LOGINYussallia Callisto selalu memimpikan kehidupan pernikahan yang indah di masa depan. Yussallia masih berharap bahwa kehidupan pernikahannya bersama Rionegro akan berjalan semulus yang ia harapkan, meskipun pernikahan mereka didasari oleh sebuah kesalahan satu malam yang mereka lakukan pada di masa lalu. Rionegro Raymond Kalendra tidak pernah menyangka bahwa menolong seorang gadis yang terjebak dalam badai hujan akan berujung pada pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Rionegro tahu ia tak bisa menghindar dari kewajibannya untuk menikahi Yussallia, gadis yang pernah ia bantu, meskipun mereka memiliki seorang anak bersama akibat kesalahan satu malam yang mereka buat di masa lalu. Dan dengan segala harapan dan keraguan yang menggantung di atas pernikahan mereka, apakah Yussallia mampu mewujudkan mimpinya tentang pernikahan yang bahagia? Atau akankah pernikahan itu berakhir dengan kegagalan, seperti yang ditakuti Rionegro?
View MoreMalam itu, apartemen terasa lebih sunyi dari biasanya.Bukan sunyi yang tenang. Bukan juga sunyi yang nyaman seperti malam-malam awal ketika mereka masih sama-sama belajar tinggal di bawah atap yang sama. Sunyi kali ini terasa seperti sesuatu yang menahan napas, menunggu pecah, menunggu satu kalimat saja terucap agar semuanya berubah bentuk.Setelah pulang dari kafe, Yusallia dan Rionegro tidak banyak bicara.Mereka masuk ke apartemen bersama, melepas sepatu, lalu berjalan ke ruang tengah dengan langkah yang sama-sama pelan. Lampu masih menyala hangat. Ruangan masih rapi. Gelas air di meja masih seperti tadi. Tapi suasana di dalamnya sudah berbeda. Terlalu rapat. Terlalu penuh oleh hal-hal yang tidak diucapkan.Rionegro berdiri sebentar di dekat meja, meletakkan ponsel dan dompetnya seperti biasa. Gerakannya tetap tenang. Terlalu tenang, sampai membuat dada Yusallia terasa semakin sesak. Seolah apa pun yang baru saja ia lihat-Bryan yang mendengarn
Sore itu turun perlahan dengan warna langit yang pucat dan perasaan Yusallia yang jauh lebih berat dari biasanya. Apartemen tetap tenang seperti hari-hari sebelumnya. Terlalu tenang, malah. Jam dinding berdetak halus. Pendingin ruangan berdengung pelan. Dari jendela besar ruang tengah, gedung-gedung Jakarta berdiri dengan cahaya sore yang mulai turun, sementara di dalam sana, Yusallia duduk sendiri di ujung sofa sambil memeluk bantal kecil di pangkuannya. Rionegro ada di rumah. Seperti biasa untuk akhir pekan, pria itu lebih banyak berada di apartemen. Kadang di ruang kerja kecilnya. Kadang di dapur. Kadang hanya berjalan singkat ke ruang tengah untuk memastikan Yusallia sudah minum, sudah makan, atau tidak berdiri terlalu lama. Semua tetap seperti biasanya. Semua tetap tepat. Semua tetap penuh perhatian. Dan entah kenapa, justru itu yang membuat dada Yusallia terasa semakin sesak. Karena perhatian Rionegro t
Semakin hari, tubuh Yusallia semakin jelas berubah.Bukan perubahan yang datang tiba-tiba lalu mengejutkan semuanya sekaligus. Lebih seperti sesuatu yang tumbuh pelan, tapi pasti. Perutnya mulai tampak lebih nyata. Langkahnya kadang melambat tanpa ia rencanakan. Punggungnya lebih sering terasa pegal menjelang malam. Dan meskipun ia masih bisa menjalani hari-harinya dengan cukup baik, ada banyak hal kecil yang kini menuntut perhatian lebih.Rionegro melihat semuanya.Terlalu jelas, mungkin.Dan sejak perubahan itu semakin tampak, pria itu juga berubah. Bukan menjadi lebih lembut. Bukan menjadi lebih terbuka. Justru menjadi lebih protektif dengan cara yang semakin kaku.Awalnya, Yusallia tidak terlalu mempermasalahkannya.Ia menganggap itu wajar. Wajar kalau Rionegro jadi lebih sering mengingatkan. Wajar kalau pria itu lebih memperhatikan apa yang ia makan, bagaimana ia berjalan, seberapa lama ia berdiri, atau apakah tas yang dibaw
Hari-hari setelah itu tetap berjalan. Dan justru karena semuanya tetap berjalan seperti biasa, hati Yusallia terasa semakin berat. Pagi masih datang tepat waktu. Alarm masih berbunyi. Cahaya matahari masih jatuh di lantai apartemen dengan warna lembut yang sama. Rionegro masih bangun lebih dulu di banyak hari, menyalakan lampu dapur, menyiapkan sarapan sederhana, memeriksa jam, lalu memastikan vitamin dan susu Yusallia tidak terlewat. Rumah sakit tetap sibuk. Kampus tetap menuntut waktu Rionegro. Malam tetap kembali membawa mereka ke bawah atap yang sama. Tidak ada yang benar-benar berubah dari luar. Namun di dalam diri Yusallia, semuanya justru terasa bergerak ke arah yang semakin melelahkan. Ia menjalani hari-harinya dengan tubuh yang tetap bergerak, dengan senyum yang masih bisa dipasang, dengan jawaban-jawaban yang masih terdengar normal saat orang lain bertanya kabarnya. Di rumah sakit, ia tetap menjadi
Hari Sabtu datang dengan ritme yang lebih pelan dari biasanya.Jakarta di luar apartemen tetap hidup seperti biasa, tapi dari lantai setinggi itu semuanya tampak lebih tenang. Langit pagi cenderung cerah, meski masih ada sisa warna pucat yang membuat cahaya matahari terasa lembut saat ja
Malam itu turun dengan cara yang lebih lembut dari biasanya.Setelah kontrol kandungan siang tadi, setelah perjalanan pulang yang terasa lebih tenang dari biasanya, dan setelah makan malam sederhana yang hampir seluruhnya mereka habiskan dalam diam yang tidak lagi canggung, apartemen Rio
Hari Jumat itu datang dengan langit yang sedikit mendung, seolah pagi memang sengaja dibuat lebih lembut dari biasanya.Sejak bangun, Yusallia sudah tahu hari itu akan terasa berbeda. Bukan karena ada sesuatu yang besar dari luar. Bukan juga karena suasana apartemen berubah menjadi lebih
Pelayan datang membawa makanan mereka, meletakkannya di meja, lalu pergi lagi. Savira tidak menyentuh makanannya. Fokusnya sepenuhnya tertuju pada pria di depannya. Rionegro juga tidak langsung makan. Jari-jarinya bergerak pelan di sisi cangkir kopi, lalu berhenti.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore