Home / Romansa / CINTA PALSU SUAMIKU / BAB 19 - Pulang Kerumah

Share

BAB 19 - Pulang Kerumah

Author: Chau Navriena
last update Last Updated: 2025-08-20 00:10:20

Hujan menyambut mereka saat mobil menepi di depan rumah. Langit mendung dan jalanan basah. Na Turun lebih dulu, membawa ransel kecil yang berisi barang-barang pribadinya.

Beberapa hari di villa Jayden, terasa seperti dunia lain. Udara pegunungan dan suasana riang dan tawa beberapa waktu lalu membuat dirinya merasa sedikit membaik.

Namun sekarang, mereka kembali ke rumah itu. Dinding yang selalu menjadi saksi bisu bagaimana Evan melampiaskan kemarahannya pada Na, kamar yang menyaksikan buasnya Evan saat menuntut haknya pada Na.

Evan menyusul turun tanpa bicara apapun. Matanya terlihat lebih lelah dari biasanya. Langkahnya sedikit goyah, dan wajahnya pucat.

Mereka masuk ke rumah dan Evan langsung ke kamar, melempar jaketnya sembarangan ke lantai. Na memungutnya, lalu membawa masuk koper dan membongkar isi tas. Sisa-sisa liburan bercecer di dalam. Kaos yang belum sempat dipakai, snack yang tidak disentuh, dan hoodie milik Evan.

Malam berlalu dengan cepat. Setelah selesai membereskan is
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • CINTA PALSU SUAMIKU   BAB 22 - Na yang ketularan Evan

    Na langsung terlonjak, ia mendorong bahu Evan menjauh, wajahnya merah padam. Di sana, Bi Nani berdiri kaku dengan nampan buah di tangan, jelas tak sengaja menyaksikan momen yang tidak seharusnya.Na nyaris menahan nafas karena malu. Tapi Evan tidak memberi kesempatan. Ia hanya terdiam sejenak sebelum menyambar tubuh Na ke dalam gendongannya.“E-Evan!” Na memprotes panik, tangannya memukul pelan dada Evan.Namun seakan tuli, dengan santai langkah kaki Evan mantap menuju kamar, Meninggalkan ruang tamu dan Bi Nani yang pura-pura sibuk setelah menyaksikan hal itu.Pintu kamar terbanting rapat, Evan mencengkram pinggang Na, mengangkat tubuhnya lebih ke tengah ranjang. Gadis itu menggeliat panik, kedua tangannya menahan dada Evan.“Evan… kamu lagi sakit,” suaranya bergetar.Tapi pria itu hanya menelusuri wajah panik istrinya sejenak, lalu menunduk lagi, mencium leher Na, membuat gadis itu meremang dengan perlakuan Evan. Setiap sentuhan bibirnya meninggalkan bekas kontras pada kulit Na.Tanp

  • CINTA PALSU SUAMIKU   BAB 21 - Rencana Kumpul Na

    Siang harinya, panas tubuh Evan sudah turun. Wajahnya tidak sepucat tadi pagi, meski masih terlihat lemah. Na pikir Evan akan lebih banyak tidur, tapi ternyata malah sebaliknya.“Lama banget, sih. Ngapain aja?” suara Evan pelan tapi terdengar menyelidik.Saat ini Evan sudah bisa duduk bersandar di sofa, dan Na baru saja membereskan gelas obat dan handuk bekas mengompres, lalu membawanya untuk diberikan pada Evan."Aku sekalian beberes tadi, maaf agak lama." tuturnya sambil menuangkan obat Evan.Evan mendengus, matanya menatap Na lama. Entah kenapa ia jengkel karena gadis itu mehilang dari pandangannya beberapa saat lalu. "Ini, minum dulu obatnya."Evan menerima obat itu dan langsung menelannya dengan segelas air. Lalu Na kembali beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan siang. Saat sedang menanak nasi, ponselnya berdering. Nama Amy muncul di layar. “Halo. Na, jadi nggak hari ini? Yang kemarin aku bilang… kumpul sama anak-anak,” tanya Amy dari seberang sana saat Na mengangkatnya.Na

