LOGINYussallia Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu. Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu. Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?
View MoreEnam tahun kemudian.Rumah itu tidak lagi sunyi.Dulu, apartemen Rionegro selalu rapi. Terlalu rapi. Sofa selalu berada di posisi yang sama. Buku-buku tersusun sesuai kategori. Meja kerja tidak pernah dipenuhi benda yang tidak perlu. Bahkan suara langkah kaki pun terasa seperti harus lebih pelan agar tidak mengganggu ketenangan di dalamnya.Namun sekarang, ketenangan itu sudah lama pergi.Dan anehnya, Rionegro tidak pernah benar-benar merindukannya.Pagi itu, ruang tengah dipenuhi suara langkah kecil yang berlari dari kamar menuju meja makan. Dua anak berusia enam tahun berkejaran sambil membawa boneka dan mobil-mobilan kecil. Di lantai, beberapa pensil warna berserakan. Di sofa, ada selimut kecil bergambar beruang yang tersangkut di sandaran. Di meja rendah, ada buku cerita anak yang terbuka, satu gelas susu yang belum habis, dan gambar krayon berbentuk rumah dengan empat orang di depannya.Rumah itu berantakan.
Kontraksi itu datang menjelang subuh. Awalnya hanya rasa tidak nyaman yang membuat Yusallia terbangun dengan napas pelan dan kening berkerut. Ia sempat berpikir itu hanya pegal biasa, karena beberapa minggu terakhir tubuhnya memang semakin mudah lelah. Perutnya yang membesar karena dua kehidupan kecil di dalamnya sering membuatnya sulit tidur nyenyak. Namun beberapa menit kemudian, rasa sakit itu datang lagi. Lebih kuat. Lebih jelas. Yusallia menggenggam ujung selimut. “Rion,” panggilnya lirih. Rionegro langsung terbangun. Bukan perlahan. Bukan dengan wajah bingung orang baru bangun tidur. Ia langsung duduk, seolah sejak awal tubuhnya memang hanya tidur setengah sadar untuk menunggu sesuatu terjadi. “Yusa?” suaranya berat, tetapi matanya langsung fokus. “Kamu sakit?” Yusallia menarik napas pelan. “Kontraksi.” Satu kata itu membuat wajah Rionegro berubah. Ia diam hanya satu detik. Setelah itu, tubuhnya bergerak cepat. Terlalu cepat. Ia menyalakan lampu,
Malamnya, setelah Damian pulang, apartemen kembali tenang.Yusallia duduk di sofa sambil memegang salah satu brosur kamar bayi. Rionegro duduk di lantai dekat meja, mengukur ulang denah sederhana yang sudah ia gambar sendiri.Yusallia menatapnya lama.Rambut Rionegro sedikit jatuh ke dahi. Kemejanya sudah tidak serapi pagi tadi. Lengan bajunya tergulung sampai siku. Wajahnya masih fokus, tetapi tidak setegang sebelumnya.Di depannya, ada begitu banyak catatan.Kamar bayi.Keamanan.Pengasuh.Kesehatan.Jadwal.Keuangan.Kontrol kandungan.Batas pekerjaan.Rencana setelah bayi lahir.Semua hal itu mungkin terlihat berlebihan bagi orang lain.Namun Yusallia melihat sesuatu yang berbeda.Ia melihat seorang pria yang sedang membangun masa depan dengan tangannya sendiri.Bukan masa depan yang hanya ia bicarakan.Bukan janji koso
Yusallia melihat lagi daftar di laptop.“Kamar bayi ini maksudnya kamar kosong sebelah ruang kerja?”“Iya.”“Kamu mau ubah semua?”“Tidak semua. Tapi sebagian besar.”“Ruang kerja kamu?”“Aku bisa pindah ke ruang tengah.”Yusallia langsung menatapnya. “Rion, itu ruang kerja kamu.”“Bayi-bayi butuh kamar.”“Tapi kamu juga butuh tempat kerja.”“Aku bisa menyesuaikan.”Yusallia menghela napas kecil. “Kamu nggak harus mengalahkan semua hal milikmu untuk kami.”Rionegro terdiam.Yusallia menatapnya lebih lembut. “Aku tahu kamu mau siap. Aku tahu kamu mau semua aman. Tapi masa depan kita bukan cuma tentang menghapus hidup kamu supaya jadi ruang untuk aku dan bayi-bayi.”Rionegro tidak langsung menjawab.Kalimat itu mengenai sesuatu di dalam dirinya.Sejak kecil, ia terbiasa memahami keluarga sebagai sesuatu yang menuntut pengorbanan diam-diam. Ora
Di sisi lain kota, pagi terasa berjalan dengan ritme yang berbeda. Gerbang besar Universitas Indonesia sudah dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Sebagian berjalan tergesa ke kelas, sebagian lagi masih sempat bercanda dengan teman-temannya di bawah rindangnya pepohonan kampus. Udara pagi yang ma
Hari itu, waktu berjalan dengan cara yang berbeda untuk Yusallia. Bukan pelan seperti pagi tadi ketika ia baru saja melangkahkan kaki ke dalam rumah sakit. Tapi justru terlalu cepat... sampai ia bahkan tidak sempat benar-benar menyadari kapan jam berganti. Pasien pertama masuk dengan raut wajah le
Pagi datang perlahan di Jakarta, meninggalkan sisa hawa dingin dari hujan semalam. Langit masih diselimuti awan tipis yang menggantung rendah, membuat cahaya matahari pagi tampak samar dan pucat. Di beberapa sudut jalan, genangan air masih tertinggal, memantulkan lampu-lampu kota yang belum benar-be
Lampu-lampu jalan menyala remang dengan kilau yang terlihat memantul oleh air yang jatuh tanpa henti, membuat jalan kota yang biasanya terlihat sedikit ramai menjadi lebih sunyi dari biasanya.Di tengah hujan yang semakin deras, sebuah mobil berwarna silver terlihat berhenti tiba-tiba di pinggir ja






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore