Share

Bab 349

Author: Caitlyn
Arvin berpikir sejenak, lalu menelepon penanggung jawab dari pihak penyelenggara. Tanpa basa-basi, dia langsung bertanya, "Perayaan kalian ini mau makan sampai jam berapa?"

Pihak penyelenggara tertegun. Dengan bingung dia bertanya balik, "Pak Arvin, apa maksud Bapak? Perayaan kami sudah selesai jam sembilan malam."

"Apa kamu bilang?"

"Perayaan sudah selesai dan bubar jam sembilan. Pak Arvin, apakah ada masalah?" tanyanya dengan hati-hati.

"Kenapa Renee belum keluar?"

"Renee?"

Orang itu terdiam s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 400

    Setelah beberapa saat, barulah Renee ragu-ragu membuka mulut. "Bu Juwita bilang ... nanti kamu akan jatuh cinta pada wanita lain. Dia mengatakannya dengan sangat yakin.""Jadi kamu percaya?" Arvin merasa sedikit geli."Kamu nggak percaya?""Tentu saja nggak." Arvin berhenti sejenak, lalu balik bertanya, "Aku tanya kamu, di masa depan kamu akan jatuh cinta pada orang lain nggak? Kamu juga pasti nggak bisa jawab, 'kan?""Aku pasti nggak akan.""Hm?""Pak Arvin, memangnya itu pertanyaan yang sulit dijawab?""Kamu ini ...." Arvin tersenyum. "Itu hanya imajinasimu, karena nggak ada yang tahu gimana seseorang akan berubah di masa depan. Sama seperti dulu, aku juga nggak pernah nyangka bisa menyukaimu."Renee terdiam. Perkataan Arvin sepertinya memang masuk akal. Juwita pasti sengaja membesar-besarkan hal itu untuk menakut-nakutinya. Memikirkan hal itu, suasana hatinya akhirnya tidak lagi terlalu murung."Gimana? Sekarang bisa temani aku makan siang?" tanya Arvin sambil tersenyum."Lain kali

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 399

    Renee tidak mengerti apa maksudnya.Maksudnya Arvin di masa depan akan menemukan wanita yang benar-benar dia cintai? Mengapa Juwita begitu percaya diri?"Bu Juwita, aku ....""Aku ngantuk, kamu pergi saja." Juwita memotongnya dengan tidak sabar.Melihat dia sama sekali tidak bisa diajak bicara, Renee pun terpaksa menyerah. Sepertinya Arvin benar, dia seharusnya tidak datang, juga tidak seharusnya ikut campur. Karena sejak awal sampai akhir, Juwita memang tidak pernah menerima dirinya.Akhirnya, dia tetap meninggalkan rumah lama itu. Sepanjang jalan, dia terus memikirkan apa maksud dari perkataan Juwita tadi.Mengapa dia begitu yakin Arvin akan menyukai orang lain, begitu yakin bahwa dia tidak akan lama tinggal di Keluarga Suryana.Baru ketika mobil berhenti di bawah gedung studio, Renee menggeleng, mengingatkan dirinya untuk tidak memikirkannya lagi dan fokus bekerja saja. Dia masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan.Michela sedang fokus bekerja. Ketika mendongak dan melihat

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 398

    Arvin mengatakan tidak perlu dipedulikan. Namun, Renee merasa dirinya tetap perlu meminta maaf kepada Juwita.Bagaimanapun juga, sekarang dia ingin tetap tinggal di rumah Keluarga Suryana. Dia juga ingin berada di sisi Arvin dan menjalani hidup dengan baik bersamanya. Namun, hubungan antara Juwita dan Arvin menjadi setegang ini juga karena dirinya.Setelah sarapan, dia diam-diam pergi ke mal tanpa sepengetahuan Arvin dan memilih beberapa hadiah dengan teliti.Saat tiba di rumah lama Keluarga Suryana, Felicia kebetulan sedang bersiap keluar. Melihatnya, alisnya langsung berkerut. Sambil menilai-nilai kantong hadiah di tangan Renee, dia mencibir sinis. "Si tuli datang buat menyenangkan hati Kakek ya? Sayangnya harus kuberi tahu kamu, Kakek sudah tidur."Renee ingin keluarganya rukun agar segala urusan berjalan lancar. Jadi, dia tidak memedulikan bagaimana Felicia menyindirnya, bahkan sedikit menunduk padanya dengan sopan."Felicia, aku datang untuk menemui Bu Juwita.""Kamu datang menemu

