LOGINLiusen - wanita jelmaan siluman rubah dengan angkuh menatap kuku jemari tangannya yang kini berlumuran darah. Dia baru saja membantai seluruh anggota keluarga Dingyan. "Wanita iblis haus darah sepertimu layak mati mengenaskan! Aku bersumpah setelah kematian seluruh keluargaku hari ini kamu akan memiliki akhir hidup tragis di setiap reinkarnasi!" Liusen mengukir senyum lalu berjalan mendekati Dingyan yang kini terkapar bersimbah darah. Dia membungkuk mencengkeram dan menarik lehernya. "Dingyan, apa manusia hina sepertimu layak mengutukku? Kamu bilang aku harus mati mengenaskan! Hahaha! Kita lihat saja siapa yang lebih dulu mati mengenaskan, aku atau .... kamu?!" Liusen dengan kejam mencabik-cabik tubuhnya dan memakan jantungnya.
View MoreTubuh Yena melayang di udara, terjun ke bawah dari lantai tujuh. Beberapa detik yang lalu Zisu baru saja mendorongnya dari jendela.
Yena memejamkan matanya, air matanya jatuh dari kedua matanya. “Apakah aku akan mati? Ke-kenapa aku tidak mendapatkan keadilan, ini sungguh .... Tidak adil,” Tiba-tiba waktu terhenti. Tubuh Yena yang seharusnya terjun dan hancur berkeping-keping tidak bergerak, melayang di udara. Ruang dan waktu berhenti, Yena menatap kedua tangannya sendiri. Dia merasa ada yang sedang menopang tubuhnya tapi tidak bisa melihat siapa orang tersebut. “A-apa yang terjadi? Aku tidak jadi mati?” tanyanya dengan heran Pria berbaju hitam muncul, meraih pinggangnya. “Ka-kau? Siapa?” Tanya Yena dengan ekspresi panik. Pria itu tidak segera menjawabnya. Senyum licik terukir di sudut bibir pria tersebut. Dia menatap Yena dengan tatapan mata penuh kebencian. Rubah licik! Kamu bertanya siapa aku? Kamu lupa di masa lalu kamulah yang sudah menghabisi seluruh keluargaku! Liusen ini sungguh tidak tahu diri! Seharusnya mereka tidak berbaik hati dan membiarkanmu meminum air danau sebelum bereinkarnasi! Kali ini aku akan membuatmu menderita! “Oi! Siapa kamu?” tanya Yena lagi. “Namaku, Luke. Malaikat maut yang datang untuk mencabut nyawamu,” Yena langsung melotot. “Ja-jadi aku ditakdirkan mati hari ini?” “Ya! Tapi aku datang untuk menawarkanmu dua pilihan, hidup tiga tahun lagi dengan syarat menemukan makna cinta sejati atau mati hari ini sesuai dengan catatan takdir?” Luke melepaskan tubuh Yena, tapi Yena menolak dilepaskan dan malah memegangi kedua bahu Luke dengan panik. “Ja-jangan lepaskan aku!” pintanya seraya menatap ke bawah. Lantai di bawah sana masih jauh sekali. Jika dia melepaskan Luke dia takut akan terjun kembali dan nyawanya benar-benar tidak bisa diselamatkan. Luke mengeluarkan kertas emas dari saku bajunya. “Kalau kamu bersedia, teken kontrak di sini!” perintahnya. “Ko-kontrak?! Harus ada kontrak?” Tanyanya gugup. Luke tidak mau menunggu, dia merobek kulit ibu jari Yena dan langsung menempelkan cap jari Yena di kertas emas. “Ya, karena aku akan membiarkanmu hidup, apa kamu lupa seharusnya kamu sudah mati hari ini? Kali ini kamu akan hidup dengan setengah serpihan jiwaku! Dengan begitu kamu bisa hidup kembali. Waktu tiga tahun ini, harus kamu manfaatkan baik-baik!” “Tu-tunggu, cinta sejati? Bukankah itu mustahil? Apakah kamu tidak tahu Zisu dan pacarku berselingkuh di belakangku! Mereka bersekongkol mengambil alih perusahaan, mereka ingin menyingkirkan semua bukti dan aku didorong mati hari ini!” “Bukankah aku sudah bilang aku memberikan waktu padamu tiga tahun, waktu