Share

Bab 595

Author: Ayesha
Di restoran.

Setelah mereka selesai memesan makanan, ponsel Brielle berbunyi. Dia mengambilnya dan melihat pesan dari Jared.

[ Brielle, rapat siang dimajukan jadi jam satu. Setelah makan siang, segera kembali ke perusahaan. ]

Brielle mengernyit. Mendadak sekali?

"Ada apa?" Lambert menyadari perubahan ekspresinya.

Brielle meletakkan ponsel. "Setelah makan, aku harus segera kembali untuk rapat."

"Bukannya jam kerja siang biasanya dimulai setelah jam dua?" Lambert mengangkat alis.

"Ada rapat yang t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (23)
goodnovel comment avatar
Yuli Leniyulianti
iklannya banyak Uda 4 iklan ga kebuka buka makin ga jelas
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
iya kalau cerita romance CEO gitu dari sana rata2 dan MLny emang awal2ny brengsek semua wkwkwk cerita juga rata2 mirip hehehe
goodnovel comment avatar
Eko kurniawan Asfarianto
kitachan, sepertinya rata rata cerita di GN asalnya dr china ya, dan pemeran prianta rerata bajingan semua.
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1288

    Pukul 8 malam, kedua pria itu pun membawa anak-anak pulang, lalu menemani mereka bermain di taman bermain. Di bawah cahaya lampu malam, Lambert dan Raka berdiri di samping sambil membicarakan urusan bisnis.Sekitar pukul 8.30, Brielle pulang dari laboratorium. Lastri memberi tahu bahwa Anya masih belum kembali, jadi Brielle membawa Gaga turun untuk jalan-jalan. Seharian berada di laboratorium membuatnya juga ingin menghirup udara segar.Baru sampai di taman bermain, pandangannya langsung tertuju pada Anya dan Vivian. Brielle menggandeng Gaga mendekat, lalu melihat Raka dan Lambert berdiri di bawah bayangan pepohonan."Guk!" Gaga langsung mengeluarkan suara manja dengan antusias, membuat Brielle tak punya pilihan selain membawanya menghampiri mereka.Raka menoleh dan langsung melihat Brielle yang sedang mengajak anjing jalan-jalan. Napas Lambert juga sedikit tertahan karena Brielle berdiri tepat di belakangnya.Brielle turun setelah mandi. Tanpa riasan sedikit pun, wajahnya tampak putih

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1287

    Pukul 5 sore, Brielle menerima pesan dari Raka. Pria itu mengatakan malam ini dia akan membawa Anya menghadiri acara pernikahan, lalu menanyakan apakah Brielle ingin ikut.Brielle menolaknya dan meminta Raka cukup menjaga putri mereka saja. Jawaban itu memang sudah diduga oleh Raka.Malam itu, Lambert juga membawa Vivian. Dua gadis kecil itu duduk berdampingan, masing-masing ditemani wali mereka sendiri.Banyak orang memandang kedua gadis kecil itu sambil diam-diam menghela napas kagum. Bahkan ada yang mulai diam-diam punya niat lain, membayangkan apakah putra mereka kelak bisa merebut hati dua gadis kecil itu, lalu menjodohkan keluarga mereka dengan Keluarga Pramudita atau Keluarga Seraphine.Bagaimanapun, punya besan seperti Lambert dan Raka bisa membuat hidup anak mereka menjadi lebih mudah. Bahkan bukan cuma lebih mudah, itu adalah kekayaan yang mungkin tidak bisa didapatkan bahkan dalam beberapa generasi.Malam ini juga membuat banyak orang melihat sisi Raka saat merawat putrinya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1286

    Hati Devina terasa perih sekaligus sakit. Dulu dia pernah begitu dekat dengan lingkaran itu, begitu dekat hingga seolah-olah bisa digapai hanya dengan mengulurkan tangan.Namun sekarang, mereka masih berdiri tinggi di atas sana dan bersinar terang, sedangkan dirinya bahkan tidak punya kualifikasi untuk mendekat dan sekadar menyapa.Dulu dia mengira dengan memprovokasi Jay dan menjadikan Brielle sebagai senjata untuk memecah hubungan tiga pria itu, dia akan berhasil. Namun, pada akhirnya tetap gagal.Sekarang hubungan Lambert dan Raka sudah kembali membaik. Sepertinya Lambert juga sudah mundur dari persaingannya mengejar Brielle dan memilih memberikan kesempatan itu kepada Raka.Apalagi saat perusahaan Lambert mengalami masalah di luar negeri beberapa waktu lalu, Raka yang turun tangan membantunya, membuat hubungan mereka semakin solid.Kini, dia terjebak di sisi Ignas. Meskipun tampak glamor di mata orang luar, hanya dirinya sendiri yang tahu pahit manis kehidupannya.Saat itu, Ignas s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1285

