Share

Bab 756

Author: Ayesha
Jari-jari Faye tanpa sadar mengepal dengan kuat. "Aku tahu."

Setelah Madeline pergi, Faye menarik napas dalam-dalam. Sekarang Brielle sudah dikenal secara internasional, sementara dirinya masih hanya bekerja sebagai asisten peneliti.

Tak lama kemudian, Harvis masuk ke laboratorium bersama Brielle. Mereka terus sibuk hingga jam pulang kerja.

Besok Brielle akan berangkat ke Kyoza. Dia sempat membicarakannya dengan Harvis. Harvis pun merasa senang. "Ini kesempatan yang bagus. Kalau bisa mendapat du
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
Di mantan mulai beraksi...modus ngajakin brkt ke kyoza bareng....sayang brielle udah ada bodyguard yg akan menjaganya sepanjang perjalanan...kecele deh lu ..
goodnovel comment avatar
Norainie Sulaiman
x sabar tunggu brielle berhasil dgn kajian leukimianya...biar davina cpt² dtendang raka n family
goodnovel comment avatar
ELVIRA thoenger01
brielle jgn terlalu lama pikir, langsung terima niro, bikin raka depresi donk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1120

    Suasana di seberang sana hening beberapa detik. Kemudian, nada suara Declan sedikit melunak. "Ayah tahu kamu punya kesulitan sendiri, tapi kondisi perusahaan kita sekarang kamu juga tahu .... Anggap saja Ayah memohon padamu. Tolong minta bantuan Raka ya.""Ayah, daripada bergantung pada orang lain, lebih baik kita cari jalan sendiri.""Begini, malam ini Ayah ada jamuan makan, kamu datang saja. Nanti Ayah kenalin kamu dengan bos perusahaan Brilliant. Dia juga sangat menghargai bakatmu," kata Declan tiba-tiba.Devina merasa tidak suka. "Ayah tahu aku nggak suka acara seperti itu.""Devina, dengarkan Ayah, anggap saja hargai Ayah. Datang makan malam saja." Nada Declan tidak memberi ruang untuk dibantah. "Lagi pula, kamu juga hadir sebagai perwakilan pemegang saham perusahaan."Devina menggenggam ponselnya. Jika perusahaan ini tidak ada hubungannya dengannya, dia memang malas menghadapi semua ini. Namun, sekarang dia adalah pemegang saham, memang tidak bisa tidak peduli."Baiklah. Kirim al

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1119

    "Benar-benar nggak ada cara lain?" tanya Devina dengan tidak rela."Kecuali kamu bisa membuktikan Pak Raka melakukan penipuan. Tentu saja, itu sangat sulit."Devina merapikan rambut panjang di dahinya dengan pusing. Raka memang kejam. Apakah dia benar-benar berniat mengikatnya seumur hidup?Atau ini balasannya atas semua hal berlebihan yang pernah dia lakukan? Apakah Raka membencinya karena telah menghancurkan pernikahannya dengan Brielle?Kebencian yang kuat muncul di mata Devina. Ternyata, semua sikap beraninya di depan Raka selama ini, semuanya ada harganya.Meskipun sudah menemukan cara lain untuk menyelamatkan ibunya, Raka tetap tidak membiarkannya bebas.Devina mengakui, dulu memang dia sering bertindak terlalu jauh. Dia keras kepala, bertindak semaunya, terus-menerus menantang batas kesabaran Raka.Devina teringat bagaimana dulu dia dengan bangga memamerkan segalanya di depan Brielle, bagaimana dia sengaja menciptakan kedekatan ambigu dengan Raka, bahkan pada jamuan malam Tahun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1118

    Tangan Raka yang bertopang pada pintu sedikit bergetar. Dia menarik napas dalam-dalam. "Aku tahu aku nggak berhak ikut campur, tapi ...."Raka seolah-olah mengumpulkan seluruh keberanian saat meneruskan, "Aku peduli padamu."Brielle menatapnya dengan tenang, tanpa kebencian maupun riak emosi. "Kalau aku nikah lagi, aku akan memberitahumu."Napas Raka langsung tersendat, dadanya naik turun beberapa detik. Suaranya serak saat bertanya, "Kalian ... sudah membicarakan pernikahan?"Brielle sendiri tidak tahu kenapa emosi Raka tiba-tiba sebesar ini. Dia mengernyit. "Raka, semuanya sudah berlalu.""Nggak bisa!" Raka hampir berteriak. "Aku tahu aku nggak pantas .... Aku hanya ... hanya ingin tahu, apakah aku benar-benar sudah kehilanganmu sepenuhnya."Brielle tertegun beberapa detik. Dia refleks mundur selangkah, merasa pria di depannya tiba-tiba seperti binatang buas yang gelisah dan berbahaya.Raka mengangkat kepala menatap sosok Brielle yang mundur. Seketika, dia sadar dirinya telah menakut

