Startseite / Romansa / CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR / BAB 4 : Alisa Dans Heart (Part 4)

Teilen

BAB 4 : Alisa Dans Heart (Part 4)

last update Veröffentlichungsdatum: 04.06.2025 14:27:26

“Tak disangka, di dunia yang luas ini ada seorang pria yang begitu tampan dan gagah sepertinya. Sungguh beruntung sekali bagiku melihatnya secara langsung meskipun hanya sekali dalam hidupku! Siapa pun wanita yang bisa menjadikannya pasangan hidup pasti akan hidup dalam kebahagiaan tiada akhir!” batin Alisa ikut-ikutan terbawa suasana hati dari aura pesona yang terpancar dari seorang Rensakar.

“Selamat pagi, semuanya! Hari yang cerah diikuti dengan semangat seluruh elemen yang menjadi bagian daripada Universitas Bulgasaru. Sebuah keberuntungan tersendiri bagi saya sendiri untuk bisa datang di tempat yang sakral ini!” tegas Rensakar beberapa kata-kata saja.

Semua terdiam mendengarnya sebelumnya bersorak-sorak secara tiba-tiba yang tentu saja sudah cukup mengejutkan sekali. Mereka tidak bisa menahan diri sama sekali manakala kata-kata yang terdengar biasa saja telah dikeluarkan dengan begitu megahnya oleh sosok yang indah sekali.

Terutama para kaum hawa yang tak lagi mampu bertahan dalam sunyi manakala secercah cahaya terang benderang telah datang tepat di hadapan mereka sambil memberikan sebuah harapan yang nyata dan menyegarkan jiwa.

“Rensakar…! Aku mencintaimu! Aku mencintaimu sekali! Tolong culik hatiku dan peluk ragaku, Rensakar! Aku mohon kepadamu!”

“Kau sangat indah seperti mentari pagi yang memberikan secercah cahaya harapan. Kau tegas seperti pohon yang mengakar jauh ke dalam tanah. Kau tidak tergantikan seperti seorang suami yang memeluk istrinya. Rensakar, aku bersedia menjadi istri seumur hidupmu!”

“Aku mencintaimu dalam pandangan pertama! Sungguh sebuah pengalaman pribadi dalam hidupku ini yang tak akan pernah lekang oleh waktu! Terimalah cintaku ini, aku akan membuatmu bahagia hingga akhir hayat kelak!”

Berbagai macam reaksi dengan liar terus disuarakan oleh kaum hawa yang tak lagi mampu menahan diri untuk menyampaikan isi hati mereka dalam bait-bait puisi yang singkat dan bermakna tersendiri bagi mereka semua meski disusun secara tiba-tiba saja.

Alisa hanya bisa terus tersenyum mendengar perkataan semua orang yang ada di sekitarnya termasuk teman-temannya sendiri ikut terbawa arus menjadi gila sendiri pada sosok yang sebenarnya beberapa d antara mereka baru saja menemui Rensakar pada saat ini.

“Cih…! Aku memang harus mengakui kalau dia itu tampan! Namun, tidak perlu juga sampai segitunya juga kali! Benar-benar tidak habis pikir aku melihat semua wanita bisa-bisanya menjadi tak terkendali hanya dalam beberapa kata-kata biasa pria itu!”

“Benar sekali! Aku juga tidak kalah tampan darinya, tapi tidak pernah ada wanita yang sampai berubah menjadi gila seperti ini. Semuanya jelas sudah terlalu gila dan sangat tidak masuk akal hingga berlebihan sekali!”

“Hidih…! Kalau menurutku, malah dia ini tidak tampan sama sekali. Aku jauh lebih tampan darinya. Suatu saat nanti, pasti jodohku yang akan membuktikannya sendiri!”

Beberapa pria merasa tak senang dengan reaksi berlebihan tersebut. Mereka berada tepat di belakangnya Alisa sehingga wanita cantik dan teman di sebelahnya juga ikut serta mendengarkannya.