akan kembali ke tiga tahun lalu.” Luke tersenyum lalu melambaikan tangan dan pergi. Sayap hitam di punggungnya mengepak di udara. Yena berdiri di udara, dan ketika waktu mulai diputar kembali dia melihat langit cerah menjadi gelap gulita. Simpang-siur kecepatan waktu yang diputar mundur. Kepalanya terasa pusing dan pandangan matanya mulai berkunang-kunang. Ketika membuka mata kembali dia mendapati dirinya tertidur di perpustakaan dalam perusahaannya. Yena, menatap kedua tangannya, dia menyentuh kedua pipinya. “Waktu benar-benar kembali? Aku sungguh hidup dan tidak jadi mati?” Yena menatap tanggal hari ini di dinding, tahun di sana benar-benar berjalan mundur ke tiga tahun lalu. Tatapan mata Yena kembali beralih ke seorang pria yang sejak tadi duduk di seberang meja, tepat di depannya. Pria itu meminum es americano. “Lu-Luke?” Yena terkejut melihat Luke di depannya. “Bukankah kamu seorang malaikat maut? Malaikat maut sepertimu apakah bisa minum es juga? Kamu bukan manusia, bukan binatang. Bukankah selama ini penghuni alam kegelapan memakan ternak serangga?!” gumam Yena. Luke langsung tersedak ketika mendengar kata-kata tidak masuk akal itu. “Uhuk! Uhuk! Bersikaplah sopan padaku, atau aku akan mengambil kembali jiwaku dari tubuhmu!” ancamnya. Yena buru-buru menyentuh lengan Luke. Dengan tatapan mata memohon dia segera berkata, “Maa-maaf .... Aku hanya tidak tahu kalau seorang malaikat maut bisa minum dan makan juga, maafkan aku,” Luke menatap tangannya yang kini di dalam genggaman Yena. Liusen! Rubah ekor sembilan kejam yang telah membantai klan manusia sesuka hatinya! Setelah berubah menjadi manusia, ke-kenapa sekarang terlihat begitu imut? Komentarnya dalam hati. Luke segera menarik tangannya dari genggaman Yena. Yena terlihat serba salah jadi dia hanya mengukir senyum dengan canggung. “Yena, seharusnya kamu tahu hari ini apa yang harus kamu lakukan?” tanyanya untuk mengingatkan Yena dengan kontraknya. “Menemukan cinta sejati!” jawab Yena seperti mendapatkan komando dari kepala tim pasukan khusus. “Aku pikir kamu tidak akan pernah bisa menemukannya, jadi kamu akan mati dengan tragis sama seperti di kehidupan sebelumnya ....” ujar Luke sambil mengukir senyum meremehkan. “A-apa maksudmu? Ja-jadi kamu datang bukan untuk membantuku?” tanya Yena seraya beringsut berdiri dari kursinya. Tubuhnya gemetar ketakutan, dia meraba tengkuknya. Waktu kembali terhenti, dengan santainya Luke berdiri dari kursi lalu menunjukkan semua kehidupan Yena sebelum wanita itu bereinkarnasi. “Lihatlah ini, kamu akan tahu,” Luke mengukir senyum sambil membungkuk menatap kedua mata Yena. Yena melihat ke langit-langit ruangan. Di sana dia melihat seekor rubah memiliki ekor sembilan, rubah itu berubah menjadi manusia lalu pergi ke kediaman seorang pejabat kekaisaran di masa lalu. Siluman rubah tersebut membantai seluruh keluarga Dingyan dengan kejam. Pria itu memelas dan memohon di bawah kakinya tapi nyawanya tetap direnggut olehnya. Liusen - wanita jelmaan siluman rubah dengan angkuh menatap kuku jemari tangannya yang kini berlumuran darah. Dia baru saja membantai seluruh anggota keluarga Dingyan. "Wanita iblis haus darah sepertimu layak mati mengenaskan! Aku bersumpah setelah kematian seluruh keluargaku hari ini kamu akan memiliki akhir hidup tragis di setiap reinkarnasi!" Liusen mengukir senyum lalu berjalan mendekati Dingyan yang