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1117

    Di ruang rapat, Smith menjelaskan perkembangan terbaru kondisi Meira. Karena usianya serta penyakit bawaan yang dimilikinya, dalam hal pemulihan masih perlu penyesuaian yang fleksibel. Namun, semua tanda menunjukkan bahwa kondisinya sedang membaik."Aku sudah menyusun daftar data. Beberapa titik penanda ini punya tingkat kecocokan yang tinggi dengan Bu Meira." Brielle membuka laptopnya.Raka segera berdiri dan mendekat. Dia mencondongkan tubuhnya ke layar. Bahu mereka hampir bersentuhan.Alis Brielle kembali berkerut. Dia sedikit bersandar ke kursi, lalu melanjutkan, "Aku butuh lebih banyak sampel untuk perbandingan.""Aku akan memintanya bekerja sama denganmu," jawab Raka dengan suara rendah.Saat itu, ponsel Smith berdering. Dia mengangkatnya dan memberi isyarat kepada mereka berdua sebelum keluar untuk menerima telepon.Di ruangan itu hanya tersisa dua orang. Raka memiringkan kepala, menatap wajah samping yang begitu dekat di hadapannya. Tatapannya yang dalam bergerak dari alis ke m

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1116

    Devina menggigit bibir merahnya kuat-kuat. Kata-kata Brielle membuatnya tak mampu membalas."Pokoknya dia melakukan semua itu untukku. Memangnya dia pernah melakukan hal yang sama untukmu?" Devina masih belum menyerah, mencoba memancing emosi Brielle.Brielle mencibir dingin. "Aku bukan objek penelitian yang dia atur. Dia nggak perlu melakukan hal-hal itu untukku."Makna di balik ucapannya jelas, Devina sejak awal hanyalah objek penelitian. Semua yang dilakukan Raka hanyalah cara agar dia mau bekerja sama dalam eksperimen.Kilatan kesal melintas di mata Devina. Sejak kapan pikiran Brielle menjadi sejernih ini? Bukankah emosinya seharusnya terpancing?"Kalau kamu masih ingin mengakhiri semuanya dengan baik, hanya ada satu jalan. Selesaikan apa yang harus kamu lakukan dengan patuh. Itu baik untuk kita berdua." Brielle mengingatkannya dengan dingin.Devina menggenggam tasnya, menatap tajam Brielle. "Brielle, kamu kira kalau sekarang kamu berdiri di pihaknya, dia akan benar-benar tulus pad

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1115

    Devina menggigit bibirnya, mengingat hari ketika Raka membicarakan soal saham dengannya. Raka secara pribadi menjelaskan setiap klausul kepadanya, seolah-olah menyuapinya seteguk demi seteguk racun dengan tangan sendiri, sementara dia menerimanya dengan penuh kebahagiaan.Padahal dia sebenarnya bisa saja menyuruh pengacara atau asistennya yang membahasnya, tetapi karena Raka sendiri yang melakukannya, bagi Devina itu terasa sangat berarti.Siapa sangka, yang dia berikan bukanlah sesendok madu, melainkan segelas racun.Sekarang ketika dipikirkan kembali, pasti ada klausul jebakan dalam kontrak itu, memastikan bahwa Raka bisa menarik kembali semuanya kapan saja, memaksanya untuk terus berkompromi.Wajah Devina sedikit memucat. Tiba-tiba, dia teringat Brielle. Sekarang Brielle bekerja di laboratorium milik Raka, mungkinkah Brielle sedang membalas dendam padanya?Asal ada alasan apa pun, mereka bisa memaksanya datang untuk pengambilan darah. Pasti begitu, pasti Brielle sedang membalas keja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 542

    "Nggak perlu terburu-buru menjawab. Kamu punya waktu tiga bulan untuk mempertimbangkan." Raka berkata, lalu berbalik dan pergi.Brielle tidak langsung menekan tombol lift. Pikirannya melayang kembali ke eksperimen terakhir dua tahun lalu. Itu adalah penelitian yang ia lakukan di laboratorium bawah t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 528

    Pekerjaan pendampingan Brielle di Kyoza berjalan sangat lancar. Tim dari Universitas Medis Militer Kyoza benar-benar luar biasa dan respons para peserta uji coba juga stabil. Efek obat berhasil diuji dengan akurat.Waktu berlalu cepat. Lima hari kemudian, Festival Pertengahan Musim Gugur tinggal seh

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 541

    Lambert menyadari gerakan Brielle. Dia seperti menangkap sesuatu dan pandangannya sedikit beralih ke arah ruang VIP.Makanan pun mulai dihidangkan. Lambert mengalihkan pembicaraan dengan topik anak-anak, membuat suasana seketika terasa lebih santai.Satu jam kemudian, Brielle dan Lambert selesai mak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 536

    Brielle memasang wajah dingin. Kilatan tidak setuju melintas di matanya. "Aku mau pergi atau nggak, nggak butuh persetujuanmu."Raka menatap tajam ke arahnya. "Brielle, jangan keras kepala. Apa yang bisa kuberikan padamu itu adalah sumber daya terbaik yang orang lain nggak akan bisa berikan."Briell

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status