“Hei…! Kalian ini memang kalau iri ya bilang saja! Gak usah pakai alasan yang tidak jelas seperti itu! Sudah wajah biasa-biasa saja, bisa-bisanya merendahkan orang lain! Paham kalian?! Hmph…!” tegas temannya Alisa menyindir sambil menoleh ke arah belakang.

Tentu saja itu mengejutkan para pria tersebut sebelum kesal dan akhirnya terpaksa diam karena tak ingin berdebat dengan teman sebelahnya Alisa tersebut. Alisa yang mendengarnya lagi-lagi hanya bisa tersenyum tipis.

Suasana ricuh tak reda sama sekali. Semua kaum hawa seperti makhluk yang telah tersegel puluhan tahun dan baru saja terlepas saat itu juga. Kondisi ricuh tersebut membuat Rensakar terdiam seolah hal semacam ini bukanlah sesuatu yang aneh sama sekali dalam hidupnya sebagai pria tampan.

“Ehem…! Para hadirin sekalian yang kami hormati. Harap untuk tetap tenang dan menaati peraturan yang telah ditetapkan agar acara wisuda kali ini dapat berlangsung dengan cepat sampai akhir nantinya!” tegas sang pembawa acara berusaha menyudahi kebisingan yang dihasilkan oleh suara-suara para wanita yang mabuk cinta.

Hening…!

Seketika, semua orang akhirnya menutup mulut akibat penegas pembawa acara yang juga sekaligus seorang wanita tersebut. Mereka hanya bisa kembali duduk dengan tenang meski tampak lesu sebelum hilang manakala melihat sosok tampan Rensakar.

“Baiklah, terima kasih atas perhatiannya! Tuan Rensakar yang tampan, eh…! Maksud saya, tuan Rensakar yang terhormat dapat melanjutkan isi sambutannya. Para hadirin diharapkan untuk tetap tenang menyimaknya dengan baik. Terima kasih!” tegas pembawa acara tersebut yang membuat sejumlah orang hanya bisa menahan tawanya di dalam hati dan pikirannya masing-masing.

“Terima kasih atas antusiasnya! Saya berada di sini tidak lain hanya sebatas perwakilan dari Keluarga Bins Haekal untuk memberikan sambutan yang tulus kepada para saudara dan saudari yang telah lulus kuliah pada tahun ini. Semoga masa depan kalian tidak terbatas dan terus menggapai sukses!”

“Berbicara tentang kesuksesan tentu saja adalah topik yang relatif tergantung sudut pandang masing-masing orang. Oleh karena itulah, saya di sini sebagai perwakilan keluarga besar saya akan dengan senang hati menawarkan beberapa lowongan pekerjaan di perusahaan cabang kami yang baru saja beroperasi di sekitar Universitas Bulgasaru ini!”

Rensakar memberikan isi sambutannya yang semakin disambut dengan meriah oleh semua wisudawan saat itu manakala memberikan lowongan pekerjaan bagi mereka. Tidak disangka semua orang, sambutan Rensakar yang begitu meriah akhirnya akan segera berakhir juga.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 162 : Kejutan Berbagai Pihak (Part 2)

    “Terserah kamu saja!” jawab Rensakar dengan tenang acuh tak acuh tanpa ekspresi tertentu.Alisa menghela napas ringan memandang ke arah Burhan sejenak sebelum dengan cepat melangkah ke arah tempat antrian untuk mendapatkan porsi makanannya. Rensakar tetap terdiam di sana sedangkan Darpa jelas jauh berbeda dengannya.“Hmph! Aku pergi dahulu dan menyambut ayah. Adapun kamu, sebaiknya tidak perlu repot-repot bergerak mendekat selangkah pun!” tegas Darpa dengan nada mengejek sebelum akhirnya melangkah maju ke arah Burhan.“Buang-buang waktu!” sahut Rensakar mengirimkan pesan telepatinya kepada Darpa yang mendekat ke arah Burhan.“Uhuk-uhuk! Tutup mulutmu!” Darpa hampir muntah mendengar perkataan Rensakar sehingga terpaksa meladeninya membalas melalui pesan telepati.Meski begitu, langkah kakinya tidak berhenti sama sekali. Para antek bawahannya juga turut serta mengikutinya dari arah belakang secara bertahap bergabung ke dalam kerumunan orang-orang saling berdesakan satu sama lain. Mereka