    Bagian bersulang dari acara pernikahan memang ditiadakan, tetapi saat jamuan berlangsung agak lebih malam, Jay menggandeng Siria berjalan di antara para tamu untuk menyampaikan ucapan terima kasih.Tak lama kemudian, Sunny membawa Siria untuk menyapa kelompok para nyonya kaya. Beberapa nyonya kaya langsung tidak sabar mengerubungi mereka dan mulai memuji Siria."Pengantin wanitanya cantik sekali hari ini.""Iya! Gaun pengantinnya itu pasti pesanan khusus dari luar negeri, 'kan? Cocok sekali sama kamu.""Nyonya Sunny, Anda benar-benar beruntung bisa mendapatkan menantu secantik Siria."Sunny mengenakan gaun merah mewah dengan detail bordir yang rumit. Penampilannya sangat terawat dan hari ini suasana hatinya jelas sangat bahagia."Mulai sekarang mohon bantuannya untuk jaga Siria, ya.""Tentu saja."Siria menerima semua pujian itu dengan anggun. Wajahnya dipenuhi kebahagiaan pengantin baru. "Terima kasih tante-tante dan kakak-kakak semua atas pujiannya."Salah satu nyonya kaya langsung m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1284

    Devina jelas bukan wanita biasa. Dia tersenyum tipis lalu berkata, "Nyonya pintar bercanda, ya. Aku dan Raka itu sudah masa lalu. Lagi pula kami cuma teman, jadi jangan terlalu percaya gosip di luar."Kedua nyonya itu langsung saling bertukar pandang.Teman?Mereka jelas tidak buta. Kalau Devina gagal mendapatkan Raka, itu hanya berarti kemampuannya masih kurang. Namun sekarang dia malah berusaha menyangkal semuanya seperti ini, itu malah terasa lucu.Devina kemudian memandang ke arah Ignas dengan mata penuh kelembutan. "Tapi sekarang aku bertemu Ignas. Dia dewasa, tenang, dan lebih memahami diriku. Bisa bersama dia adalah keberuntungan terbesar dalam hidupku."Kedua nyonya itu saling tersenyum sambil bertukar tatapan penuh arti. Wajah mereka tetap mempertahankan senyum sopan."Kalau begitu selamat ya, Bu Devina akhirnya menemukan cinta sejati.""Iya. Cinta sejati memang langka. Lagi pula zaman sekarang bukannya ada pepatah, di depan cinta sejati, usia bukan masalah."Senyum Devina lan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1283

    Sebagai pendamping pria terpenting, Raka dan Lambert duduk di kursi paling depan di meja utama. Keduanya benar-benar ikut bahagia untuk sahabat mereka.Posisi Devina dan Ignas berada agak lebih belakang. Saat ini Devina juga menatap ke arah pintu aula, tetapi tatapannya menyimpan kebencian yang dalam. Penghinaan yang pernah diberikan Siria kepadanya jelas tidak akan pernah dilupakannya.Pada saat itu, pintu besar aula perlahan terbuka.Mempelai wanita yang mengenakan gaun pengantin putih muncul dengan anggun sambil menggandeng lengan ayahnya. Dari balik kerudung yang tipis, samar-samar terlihat wajah cantik Siria dan senyumnya yang malu-malu.Jay menatap pengantin wanita yang berjalan perlahan mendekatinya. Matanya tiba-tiba memerah. Perasaan haru dan cinta bercampur di wajah tampannya.Di tengah tepuk tangan dan sorakan seluruh tamu, sang pengantin wanita melangkah mantap menuju mempelai pria di atas panggung.Raka duduk di tempatnya sambil mengikuti sosok pengantin wanita dengan tata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 802

    "Keluarga Pramudita belum sampai jatuh ke titik harus kamu yang maju ke depan, 'kan? Atau kakakmu terlalu sibuk sampai nggak sempat menegurmu?" Tatapan Lambert tajam mengarah ke Raline.Jari Raline mencengkeram kuat tali tasnya. "Aku bicara atas namaku sendiri, nggak ada hubungannya dengan kakakku."

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 828

    Namun pada saat itu, Raka menatap Harvis. "Pak Harvis, proyek sipil sepenuhnya berada di bawah tanggung jawabmu. Perekrutan tim, termasuk penentuan dan evaluasi penanggung jawab tiap kelompok riset, semuanya kamu yang pilih."Harvis mengangguk singkat, lalu berkata kepada semua yang hadir, "Penanggu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 815

    "Sepertinya hari ini kamu benar-benar jadi pusat perhatian." Suara yang bernada jelas penuh permusuhan terdengar dari belakang.Brielle melihat lewat cermin, Raline bersandar di kusen pintu dengan kedua tangan terlipat di dada. Bibir merahnya melengkung membentuk senyuman sinis.Brielle tidak menole

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 847

    Brielle menerima menu itu. Ujung jarinya sedikit menegang. Dia menunduk membalik halaman menu, sengaja menghindari keberadaan pria di sampingnya.Brielle memesan dua hidangan ringan, lalu menyerahkan menu ke Raka. Raka mengambilnya dan menambahkan empat hidangan lagi. Semuanya juga yang ringan."Rak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status