Share

Bab 832

Penulis: Ayesha
Brielle langsung menutup telepon itu dan meletakkan ponselnya ke samping. Dia sama sekali tidak ingin mengangkatnya.

Brielle sangat paham satu hal. Kalau Raka menempatkan Faye di proyek mana pun, satu-satunya alasan yang sah hanyalah karena kemampuan Faye sendiri memang cukup. Kalau tidak punya kemampuan itu, berada di dalam tim hanya akan membuatnya semakin tersiksa.

Karena itu, membiarkan Faye berada di posisi yang paling sesuai dengannya justru baik untuk pertumbuhannya, ketimbang terus hidup
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
emang enak berharap keajaiban dgn koneksi si pelakor....klu ga pinter2 amat ntr malah bikin malu diri sendiri....
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1358

    Cinta yang datang terlambat tidak ada bedanya dengan sampah!Raka memang harus merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki, barulah itu bisa disebut balasan setimpal.Devina mengembuskan napas perlahan. Pria yang tidak bisa dia miliki, kini justru mendapat perlakuan dingin dari wanita lain. Apa ada hal yang bisa membuatnya lebih puas daripada itu?'Brielle, sebaiknya kamu tetap mempertahankan harga dirimu sampai akhir. Jangan beri Raka kesempatan. Jalani saja hidupmu bersama kariermu sepanjang hidup ini!'Sedangkan dirinya hanya perlu berdiri dari luar dan menonton. Melihat bagaimana Raka mengerahkan segala cara dan usaha, melihat bagaimana Brielle tetap tidak tergerak sedikit pun ....Tuhan memang adil. Seakan ingin membuat Raka merasakan sendiri akibat dari semua yang pernah dia lakukan di masa lalu. Mengejar mantan istrinya kini terasa seperti berjalan menuju tungku pembakaran cinta. Dia sangat menantikan saat cinta itu membakar Raka hingga babak belur.Hanya Devina ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1357

    Brielle mendengarkan ucapan Devina. Sudah jelas bahwa Devina tidak tahu kalau setelah dia menyatakan perasaannya dulu dan sebelum Raka memberi jawaban, Brielle sebenarnya sudah memilih untuk menyerah.Alasan mereka akhirnya menikah bukan karena Brielle memohon padanya, melainkan karena saat Brielle sudah siap melepaskan, justru Raka yang lebih dulu mengajukan lamaran pernikahan."Devina, jangan pakai pikiran kotormu untuk menilai orang lain." Brielle mengingatkannya dengan dingin. "Karena sekarang kamu sudah bergantung pada Ignas, jalani saja hidupmu dengan baik.""Pamer ke mana-mana tentang masa lalumu yang gemilang bersama Raka nggak akan bawa keuntungan apa pun buat kamu."Brielle baru saja hendak mengambil tasnya dan pergi, tetapi Devina mencengkeram lengan Brielle dengan penuh ketidakrelaan."Brielle, jangan pura-pura murah hati di sini. Aku nggak percaya kamu benar-benar sudah nggak benci dia sedikit pun.""Di kolam renang waktu itu, dia lebih memilih aku dibanding kamu. Di ruang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1356

    Namun, Ignas tidak akan berhenti menyelidiki segala hal di balik dana yayasan kamar dagang itu.Bagaimanapun juga, dia masih belum memenuhi ambisinya untuk menjadi posisi ketua kamar dagang. Selama masih hidup, dia harus duduk di kursi itu setidaknya sekali untuk memuaskan dirinya.Terlebih lagi, dia sangat tidak puas terhadap Raka yang jelas-jelas merupakan juniornya itu.Kegagalan dalam persaingan sebelumnya sudah membuatnya malu dan hari ini Raka sama sekali tidak memberinya ruang untuk menjaga harga diri. Dendam lama dan baru bercampur menjadi satu, bagaimana mungkin dia rela melepaskannya begitu saja?Orang lain mungkin tidak mampu menggoyahkan posisi Raka, tetapi Ignas tidak takut.Saat itu, Devina yang berada di sampingnya melihat sosok Brielle berjalan menuju toilet. Dia pun berkata, "Ignas, aku ke toilet sebentar."Brielle keluar dari bilik toilet, sementara Devina sedang mencuci tangan. Melalui cermin, dia memandang Brielle. "Hari ini Bu Brielle benar-benar hebat ya."Semua p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1355

    Setelah Brielle mengobrol dengan Raju selama belasan menit, Raka berjalan menghampiri.Dia memberi salam hormat kepada profesor tua itu, lalu berkata kepada Brielle, "Profesor Brielle, maaf ganggu sebentar. Ada beberapa rekan dari luar negeri yang ingin kenalan denganmu. Bisa ikut denganku sebentar?"Brielle menoleh pada profesor tua itu. Sang profesor melambaikan tangan dengan ramah. "Pergilah, pergilah! Urusan utama lebih penting."Brielle mengangguk, lalu berdiri dan mengikuti Raka menuju kelompok tamu lain di aula jamuan.Begitu Raka berjalan mendekat, seorang pria yang tampak elegan langsung menyambutnya dengan hangat. "Pak Raka.""Pak Elliot, izinkan saya memperkenalkan. Ini Profesor Brielle." Raka memperkenalkan sambil tersenyum."Profesor Brielle, senang bertemu denganmu. Akhirnya, kita bisa bertemu langsung." Tatapan Elliot kepada Brielle penuh apresiasi dan kekaguman.Di sela-sela percakapan dengan Elliot, beberapa kenalan lain juga datang menyapa.Raka sedikit memiringkan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 967

    Brielle berdiri agak di belakang, membolak-balik map rekam medis di tangannya sambil mencatat data.Setelah Meira selesai menjawab pertanyaan Smith, pandangannya beralih pada Brielle. Di matanya bercampur dua emosi. Rasa terima kasih dan penyesalan yang mendalam.Setelah Smith memberi beberapa pesan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 964

    Raka melihat ketakutan di mata adiknya dan menghibur, "Jangan takut, rencana pengobatan baru sudah mendapat terobosan. Kamu akan baik-baik saja."Raline mengangguk. Dia memilih percaya pada kakaknya.Raka berjalan ke sisi tempat tidur ibunya. Meira sudah tertidur. Pada lengan yang terulur di luar se

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 965

    Setelah mengatakan itu, Raka membuka pintu kursi penumpang depan mobil Brielle dengan sangat alami dan berkata kepadanya, "Ayo, kita pergi."Brielle berkata kepada Lambert, "Kalau begitu, kami pergi dulu." Setelah itu, dia membungkuk dan masuk ke kursi pengemudi.Lambert melihat mobil Brielle melaju

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 898

    Begitu ucapan Raline selesai, raut wajah Emily langsung menjadi suram. "Raline, makan saja yang benar. Anya masih di sini!"Raline mengangkat kepala menatap ke seberang, ke arah keponakan kecilnya yang juga sedang menatapnya. Dengan perasaan kesal, dia menunduk dan melanjutkan makan. Namun, di wajah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status