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 161 : Kejutan Berbagai Pihak (Part 1)

    “Aura pemimpin Keluarga Bins Haekal yang merupakan salah satu terkuat dari enam keluarga adidaya terpancar darinya. Entah mengapa kalau hal ini beberapa kali terasa jauh lebih mendominasi dibandingkan sebelumnya sewaktu di rapat dalam perusahaan Zombiek Group!” pikir Alisa dengan bola mata cantiknya terbuka lebar-lebar dengan kekaguman tersendiri.Meski sebelumnya pernah dianggap remeh hingga ditekan oleh Burhan, Alisa merasa masih bisa berdecak melihat sosok mendominasi seperti ini. Bagaimanapun juga, dia adalah anak Kepala Keluarga Dans Kurt yang jelas memiliki kelayakan dan hak untuk menjadi Kepala Keluarga selanjutnya.Kalau bukan karena beberapa hal yang tidak diketahui, Alisa mungkin saja menjadi calon pewaris unggulan sama seperti Rensakar saat ini. Hanya saja, terlalu berbahaya kalau sampai ketahuan ayahnya yang dikatakan oleh ibunya ingin sekali membunuhnya. Alisa hanya bisa diam-diam mengamati sekelilingnya saja.Alisa bisa membandingkan antara calon pewaris dan pewaris seja

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 160 : Ulang Tahun (Part 10)

    “Hah…, benar-benar sekumpulan orang yang menyedihkan dan menjijikkan sekali seperti kecoa yang selalu mengganggu keindahan sekitarnya. Haruskah aku meledak marah sekarang juga?” pikir Alisa sudah tak tahan terus menerus mendapatkan pesan telepati dari segala sisi.Kondisi Rensakar tidak jauh berbeda dengan Alisa. Jelas sekali kalau dia mendapatkan pesan telepati dari kaum hawa lainnya yang turut serta menggodanya. Beberapa sudah terlanjur tergila-gila dengan sosoknya Rensakar terlalu tampan tanpa cacat sedikit pun.“Tuan Muda Rensakar, izinkan saya menjadi istri kedua Anda! Saya pasti akan memuaskan semua kebutuhan hidup Anda! Saya juga akan memberikan segala bentuk cinta yang mendalam dan tulus hanya untuk Anda seorang diri saja. Menikahlah denganku, Tuan Muda Rensakar!”“Saya juga wanita cantik yang tidak kalah sama sekali dengan calon istri Anda. Ukuran dada saya juga jauh lebih besar darinya sehingga Tuan Muda Rensakar dijamin akan sangat puas melihat sosok saya yang indah terbari

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 159 : Ulang Tahun (Part 9)

    “Dengan begitu, tidak perlu ada yang merasa dikecewakan sama sekali selama kalian setia dan tulus mencoba yang terbaik demi kebaikan serta masa depan yang cerah bagi Keluarga Bins Haekal! Meski musuh ada di mana-mana, kita tidak boleh menyerah satu langkah kaki pun…!”Perkataan Burhan terdengar tegas dan begitu mendominasi menampilkan wibawa seorang pemimpin sejati salah satu enam keluarga adidaya paling terkenal kuatnya tidak kalah dibandingkan dengan Keluarga Dans Kurt. Tatapan mata semua orang seperti bara api yang tersulut dengan emosi yang mendalam.“Baik, Tuan!” tegas semua orang tiba-tiba membuat satu ruangan bergetar hebat.“Baiklah, segera bubar sekarang juga!” ujar Burhan merasa sudah cukup mengatakan segalanya.Semua orang menganggukkan kepalanya sebelum perlahan-lahan menyingkir satu persatu. Salah satu pengawal pribadinya Burhan tiba-tiba mendapatkan kabar yang masuk ke dalam pikirannya. Jelas sekali pesan ditransmisikan melalui pesan telepatinya.“Tuan, ada kabar kalau T

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 158 : Ulang Tahun (Part 8)

