Share

Bab 397

Author: Ayesha
Tatapan Raka mengikuti mobil Porsche Cayenne putih itu sampai benar-benar lenyap di balik hujan. Alisnya berkerut samar.

Saat Devina berjalan mendekat, dia mencium samar aroma asap rokok yang belum sepenuhnya hilang dari tubuh Raka. Matanya menyipit sedikit.

Raka hanya akan merokok dalam satu situasi, ketika suasana hatinya sedang buruk.

Brielle datang menghadiri pemakaman ayah Lambert. Secara logika, dia sebenarnya tidak perlu hadir. Namun, dia tetap datang. Untuk apa?

Alasannya tak lain hanyal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
CEO terbodoh didunia sundal dimana mana diajak dan selalu ada disamping Raka CEO arogan bakal ny anak haram Kel benalu matre tkg plorotin harta Raka beda dgn mantan istri ortua jelas prof dan Kel baik2 genius sama dgn briele dasar oon
goodnovel comment avatar
Suryat
jangan jangan ada yg mau nyelakain Brielle..
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1080

    'Lihatlah, Raka. Kamu sudah bersusah payah mengatur agar Brielle ikut terlibat, ingin menggunakan kontrak ini untuk membuktikan keterikatanmu, ingin memperjelas hubungan kita. Tapi hasilnya? Brielle sama sekali nggak peduli!'Sudut bibir Devina kuasa tersenyum. Akhirnya, dia menatap Raka dengan nada mengejek. "Raka, lihat? Meskipun kamu meletakkan bukti hubungan kita di atas meja, dia tetap nggak mau melirik sekali pun. Ngapain juga kamu sok perhatian sendiri?"Raka tiba-tiba menoleh. Matanya menatap dengan tajam sebagai peringatan. "Perhatikan ucapanmu."Devina mengangkat bahu, menunjukkan ekspresi polos. "Aku cuma bicara jujur."Setelah itu, dia menoleh ke Smith. "Doktor, bisa aku bicara dengan Raka secara pribadi?"Smith menatap Raka. Raka tidak memberikan jawaban, tetapi Smith tetap ingin memberi mereka ruang untuk bicara pribadi. Dia pun berdiri dan meninggalkan ruangan.Begitu pintu ruang rapat tertutup, Devina menggeser kursinya, mencoba mendekat ke Raka. Suaranya lembut saat be

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1079

    Smith mengambil tiga salinan kontrak dari samping. Salah satunya diserahkan ke depan Brielle, satu lagi diberikan kepada Devina."Bu Devina, harap tenang. Bukan maksud kami menyulitkan, tapi klausul kontrak ini mengikat kedua belah pihak. Ini adalah klausul yang dulu kamu sendiri ajukan dan bersikeras untuk dimasukkan."Brielle secara refleks meraih kontrak dan mulai membolak-balikkannya. Baru dua halaman dibuka, pandangan yang panas dan mendesak langsung tertuju padanya dari kursi utama.Raka hampir seketika duduk tegak. Matanya terkunci pada jari-jari Brielle yang membolak-balikkan kontrak. Dia seolah-olah sedang menunggu dengan penuh konsentrasi.Sementara itu, Devina menatap kontrak di depannya. Wajahnya langsung memerah. Dia menoleh ke arah Brielle yang sedang membolak-balikkan kontrak. Jantungnya berdebar kencang.Dia tak pernah menyangka, suatu hari kontrak itu akan berada di tangan Brielle, dan Brielle sendiri yang membacanya.Brielle jelas tidak tertarik pada kontrak ini. Deng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1078

    Saat Smith keluar untuk menelepon, dia melihat Brielle berdiri di lorong. Namun, dia sudah menekan nomor Raka."Halo, Pak Raka, bisa datang ke laboratorium sebentar? Bu Devina menuntut untuk membatalkan kontrak, dia bilang ingin bertemu denganmu.""Baik, aku akan menyuruhnya menunggu di sini." Setelah Smith mendapat respons dari sana, dia menoleh ke Brielle. "Brielle, Bu Devina ada di dalam. Dia ingin membicarakan soal pembatalan kontrak."Brielle mengangguk, menoleh ke Raline. "Kamu kembali ke kamar untuk istirahat saja. Nggak usah ikut campur urusan di sini."Raline menggigit bibir merahnya. Dia benar-benar ingin masuk dan menegur Devina, tetapi perkataan Brielle membuatnya tidak bisa menolak. Jadi, dia menahan emosinya dan berbalik pergi.Dua puluh menit kemudian, sosok Raka melangkah masuk dari lobi laboratorium. Dia mengenakan setelan gelap yang pas. Langkahnya mantap, wajahnya dingin, memancarkan aura wibawa seorang penguasa.Smith menyambutnya. "Pak Raka, Bu Devina ada di dalam.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1077

