แชร์

Bab 976

ผู้เขียน: Ayesha
Devina menatap layar film, tetapi kelembutan di wajahnya memudar. Entah apa yang sedang dipikirkannya. Dia melirik minuman Jay yang diletakkan di samping. Sejak dia menyesapnya tadi, Jay sepertinya tidak pernah mengangkatnya lagi.

'Apa dia merasa jijik karena sudah aku minum?'

Tiba-tiba Jay teringat sesuatu. Dia mengeluarkan ponsel dan membuka WhatsApp Siria, lalu mengirim pesan.

[ Hasilnya sudah keluar? Gimana? ]

Tak lama kemudian, Siria membalas.

[ Sudah keluar. Nggak apa-apa, kok. Terima kasi
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Nenden Lasminingsih
sepertinya devina sdh tudak ada harapan dg raka soalnya balas jasanya dicurahkan pada perusaahaan ayahnya jadi status nyonya raka tidak berlaku lagi,sekarang mulai mendekati jay,,sukurin jay nya dah berpaling ke siria,,,gigit jari deh kamu devina
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1188

    "Baik, aku akan segera mengatur tim untuk mulai penelitian," Raka mengangguk."Brielle adalah peneliti profesional di bidang BCI," kata Justin.Faisal tiba-tiba teringat sesuatu, pesan terakhir dari putranya sebelum berangkat, "Ayah, aku dan Brielle sudah resmi bersama. Dia gadis yang sangat baik, aku harap bisa mendapat restumu."Faisal menarik kembali pikirannya. Ekspresinya berat saat merenung sejenak. "Brielle dan Niro baru menjalin hubungan dua minggu. Kalau dia tahu kondisi Niro sekarang, emosinya pasti akan sangat terpukul."Dia berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Raka, aku punya permintaan yang mungkin nggak pantas. Demi nggak mengganggu penelitian Brielle, aku berharap untuk sementara menyembunyikan kebenaran darinya."Alis Raka sedikit berkerut. "Maksud Anda?""Aku akan mengatakan padanya bahwa Niro sedang menjalankan tugas rahasia dan butuh waktu sebelum bisa dihubungi. Setelah penelitian BCI menunjukkan perkembangan, baru perlahan membuatnya menerima kenyataan ini."Raka t

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1187

    Malam semakin larut. Di bandara dini hari, sosok Raka melangkah cepat menuju pesawat pribadi Gulfstream G650 yang sudah menunggunya. Gavin mengikuti di belakang dengan langkah cepat, sambil terus memberi instruksi terkait penjemputan di Kyoza.Begitu masuk ke dalam kabin, Gavin memilih duduk tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Dia diam-diam mengamati ekspresi atasannya, yang jarang sekali terlihat seberat ini.Sejenak, dia sama sekali tidak bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi di Kyoza.Pukul dua dini hari, Gulfstream G650 mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Kyoza. Pintu kabin terbuka, Raka melangkah turun dari tangga pesawat. Di samping pesawat sudah terparkir tiga mobil hitam misterius, di sebelahnya berdiri beberapa pria paruh baya mengenakan jas hitam."Pak Raka, silakan." Pria paruh baya yang memimpin melangkah maju, suaranya penuh hormat.Gavin secara refleks ingin mengikuti, tetapi langsung dihalangi oleh dua orang lainnya. "Maaf, hanya Pak Raka yang diund

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1186

    Brielle mengangguk. "Bagus.""Ini aku gambar bareng Tante Raline," kata Anya dengan gembira.Saat itu, dari lantai dua terdengar suara Emily, "Brielle sudah datang, ya.""Nenek." Brielle mengangkat kepala dan menyapanya."Brielle, kamu buru-buru pergi nggak? Kalau nggak, naiklah temani Nenek ngobrol sebentar," tanya Emily.Brielle melirik waktu di jam tangannya. "Nenek, lain kali saja aku datang lagi. Sudah cukup malam, besok Anya masih harus sekolah.""Baik, Raline antar kamu ya," kata Emily lembut tanpa memaksa."Aku saja yang antar Brielle," ujar Meira, lalu melangkah mendekat sambil menggandeng Anya.Sampai di dekat mobil, Brielle mengantar putrinya masuk ke kursi belakang. Saat menoleh, dia melihat Meira berdiri sambil menangis menatapnya. Brielle tertegun. "Bibi, kenapa?""Brielle ... selama bertahun-tahun ini aku sudah melakukan terlalu banyak hal yang menyakitimu. Aku nggak berharap kamu memaafkanku, tapi aku sendiri juga nggak bisa memaafkan diriku. Aku nggak tahu harus bagaim

