แชร์

Boomerang!

ผู้เขียน: Fredelina Putri
last update วันที่เผยแพร่: 2025-01-08 23:18:59

‘Siapa yang nggak takut sama aku di perusahaan ini? Beraninya dia datang dan mengusik kesenanganku! Aku akan memberi hukuman pada orang itu,’ gerutu Baskara merutuki perbuatan seseorang di depan pintu ruangannya.

“Kamu beruntung ada orang yang rela dihukum demi kamu, Thalita. Tapi jangan senang dulu, kamu tetap akan mendapatkan hukuman dariku. Ingat itu!” tegas Baskara pada Thalita.

Thalita tak menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Bisa pergi dari ruangan ini secepat yang ia bisa ada
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kenyataan Menyakitkan

    Lembutnya bibir itu akhirnya ia rasakan juga. Baskara tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang datang padanya. Jika wanita itu menolak dan mendorongnya, ia akan gunakan teriakan darinyalah yang membuatnya mengambil tindakan nyata semacam ini. Andai wanita itu berani melakukannya. Namun yang terjadi, Thalita terbuai oleh sentuhan lembut yang kini menguasai bibirnya. Terasa dalam dan lembut. Pria itu benar-benar menguasainya luar dalam. Keinginan untuk memberontak hanya tinggal kenangan.Sial!Bukan Thalita yang melepas pertukaran saliva di antara mereka lebih dulu, melainkan Baskara. Ya, pria itu benar-benar melakukannya. Melakukan hal yang sebenarnya tak pernah ingin ia lakukan. Diambilnya handuk yang terhempas di lantai lalu diperbaikinya. Dipakainya dengan terburu-buru. Baskara segera mengambil satu set pakaian rumahan miliknya yang ada di apartemen tersebut. Hanya kaos lengan pendek berwarna hitam dipadukan dengan celana pendek yang biasa digunakan jika pria itu keluar untuk joggi

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Terhempas

    Menyadari situasi yang tidak kondusif untuk dirinya, Rico berdehem dan berbalik badan secepat kilat sebelum meninggalkan pasangan kekasih tersebut di dalam sana.Melihat hal tersebut, Baskara tersenyum tipis mengetahui anak buahnya paham situasi. Akhirnya, ia bisa melakukan apa yang ada di dalam kepalanya. Terutama di dalam inti dirinya yang sudah lama tak merasakan kehangatan seorang wanita. Wanita di pangkuannya tentu saja. “Nggak bisa, Mas,” tolak Thalita dengan dua tangan bergerak di tempat yang kedua tujuannya berbeda. Satu tangan menarik jari-jari ramping Baskara dari kancing kemejanya, dan satu tangan yang lain menutup mulut Baskara yang hendak meraup bibirnya. “Kenapa? Apa karena itu?” tanya Baskara menyelidik sembari memicingkan mata ke arah puntung rokok yang berserakan di asbak. Thalita menggeleng. Mendapati jawaban Thalita yang seolah menutupi kenyataan membuat Baskara bangkit dari posisinya. Ia meninggalkan Thalita menuju ke kamar mandi mewah yang menjadi fasilitas i

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Ini Yang Aku Butuhkan...

    “Baskara, sudah, sudah! Jangan buat Nenekmu marah-marah! Nenekmu belum pulih benar, dia harus banyak istirahat, nggak boleh banyak pikiran dulu,” ucap Teddy menengahi. Pria paruh baya itu jelas-jelas membela sang istri, walau sebenarnya ia tahu Seruni selalu berada di pihak Yola. Entah apa yang membuat istrinya begitu peduli dan sayang pada Yola sehingga selalu mengesampingkan perasaan Baskara yang notabene adalah cucu kandungnya sendiri. “Kek, aku nggak tahu apa yang membuat Nenek selalu menutup mata atas segala hal yang diperbuat Yola. Asal Kakek dan Nenek tahu, dia nggak sesuci dan selembut yang kalian lihat. Terlalu banyak kebohongan yang dia buat selama ini, tapi kenapa seolah-olah kalian nggak pernah melihatnya? Jujur aku curiga, sudah sampai sejauh dan separah ini, kalian masih saja berpihak pada wanita jahat itu. Sebenarnya aku ini cucu Nenek dan Kakek apa bukan? Kenapa kalian nggak pernah memikirkan bagaimana perasaanku? Dan setelah Nenek siuman, apa Nenek tahu siapa yang m

