Share

Bab 68

Penulis: Caitlyn
Nathan segera berdiri di depan Renee. "Berhenti!"

"Aku mendidik anakku! Apa urusannya sama kamu?" teriak Ferawati.

Nathan sudah malas berdebat. Dia melambaikan tangan pada para pengawalnya. "Buang dia keluar."

"Baik, Tuan Muda."

Dua orang pengawal langsung melangkah cepat, menangkap Ferawati dan menyeretnya pergi. Ferawati menjerit kesakitan. Sambil memaki-maki, suaranya semakin lama semakin jauh dan akhirnya hilang.

Koridor itu akhirnya kembali tenang.

Renee mengembuskan napas pelan. Dia menata
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 274

    Sorot mata Arvin meredup. Dia menatap Renee dengan ekspresi yang rumit. "Operasinya gagal. Kamu malah kelihatan cukup senang ya?"Renee menatapnya dengan bingung. Setiap kali dia memasang ekspresi seperti itu, itu berarti dia tidak mengerti apa yang dikatakan lawan bicaranya. Biasanya, Arvin akan mengetik di ponsel, lalu menunjukkannya padanya.Arvin terdiam dua detik, lalu mengetik sebuah kalimat di ponselnya.[ Dokter Xavier bilang kamu akan bisa mendengar. ]Setelah membacanya, Renee tersenyum lega. "Benarkah?""Benar."Arvin mengangkat tangannya dan mengusap kepala Renee. "Kamu harus percaya pada kemampuan Dokter Xavier. Namanya besar, sampai-sampai kamu juga mengenalnya.""Baiklah." Renee mengangguk dengan patuh.Padahal, Xavier sudah memberi hasilnya. Operasinya tidak berhasil. Menunggu berapa hari pun hasilnya tetap sama.Pada hari kepulangan dari rumah sakit, Xavier memegang implan koklea berwarna merah muda itu sambil menghela napas kepada Arvin. "Sayang sekali niat baikmu. Al

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 273

    "Mama bisa dengar suara dengan hati?""Tentu saja.""Kalau begitu, Renji mulai nyanyi buat Mama!""Nyanyilah."Renji pun benar-benar bernyanyi dengan serius. Lagu yang dia nyanyikan adalah lagu baru yang diajarkan guru les privat kepadanya beberapa hari terakhir. Suaranya masih kekanak-kanakan, terdengar sangat merdu.Renee tersenyum sambil bertepuk tangan untuknya. Arvin juga memberi semangat dengan memuji nyanyiannya yang enak didengar.Anak kecil itu sampai lupa diri karena dipuji, lalu menyanyikan lagu kedua untuk orang tuanya. Satu keluarga yang beranggotakan tiga orang. Hangat dan penuh kebahagiaan.Kalau bukan karena tahu Arvin sempat pergi semalam, Xavier bahkan hampir merasa keputusan yang diambilnya itu salah. Dia berdiri di luar ruangan, tersenyum tipis, lalu berbalik dan berjalan ke arah ruang kerjanya.....Saat Renee sudah dirawat di rumah sakit sampai hari ketiga, hasil tes pendengaran tetap belum menunjukkan apa pun.Arvin perlahan mulai gelisah. Dia agak sulit menerima

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 272

    Xavier menggeleng. "Kamu 'kan sudah lihat sendiri. Nggak ada reaksi.""Jadi ... operasinya gagal?""Kita observasi dua hari lagi. Kalau tetap nggak bisa dengar suara, berarti gagal." Xavier menepuk bahunya. "Maaf, aku sudah berusaha semaksimal mungkin."Arvin membeku di tempat. Untuk sesaat, dia belum bisa menerima hasil ini.Baru ketika Renee menarik pelan ujung bajunya dengan jari, dia menoleh menatapnya."Ada apa? Apa kata Dokter Xavier?" Renee menatapnya sambil bertanya.Arvin tak tega membuatnya kecewa. Dia memaksakan senyuman dan berkata, "Dokter Xavier bilang mungkin beberapa hari lagi kamu bisa dengar suara. Kita tunggu dengan sabar ya.""Baiklah." Di wajah Renee muncul senyuman tipis yang terasa lega.Beberapa saat kemudian, senyuman itu perlahan memudar. Dia menunduk menatap lututnya."Kenapa?""Aku lagi mikir ... kalau operasiku gagal, apa kamu dan Renji akan kecewa?""Nggak."Arvin menggeleng dengan lembut. "Bukankah sudah kubilang? Apa pun hasil operasinya, itu nggak akan

