Share

Bab 723

Author: Ayesha
Lambert kembali mengangguk, memberi salam ke Harvis. Setelah berbalik, dia sama sekali tidak melirik ke arah Raline lagi.

Raline terpaku di tempat. Wajahnya memerah karena malu. Temannya pun menarik lengannya dengan canggung.

"Raline, aku sudah kenyang. Gimana kalau kita pergi saja?"

Raline menoleh dan melotot ke arah Brielle. Kenapa Brielle bisa mendapatkan seluruh perhatian dan perlindungan Lambert?

Brielle sendiri juga sudah selesai makan. Dia berkata kepada Harvis, "Ayo, kita balik."

Harvis
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (6)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
omaigat....hrs dgn apa lg menyadarkan si Raline ini...jelas2 Lambert ga tertarik sama sekali sama kamu...bahkan janji mau dijodohkan 2 keluarga aja sdh ditolak Lambert mentah2...masih maksa aja..liat aja..ntar malu sendiri kalau ditolak Lambert lg..bikin ilfill malahan
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Davina kan cuma kontrak donor darah koq bisa ya menguasai hidup Raka sp meninggalkan istri dan anaknya cerai kasihan Kel nya TDK terurus demi ibu dan adik manjanya dan Davina anak haram dan Kel besarnya selalu JD ATM diplorotin dan Raka selalu diancam bundir JD nurut kayak kebo dicocok hidungnya
goodnovel comment avatar
Anisya Kuran
ga asik bgt 4 bab isi nya anak goblok
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1449

    Brielle tertegun. Untuk sesaat, dia bahkan tidak tahu harus mengatakan apa."Maaf. Saat itu reaksiku memang sangat keras dan caraku menghadapinya juga sangat bodoh," ujar Raka sambil tersenyum pahit."Jadi kamu sengaja menggunakan Devina untuk memancing reaksiku?" Brielle menatapnya, lalu bertanya lagi, "Kenapa nggak langsung tanya ke aku?"Raka menatapnya tanpa berkedip. Cahaya matahari memantul di kedua matanya. Dia tersenyum. "Kalau kita bisa kembali ke masa itu, aku pasti akan langsung tanya ke kamu."Tiba-tiba, Brielle ikut tersenyum. "Kamu nggak akan melakukannya. Karena aku juga nggak akan melakukannya."Dia tidak akan mempertanyakan hubungan Raka dan Devina yang sebenarnya. Dia hanya akan menebak-nebak hubungan mereka, lalu terus menyangkal dirinya sendiri, menyiksa dirinya sendiri, hingga akhirnya memilih untuk mengakhiri semuanya.Senyuman Raka mengandung kepedihan sekaligus pengertian. "Kamu benar."Dia mengakuinya. Karena saat itu, mereka berdua sama-sama takut. Takut jika

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1448

    Pagi harinya, alarm di samping bantal tiba-tiba berbunyi dan membangunkan Brielle. Sinar matahari yang menyilaukan menusuk matanya hingga dia refleks mengangkat tangan untuk menghalanginya.Nuansa musim panas terasa dari luar jendela. Brielle melirik jam. Meskipun masih sangat kurang tidur, dia harus bangun untuk menyelesaikan hari terakhir di kegiatan akademiknya.Dia berdiri dan berjalan ke depan cermin. Matanya bengkak dan kantung matanya yang gelap terlihat jelas, tetapi sorot matanya sudah jernih dan tidak lagi dipenuhi kebingungan.Brielle merapikan rambutnya, lalu mengenakan setelan yang rapi. Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi masa depan masih panjang. Setidaknya sekarang, dia sudah memiliki keberanian untuk menghadapi semuanya.Brielle mengambil tas laptopnya. Setelah semalaman menata ulang emosinya, dia memutuskan untuk memberanikan diri menghadapi segala sesuatu. Bagaimanapun juga, setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.Begitu membuka pintu kamar, dia melihat Ra

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1447

    Memang benar, selama di Negara Madagasa, Brielle pernah beberapa kali bertemu dengan Harvis.Hubungan mereka juga cukup baik. Mereka bahkan sering berkomunikasi dan bertukar kabar secara online.Pada masa itu, Harvis adalah satu-satunya pria yang bisa menjadi tempat Brielle mencurahkan keluh kesahnya.Dia masih ingat suatu kali ketika dirinya ketinggalan pesawat, Raka sudah lebih dulu pulang ke tanah air bersama Anya.Saat itu, Brielle menjelaskan bahwa dia terlambat karena pergi berwisata ke daerah sekitar bersama seorang teman.Namun ketika dia tiba di rumah, wajah Raka terlihat sangat muram. Pria itu hanya duduk diam di sofa, sementara suasana di sekelilingnya dipenuhi tekanan yang menyesakkan.Brielle menggigit bibirnya dengan pelan. Raka memang orang yang sangat menjaga harga diri dan terbiasa memendam segala sesuatu.Dia pernah berkonsultasi dengan seorang psikolog. Kesimpulan yang diberikan psikolog itu adalah pria yang emosinya terlalu stabil sering kali memiliki masalah dalam