kini terkapar bersimbah darah. Dia membungkuk mencengkeram dan menarik lehernya. "Dingyan, apa manusia hina sepertimu layak mengutukku? Kamu bilang aku harus mati mengenaskan! Hahaha! Kita lihat saja siapa yang lebih dulu mati mengenaskan, aku atau .... kamu?!" Liusen dengan kejam mencabik-cabik tubuhnya dan memakan jantungnya. *** “Ti-tidak! Aku-aku bagaimana mungkin?!” Yena menolak kebenaran tersebut. Dia tetap tidak memercayai bahwa dirinya adalah reinkarnasi dari seekor rubah. Bukan hanya rubah biasa, tapi rubah ekor sembilan yang begitu kejam! Tubuh Yena kehilangan kendali, dia hampir jatuh di lantai. Luke menangkap pinggangnya dengan cekatan. “A-aku, tidak mungkin,” Yena menatap Luke sambil meremas kemeja hitam yang membalut dadanya atletik Luke. “Yena kamu adalah Liusen, kali ini aku tidak akan membiarkanmu mati tragis seperti di kehidupan sebelumnya! Kamu harus membayar hutangmu padaku!” ujarnya dengan tatapan sedingin es. Yena menatap kedua mata Luke dengan tatapan nanar, kedua matanya meneteskan air mata. “Ka-kamu adalah Dingyan? Bagaimana mungkin?” tanya Yena dengan tatapan mata tidak percaya. “Bukankah kamu sudah melihat wajah pria yang merangkak di bawah kakimu, dia memohon agar kamu tidak merenggut nyawanya! Kamu tidak peduli dan tetap menghabisi nyawanya! Semua yang kamu lihat barusan adalah ingatanku di masa lalu. Ya! Aku adalah Dingyan. Sekarang aku menjadi malaikat maut, mereka penghuni langit mengubah namaku dan memanggilku dengan sebutan Luke! Malaikat kejam pencabut nyawa!” desisnya di depan wajah Yena.“Laporan perkembangan dari alam fana,” lanjut Pemimpin kota.“Ya, memang sudah seharusnya,” balas Wang Yue dengan senyum canggung. “Anda memberikan tugas ini secara pribadi, para tetua pikir aku malas bekerja di kota Langit lagi dan terlalu nyaman tinggal di alam fana. Aku sengaja menikah dengan Luke karena dengan begitu aku bisa tinggal di kediamannya, belakangan ini dia juga banyak membantuku,”“Oh? Tumben sekali, kamu memujinya di depanku. Apa ada hal yang kamu inginkan untuk dianugerahkan padanya? Terlanjur berjalan terlalu jauh.” Wang Yue tidak menjawab, dia menundukkan kepalanya.“Katakan saja,”“Itu kristal rubah di dalam tubuhnya apakah tidak bisa menyatu dengannya? Beberapa kali cahayanya pernah meredup dan hampir membuatnya kehilangan .... nyawa,” ujar Wang Yue dengan hati-hati.Pemimpin kota mengukir senyum. “Kamu begitu mencemaskannya, seharusnya leluhur keturunan Ding menerima karma di setiap reinkarnasi,”“Bu-bukan begitu, hanya saja, sudah begitu lama, tapi tetap saja
Mereka berdua masih berbincang ketika tetua An datang dengan beberapa orang untuk membahas masalah yang terjadi sebelumnya. “Pak Tua An?” gumam Pak Tua Dong dengan ekspresi terkejut."Untuk apa mereka beramai-ramai datang ke sini?" Balas Wang Yue.Sampai di depan mereka berdua, Pak Tua An mulai angkat bicara."Kami datang untuk membahas kembali jabatan yang diduduki Dewi Li, setelah misi masa lalu yang ditangani oleh Dewi Li ditambah dengan keputusan Dewi Li yang selalu seenaknya membuat perputaran reinkarnasi terganggu, korban yang disebabkan keganasan monster yang sudah diperhitungkan juga malah bertambah banyak! Kematian manusia tidak berdosa seharusnya bisa dicegah tapi malah berantakan dan mencapai ribuan orang!"Wang Yue menatap tetua An dengan tatapan mata tidak percaya.Apa-apaan? Siapa yang tahu bahwa monster akan datang? Apakah ini sebuah jebakan?! Bukankah dia seharusnya tahu tentang semua ini? Dia datang beramai-ramai untuk menghakimiku? Pria tua ini! Seharusnya aku tidak
