Share

Bab 868

Author: Ayesha
Ya. Jika ada orang membawa sebuah video yang asal-usulnya tidak jelas, lalu mengatakan kepadanya bahwa Devina berselingkuh dengan pria lain, reaksi pertamanya pasti juga tidak akan percaya sama sekali.

Jika menempatkan diri pada posisi orang lain, sikap Lambert terhadap Brielle memang persis seperti itu.

Jay mencoba meminta maaf, "Lambert, aku ... minta maaf. Aku terlalu gegabah."

Lambert menggeleng, lalu balik bertanya, "Siapa yang mengirimkan video itu kepadamu?"

Jay langsung merapatkan bibirn
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
wadedaw..bakal kumpul 3 lelaki top..ada niro trs raka n bntr lagi lambert jg nongol..brielle emg hsbat
goodnovel comment avatar
Suryat
Raka panas tuh..pasti salah faham lagi
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1360

    Brielle baru saja selesai bertukar nomor telepon dengan biolog muda itu ketika sebuah suara pria yang rendah dan serak terdengar di sampingnya."Profesor Brielle, sudah selesai ngobrolnya? Bisa bicara sebentar?"Brielle mengangkat kepala dan menjawab, "Baik."Setelah mengangguk pada biolog muda itu sebagai salam perpisahan, Brielle mengikuti Raka ke sisi ruangan."Sepuluh menit lagi aku pulang ke rumah Keluarga Pramudita, mau ikut?" tanya Raka.Putrinya berada di rumah Keluarga Pramudita, tentu saja Brielle harus pergi menjemputnya. Dia pun mengangguk. "Oke, aku ikut."Brielle tidak membawa mobil sendiri dan area di sekitar juga ditutup sehingga sulit mendapatkan taksi. Dia hanya bisa menumpang mobil Raka.Senyuman samar melintas di mata Raka. "Aku suruh Gavin bawa mobil ke depan."Sepuluh menit kemudian, Brielle dan Raka meninggalkan lokasi pesta bersama-sama.Saat itu, waktu sudah menunjukkan pukul 8.30 malam. Begitu masuk ke mobil, Brielle memijat pelipisnya dengan lelah. Jamuan sos

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1359

    Setelah kembali ke tempat duduknya, Devina tiba-tiba diberi tahu oleh bartender bahwa Ignas pergi ke ruang santai untuk beristirahat dan menyuruhnya untuk menyusul nanti.Devina memandang Raka yang berada di tengah kerumunan. Dia menyesuaikan ekspresinya, lalu menghampirinya sambil membawa gelas anggur."Raka, lama nggak bertemu." Devina memaksakan senyuman alami dengan suara manja.Saat itu, Raka sedang berbicara dengan beberapa tokoh senior dunia bisnis. Mendengar suara itu, dia hanya melirik sekilas, bahkan tidak repot-repot menatap langsung.Devina melihat beberapa wajah familier di kerumunan. Sudut bibirnya terangkat. Dari tatapan mereka, dia tahu orang-orang itu dulu pernah salah paham tentang hubungannya dengan Raka."Raka, jangan sedingin itu dong! Bagaimanapun juga, kita ini kenalan lama," kata Devina tanpa rasa malu.Reaksi Raka membuat orang-orang di sekitar sedikit terkejut. Mereka semua tahu Devina pernah memiliki hubungan dengan Raka, tetapi sekarang terlihat jelas Raka s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1358

    Cinta yang datang terlambat tidak ada bedanya dengan sampah!Raka memang harus merasakan bagaimana rasanya mencintai tanpa bisa memiliki, barulah itu bisa disebut balasan setimpal.Devina mengembuskan napas perlahan. Pria yang tidak bisa dia miliki, kini justru mendapat perlakuan dingin dari wanita lain. Apa ada hal yang bisa membuatnya lebih puas daripada itu?'Brielle, sebaiknya kamu tetap mempertahankan harga dirimu sampai akhir. Jangan beri Raka kesempatan. Jalani saja hidupmu bersama kariermu sepanjang hidup ini!'Sedangkan dirinya hanya perlu berdiri dari luar dan menonton. Melihat bagaimana Raka mengerahkan segala cara dan usaha, melihat bagaimana Brielle tetap tidak tergerak sedikit pun ....Tuhan memang adil. Seakan ingin membuat Raka merasakan sendiri akibat dari semua yang pernah dia lakukan di masa lalu. Mengejar mantan istrinya kini terasa seperti berjalan menuju tungku pembakaran cinta. Dia sangat menantikan saat cinta itu membakar Raka hingga babak belur.Hanya Devina ya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1357