    Perkataan Komar terlalu jelas sampai membuat semua orang terdiam dan tidak bisa berkata-kata. Salah satu mimpi terburuk mereka entah mengapa akhirnya terjadi begitu saja. Keluarga Bins Haekal memiliki kemungkinan kuat akan menjadi satu padu dengan dua keluarga adidaya lainnya yang dapat meningkatkan kekuatan mereka secara keseluruhan.“Bergabung dengan Keluarga Bins Haekal jelas tidak bisa disamakan dengan beraliansi dengan Keluarga Bins Haekal. Tidak seperti sebelumnya, Keluarga Bins Haekal kemungkinan masih menjaga batas-batas aman. Namun, ketika mereka bersatu, jelas sekali hasil akhirnya terlalu berbeda dibanding sebelumnya!”“Semua keputusan akan mutlak dikendalikan oleh petinggi Keluarga Bins Haekal tanpa keraguan sama sekali. Meski ada diskusi, tapi arah tujuan mereka jelas sejalan dengan hasrat dan mimpi Keluarga Bins Haekal untuk menguasai segalanya serta menghancurkan kita dari Keluarga Dans Kurt selaku musuh mereka.”“Pihak Negara Donensa jelas tidak diuntungkan juga, tapi

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 157 : Ulang Tahun (Part 7)

    “Diam kau!” sahut Darpa melalui pesan telepatinya yang jelas tidak senang sama sekali karena terus saja diejek dan diprovokasi berulang kali oleh Rensakar.Alisa yang terus mengamati hanya terdiam dengan ekspresi senyum di wajahnya masih belum terhapus sama sekali. Alisa menyadari kalau Rensakar dan Darpa saat ini pasti sedang bertukar kata-kata yang saling bertikai satu sama lain melalui pesan telepatinya.“Perebutan posisi pewaris Keluarga Bins Haekal sebagai salah satu yang terkuat dari enam keluarga adidaya memang tidak sesederhana apalagi semudah yang aku bayangkan. Apa yang terjadi saat ini hanya permulaan di puncak gunung es saja sehingga belum terjadi sampai ke dasarnya! Ke depannya, akan semakin merepotkan saja!” pikir Alisa dengan tenang mengamati situasi.Hal semacam inilah yang sangat tidak diharapkan oleh Alisa sama sekali. Karena itulah, rencana awalnya Alisa jelas tidak berusaha untuk terlibat terlalu jauh ke dalam urusan internal Keluarga Bins Haekal dan enam keluarga

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 75 : Gelora (Part 5)

    “Silahkan masuk, Nyonya! Lebih baik bagi kita berdua untuk membahas masalah yang sangat serius ini di tempat yang lebih nyaman dan aman. Takutnya, akan ada banyak orang yang berlalu lalang di sekitar sini mendengar semuanya. Bukankah hal semacam itu sangat tidak nyaman?”“Anda tidak perlu khawatir.

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 74 : Gelora (Part 4)

    Dengan perlahan-lahan, dia membuka kunci kamarnya yang menggunakan kata sandi sebelum terbuka. Pintu masuk yang tiba-tiba terbuka dari dalam sangat mengejutkan Iriana setidaknya untuk beberapa saat saja sebelum dengan tegas menatap ke arah sosok Rensakar yang baru muncul dari dalam.Hening!Kedua o

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 73 : Gelora (Part 3)

    “Namun, aku harus tetap menenangkan diri terlebih dahulu. Luka-lukanya yang dari tampilan luar memang sudah terlihat memudar, tapi bisa saja luka di organ dalamnya lebih parah sehingga membutuhkan waktu lebih lama. Tidak perlu terburu-buru, aku bisa mandi dahulu. Lagi pula, hasratku hari ini sudah

  • CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR   BAB 72 : Gelora (Part 2)

    Kalau dia sendiri terus melakukan hal ini, sudah bisa dipastikan akan menyesal di lain hari. Lagi pula, ada kemungkinan besar kalau sosok besar dan berpengaruh lainnya yang bisa saja lebih berdampak dibandingkan Johan dan Iriana bertemu dengannya lagi.“B–baik, Nyonya! Sa–saya akan jelaskan semuany

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status