ログインLiusen - wanita jelmaan siluman rubah dengan angkuh menatap kuku jemari tangannya yang kini berlumuran darah. Dia baru saja membantai seluruh anggota keluarga Dingyan. "Wanita iblis haus darah sepertimu layak mati mengenaskan! Aku bersumpah setelah kematian seluruh keluargaku hari ini kamu akan memiliki akhir hidup tragis di setiap reinkarnasi!" Liusen mengukir senyum lalu berjalan mendekati Dingyan yang kini terkapar bersimbah darah. Dia membungkuk mencengkeram dan menarik lehernya. "Dingyan, apa manusia hina sepertimu layak mengutukku? Kamu bilang aku harus mati mengenaskan! Hahaha! Kita lihat saja siapa yang lebih dulu mati mengenaskan, aku atau .... kamu?!" Liusen dengan kejam mencabik-cabik tubuhnya dan memakan jantungnya.
もっと見るLuke membawa Yena menuju ke ruangan kerja, menurunkan tubuh Yena di sofa. Tatapan matanya tampak berbeda, ada perasaan gelisah yang sengaja disembunyikan.Yena tidak tahu harus mulai dari mana, di dalam benaknya dia tahu skenario hari ini adalah perbuatan Luke. Yang membuatnya bingung, Luke jelas-jelas melindunginya. “Katakan padaku, sebenarnya apa yang terjadi? Ke-kenapa kamu melakukan semua ini? Bukankah kamu selama ini sangat membenciku? Kamu mengekspos hubungan Zisu dan Yanu, Luke sebenarnya apa yang kamu rencanakan? Bukankah seharusnya kamu tidak ikut campur? Masalah cinta sejati .... aku akan berusaha untuk menemukannya,”Luke terlihat gusar, dia mengusap tengkuknya sendiri. Luke berdiri menghadap ke jendela kaca sambil menyembunyikan satu tangannya di dalam saku celana. Menyembunyikan ekspresinya dari Yena. Luke menghela napas lalu memutar badan dan berkata, “Ya! Tentu saja aku melakukannya karena aku sangat membencimu! Masalah aku ikut campur atau tidak bukan ha
“Ye-yena, coba jelaskan padaku kenapa kamu tidak mencoba mencegah perselingkuhan mereka? Apa menurutmu tawaranku adalah omong-kosong? Apa kamu pikir kamu bisa hidup setelah tiga tahun berlalu tanpa menemukan cinta sejatimu?” kejar Luke.Yena mengukir senyum sambil menatap wajah Luke di sampingnya. Lalu mendekat dan menarik kerah kemeja hitamnya. Luke hampir tidak bisa menahan diri dan permen di dalam mulutnya hampir terjatuh. Yena menatapnya dengan pandangan mata tidak berkedip, tampak kejam dan dingin seperti sosok Liusen di masa lalu. Anehnya wajah Yena terlihat sangat menawan dan membuat jantung Luke berdebar tidak tenang.“Memangnya kenapa? Bukankah hanya mati saja? Semua orang di dunia ini memang akan mati pada akhirnya. Malaikat Luke yang terhormat, kenapa kelihatannya kamu sangat kecewa padaku? Sebenarnya apa rencanamu?!”Luke menarik lepas genggaman tangan Yena dari kerahnya. Membalas tatapan mata Yena dengan ekspresi dingin. “Sia-sia saja aku memberikan sebagian jiwaku padamu
Luke tidak menanggapi, dia sudah terlanjur menunda kematian Yena selama tiga tahun. Dia juga sudah terlanjur membuat kontrak jiwa dengannya dan artinya dia harus bersama Yena selama batas waktu tersebut. “Kontrak yang sudah dibuat tidak bisa dibatalkan, kamu tahu bagiku lebih berat tinggal di sisimu meski hanya beberapa menit saja dibandingkan mengawasi dari kejauhan dan mencabut nyawamu ketika kematian datang? Ini adalah penyiksaan bagiku! Apa kamu pikir aku sedang bersenang-senang sekarang? Tidakkah kamu tahu di masa lalu di depan mataku kamu telah mengambil nyawa seluruh keluargaku bahkan nyawaku sendiri?! Bayangkan saja setiap detik aku selalu berada di sekitar pembunuh kejam sepertimu!” keluhnya.Yena tidak mengatakan apa-apa, dia langsung melemparkan botol ke dalam sampah lalu kembali masuk ke dalam kamar.Setelah memejamkan mata beberapa menit dia tertidur.***Pada keesokan paginya, Yena membuka mata. Dia melihat jam di meja menunjukkan pukul enam pagi. Yena melihat ke sampin
Meski tatapan matanya terlihat sangat dingin dan perkataannya terdengar tidak manusiawi Yena tahu Luke telah menyelamatkannya dua kali berturut-turut.Luke menatap wajah cantik Yena dalam gendongan, dia membawanya melesat terbang ke langit.Para preman yang babak-belur merasa aneh dengan kondisi mereka. Mereka tidak bisa mengingat apa-apa. “Ke-kenapa wajahku sakit sekali? Apa Kakak tetua baru saja menghukumku?”“Kakiku juga keseleo, hei, apa kamu baru saja memukulku?”“Pipiku rasanya seperti baru saja ditampar! Kenapa aku tidak ingat apa pun? Sebenarnya apa yang terjadiiiiii!”Teriakan para preman tersebut tenggelam di dalam keheningan malam.Yena diantarkan kembali ke kediamannya, Luke meletakkan tubuhnya di atas kasur. Dia berniat pergi begitu saja setelah mengantarkannya. Ketika hendak pergi ada yang menarik ujung lengan bajunya.Luke menoleh dan melihat Yena mengerutkan kening sambil memegangi lengan bajunya.“Sudah malam, aku akan pergi,”“Ada beberapa hal yang ingin aku bicarak






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.