Share

Bab 110

Penulis: Caitlyn
"Ada lagi yang ingin Pak Arvin sampaikan?"

"Jangan sok kuat. Tanganmu penuh salep, mau gimana masak mi untuk Renji?"

"Aku ...."

"Makanan Renji sudah aku atur, ahli gizi akan datang ke rumah. Kamu nggak perlu mengkhawatirkan hal itu. Daripada membuang waktu di sini, lebih baik pikirkan bagaimana caranya supaya dia mau menyukaimu."

Anak siapa yang tidak boleh dimasakkan makanan sendiri oleh ibunya?

"Pak Arvin, sejak melahirkan Renji, aku terus mempelajari menu makanan bayi. Aku selalu berharap suatu hari bisa menyuapinya sendiri."

"Nanti saja."

Arvin jelas tidak memercayainya dan juga tidak berniat memperpanjang pembicaraan ini. Dia berdiri dari sofa dan melirik ke arah Renji.

"Ada banyak hal yang nggak boleh diburu-buru. Untuk sementara, jaga jarak dari Renji. Jangan sampai membuatnya takut."

"Baik."

Renee ikut berdiri, lalu dia kembali menundukkan kepala dengan perasaan kalah. Selama ini dia tidak pernah tahu, ternyata mengurus anak itu sesulit ini.

Arvin melarang Renee mengganggu Renj
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 116

    Jerico tidak memberi respons untuk waktu lama.Renee berkata, "Kakek, aku selalu mengira Nissa adalah cinta pertama Arvin, makanya dia begitu memujanya dan selalu membelanya. Ternyata aku salah paham."Setelah hening sebentar lagi, Jerico baru mencoba bertanya, "Renee, kenapa tiba-tiba kamu tanya soal ini? Apa Arvin mengatakan sesuatu padamu?""Dia nggak mengatakan apa-apa, aku sendiri yang menemukannya. Aku melihat foto yang diberikan Nessy padanya.""Oh, begitu ya." Jerico mengangguk perlahan, lalu berkata, "Sebenarnya ini bukan rahasia, hanya saja Arvin sendiri nggak ingin membicarakannya, juga nggak membiarkan orang di sekitar menyebut nama Nessy. Makanya, nggak ada yang membahasnya."Meskipun sudah menebaknya sejak awal, hati Renee tetap tak kuasa bergetar. Dia langsung berujar, "Jadi aku nggak salah lihat? Wanita dalam foto itu bukan Nissa dan mereka adalah dua orang yang berbeda?""Nessy adalah kakak tiri Nissa. Mereka memang agak mirip, jadi wajar kalau kamu salah mengenali."R

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 115

    Tidak ada apa pun yang bisa ditemukan di internet.Malam semakin larut. Arvin kembali ke kamar utama setelah keluar dari kamar anak. Renee menatapnya masuk, ragu-ragu ingin berbicara. Dia ingin bertanya siapa Nessy sebenarnya, tetapi kata-kata itu tertahan di tenggorokan. Mengintip privasi orang lain tetaplah sesuatu yang tidak pantas.Arvin meliriknya sekilas lalu melangkah ke ruang ganti.Saat keluar, dia mendapati Renee masih berdiri dengan posisi dan tatapan yang sama.Alisnya terangkat dingin. "Apa maksudmu melihatku seperti itu? Menunggu aku lanjut?"Renee tersadar. "Nggak." Dia berpura-pura tenang. "Aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan Renji.""Sudah tidur."Arvin melangkah beberapa langkah ke arah kamar mandi, lalu menoleh lagi. "Urusanmu dengan Nathan belum selesai."Renee terdiam sejenak. Lalu dia bertanya, "Waktu aku bertemu Nathan nggak sampai setengah jam. Dari mana kamu tahu? Apa kamu suruh orang mengikutiku?""Aku nggak sesenggang itu.""Kalau begitu Nissa yang kasih t