  • CINTA PALSU SUAMIKU   Bab 20 - Evan Sakit

    Pagi hari, cahaya tipis menembus tirai kamar. Hujan sudah reda, tapi hawa dingin masih menusuk. Na terbangun lebih dulu, tubuhnya pegal setelah semalaman mondar-mandir menjaga Evan.Ia menoleh, mendapati pria itu masih terbaring. Butuh waktu beberapa detik untuk sadar kalau tubuhnya terkunci erat dalam dekapan Evan. Semalam, pria itu menggigil, membuat Na meninggikan suhu AC, lalu Evan menempel erat ke tubuh gadis itu, seakan Na satu-satunya sumber hangat yang bisa dia genggam. Sekarang, pelukan itu justru membuat baju Evan basah kuyup oleh keringat.“Evan…” Na mencoba bergerak, tapi genggaman di pinggangnya masih kencang meski pria itu tengah terlelap. Nafasnya terdengar berat.Dengan hati-hati, Na menyentuh bahu Evan, bermaksud membangunkan pria itu. “Evan.. kamu keringetan. Lepasin dulu ya, biar aku gantiin bajunya,”Evan tampak menggeliat, lalu mengendurkan pelukannya saat menyadari baju yang ia kenakan basah oleh keringat. Na kemudian turun dari kasur, membuka lemari untuk menca

  • CINTA PALSU SUAMIKU   BAB 19 - Pulang Kerumah

    Hujan menyambut mereka saat mobil menepi di depan rumah. Langit mendung dan jalanan basah. Na Turun lebih dulu, membawa ransel kecil yang berisi barang-barang pribadinya. Beberapa hari di villa Jayden, terasa seperti dunia lain. Udara pegunungan dan suasana riang dan tawa beberapa waktu lalu membuat dirinya merasa sedikit membaik.Namun sekarang, mereka kembali ke rumah itu. Dinding yang selalu menjadi saksi bisu bagaimana Evan melampiaskan kemarahannya pada Na, kamar yang menyaksikan buasnya Evan saat menuntut haknya pada Na.Evan menyusul turun tanpa bicara apapun. Matanya terlihat lebih lelah dari biasanya. Langkahnya sedikit goyah, dan wajahnya pucat. Mereka masuk ke rumah dan Evan langsung ke kamar, melempar jaketnya sembarangan ke lantai. Na memungutnya, lalu membawa masuk koper dan membongkar isi tas. Sisa-sisa liburan bercecer di dalam. Kaos yang belum sempat dipakai, snack yang tidak disentuh, dan hoodie milik Evan.Malam berlalu dengan cepat. Setelah selesai membereskan is

  • CINTA PALSU SUAMIKU   BAB 18 - Pelukan Hangat

    Di halaman belakang, aroma sisa barbeque masih tercium. Beberapa masih duduk santai. Jay dan Ara di pojokan dengan selimut, Riki tertawa keras bersama Kael dan Ian, Diendra dan Agnes mengobrol kecil di meja panjang.Dan di antara mereka semua, ada Evan yang duduk di ujung dengan hoodie terpasang sempurna. Wajahnya tampak datar, tak ikut berbaur ataupun mengobrol dengan mereka. Ia hanya sibuk memandangi api kecil di grill.Na mendekat pelan, langkahnya ragu-ragu.“Evan…” bisiknya pelan.Beberapa orang menoleh, tapi cepat mengalihkan perhatian. Seolah tahu ada sesuatu di antara pasangan itu, tapi memilih tak mencampuri. Meskipun Kael dan Riki tetap diam-diam memperhatikan gerak-gerik pasangan itu.Evan menoleh sebentar, lalu melengos, menyadari istrinya menyusulnya. Wajahnya tampak murung dan tidak dalam mood yang bagus. Tangannya sibuk membuka bungkus marshmallow dengan gerakan cepat. Plastik itu ia robek dengan kasar, menghasilkan suara ‘krek’ yang cukup mencolok, meski ia tak terliha

  • CINTA PALSU SUAMIKU   BAB 17 - Evan Ngambek

    Udara Lembang masih menyisakan embun ketika Na terbangun lebih dulu. Sinar matahari yang menyelinap dari balik tirai jendela villa tak cukup mengusir dingin yang menggigit kulitnya.Ia menggeser selimut perlahan, menahan nafas saat tubuh Evan yang masih tertidur menggeliat di sebelahnya. Wajah Evan saat tidur begitu tenang, namun Na masih menyimpan bekas bayang amarah semalam. Kata-kata Evan yang menusuk terus terngiang di kepalanya."Pinter dikit. Gak semuanya harus lo jawab."Na menghela napas pelan. Ia bangun, berjalan menuju kamar mandi, berusaha menenangkan pikirannya dengan membasuh wajah. Matanya sembab, sedikit memerah, tapi ia sudah terlalu terbiasa menelan tangis dalam diam, menjaga agar emosinya tidak memancing emosi lelaki yang kini terbangun.Saat ia kembali ke kamar, Evan sudah duduk di tepi ranjang, menatapnya dalam diam. Evan lalu berdiri, berjalan menuju jendela, membuka tirainya lebar-lebar. Cahaya langsung menerangi ruangan. “Mandi sana. Kita bakal keluar bentar.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status