    Raka membungkuk dan menggendong putrinya, lalu mengulurkan tangan ke arah Brielle. "Kasih aku tasnya. Aku yang antar Anya ke sekolah."Brielle refleks menolak. "Nggak perlu repot-repot. Aku ....""Nggak repot." Raka memotong ucapannya dengan lembut, tetapi juga tidak memberi ruang untuk ditolak. "Kamu sarapan saja yang benar, lalu pergi ke laboratorium.""Mama, biar Papa yang antar aku ya. Aku mau pergi ke sekolah bareng Papa." Anya menatap Brielle dengan mata berbinar. Wajah kecilnya penuh harap.Melihat mata besar putrinya yang berkilau, kata-kata penolakan yang sudah sampai di bibir Brielle berputar sejenak, lalu dia telan kembali."Bilang dadah ke Mama," kata Raka kepada putrinya."Dadah, Mama!" Anya melambaikan tangan dengan gembira.Sementara itu, Gaga masuk ke rumah, mengibaskan ekornya dengan riang ke arah Brielle. Brielle melotot padanya. Dia merasa Raka sedang menggerogoti batasan yang dia tetapkan sedikit demi sedikit. Terutama saat putrinya terlihat semakin bergantung pada

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1076

    [ Kalau begitu, nanti setelah kamu balik, aku traktir makan. ]Brielle membalas.[ Oke, tunggu aku pulang. ]Balasan Niro pun langsung masuk.Brielle kembali ke ruang kerja, meletakkan ponsel di samping, lalu membuka email di komputer untuk membacanya. Senin depan, Meira akan mulai datang untuk menerima suntikan obat. Kondisinya cukup serius, sehingga perlu dievaluasi melalui berbagai data.Sekitar pukul 7 malam, Lastri naik dan berkata, "Nyonya, makan malam sudah siap.""Bi Lastri, tolong panggil Anya ya," kata Brielle. Dia sendiri tidak turun.Lastri tersenyum. "Baik."Setelah berkata demikian, dia masih berdiri di depan pintu seolah-olah ingin mengatakan sesuatu.Brielle mengangkat kepala menatapnya. Dia bisa menebak apa yang ingin Lastri katakan. Dia mengerutkan kening dan berujar, "Nggak perlu mengundangnya."Senyuman Lastri sempat membeku, lalu dia mengangguk. "Baik."Lima menit kemudian, suara Anya terdengar dari ruang tamu di bawah. Brielle pun bangkit dan turun untuk menemani

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1075

    "Heh."Devina menatap dirinya di cermin dan mengeluarkan tawa yang penuh ejekan pada diri sendiri, tapi juga terasa konyol. Namun, dia tidak menyesal. Karena dia sudah mendapatkan jauh lebih banyak dari yang dulu dia dambakan.Uang, sumber daya, pamor, semua itu diberikan oleh Raka. Selama sepuluh tahun ini, selain tidak mendapatkan dirinya, Devina sudah memperoleh semua yang dia inginkan.Kalau begitu, dia akan menunggu dan melihat dengan jelas bagaimana Brielle akan menikah dengan pria lain dengan membawa serta putri dari Raka. Akan tetapi, sepertinya kandidatnya bukan Lambert, melainkan perwira yang bernama Niro itu.Membayangkan Brielle mengenakan gaun pengantin dan menikah dengan pria lain, sementara Raka hanya bisa menyaksikannya ... pada saat itu, ekspresi seperti apa yang akan muncul di wajah Raka? Tidak rela atau sakit hati? Penyesalan atau mati rasa?Devina merasa tidak sabar untuk melihatnya."Saat hari itu tiba, aku pasti akan datang memberi ucapan selamat, Brielle. Mendoak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 618

    Brielle belum sempat berbicara ketika Anya sudah lebih dulu melingkarkan tangan di leher ayahnya. "Papa, kamu nggak boleh pergi. Aku mau Papa temani aku."Raka tertawa pelan. "Baik, Papa temani kamu.""Mama, kamu cantik sekali hari ini!" Anya baru sadar bahwa ibunya memakai riasan.Riasan Brielle ha

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 621

    Tak lama kemudian, ponsel Brielle berbunyi. Raka mengirim pesan.[ Aku bawa Anya makan di restoran. Mau ikut? ]Brielle membalas singkat.[ Nggak. ]Raka tidak lagi menjawab. Sampai pukul lima sore barulah dia kembali sambil menggandeng Anya."Mama! Papa ajak aku ke kebun binatang!" Anya berseru den

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 607

    Raka berjalan menuju sebuah lorong. Entah sengaja atau tidak, langkahnya terhenti sesaat ketika dia melewati kantor Brielle. Namun, dia tidak berlama-lama dan akhirnya memilih pergi.Saat pintu lift menutup, Raka mengusap pangkal hidungnya. Dia seharusnya sudah tahu, dengan karakter Brielle, dia tid

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 635

    Di bawahnya ada tulisan.[ Terima kasih karena kamu membuatku berkali-kali menjadi diriku yang lebih baik. Hal yang pantas untuk ditunggu, pada akhirnya akan datang. ][ Sepertinya dewi kita bukan hanya memenangkan penghargaan internasional, tapi juga sudah menemukan kebahagiaannya ya! Selain member

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status