Share

Bab 879

Author: Ayesha
Brielle mandi air hangat, lalu kembali berbaring di tempat tidur. Kepalanya terasa jauh lebih jernih. Di luar jendela langit sudah tampak kelabu. Waktu menunjukkan pukul 5.30 dini hari. Sebentar lagi fajar menyingsing.

Dia memejamkan mata, berniat beristirahat sebentar lagi sebelum pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Madeline.

Pukul 7.30 pagi, Brielle membuka pintu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang berdiri di seberang. Dia sontak terkejut. Namun, itu bukan Raka, melainkan Lambert.

Entah sudah b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
skrg sdh makin jls kn raka jk sahabatmu lambert n mayjen niro sama2 mengejar cintaa brielle..cerai dr km ternyata brielle makin menyala.dirinya smkn menonjol n terang.tanpamu brielle makin cemerlang n diburu bnyak cogan n g kaleng2 smua
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1501

    Keesokan paginya, Brielle memiliki banyak pekerjaan. Raline menelepon dan mengajaknya makan malam di kediaman Keluarga Pramudita, tetapi karena Brielle harus lembur sampai pukul delapan malam, dia pun menolak.Dia akhirnya makan di kantin. Kebetulan Harvis juga ada di sana, sehingga mereka mengobrol tentang beberapa hal terkait pekerjaan. Proyek sipil yang ditangani Harvis berjalan sangat lancar, tetapi Brielle juga bisa melihat bahwa selama beberapa waktu terakhir, tubuhnya tampak semakin kurus.Brielle merasa cukup prihatin pada Harvis. Sejak ibunya meninggal, tidak ada lagi orang di sisinya yang memperhatikan apakah dia kepanasan atau kedinginan, atau sekadar peduli pada kesehariannya."Kak Harvis, apa kamu pernah mempertimbangkan untuk memikirkan kehidupan pribadimu?" tanya Brielle sambil mencoba menyelidik. Tahun ini Harvis juga sudah berusia 30 tahun.Harvis mendorong kacamatanya lalu tersenyum. "Kenapa? Ada yang mau kamu kenalkan ke aku?"Brielle tersenyum sambil menggeleng. "Ng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1500

    Akhir pekan berlalu begitu cepat. Hari Senin pun tiba.Sudah dua hari berturut-turut Brielle tidak menerima kabar dari Raka. Dia tidak menghubunginya lebih dulu, dan Raka juga tidak mengirim pesan.Sore harinya, direktur perusahaan renovasi datang langsung ke laboratorium untuk membahas rancangan renovasi vila miliknya.Brielle sebenarnya tidak memiliki banyak tuntutan soal desain. Dia hanya menentukan beberapa merek sofa dan perlengkapan kamar mandi. Setelah hampir dua jam berdiskusi dengan pihak perusahaan renovasi, sisanya diserahkan sepenuhnya kepada mereka.Targetnya, rumah itu sudah bisa ditempati sebelum tanggal 1 September.Malam harinya, Brielle menerima telepon dari Raline. Malam ini Anya ingin menginap di kediaman Keluarga Pramudita dan Brielle pun menyetujuinya.Saat Brielle sedang bekerja, Lastri memasakkan semangkuk sup sarang burung lalu mengantarkannya kepada Brielle.Pukul setengah sebelas malam, Brielle selesai mandi dan naik ke tempat tidur. Biasanya dia akan membaca

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1499

    "Kalau soal yang lain sih nggak usah dibahas. Devina memang kejam. Bahkan Raka saja bisa dia kendalikan hampir sepuluh tahun. Sudah dapat uang, masih ingin menghancurkan pernikahan kalian. Pada akhirnya dia berakhir setragis itu. Sebenarnya apa yang dia inginkan?"Brielle mengangkat kepala menatapnya. "Dulu dia mencintai Raka sama seperti aku."Syahira langsung mengerti.Raka di usia 19 tahun memang benar-benar sosok pangeran impian bagi semua wanita. Sekali jatuh hati padanya, rasanya bisa dikenang seumur hidup."Entah bertemu Raka itu berkah atau malah malapetaka baginya. Benar juga pepatah itu, jangan bertemu seseorang yang terlalu memukau saat masih terlalu muda." Setelah berkata demikian, Syahira memandang Brielle. "Jadi, selama dua tahun terakhir itu Raka benar-benar cemburu padamu dan Harvis?""Katanya dia salah paham." Brielle mengangguk."Tapi kalau dipikir dari sudut pandangnya, selama tiga tahun setelah kalian bercerai, kamu dekat dengan Lambert, Niro, dan Harvis. Wajar saja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1498