Masalah siapa yang membebaskan Liuting dari tahanan kota Langit lalu turun ke alam fana dan menyebabkan kekacauan masih menjadi misteri. Meski sumber masalah telah diselesaikan masalah baru muncul lagi. Bukan sosok monster tapi manusia dengan versi yang sama seperti Zisu. Luke masih memegang kendali DIAMON seperti sebelumnya, dia memberikan RUISHAN pada Wang Yue untuk dikelola. Wang Yue membuka perusahaan kembali dan berbagai tipe orang mulai melamar untuk mendapatkan pekerjaan. Surat lamaran kerja bertumpuk di atas meja kerjanya. Usai meeting dengan klien, Luke sengaja datang untuk memeriksa perkembangan RUISHAN. Dia malah mendapati Wang Yue duduk sambil menatap ke arah jendela kaca, bukannya memeriksa surat lamaran kerja di meja.“Apa yang kamu lakukan? Melamun?”Wang Yue memutar kursi menghadap ke arah Luke, ekspresinya tampak malas dan tidak ingin melakukan apa-apa.“Sudah beberapa tahun berlalu, dan bahkan setelah meresmikan pernikahan denganmu, masih tidak ada petunjuk tentan
“Dewi Li, kami di sini sengaja membahas tentang kesehatan Anda karena merasa cemas, Anda adalah bagian dari kami. Jika sampai terjadi sesuatu pada Anda maka kota Langit yang akan dirugikan,”Liusen menyunggingkan senyum di sudut bibirnya. Dia berjalan dengan anggun, menatap semua orang di dalam altar satu-persatu. Sontak semua orang yang berada di sana menundukkan kepala, tidak ada satu pun yang berani membalas tatapan matanya.“Aku akan turun ke alam fana, hidup beberapa tahun bersama Luke,” ujarnya kemudian.Semua orang langsung melotot kaget.“Dewi, apa Anda yakin?”“Ya, setelah itu aku akan kembali ke kota Langit,”Tetua di dalam altar saling bertukar-pandang satu sama lain. “Tapi rencana Anda ini sangat mengkhawatirkan, kami cemas jika terjadi sesuatu di luar dugaan kami juga tidak bisa membantu, selain itu .... sebagai Dewi dengan jabatan tinggi apakah harus turun ke alam fana dan menjadi manusia biasa? Apakah sungguh tidak ada cara lain?”“Kristal rubah milikku ada di tubuh Lu
Nenek Hui langsung menatapnya dengan marah. “Kamu lupa inti jiwa itu yang membuatmu menjadi malaikat maut? Apa kamu pikir memberikan sebagian lagi masih ada gunanya? Bukankah kamu tahu meski dia berubah menjadi rubah ekor sembilan, kutukan tragisnya masih akan terus berlangsung?”“Jika h
Yena menundukkan wajahnya sambil memainkan jemari tangannya sendiri.“La-lalu, bagaimana dengan dirimu yang sebagai malaikat pencabut nyawa?”“Oh? Itu?” Luke mengukir senyum di sudut bibirnya menatap Yena di sampingnya.Yena menelan ludahnya sendiri melihat parasnya yang menawan, duni
Luke membawa Yena menuju ke ruangan kerja, menurunkan tubuh Yena di sofa. Tatapan matanya tampak berbeda, ada perasaan gelisah yang sengaja disembunyikan.Yena tidak tahu harus mulai dari mana, di dalam benaknya dia tahu skenario hari ini adalah perbuatan Luke. Yang membuatnya bingung, Luke j
“Ye-yena, coba jelaskan padaku kenapa kamu tidak mencoba mencegah perselingkuhan mereka? Apa menurutmu tawaranku adalah omong-kosong? Apa kamu pikir kamu bisa hidup setelah tiga tahun berlalu tanpa menemukan cinta sejatimu?” kejar Luke.Yena mengukir senyum sambil menatap wajah Luke di sampingnya.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.