    Brielle mendengarkan ucapan Devina. Sudah jelas bahwa Devina tidak tahu kalau setelah dia menyatakan perasaannya dulu dan sebelum Raka memberi jawaban, Brielle sebenarnya sudah memilih untuk menyerah.Alasan mereka akhirnya menikah bukan karena Brielle memohon padanya, melainkan karena saat Brielle sudah siap melepaskan, justru Raka yang lebih dulu mengajukan lamaran pernikahan."Devina, jangan pakai pikiran kotormu untuk menilai orang lain." Brielle mengingatkannya dengan dingin. "Karena sekarang kamu sudah bergantung pada Ignas, jalani saja hidupmu dengan baik.""Pamer ke mana-mana tentang masa lalumu yang gemilang bersama Raka nggak akan bawa keuntungan apa pun buat kamu."Brielle baru saja hendak mengambil tasnya dan pergi, tetapi Devina mencengkeram lengan Brielle dengan penuh ketidakrelaan."Brielle, jangan pura-pura murah hati di sini. Aku nggak percaya kamu benar-benar sudah nggak benci dia sedikit pun.""Di kolam renang waktu itu, dia lebih memilih aku dibanding kamu. Di ruang

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1356

    Namun, Ignas tidak akan berhenti menyelidiki segala hal di balik dana yayasan kamar dagang itu.Bagaimanapun juga, dia masih belum memenuhi ambisinya untuk menjadi posisi ketua kamar dagang. Selama masih hidup, dia harus duduk di kursi itu setidaknya sekali untuk memuaskan dirinya.Terlebih lagi, dia sangat tidak puas terhadap Raka yang jelas-jelas merupakan juniornya itu.Kegagalan dalam persaingan sebelumnya sudah membuatnya malu dan hari ini Raka sama sekali tidak memberinya ruang untuk menjaga harga diri. Dendam lama dan baru bercampur menjadi satu, bagaimana mungkin dia rela melepaskannya begitu saja?Orang lain mungkin tidak mampu menggoyahkan posisi Raka, tetapi Ignas tidak takut.Saat itu, Devina yang berada di sampingnya melihat sosok Brielle berjalan menuju toilet. Dia pun berkata, "Ignas, aku ke toilet sebentar."Brielle keluar dari bilik toilet, sementara Devina sedang mencuci tangan. Melalui cermin, dia memandang Brielle. "Hari ini Bu Brielle benar-benar hebat ya."Semua p

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1355

    Setelah Brielle mengobrol dengan Raju selama belasan menit, Raka berjalan menghampiri.Dia memberi salam hormat kepada profesor tua itu, lalu berkata kepada Brielle, "Profesor Brielle, maaf ganggu sebentar. Ada beberapa rekan dari luar negeri yang ingin kenalan denganmu. Bisa ikut denganku sebentar?"Brielle menoleh pada profesor tua itu. Sang profesor melambaikan tangan dengan ramah. "Pergilah, pergilah! Urusan utama lebih penting."Brielle mengangguk, lalu berdiri dan mengikuti Raka menuju kelompok tamu lain di aula jamuan.Begitu Raka berjalan mendekat, seorang pria yang tampak elegan langsung menyambutnya dengan hangat. "Pak Raka.""Pak Elliot, izinkan saya memperkenalkan. Ini Profesor Brielle." Raka memperkenalkan sambil tersenyum."Profesor Brielle, senang bertemu denganmu. Akhirnya, kita bisa bertemu langsung." Tatapan Elliot kepada Brielle penuh apresiasi dan kekaguman.Di sela-sela percakapan dengan Elliot, beberapa kenalan lain juga datang menyapa.Raka sedikit memiringkan k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 236

    Agnes adalah pusat perhatian mutlak malam ini.Melihat Agnes masuk, Devina segera mengatur ekspresinya, bersiap maju untuk menyapa. Dalam acara seperti ini, siapa pun yang bisa menjadi orang pertama berbicara dengan Agnes, dialah yang akan unggul di lingkaran sosial.Jadi, Devina menyesuaikan senyum

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 256

    Brielle menggigit bibir sambil melotot pada sahabatnya. "Lihat apa yang sudah kamu lakukan.""Nggak apa-apa. Hari itu aku yang akan menemani Anya. Kamu pergi saja menemui Niro dengan tenang, biar si berengsek Raka tahu betapa banyak orang menginginkanmu."Brielle terdiam, meski tak habis pikir. Akan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 247

    Saat ini, sebuah sosok yang berdiri di belakang mereka pun mendengar ucapan Lambert. Itu adalah Devina.Dia datang karena mendapat pesan dari Jay yang mengajaknya untuk duduk dan mengobrol. Tak disangka, dia malah mendengar pengakuan Lambert tentang Brielle.Lambert melihatnya, hanya mengangguk ring

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 255

    Brielle baru saja duduk di mobil ketika panggilan dari Raka masuk. Dia langsung menolaknya. Kalau pria itu ingin membela Devina, Brielle sama sekali tidak akan memberi muka. Dia langsung mengemudi menuju sekolah dan meminta Alice untuk berbicara berduaan.Di kafe. Setelah mendengarkan penjelasan Bri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status