Share

Bab 85

Author: Ayesha
"Nek, nggak usah. Aku ...."

"Raka, kamu dengar nggak?" Emily langsung memerintahkan cucunya.

"Dengar," jawab Raka yang sedang menemani Anya.

Emily pun terlihat puas dengan jawaban itu. Dia berpaling ke Brielle dan berkata, "Kalau dia nggak mau belikan, biar Nenek yang belikan untukmu."

Brielle termangu sejenak, sepertinya memang sulit untuk menolak.

Setelah makan malam, Anya yang sangat pengertian menggenggam tangan ayahnya sambil berkata, "Papa, belikan Mama batu berlian yang besar ya! Mama tem
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (5)
goodnovel comment avatar
Fuilang Putriani
braille emang tolol, uang dan perhiasan jgn d tolak, kalah sm selingkuhan,
goodnovel comment avatar
Rina Dwi
bruelle kenapa bilabg aja MAU PERHIASAN SEHARGA raka... senilai perhiasan gundiknya.
goodnovel comment avatar
Ira Zamzuri
brielle lebay rd2 tolol hrsnya minta beliin perhiasan yg sama dong dg devina jgn mau kalah sm selingkuhan
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1196

    Sekarang kalau dipikir kembali, sejak saat itu Raka sudah mulai menyusun rencana. Di permukaan dia membantu Grup Datau untuk go public, tetapi diam-diam sudah menanam benih yang mengarah pada kebangkrutan hari ini."Devina, kamu dengar nggak?" Dari seberang terdengar suara Declan yang sangat cemas. "Cepat datang ke sini, hari ini kita harus bertemu Pak Raka. Hanya dia yang bisa menyelamatkan kita."Hati Devina langsung jatuh ke dasar. Bagaimana mungkin Raka yang kejam itu masih akan membantu Keluarga Datau?Dia juga tidak menyangka, satu keputusan yang dia ambil dulu justru akan membuat Grup Datau hancur total."Ayah, dengarkan aku ...." Devina menarik napas dalam-dalam. "Raka nggak akan membantu kita lagi, percuma memohon padanya.""Mana mungkin? Bukannya selama ini dia selalu membantu kita?" Suara Declan penuh kebingungan. Bagaimanapun, dia memang pernah benar-benar mendapatkan manfaat dari Grup Pramudita. Seperti urusan pinjaman bank dan persetujuan sumber daya, semua dibantu oleh R

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1195

    Dari sisi Smith, pengembangan obat sudah berhasil diselesaikan. Tidak heran jika Raka mulai bergerak.Raka sudah menyiapkan sebuah skema yang rapi untuk Devina. Devina yang serakah mendapatkan 13 persen saham Grup Datau dari tangannya, sebagai "imbalan" atas kerja samanya dalam eksperimen.Ambisi Devina memang besar. Saham enam triliun itu cukup untuk memuaskan hasratnya. Bahkan sejak awal Raka membantu Grup Datau go public, semua itu memang dipersiapkan untuk hari ini.Sekarang eksperimen sudah selesai. Kendali Devina terhadap Raka selama 10 tahun ini berakhir dengan kebangkrutan Grup Datau, dan 13 persen saham yang dimilikinya langsung menjadi tidak bernilai.Krisis internal Grup Datau sebenarnya sudah lama dimulai. Namun demi menenangkan investor, Declan terus menutupinya dari publik. Namun pada akhirnya, kehancuran itu tidak bisa disembunyikan lagi.Di vila Devina, terdengar suara gelas pecah menghantam lantai.Anggur merah yang tumpah menyebar ke mana-mana. Dengan tangan gemetar,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1194

    Brielle melepas jas labnya. Zondi masih harus tinggal untuk mencatat data, jadi dia menyuruh Brielle pulang dulu. Brielle juga mengingatkannya agar tidak bergadang terlalu larut.Brielle membawa tas dan keluar dari kantor. Di koridor, ada sosok yang tersenyum berjalan ke arahnya. "Bu Brielle, sudah selesai kerja?""Pak Gavin? Kenapa kamu di sini?" tanya Brielle terkejut."Aku datang untuk menjemputmu. Pak Raka khawatir kamu kelelahan lembur, jadi aku diminta jadi sopirmu," jawab Gavin.Brielle memang merasa lelah. Demi keamanan, dia tidak menolak.Di perjalanan pulang, cara mengemudi Gavin sangat stabil. Brielle merasa bersyukur terhadap kebaikan Gavin. Sesampainya di parkiran, Brielle mengucapkan terima kasih. "Pak Gavin, terima kasih. Kamu juga cepat pulang dan istirahat.""Bu Brielle, kalau mau berterima kasih, ucapkan saja ke Pak Raka." Gavin tentu tidak berani mengambil pujian itu. Dia hanya menjalankan perintah.Perhatian itu memang berasal dari atasannya.Brielle mengangguk, lal

