LOGINYussallia Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu. Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu. Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?
View MoreKontraksi itu datang menjelang subuh.Awalnya hanya rasa tidak nyaman yang membuat Yusallia terbangun dengan napas pelan dan kening berkerut. Ia sempat berpikir itu hanya pegal biasa, karena beberapa minggu terakhir tubuhnya memang semakin mudah lelah. Perutnya yang membesar karena dua kehidupan kecil di dalamnya sering membuatnya sulit tidur nyenyak.Namun beberapa menit kemudian, rasa sakit itu datang lagi.Lebih kuat.Lebih jelas.Yusallia menggenggam ujung selimut.“Rion,” panggilnya lirih.Rionegro langsung terbangun.Bukan perlahan.Bukan dengan wajah bingung orang baru bangun tidur.Ia langsung duduk, seolah sejak awal tubuhnya memang hanya tidur setengah sadar untuk menunggu sesuatu terjadi.“Yusa?” suaranya berat, tetapi matanya langsung fokus. “Kamu sakit?”Yusallia menarik napas pelan. “Kontraksi.”Satu kata itu membuat wajah Rionegro berubah.Ia d
Malamnya, setelah Damian pulang, apartemen kembali tenang.Yusallia duduk di sofa sambil memegang salah satu brosur kamar bayi. Rionegro duduk di lantai dekat meja, mengukur ulang denah sederhana yang sudah ia gambar sendiri.Yusallia menatapnya lama.Rambut Rionegro sedikit jatuh ke dahi. Kemejanya sudah tidak serapi pagi tadi. Lengan bajunya tergulung sampai siku. Wajahnya masih fokus, tetapi tidak setegang sebelumnya.Di depannya, ada begitu banyak catatan.Kamar bayi.Keamanan.Pengasuh.Kesehatan.Jadwal.Keuangan.Kontrol kandungan.Batas pekerjaan.Rencana setelah bayi lahir.Semua hal itu mungkin terlihat berlebihan bagi orang lain.Namun Yusallia melihat sesuatu yang berbeda.Ia melihat seorang pria yang sedang membangun masa depan dengan tangannya sendiri.Bukan masa depan yang hanya ia bicarakan.Bukan janji koso
Yusallia melihat lagi daftar di laptop.“Kamar bayi ini maksudnya kamar kosong sebelah ruang kerja?”“Iya.”“Kamu mau ubah semua?”“Tidak semua. Tapi sebagian besar.”“Ruang kerja kamu?”“Aku bisa pindah ke ruang tengah.”Yusallia langsung menatapnya. “Rion, itu ruang kerja kamu.”“Bayi-bayi butuh kamar.”“Tapi kamu juga butuh tempat kerja.”“Aku bisa menyesuaikan.”Yusallia menghela napas kecil. “Kamu nggak harus mengalahkan semua hal milikmu untuk kami.”Rionegro terdiam.Yusallia menatapnya lebih lembut. “Aku tahu kamu mau siap. Aku tahu kamu mau semua aman. Tapi masa depan kita bukan cuma tentang menghapus hidup kamu supaya jadi ruang untuk aku dan bayi-bayi.”Rionegro tidak langsung menjawab.Kalimat itu mengenai sesuatu di dalam dirinya.Sejak kecil, ia terbiasa memahami keluarga sebagai sesuatu yang menuntut pengorbanan diam-diam. Ora
Setelah hari itu, semuanya berubah lagi.Bukan berubah dengan cara yang menakutkan seperti ketika Yusallia mengalami kecelakaan.Bukan juga berubah dengan cara yang mengguncang seperti ketika keluarga Arvantara runtuh dan nama Bagas Arvantara memenuhi berita.Perubahan kali ini datang lebih lembut.Lebih hangat.Namun tetap besar.Sangat besar.Karena sejak dokter mengatakan bahwa bayi mereka kembar, apartemen yang sebelumnya terasa cukup untuk mereka berdua mendadak terlihat seperti tempat yang harus dipikirkan ulang dari awal.Sofa yang dulu hanya menjadi tempat Yusallia bersandar sambil menonton atau membaca buku, sekarang mulai dibayangkan sebagai tempat dua bayi mungkin tertidur sebentar di pelukan mereka.Kamar kosong di dekat ruang kerja Rionegro, yang selama ini hanya dipakai untuk menyimpan beberapa barang tambahan, tiba-tiba berubah menjadi ruangan yang paling sering dilihat Rionegro setiap pa
Di sisi lain kota, pagi terasa berjalan dengan ritme yang berbeda. Gerbang besar Universitas Indonesia sudah dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Sebagian berjalan tergesa ke kelas, sebagian lagi masih sempat bercanda dengan teman-temannya di bawah rindangnya pepohonan kampus. Udara pagi yang ma
Hari itu, waktu berjalan dengan cara yang berbeda untuk Yusallia. Bukan pelan seperti pagi tadi ketika ia baru saja melangkahkan kaki ke dalam rumah sakit. Tapi justru terlalu cepat... sampai ia bahkan tidak sempat benar-benar menyadari kapan jam berganti. Pasien pertama masuk dengan raut wajah le
Pagi datang perlahan di Jakarta, meninggalkan sisa hawa dingin dari hujan semalam. Langit masih diselimuti awan tipis yang menggantung rendah, membuat cahaya matahari pagi tampak samar dan pucat. Di beberapa sudut jalan, genangan air masih tertinggal, memantulkan lampu-lampu kota yang belum benar-be
Mobil berwarna hitam itu akhirnya memperlambat lajunya ketika memasuki sebuah kawasan perumahan yang tenang. Jalanan di sana jauh lebih sepi dibanding jalan utama yang baru saja mereka lewati. Deretan pohon di sepanjang sisi jalan tampak basah kuyup, daun-daunnya masih meneteskan air hujan yang bel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore