공유

Bab 895

작가: Ayesha
"Nggak." Anya menggeleng. Dia hanya ingin mengambil pulpen Papa, tapi tidak sengaja menyenggol tumpukan dokumen itu. Tak disangka, semuanya langsung jatuh ke lantai.

Brielle mengembuskan napas lega. Yang penting putrinya tidak terluka. "Mama bantu bereskan ya."

"Iya, Mama." Anya ikut memungut berkas dengan senang hati. Brielle juga berjongkok membantu. Seorang pelayan segera masuk dan bertanya dengan cemas, "Nona Brielle, Anya tidak jatuh, 'kan?"

Brielle tahu pasti Emily yang menyuruhnya naik. D
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (8)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
Anya dipaksa Raka u lihat konser Davina oleh Raka dan dipaksa u dekat dan mencintai bibi Davina itu sangat menyakitkan briele anaknya SDH dekat dgn pelakor bahkan rela cerai dgn briele Krn Davina
goodnovel comment avatar
sabiila
pelajaran utk wanita ,kita hrs punya karier biar gak di remehkan oleh laki2 ....
goodnovel comment avatar
Heryani Yeni
suryat smua salah, raka punya rahsia, brille jga punya rahsia yg me pwnelti diam2
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 959

    "Baik, kalau begitu aku pergi dulu."Setelah Frederick bangkit dan pergi, ponsel Raka berbunyi. Itu telepon dari Raline. Dia segera mengangkatnya. "Halo, ada apa?""Kak! Tadi Mama pingsan dan jatuh di lantai. Aku sudah panggil ambulans dan langsung dibawa ke RSU Adam. Cepat ke sini!" Suara Raline terdengar panik.Raka meraih ponsel dan kunci mobilnya, lalu bergegas keluar.....Di laboratorium, Brielle sedang menyelesaikan eksperimen di tangannya ketika asisten tiba-tiba menyapa seseorang di luar pintu, "Bu Devina, kenapa tiba-tiba datang?"Brielle mengerutkan kening dan mengangkat kepala. Dari balik jendela kaca, pandangannya bertemu dengan Devina yang berdiri di luar.Devina tersenyum padanya dan melambaikan tangan, seolah-olah menyapa. Namun, itu lebih seperti sebuah provokasi tanpa suara.Tadi Brielle mendengar Frederick berkata bahwa Devina dan Raka sudah bertemu di Grup Pramudita. Sekarang melihat Devina muncul di sini, tampaknya Raka sudah menjelaskan situasi padanya. Dia tidak

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 958

    Sopir melajukan mobil dengan stabil, memasuki arus lalu lintas.Devina bersandar di kursi belakang, mengeluarkan cermin kecil, memeriksa riasannya dengan teliti, lalu menambahkan sedikit lipstik.Mobil melaju hingga ke jalur depan gedung Grup Pramudita. Devina mengenakan kacamata hitam dan turun dari mobil.Resepsionis yang duduk di meja depan melihatnya lebih dulu dan segera menghampiri tanpa berani bersikap lamban. "Bu Devina."Di balik kacamata hitam, setengah wajah Devina yang halus terlihat jelas. Dia mengangguk singkat kepada resepsionis, lalu berjalan menuju lift khusus presdir.Dia tidak perlu membuat janji. Pihak resepsionis sudah lama menerima instruksi. Resepsionis itu segera berlari kecil menyusulnya, lalu dengan sigap membantu menggesek kartu serta menekan tombol lift untuknya.Resepsionis mengantar Devina sampai ke lantai kantor utama. Sekretaris pribadi Raka menyambutnya, "Bu Devina, Pak Raka masih rapat. Mohon tunggu sebentar ya. Aku antar Ibu ke ruang istirahat VIP.""