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1193

    Dewan direksi akhirnya menyetujui tambahan investasi, sehingga membuat Brielle sedikit lega. Setelah berbincang dengan Harvis, dia mengetahui bahwa proyek sipil berjalan sangat lancar dan saham Grup Pramudita terus menunjukkan tren stabil yang positif.Baru saja kembali ke laboratorium, ponselnya berdering. Nama Justin muncul di layar."Pak Justin," Brielle mengangkat telepon."Brielle, aku akan datang ke laboratoriummu jam tiga sore. Ada beberapa detail penelitian yang ingin aku bahas langsung."Hati Brielle sedikit bergetar. Sampai Justin rela datang sendiri ke Kota Amadeus untuk berdiskusi dengannya, itu semakin menguatkan dugaannya. Dia langsung bertanya, "Pak Justin, apakah boleh saya tahu, apakah ada seseorang yang perlu segera ditangani dengan proyek BCI ini?"Di seberang telepon terdiam beberapa detik. "Kita bicarakan waktu ketemu."....Pukul tiga sore, Justin datang tepat waktu ke laboratorium. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Lingkar hitam di bawah matanya menun

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1192

    Brielle melangkah masuk dan melirik sekilas ke arah kursi utama tempat Raka duduk. Hari ini Raka masih mengenakan kacamata, seluruh auranya terlihat dalam dan tajam. Namun saat menatap Brielle, ada sedikit kelembutan yang tersirat.Rapat baru saja dimulai, seorang direktur langsung mengeluh, "Seratus triliun? Pak Raka, proyek BCI sudah menghabiskan dana besar, sampai sekarang belum ada hasil komersial. Sekarang mau tambah 100 triliun lagi? Ini benar-benar cuma bakar uang."Ruangan langsung riuh. Setengah dari para direktur menyatakan setuju."Aku sarankan kita pertahankan bagian sipil dari proyek ini, tapi hentikan pengembangan di bidang medis," usul direktur lain. "Setidaknya bisa menyelamatkan investasi awal."Raka duduk di kursi utama, wajahnya tampak tenang mendengarkan semua penolakan. Tatapan di balik kacamata emasnya tampak tajam."Ada lagi pendapat lain? Sekalian saja disampaikan semuanya," ucap Raka dengan suara tenang. Tidak keras, tetapi langsung membuat para pemegang saham

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1191

    Brielle menghabiskan lebih dari satu jam untuk serah terima pekerjaan. Pikirannya masih dipenuhi berbagai hal. Saat mendorong pintu dan masuk, langkahnya tiba-tiba terhenti. Yang terlihat di matanya adalah sosok yang tertidur di sofa.Brielle sedikit mengernyit, tetapi tetap meringankan langkah dan kembali ke mejanya. Masih ada beberapa dokumen yang harus dia selesaikan, jadi dia hanya bisa berada dalam satu ruangan dengan Raka.Pria itu tepat berada di bawah cahaya matahari dari jendela. Seluruh tubuhnya diselimuti cahaya lembut. Saat ini, dia tidak lagi terlihat tajam seperti elite dunia bisnis, melainkan sangat tenang, seperti seorang anak.Brielle sedang mengetik dokumen ketika tiba-tiba pria di sofa itu menggumam pelan, "Brielle ... jangan pergi."Tangan Brielle yang mengetik langsung berhenti beberapa detik. Dia mengangkat kepala menatap ke arah sofa. Raka tidak terbangun, alisnya berkerut, seolah terjebak dalam mimpi buruk.Pikiran Brielle pun sedikit terganggu. Dia mengerutkan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 256

    Brielle menggigit bibir sambil melotot pada sahabatnya. "Lihat apa yang sudah kamu lakukan.""Nggak apa-apa. Hari itu aku yang akan menemani Anya. Kamu pergi saja menemui Niro dengan tenang, biar si berengsek Raka tahu betapa banyak orang menginginkanmu."Brielle terdiam, meski tak habis pikir. Akan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 247

    Saat ini, sebuah sosok yang berdiri di belakang mereka pun mendengar ucapan Lambert. Itu adalah Devina.Dia datang karena mendapat pesan dari Jay yang mengajaknya untuk duduk dan mengobrol. Tak disangka, dia malah mendengar pengakuan Lambert tentang Brielle.Lambert melihatnya, hanya mengangguk ring

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 255

    Brielle baru saja duduk di mobil ketika panggilan dari Raka masuk. Dia langsung menolaknya. Kalau pria itu ingin membela Devina, Brielle sama sekali tidak akan memberi muka. Dia langsung mengemudi menuju sekolah dan meminta Alice untuk berbicara berduaan.Di kafe. Setelah mendengarkan penjelasan Bri

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 241

    Lalu, ponsel Brielle tiba-tiba berbunyi. Dia mengangkatnya dan melihat nama Harvis, lalu segera menjawab, "Halo, Kak Harvis.""Brie, data yang kamu minta sudah kukirim ke email-mu.""Baik, terima kasih banyak." Brielle menoleh pada pria di belakangnya. "Kamu pergi sana. Jangan ganggu hidupku lagi."

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status