    Brielle mengangguk. "Iya, dia.""Keadaannya di sana baik-baik saja, 'kan?" Raline juga tampak khawatir."Dia sedang menanganinya. Jangan khawatir," hibur Brielle.Hati Raline terasa hangat. Sejak Brielle pulang dari program pertukaran akademik di luar negeri, hubungan Raka dengan Brielle benar-benar berubah. Rasanya seperti kembali ke masa ketika mereka masih menjadi suami istri.Ketika Raka mengusulkan untuk tinggal di rumah deret yang berdampingan, Brielle juga langsung menyetujuinya. Itu berarti, selain hanya dipisahkan oleh satu dinding, mereka akan berbagi taman, garasi, bersama-sama mengurus anak, bahkan mungkin juga makan bersama.Kalau saja kakaknya mau berusaha lebih keras lagi ....Bisa jadi, Raka akan berhasil merebut hati Brielle kembali dan membuat Brielle menjadi kakak iparnya lagi.Setelah makan malam di rumah Keluarga Pramudita, Brielle membawa Anya pulang. Besok adalah akhir pekan dan dia berencana menghabiskan waktu di rumah menemani putrinya.Saat akhir pekan tiba, S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1497

    Malam itu, Brielle menemani putrinya tidur. Anya yang berada dalam pelukannya sudah tertidur pulas, tetapi Brielle sama sekali belum mengantuk. Dia mengambil ponselnya, memasang earphone, lalu membuka video-video terbaru di aplikasi media sosial.Karena informasi yang diunggah masih sangat sedikit, belum ada berita lebih lanjut mengenai kebakaran tersebut. Brielle pun meletakkan ponselnya dan memejamkan mata untuk beristirahat.Keesokan paginya pukul delapan tepat, Raline datang menjemput Anya. Karena Brielle harus bekerja dan sekarang sedang libur musim panas, Keluarga Pramudita berinisiatif mengambil alih kegiatan Anya selama masa liburan.Melihat putrinya menggandeng tangan Raline dengan riang hendak keluar, Brielle berkata, "Raline, terima kasih."Raline tertegun sejenak, lalu tersenyum sambil mengatupkan bibir. "Kak Brielle, jangan sungkan. Di antara kita nggak perlu saling berterima kasih."Setelah berkata demimkian, dia menggandeng Anya dan pergi.Pukul tujuh malam, Brielle berg

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1496

    Dia tersenyum lalu lebih dulu berkata kepada putrinya, "Anya, malam ini Papa ada kerjaan yang harus diurus, jadi mungkin nggak bisa menemani kalian."Anya berkata dengan sedikit kecewa, "Kalau begitu, lain kali Papa bisa menginap di rumah kami?"Kali ini, giliran tatapan Raka beralih ke Brielle. Alisnya sedikit terangkat dan senyumnya seolah menyiratkan pertanyaan. Brielle berpura-pura tidak mendengarnya.....Sesampainya di depan rumah Brielle, tentu saja Raka tidak masuk karena harus bekerja."Papa, jangan kerja sampai terlalu malam ya!" ujar Anya penuh perhatian.Hati Raka terasa hangat. Dia mengusap lembut kepala kecil putrinya. "Iya, Papa tahu. Papa akan istirahat yang cukup."Saat itu, Gaga menyelinap keluar dari pintu dan langsung mengibas-ngibaskan ekornya ke arah Raka, seolah ingin ikut turun ke bawah bersamanya.Raka berkata kepada Brielle, "Aku bawa Gaga turun dulu."Brielle pun tidak bisa keberatan. Sekarang Gaga memang semakin suka ke rumah Raka. Entah merek makanan anjing

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 337

    Brielle menghela napas ringan, lalu menoleh ke arah Syahira."Aku tahu, sekarang kamu hanya fokus pada karier dan putrimu. Tapi kamu begitu hebat, makanya mereka tertarik padamu. Mereka juga dengan sendirinya mau mendekatimu, membantumu. Meski kamu nggak bisa membalas perasaan mereka, mereka tetap r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 330

    Menjelang dini hari, studio Devina mengeluarkan sebuah pernyataan. Karena kondisi kesehatannya menurun, dia tidak bisa menyelesaikan syuting iklan kampanye Hari Perempuan Sedunia sehingga resmi mundur dari kegiatan tahun ini.Brielle kebetulan belum tidur. Dia membuka pernyataan dari studio Devina,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 332

    Lambert sudah kembali dari luar negeri, Vivian juga datang untuk ikut kelas."Bibi Brielle." Vivian melihatnya, lalu menyapa dengan ramah.Brielle membalas dengan senyuman lembut."Mama, boleh nggak aku ajak Vivian main ke rumah kita? Kita sudah lama banget nggak ketemu." Anya menarik tangan Brielle

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 343

    Di sisi lain, Jay yang melihat semuanya pun menawarkan diri, "Raka, biar aku yang mengantar Brielle pulang!"Devina menggigit bibir, lalu menatap Brielle sambil berkata, "Brielle, aku tahu kamu membenciku, juga nggak butuh perhatianku."Dalam hati Brielle mencibir, 'Kalau tahu nggak dibutuhkan, untu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status