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 271

    Baru setengah bulan berlalu, Nissa sudah tampak seperti orang yang berbeda. Wajahnya pucat, rautnya lesu, sama sekali tidak terlihat lagi semangat seperti dulu. Tak ada sedikit pun bayangan Nessy padanya.Dengan mata memerah, dia menuduh Arvin tidak berperasaan dan dingin. Sambil menangis, dia memohon agar dia diselamatkan dan dikeluarkan, berjanji akan memberitahunya tentang keberadaan Nessy.Arvin tentu saja tidak memercayainya. Namun, danau hatinya yang semula tenang tetap terasa seperti dilempari kerikil kecil olehnya, memunculkan riak demi riak.Dia menghabiskan satu malam di luar, mencari jejak bahwa Nessy masih hidup, tetapi tidak menemukan apa pun. Baru ketika langit mulai terang, dia teringat bahwa Renee masih berada di rumah sakit dan belum juga sadar."Untung Renee belum bangun. Kalau nggak, betapa kecewanya dia saat melihatmu," kata Xavier sambil menggeleng."Arvin, dalam situasi seperti ini seharusnya kamu nggak meninggalkan rumah sakit."Arvin terdiam. Xavier pun tidak en

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 270

    Sebelum Renee tertidur, dia menyadari Xavier sedang menatapnya dengan sorot mata yang rumit.Dia menarik sudut bibirnya dan tersenyum tipis, lalu menenangkannya, "Dokter Xavier, nggak perlu mengasihaniku. Operasi seperti ini pernah aku jalani sebelumnya."Sebenarnya dia tahu, operasi hari ini jauh lebih rumit dibandingkan sebelumnya. Juga ... lebih berbahaya. Namun, dia tidak suka dikasihani.Xavier menarik kembali emosi di matanya, lalu bertanya, "Apa kamu bahagia bersama Arvin?"Renee tertegun sesaat. Dia tidak menyangka Xavier akan tiba-tiba menanyakan hal seperti itu.Apakah dia bahagia bersama Arvin? Sepertinya ... tidak pernah.Sejak kecil, dia diam-diam mencintai Arvin dan akhirnya berhasil menikah dengannya. Namun, karena cara pernikahan itu tidak terhormat, pernikahan mereka sejak awal sudah dibayangi tragedi.Pada awalnya dia berpikir, karena sudah menikah, selama dia mencintai Arvin dengan tulus dan memperlakukannya dengan baik, juga membina rumah tangga ini dengan sungguh-s

  • CEO Dingin Menolak Diceraikan Istri Tunarungu   Bab 269

    "Dokter Xavier, kamu benar-benar nggak ngerti maksudku?"Juwita menahan kesabarannya, lalu berkata, "Sudahlah, kita bicara terus terang saja. Selama operasinya gagal, soal harga terserah kamu mau buka berapa."Sebenarnya Xavier sudah menebaknya. Namun, saat mendengarnya langsung dari mulut Juwita, dia tetap merasa sulit dipercaya.Semua orang bilang Juwita itu kejam. Bukan hanya meremehkan menantunya yang tuli, dia bahkan pernah mempermalukannya di pesta, di depan banyak orang.Awalnya Xavier mengira kekejaman itu sudah batas akhirnya. Tak disangka, dia bisa jauh lebih kejam.Setelah keterkejutannya mereda, Xavier berdeham ringan, lalu berkata, "Bu Juwita nggak takut Arvin akan sedih? Kamu tahu sendiri berapa banyak usaha dan dana yang Arvin keluarkan demi membawaku kembali ke tanah air.""Justru karena aku tahu, aku harus mengurusmu dengan baik," ucap Juwita dengan ekspresi dingin.Dia tak menyangka anak lelakinya yang tak berguna itu bukan hanya tidak menceraikan istrinya,bahkan men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status