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1185

    Pada saat itu, sebuah tangan tiba-tiba melingkar di pinggangnya. Rendy bertanya dengan nada cemburu, "Lagi lihat apa? Masih mikirin mantan pacarmu?"Devina langsung mengganti ekspresinya menjadi manja dan menggoda. "Pak Rendy bercanda saja, aku hanya menikmati para tamu malam ini."Rendy merangkul pinggangnya. "Ayo, temani aku ke acara berikutnya. Beberapa teman mengadakan pertemuan pribadi, aku ajak kamu sekalian untuk lihat-lihat."Devina mengangguk patuh. Saat Rendy menoleh menyapa temannya, dia diam-diam melirik terakhir kali ke arah Raka.Raka sudah kembali ke tengah kerumunan, dikelilingi oleh lingkaran tamu paling elite malam ini. Tatanan ketat dunia status dan kepentingan tergambar jelas di sana, seperti yang selalu terjadi.Pria seperti itu seolah tidak pernah menjadi milik siapa pun dan dia seharusnya benar-benar mematikan perasaannya sendiri.Saat berada di dalam lift, melihat Devina malam ini begitu cantik, Rendy tidak bisa menahan diri untuk mulai meraba-raba pinggangnya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1184

    Di tengah kerumunan, meskipun Raka sangat sopan dan beretika, tidak banyak orang yang benar-benar berani mengambil inisiatif untuk mendekat dan berbicara dengannya. Auranya yang mengintimidasi terlalu kuat.Di antara para tamu paruh baya, ketampanan dan auranya semakin menonjol. Walaupun masih muda, dia memiliki kekayaan yang besar sebagai penopang di belakangnya.Para pria dan wanita di sekitarnya tanpa sadar mengarahkan pandangan pada Raka dengan penuh hormat sekaligus antusias.Terutama para wanita muda dari kalangan atas, mereka sudah lama mencari tahu segala tentang Raka secara detail. Mereka hanya berharap bisa dilirik Raka malam ini.Saat ini, Rendy baru saja selesai berbicara dengan Devina. Dia berjalan mendekat ke arah Raka sambil tersenyum. "Pak Raka, sepertinya hubungan Bu Brielle dengan Keluarga Harmawan cukup dekat ya."Ekspresi Raka tidak berubah, tetapi suaranya sedikit lebih dingin. "Urusan pribadiku nggak perlu kamu campuri, Pak Rendy.""Aku hanya merasa itu nggak adil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1183

    Brielle menemani Agnes berkeliling bersosialisasi dengan beberapa istri tokoh berpengaruh. Saat mengangkat kepala tanpa sengaja, dia melihat sosok Devina. Devina sedang berada di sisi Rendy, sambil menggandeng lengannya dan berbisik mesra, seperti pasangan dengan perbedaan usia.Brielle langsung mengerti. Devina telah menemukan pendukung baru dan sikap Rendy saat pemilihan di asosiasi bisnis sebelumnya menunjukkan jelas bahwa dia tidak puas dengan jabatan Raka.Pendekatan Devina padanya jelas penuh tujuan.Di pertengahan acara, sebagai tuan rumah, Raka naik ke panggung untuk memberikan sambutan. Saat berdiri di bawah sorotan lampu, rambut peraknya memantulkan kilau dingin, sama sekali tidak mengurangi aura kuatnya."Terima kasih atas kehadiran kalian malam ini. Sebagai ketua baru asosiasi bisnis, aku akan terus berkomitmen mendorong perkembangan bisnis dan inovasi teknologi, serta mendukung talenta-talenta unggul ...."Brielle sedang menunduk sambil menyesap sampanye. Di sampingnya, Ye

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 737

    Soal itu memang merupakan arahan langsung dari Raka. Tentu saja, meski Raka tidak mengatakannya, Raline tetap akan merawat Devina."Ibu, ke mana Kak Raka?" tanya Raline.Meira menjawab, "Dia pergi ke Negara Danmark.""Kapan? Dia pergi sendiri?" tanya Raline lagi."Mungkin iya. Ibu nggak bertanya," k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 742

    Brielle memalingkan wajah dan berkata dingin, "Kamu nggak punya hak untuk mencampuri pergaulanku.""Kamu harus banget ya buat aku kesal?" Nada bicara Raka terdengar rendah sambil menahan emosi. "Apa kamu benaran nggak tahu niat Lambert sama kamu?"Brielle tiba-tiba merasa lucu sekaligus marah. Dia s

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 741

    Suara yang lembut itu membuat sorot mata Raka sedikit meredup.Brielle meletakkan ponselnya, lalu berjalan ke arah pintu dan berkata kepada Raka, "Kamu pulang saja. Aku mau istirahat."Mengingat malam ini Raka sudah menjaga Anya, sikap Brielle kepadanya terbilang cukup baik."Istirahatlah yang cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 734

    Raka mengangguk tipis, lalu mengambil tisu untuk menyeka remah roti di sudut bibir Anya.Brielle sebenarnya tidak ingin memperhatikan, tetapi beberapa gerak kecil Avril dengan jelas memperlihatkan bahwa dia tampaknya cukup tertarik pada Raka.Raka kini berstatus lajang, berpenampilan menarik, dan ba

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status