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 957

    Jadi, bisa dipastikan bahwa nyonya kaya yang satu lagi adalah ibu Siria. Ibu dan anak itu memang terlihat memiliki kemiripan wajah sekitar 50%.Kedua nyonya kaya itu berjalan sambil mengobrol, tidak memperhatikan ke arah Devina. Niat Devina yang sempat ingin menyapa pun ditahan kembali.Siria juga tenggelam dalam pikirannya sendiri, tidak menyadari keberadaan Devina.Saat itu, mobil Rolls-Royce pertama datang mendekat. Ibu Jay, Sunny, melambaikan tangan berpamitan kepada mereka. Ibu dan anak itu pun naik ke mobil dan pergi.Ketika Sunny sedang menunggu mobilnya, Devina melihat kesempatan. Dia tersenyum dan berjalan menghampiri. "Bu Sunny, sudah lama nggak bertemu."Sunny sedang menunggu sopirnya membawa mobil mendekat. Karena tiba-tiba disapa, dia pun menoleh. Saat melihat Devina, dia tersenyum sopan. "Oh, ternyata Devina! Sudah lama nggak bertemu.""Bu Sunny tetap terlihat muda dan begitu anggun," puji Devina dengan nada akrab tetapi tetap sopan.Di wajah Sunny yang terawat tampak sen

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 956

    Di restoran, setelah Devina dan Faye duduk, tatapan para pria di sekitar tanpa sadar tertuju kepada mereka.Faye juga menikmati perhatian itu, tetapi dia tahu sebagian besar tatapan tetap jatuh pada Devina.Aura seni pada diri Devina sangat kuat. Ditambah pesona yang terpancar dari sorot mata dan gerak-geriknya, benar-benar menghadirkan aura kecantikan memikat yang membuat semua pria tergila-gila.Dalam hal ini, Faye juga sedang belajar darinya. Hanya saja, karena kesehariannya bekerja di laboratorium, gaya berpakaian Faye cenderung konservatif dan sederhana, sulit untuk selalu tampil seanggun dan semenarik Devina setiap saat.Karena itu, ketika Faye memandang Devina, di dasar matanya tersirat sedikit rasa iri yang nyaris tak terlihat.Devina mengaduk kopinya dengan elegan. Dia sudah lama terbiasa menjadi pusat perhatian. Dibandingkan kepuasan ego semacam itu, kini dia lebih peduli pada hal-hal yang nyata."Gimana keadaan di laboratorium?" tanya Devina dengan santai.Wajah Faye sedikit

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 955

    Smith tertegun.Ternyata Raka memang sangat memahami Brielle dan dia juga menduga Brielle pasti akan tetap melakukan tes itu. Mungkinkah Brielle benar-benar donor potensial kedua?Menjelang siang, Brielle secara pribadi menyerahkan sampel darahnya untuk dilakukan pencocokan, bahkan dia sendiri yang mengoperasikannya.Hasil analisis keluar.Sampel darah Brielle tidak memenuhi syarat untuk eksperimen.Smith terus memantau perkembangan itu dari komputernya. Saat melihat hasilnya, dia menghela napas pelan. Tingkat kecocokan darah Brielle hanya sekitar 60 persen. Jauh dari ambang yang dibutuhkan untuk efektivitas eksperimen.Brielle melakukan tes ulang tiga kali.Hasilnya tetap sama.Akhirnya, dia berhenti dan kembali ke kantornya. Di lipatan siku tangannya sudah tampak tiga bekas memar akibat pengambilan darah.Smith mengirim pesan kepada Raka.[ Bu Brielle memang melakukan pencocokan genetik. Tidak memenuhi syarat sebagai sampel eksperimen. ]Balasan di sana hanya satu kata.[ Terima kasi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 954

    "Perlu aku pergi membujuk Bu Brielle?" tanya Smith. Dia merasa Brielle mungkin masih mau mendengarkan dirinya."Nggak perlu. Biarkan dia menenangkan diri," jawab Raka dengan nada dingin.Dalam hati Smith berpikir, sampel donor ibu Brielle pasti memiliki kegunaan yang lebih penting. Kalau tidak, dalam kondisi ibunya yang sudah parah dan adiknya yang juga telah sakit, tidak mungkin Raka menolak menggunakannya.Smith lalu mulai menjelaskan secara rinci hasil eksperimen yang dilakukan terhadap sampel darah Devina tadi malam. Sementara itu, Brielle berdiri di balkon laboratorium, membiarkan angin menenangkan pikirannya.Dia tidak bisa memahami dan tidak bisa menerima keseluruhan situasi ini. Semua terasa menekan di dadanya, membuatnya sesak.Namun tak lama kemudian, dia menata kembali emosinya.Baiklah. Sampel donor ibunya akan disimpan sebagai opsi terakhir. Untuk saat ini, menggunakan sampel Devina sebagai arah penelitian tetap langkah yang benar.Di dalam ruang rapat, saat Smith sedang m

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status