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 114

    Wajah Arvin yang muram, menjadi semakin kecut. "Kalau dia ada di sini, menurutmu aku akan menyentuhmu?""Jadi kamu membenciku karena aku mengusir Nissa?""Iya. Jadi bukankah kamu seharusnya memberi kompensasi?"Jari-jarinya yang dingin menjalar di kulit Renee. Sentuhannya ringan dan lembut, tetapi sarat akan tekanan yang membuat orang tak bisa lari.Sebelumnya, Renee selalu diperlakukan seperti ini. Dikuasai sepenuhnya, lalu ditinggalkan begitu saja. Dia tidak ingin mengulanginya lagi, sehingga dia menggeleng tegas. "Aku nggak mau. Aku bisa menggantinya dengan cara lain.""Selain tubuh rusakmu ini, apa lagi yang kamu punya?" Nada Arvin penuh ejekan."Renee, apa akhir-akhir ini aku terlalu lunak padamu? Sampai kamu lupa seperti apa aku sebenarnya?""Kalau mengikuti sifatku yang dulu, memangnya kamu bisa cerai? Mau mengambil Renji? Kamu hanya akan berakhir tanpa apa pun dan berlutut patuh di hadapanku."Renee mengakui, Arvin memang banyak berubah.Namun, kelunakannya pada Renee bukan kar

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 113

    Renee berdiri di ambang pintu dan tidak berani bergerak. "Kamu ... kenapa?"Katanya mengurus anak bisa bikin orang gampang meledak. Apa Arvin yang akan terlebih dulu meledak?Renee mencoba bertanya dengan hati-hati lagi. "Pak Arvin, mau minum sup penurun panas dulu?""Kamu hari ini keluar?""Bukannya kamu yang menyuruhku menjauh dari Renji dan jangan terburu-buru?""Aku menyuruhmu menjauh dari Renji, bukan menyuruhmu keluar berkencan dengan pria liar."Hati Renee menegang. Hal pertama yang terlintas adalah pertemuannya dengan Nathan. Ternyata Arvin sudah tahu hal itu.Mengingat Arvin sudah kelelahan mengurus anak, Renee tidak ingin memperpanjang perdebatan tentang kenapa Arvin boleh terus terkait dengan Nissa sementara dirinya tidak boleh punya teman laki-laki.Dia memilih menjelaskan dengan serius, "Hari ini aku ke klinik hewan menjenguk Embul, kebetulan bertemu Nathan.""Dokter menyuruhku membawa Embul pulang, tapi aku nggak tahu harus membawanya ke mana. Nathan bilang dia bisa meraw

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 112

    Renee refleks menarik pergelangan tangannya. "Nggak apa-apa. Tadi pagi nggak sengaja tersiram mi panas.""Kenapa ceroboh sekali."Nathan menggenggam tangannya sedikit lebih erat dan menatap perban di sana. "Sudah periksa ke dokter? Sudah diobati? Perlu aku temani ke rumah sakit?""Nggak perlu, sudah diobati."Renee menarik kembali pergelangan tangannya dari genggaman Nathan dengan canggung, lalu melanjutkan mengukur ukuran tubuhnya dengan tangan kiri."Nggak pakai meteran?" Nathan memecah keheningan."Nggak perlu. Dengan tangan juga bisa mengukur dengan cukup akurat." Renee bukan hanya mengukur dengan kedua tangannya, dia juga menghafalkan ukurannya di kepala."Sudah. Kamu pulang saja.""Hati-hati di jalan."Nathan menatapnya, di matanya tersimpan keengganan. "Renee, masih ingat yang pernah kukatakan? Kalau ada kesulitan, bilang saja padaku. Aku akan berusaha semampuku membantumu.""Baik. Terima kasih sudah menjaga Embul.""Kalau urusannya tentang kamu, itu nggak merepotkan." Nathan se

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 111

    "Dia belum bisa pulang?""Dokter bilang sudah bisa, tapi dia nggak punya tempat pergi. Aku sedang bingung harus gimana.""Nggak punya tempat tinggal? Bukannya dia anjingmu?"Renee menggeleng pelan dengan wajah tak berdaya. "Arvin nggak suka anjing. Anakku juga nggak suka.""Pantas saja."Nathan kembali mengusap kepala Embul. "Kalau begitu, gimana kalau kamu titipkan dia padaku saja. Aku bantu pelihara dulu.""Kamu mau bantu aku pelihara? Nggak merepotkan?""Tentu nggak. Rumahku halamannya luas, memelihara seekor anjing sama sekali bukan masalah.""Benarkah? Kamu nggak keberatan?" Mata Renee yang tadinya redup seketika berbinar. Embul akhirnya punya tempat tinggal."Nggak keberatan. Embul selucu ini, mana mungkin aku keberatan." Nathan sama sekali tidak terlihat bercanda."Minta Dokter mengurus proses kepulangannya. Nanti aku langsung bawa dia pulang.""Oke." Renee pun mengurus administrasi kepulangan Embul.Mereka berjalan keluar dari klinik hewan bersama. Lalu, bersama-sama menempatka

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status