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1446

    Besok adalah hari terakhir dari seluruh rangkaian konferensi. Setelah mandi, Brielle duduk di tengah keheningan malam.Berbagai kenangan masa lalu berputar jelas di benaknya, seperti film yang diputar tanpa henti. Banyak hal yang dulu tidak mampu dia pahami, kini akhirnya menjadi terang.Saat itu, ketika menyatakan perasaannya kepada Raka, sebenarnya dia hanya ingin mengungkapkan isi hatinya. Dia tidak pernah meminta Raka untuk segera menikahinya. Namun, justru Raka yang bersikeras ingin menikah.Brielle masih ingat hari ketika dirinya pergi menemui ayahnya seperti anak yang baru saja melakukan kesalahan besar. Dengan mengumpulkan seluruh keberaniannya, dia menceritakan semuanya kepada Adam.Awalnya dia mengira akan dimarahi habis-habisan. Bagaimanapun, dia tahu betapa besar harapan ayahnya terhadap dirinya.Adam selalu berharap dia bisa menjadi sosok hebat seperti dirinya. Namun setelah mendengarkan semuanya, Adam hanya terdiam beberapa saat, lalu berkata singkat bahwa keputusan itu h

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1445

    Raka bergabung dalam proyek BCI. Teknologi intinya diserahkan kepada pihak militer, sementara yang dia pegang hanya proyek untuk penggunaan sipil.Semua itu menunjukkan bahwa Raka adalah sosok yang berpandangan jauh ke depan dan memiliki visi yang besar.Di hadapan pencapaiannya, tak seorang pun lagi bisa menyalahkannya begitu saja. Dia manusia, bukan dewa. Manusia pasti melakukan kesalahan dan memiliki emosi.Cinta dan tanggung jawab, perhitungan dan perlindungan, semua itu berpadu secara kontradiktif dalam diri pria ini.Sejak awal, pernikahan mereka memang telah terjalin dengan terlalu banyak faktor yang rumit, memikul terlalu banyak beban yang berat.Bagaimana mungkin hubungan seperti itu bisa langsung menghasilkan kebahagiaan yang sempurna?Kini, takdir mereka bagaikan gulungan benang yang kusut. Malam ini, satu per satu simpulnya akhirnya mulai terurai."Jadi ... alasan utama kamu menggelontorkan begitu banyak dana untuk penelitian leukemia adalah untuk menyelamatkanku?" Mata Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1444

    Raka tidak memberi Brielle kesempatan untuk berbicara. Dia melanjutkan, "Tapi saat itu, bagiku perasaan adalah sebuah kemewahan, bahkan beban. Saat kamu menyatakan perasaanmu, sebenarnya aku sangat bahagia. Tapi setelah mempertimbangkan semua, kesimpulanku saat itu adalah aku ingin menolakmu.""Aku berharap saat itu kamu menolakku." Brielle mengalihkan pandangannya dan berkata dengan getir.Namun, Raka tetap menatapnya tanpa berpaling. Suaranya menjadi makin rendah. "Tapi kemudian ayahmu mencariku. Dia nggak memaksaku. Dia hanya memberitahuku tentang kondisi ibumu. Dia berharap aku bisa menyediakan laboratorium untuknya agar dia dapat menyelesaikan penelitian itu."Tatapan Brielle kembali tertuju padanya. "Terus kamu ....""Aku setuju. Aku setuju menginvestasikan 200 triliun untuk membangun laboratorium, membantu ayahmu menyelesaikan penelitiannya, sekaligus menciptakan fondasi bagi penelitian penyakit darah ibuku di masa depan."Raka menghela napas pelan, lalu menunduk dengan rasa ber

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 656

    "Brielle memang melahirkan seorang putri, tapi bagaimanapun juga itu tetap darah daging Raka. Kudengar dia sangat menyayangi putrinya itu," Faye berkata. Dia merasa dirinya lebih panik daripada Devina.Dia mengira setelah Brielle bercerai, Devina bisa segera menikah dan masuk ke Keluarga Pramudita,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 653

    Brielle merasakan lengannya dicengkeram kuat oleh Raka. Dia tersentak dan menoleh dengan cepat, lalu berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Raka."Lepaskan aku." Brielle menarik tangannya dengan keras.Raka menatapnya dengan sorot mata yang rumit. Bibir tipisnya tergerak, seolah ingin mengatakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 683

    "Eh! Aku berencana merayakannya dengan sederhana di rumah," kata Brielle.Harvis tersenyum. "Sama anak?""Iya, temani anak makan kue kecil saja sudah cukup," jawab Brielle.Harvis mengangguk. "Baik. Kalau ada waktu, kita makan bersama."Brielle tersenyum menanggapi. "Oke."Pukul dua siang, Brielle s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 675

    Harvis berkata, "Kalau Brielle nggak ikut juga nggak masalah. Aku akan buat notulen rapat dan serahkan ke dia."Jared tertegun sejenak, lalu tidak memaksa lagi. "Baik, kalau begitu Brielle nggak perlu ikut."Siang hari, Brielle memesan satu keranjang buah dan sebuket bunga di pusat perbelanjaan sebe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status