seperti setengah anggota Keluarga Pramudita.Sementara itu, Brielle selalu berada di dalam negeri. Setiap setengah tahun, putranya menemani Meira. Dia tentu melihat betapa lelah dan beratnya kehidupan putranya. Setiap pulang, putranya selalu bekerja sampai larut malam.Namun sebagai istri, Brielle justru berada di dalam negeri menikmati hidup sebagai istri kaya, tidak mengurus anak, tidak mengurus suami, membuat Meira sebagai mertua merasa tidak nyaman.Prasangka buruknya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1087

    "Demi Ibu dan juga karena sifat turunan penyakit ini, Kakak terpaksa menyetujui semua syarat Devina. Selama sepuluh tahun ini, dia begitu menderita, begitu tertekan, tapi nggak pernah mengatakan pada siapa pun. Dia menanggung semuanya sendirian," kata Raline sambil mengusap air mata.Meira duduk kaku, seolah-olah tidak percaya Devina bisa melakukan hal-hal seperti itu pada putranya.Setelah sadar kembali, Meira semakin merasa bersalah pada Brielle. Matanya memerah. "Brielle, aku ... aku benar-benar sudah pikun!"Suaranya penuh penyesalan dan rasa bersalah. "Dulu aku selalu merasa Devina sukses, berasal dari keluarga baik, pantas untuk Raka. Sebaliknya aku merasa kamu ... kamu berhenti kuliah demi nikah, nggak pantas untuk Raka. Aku bahkan meremehkanmu ...."Meira terisak-isak, air matanya terus mengalir. Semua yang dia katakan sekarang adalah hal-hal yang dulu pernah dia lakukan dan satu per satu menjadi luka bagi Brielle. Bahkan jika dia mati, dia merasa tidak akan bisa menebus rasa b

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 742

    Brielle memalingkan wajah dan berkata dingin, "Kamu nggak punya hak untuk mencampuri pergaulanku.""Kamu harus banget ya buat aku kesal?" Nada bicara Raka terdengar rendah sambil menahan emosi. "Apa kamu benaran nggak tahu niat Lambert sama kamu?"Brielle tiba-tiba merasa lucu sekaligus marah. Dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 741

    Suara yang lembut itu membuat sorot mata Raka sedikit meredup.Brielle meletakkan ponselnya, lalu berjalan ke arah pintu dan berkata kepada Raka, "Kamu pulang saja. Aku mau istirahat."Mengingat malam ini Raka sudah menjaga Anya, sikap Brielle kepadanya terbilang cukup baik."Istirahatlah yang cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 734

    Raka mengangguk tipis, lalu mengambil tisu untuk menyeka remah roti di sudut bibir Anya.Brielle sebenarnya tidak ingin memperhatikan, tetapi beberapa gerak kecil Avril dengan jelas memperlihatkan bahwa dia tampaknya cukup tertarik pada Raka.Raka kini berstatus lajang, berpenampilan menarik, dan ba

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 725

    Setelah Gavin pergi, Raka mengambil ponselnya dan menelepon Raline.Di seberang sana, suara Raline jelas terdengar waspada. "Kak, ada apa?""Segera batalkan pembelian unit di Cloudwave Residence." Suara Raka dilontarkan tanpa memberi ruang bantahan."Kenapa?" Raline langsung meledak. "Aku beli pakai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status