Share

Bab 656

Author: Ayesha
"Brielle memang melahirkan seorang putri, tapi bagaimanapun juga itu tetap darah daging Raka. Kudengar dia sangat menyayangi putrinya itu," Faye berkata. Dia merasa dirinya lebih panik daripada Devina.

Dia mengira setelah Brielle bercerai, Devina bisa segera menikah dan masuk ke Keluarga Pramudita, lalu duduk manis menjadi nyonya. Namun sampai sekarang, tidak ada tanda-tanda sama sekali.

"Aku tahu apa yang harus kulakukan." Devina meletakkan cangkirnya.

Faye yang sudah kesal pun bertanya, "Kamu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
pede banget lunpelakor..dicoba aja strateginya...mmg bener sih..biar Raka berlutut...brielle ga akan menoleh...tp Raka bakal balik ke kamu ga...itu masih misteri....siapa blg brielle ga akan nikah LG sampai tua...utk skrg dia mgkn trauma dan bahkan ga mau mikir kesana dl..sok tau aja pelakor
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
pelakor kpn dihempaan sombong dan percaya diri pasti JD nyonya Raka yg bodoh oon dikadalin diperas sng ATM berjalan selalu disanjung dimanja diratukan Raka sangat2 buncin
goodnovel comment avatar
Heryani Yeni
nah ini yg bkin rumah tangga mreka hncur krna plakor , dan mmbuat klurga raka kga suka brille krna manipulasi,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1529

    Brielle berdiri di tempatnya, perasaannya menjadi semakin rumit. Dia tahu semua yang dilakukan Raka adalah demi kebaikannya, tetapi ...."Brielle, aku beliin buah untuk Kak Harvis. Apa dia sudah sadar?" Suara Cherlina terdengar dari belakang."Sudah. Ayo masuk jenguk dia."Brielle mengangguk.Di ruang rawat, Harvis sedang bersandar di ranjang. Saat melihat mereka masuk, dia langsung bertanya kepada Brielle, "Pak Raka sudah pergi?""Dia ada urusan di perusahaan," jawab Brielle singkat, lalu bertanya dengan penuh perhatian, "Lukanya masih sakit?"Harvis menggeleng. "Obat biusnya masih bekerja, jadi belum terasa sakit."Cherlina berkata dengan kesal, "Kali ini Faye benar-benar keterlaluan. Ini sudah termasuk percobaan pembunuhan, 'kan? Kalau bukan karena Kak Harvis, Brielle pasti sudah ...."Baru sampai di situ, dia melihat Harvis menatapnya. Dia langsung menghentikan ucapannya. Tatapan Harvis pun berubah lebih dingin. "Perbuatan Faye memang sudah termasuk percobaan pembunuhan."Biasanya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1528

    Raka berkata dengan suara rendah untuk menenangkan Brielle, "Tenang saja. Dia akan baik-baik saja."Brielle mengangguk. Menatap luka Harvis, pikirannya dipenuhi ketakutan. Kalau saja garpu yang diayunkan Faye menusuk sedikit lebih ke bawah, dia benar-benar tidak berani membayangkan akibatnya.Mata Brielle kembali dipenuhi air mata. Dia menggigit bibirnya pelan, sementara air mata terus berputar di pelupuk matanya.Melihat hal itu, Raka mengambil selembar tisu lalu menyodorkannya kepada Brielle. Brielle menerimanya dan mengusap sudut matanya.Saat itu, Harvis perlahan membuka mata. Efek obat bius tampaknya mulai hilang. Dia berkedip beberapa kali sebelum pandangannya akhirnya terfokus pada wajah Brielle. Melihat tatapan penuh kekhawatiran itu, bibirnya yang pucat sedikit bergerak. Suaranya terdengar serak karena tenggorokannya kering."Aku nggak apa-apa ...."Kemudian pandangannya beralih ke Raka yang berdiri di ujung ranjang. Dia tampak sedikit terkejut."Pak Raka juga ada di sini."Ha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1527

    Melihat Brielle menangis, Harvis segera menghiburnya. "Nggak apa-apa. Sungguh, aku baik-baik saja.""Jangan bicara dulu, hemat tenagamu." Brielle menahan air matanya dan berusaha menenangkan diri.Di samping mereka, Cherlina sudah lebih dulu menghubungi polisi.Faye terduduk lemas di lantai. Dia mendongak menatap pria yang telah dicintainya diam-diam selama tiga tahun. Kini karena dirinya, tubuh Harvis berlumuran darah. Dunia seolah berputar di sekelilingnya. Jantungnya terasa seperti ikut ditembus garpu itu, begitu sakit hingga dia sulit bernapas."Kak Harvis ... Kak Harvis ... maaf ... maaf ...."Tanpa sadar dia merangkak mendekati Harvis, tetapi Cherlina mengulurkan tangan untuk menghalanginya. "Kamu masih berani manggil dia Kak Harvis? Kamu sudah nggak pantas mendekatinya lagi.""Maaf ... aku nggak sengaja ... aku benar-benar nggak ingin melukaimu ...."Faye menutupi wajahnya sambil menangis tersedu-sedu. Penyesalan yang begitu besar menelannya hingga tak mampu berpikir jernih.Tak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1526