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 397

    "Kamu nggak bisa menyalahkanku juga. Bagaimanapun, pakaianmu dan Nathan memang pakaian pasangan, sementara aku ini orang yang posesif dan sangat pencemburu.""Intinya ... aku peduli padamu, hanya saja caraku salah. Jadi aku yang salah. Aku minta maaf." Arvin benar-benar pandai bicara.Renee langsung tidak marah lagi. Awalnya dia mengira urusan foto akta nikah itu hanya selingan kecil, tak disangka fotonya malah diambil orang dan sampai ke telinga Juwita.Pagi-pagi, Juwita sudah menelepon Arvin dan memarahinya habis-habisan, mengatakan bahwa dia sudah mendapat pengaruh buruk Renee sampai berubah, tidak lagi bersikap berkelas dan dingin.Arvin sejak dulu memang tidak pernah peduli Juwita memarahinya. Dia langsung meletakkan ponselnya ke samping, membiarkannya memarahi sepuasnya.Sampai Juwita menutup teleponnya, barulah dia mengambil ponsel itu lagi, mematikan layar, lalu melanjutkan sarapan.Renee meliriknya. Dengan hati-hati, dia bertanya, "Pak Arvin, bukannya sikapmu seperti ini agak

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 396

    "Ini ... apa yang terjadi? Siapa yang memasangnya?" Renee secara refleks maju ingin melepas poster itu. Namun, dia tidak cukup tinggi, jadi dia menoleh meminta bantuan kepada Arvin."Pak Ar ...." Melihat Arvin berdiri dengan wajah tenang, dia tiba-tiba tertegun, lalu perlahan menyadari sesuatu.Kata-kata yang hampir terucap langsung dia ubah. "Suamiku, cepat lepaskan itu."Sudut bibir Arvin terangkat membentuk lengkungan menawan, tetapi dia tidak berniat maju membantu."Bukankah istriku khawatir reputasi rusak dan nggak bisa datang lagi ke sini makan mi lagi? Kalau begitu, biarkan saja tergantung di sana.""Kamu ini ...." Renee merasa sebenarnya mi ini juga bukan sesuatu yang harus dimakan.Beberapa pelayan itu akhirnya tersadar. Ternyata mereka benar-benar adalah pasangan suami istri yang memiliki bukti resmi.Pemilik warung bahkan merasa bersalah sekaligus canggung, terus-menerus meminta maaf kepada mereka berdua. "Maaf maaf, aku salah paham. Aku kira kalian benar-benar ...."Pemilik

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 395

    Dengan penuh makna, pemilik warung itu menepuk tangan kecilnya. "Nak, tenang saja, aku akan merahasiakannya untukmu."Sebenarnya tidak perlu .... Renee masih ingin mengatakan sesuatu, tetapi pemilik warung sudah pergi ke dapur.Karena Renee sering datang, pemilik warung sudah lama tahu seleranya. Tak lama kemudian, dia membawa keluar dua mangkuk mi sapi tanpa daun ketumbar.Saat meletakkan mi sapi di atas meja, pemilik warung bertanya dengan penuh perhatian, "Nak, selingkuhanmu makan daun ketumbar nggak? Aku nggak menambahkannya.""Dia nggak makan." Baru setelah mengatakannya, Renee sadar apa yang baru saja dikatakan pemilik warung. Dia buru-buru menjelaskan, "Bu, dia benar-benar bukan .... Kami benar-benar suami istri.""Aku ngerti. Di hatiku, kalian memang suami istri." Pemilik warung tersenyum, lalu berbalik dan pergi.Renee terdiam tanpa kata-kata. Sekarang, dia benar-benar merasakan apa yang disebut menyebarkan rumor hanya butuh satu mulut. Membantahnya sampai kaki patah pun tidak

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 28

    Di sisi lain. Michela terperanjat marah setelah Renee memutus sambungan telepon secara paksa. "Ngapain kamu masih kasihan sama bajingan itu? Karena kamu terlalu baik, makanya dia bisa berkali-kali bawa si pelakor itu buat nyakitin kamu!""Aku nggak kasihan sama dia, aku cuma nggak mau kamu ikut kena

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 13

    Benar juga, sama-sama berasal dari kalangan atas, mana mungkin tidak saling mengenal?Renee malas menjelaskan lagi hubungan antara dirinya dan Nathan. Dia hanya menatap Arvin yang berbalik dan hendak membuka pintu mobil. Dengan nada datar, dia memanggil, "Arvin."Gerakan Arvin membuka pintu pun terh

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 31

    Dalam pandangannya yang semakin buram, wajah kecil Renji yang cemberut tampak semakin menjauh. Renee ingin mengejarnya, ingin memberitahunya bahwa ibunya bukan orang jahat. Namun baru berjalan satu langkah, tubuhnya tiba-tiba kehilangan tenaga dan ambruk ke tanah.Mobil Rolls-Royce itu berbelok di u

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 12

    Kata-katanya sungguh menghina. Namun, Renee tidak marah. Dia hanya menyahut dengan nada tenang, "Bukankah Renji sudah menganggap Nissa sebagai ibunya? Aku lihat Nissa memperlakukannya dengan sangat baik. Sepertinya dia memang nggak butuh aku lagi.""Aku sudah jelaskan berapa kali padamu. Nissa hanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status