    Brielle berbalik dan menatap Faye dengan dingin. "Kalau ada urusan, langsung saja katakan.""Aku dipecat karena kamu menghasut di depan Pak Raka, 'kan? Brielle, kamu benar benar licik. Mengandalkan kekuasaan mantan suamimu untuk seenaknya menindas karyawan Grup Pramudita. Kamu bangga sekali, ya?" Suara Faye menjadi tajam, wajahnya dipenuhi kebencian yang sudah lama terpendam terhadap Brielle."Faye, tolong jaga ucapanmu." Brielle berkata dengan dingin, "Kalau kamu nggak puas, silakan ajukan keberatan sesuai prosedur.""Memangnya ada gunanya? Seluruh Grup Pramudita milik mantan suamimu. Kalau dia mau memecatku, alasan apa pun bisa dipakai." Mata Faye dipenuhi rasa sakit dan kebencian."Brielle, berhenti berpura pura. Semua orang tahu sekarang kamu dekat lagi sama Raka. Mau mengandalkan putrimu untuk kembali jadi Nyonya Pramudita, ya? Kenapa? Mau balas dendam dengan memanfaatkan jabatan? Aku sudah nggak menghalangimu lagi, tapi kamu masih nggak mau melepaskanku? Masih ingin menendangku k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1525

    Keesokan paginya, suasana hati Anya sedang buruk. Dia tidak ingin pulang. Dia masih ingin terus bermain.Alhasil, ketiga orang dewasa itu pun bergantian membujuk si kecil.Setelah mereka naik ke pesawat, Anya akhirnya mau pulang karena teringat ingin bertemu kuda poni kesayangannya. Suasana hatinya pun kembali membaik.Tiga jam kemudian, Brielle tiba di rumah. Sementara itu, Anya diantar ke rumah Keluarga Pramudita.Liburan kali ini benar-benar membuat Brielle bisa mengosongkan pikirannya sejenak. Saat kembali bekerja, dia pun merasa jauh lebih segar dan ringan.Hari Senin, Brielle kembali menenggelamkan diri dalam pekerjaannya.Sementara itu, Raka juga terus memantau perkembangan proyek renovasi, ditambah dengan mengurus pekerjaan di kantor.Kali ini, bukan hanya dua unit rumah mereka yang direnovasi. Satu vila besar lain di kompleks yang sama juga sedang direnovasi untuk ditempati anggota Keluarga Pramudita.Rabu pagi, Brielle menerima pesan dari Harvis. Harvis mengajaknya bertemu sa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1524

    [ Ayo. Aku tunggu di lobi. ]Raka segera membalas pesannya.[ Oke, aku turun. ]Brielle pun menjawab dengan lugas.Tadi Raka tidak melihat fenomena air mata biru di kejauhan. Saat ini, dia mengira Brielle benar-benar ingin berjalan-jalan.Di lobi vila, Brielle sudah turun. Raka juga sudah menunggunya."Ayo," kata Brielle.Setelah selesai berbicara, dia langsung melangkah cepat ke depan, seolah terburu-buru ingin segera keluar.Raka pun segera menyusul langkahnya. Mereka melewati dek observasi sepanjang hampir 100 meter hingga tiba di pantai.Saat itulah Raka juga melihat fenomena ombak berwarna biru itu. Barulah dia mengerti mengapa Brielle mengajaknya ke luar. Ternyata Brielle mengajaknya sebagai teman untuk melihat pemandangan air mata biru.Benar saja, Brielle langsung berlari menuju bibir pantai. Di bawah sinar bulan, gaun panjangnya berkibar tertiup angin, membuatnya terlihat seperti bidadari yang turun ke bumi.Raka mengikuti di belakangnya. Untuk sesaat, dia sampai terpaku beber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 448

    Meira sebenarnya tidak terlalu ingat kalau putrinya pernah bekerja di perusahaan Lambert. "Oh ya? Jadi Lambert baik sama kamu?""Baik banget! Kalau bukan karena si ...." Raline buru-buru menutup mulutnya.Meira menatapnya dengan heran. "Kalau bukan karena apa?"Raline tersenyum tipis. "Nggak ada apa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 456

    Keesokan harinya, Brielle menerima panggilan langsung dari wakil presdir Yayasan Kasih. Untuk acara peluncuran Program Dukungan Talenta Baru kali ini, pihak yayasan ingin mengundang Brielle naik ke panggung untuk memberikan sambutan, karena proyek ini adalah bagian dari kegiatan amal yang dia invest

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 444

    Setelah makan siang, Niro mengantar mereka pulang, dan tibalah saat untuk mengucapkan selamat tinggal. "Aku harus kembali ke markas. Mungkin baru bisa bertemu lagi waktu bulan November nanti," kata Niro sambil tersenyum."Paman Niro, sampai jumpa!" seru Anya sambil melambaikan tangan kecilnya.Niro

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 435

    Niro berjalan sambil tersenyum dan meletakkan kotak camilan di atas meja kecil. "Tentu saja, perut kecil kamu lapar, ya?""Lapar!" jawab Anya sambil menatap camilan itu tanpa berkedip.Melihat tingkah putrinya yang seperti kucing rakus, Brielle tak kuasa menahan tawa. "Bilang dulu terima kasih ke Pa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status