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kecurigaan Seruni

    “Terima kasih ya, Pak Rico. Pak Rico sudah repot-repot membantuku tadi,” kata Thalita begitu mereka sampai di mobil dalam perjalanan pulang menuju ke apartemen.Thalita sempat menoleh ke belakang demi memastikan Yudith tak mengejarnya seperti yang sudah-sudah. Hubungannya dengan pria itu sudah tutup buku, ia tak mau mengulang kembali peristiwa lama yang ujung-ujungnya membuatnya terluka. “Sudah menjadi kewajibanku melindungi kamu, Thalita. Bagaimanapun juga sekarang kamu adalah kekasih Pak Baskara. Aku nggak mau dianggap lalai kalau kamu sampai kenapa-napa,” terang Rico sembari mengendalikan stang bundar di hadapannya. Jawaban Rico membuat Thalita merasa cemas dan anehnya juga merasa tenang. Bagaimana tidak, ucapan pria itu seolah menjelaskan bahwa dirinya adalah simpanan sang bos. Seolah dirinya adalah salah satu selir seorang Kaisar yang wajib dihormati dan dilindungi. Sialan!“Apa kamu nggak penasaran dengan siapa Pak Yudith itu dalam hidupku?” Thalita sengaja mempertanyakan hal

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Apakah Gara-Gara Pria Itu?

    “Mbak balik dulu, ya,” pamit Thalita pada Vivian yang duduk menemaninya di ruang tunggu. Dirinya belum diijinkan pulang oleh Baskara beberapa saat sebelumnya. Mau tak mau setelah menunggu beberapa saat, ia memberanikan diri mengucapkan kalimat perpisahan pada adik sang kekasih. Terlebih lagi, rasa kantuk mulai melanda. Ini sudah sangat malam, menurutnya.Vivian mendongak. Ia melihat wanita cantik yang membuatnya nyaman hendak pergi dari sisinya. Entah mengapa ia belum rela melepaskan Thalita untuk saat ini. Ia merasa nyaman dan aman. Seolah Thalita tercipta untuknya. “Mbak, ini udah malam, loh. Diantar sama Mas Rico, ya,” pinta Vivian yang sengaja mencegah.“Mbak bisa cari taksi online. Jarak sini ke apartemen juga nggak begitu jauh, kok. Mbak nggak mau ngerepotin siapa-siapa, oke,” tolak halus Thalita dengan senyuman manis. Mendengar penolakan Thalita, Yola yang sedari tadi tampak gelisah segera bangkit dari posisinya dan mendekat. “Kamu pulang diantar Rico saja, Thalita. Nggak bai

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Siapa Dia Sebenarnya?

    Mendengar celetuk aneh yang keluar dari mulut kekasih gelapnya tak membuat Baskara marah. Pria itu malah tersenyum penuh maksud sebelum mengucapkan kata-kata yang mengandung misteri di telinga Thalita. “Mulai berani kamu, ya? Kamu tahu kan bagaimana sikapku kalau aku sedang berada dalam mood yang kurang baik?” bisik Baskara dengan seringai licik yang membuat Thalita bergidik geli. Thalita tahu benar apa yang akan dilakukan Baskara padanya. Sejak mereka mulai menjalin hubungan lebih dari sekedar atasan dan bawahan, Baskara mulai terang-terangan mengakuisisi dirinya. Pria itu tak terlihat sedang bermain-main dengannya. Baskara serius akan melakukan apa yang ada di kepalanya tanpa rasa malu sedikit pun. Mencegah hal yang tidak-tidak, Thalita memundurkan tubuhnya. Tak sengaja, punggungnya nyaris membentur dinding di belakang sana. Hal itu tak akan pernah terjadi karena dengan sigap lengan Baskara yang kokoh sudah berada di belakang punggung Thalita. “Kenapa? Kamu takut sama aku? Kalau

  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Dua Pria Satu Wanita

    Thalita lemah. Apa yang harus ia lakukan? Tak adakah orang yang bisa membantunya keluar dari situasi ini? Bukankah ini adalah semacam tindak pelecehan? Baskara mencium Thalita yang awalnya penuh paksaan kini berubah lembut. Ia menyentuh setiap inci tubuh bagian atas Thalita dengan kehati-hatian, t

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Kecemburuan?

    “Thalita, kemarilah!”Glek!Thalita tak menyangka bahwa Baskara akan memanggil dirinya di saat seperti ini.Sialan!Mau tak mau Thalita yang selama beberapa saat menjadi objek pengamatan Baskara dan Yudith pun berjalan mendekat ke arah mereka.“Ada yang bisa dibantu, Pak Baskara?” tanya Thalita for

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-20
  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Mundur? Mimpi!

    “Wanita mana pun yang melihat Pak Baskara pasti akan dengan mudahnya menjatuhkan hati mereka pada Bapak. Itu akan terjadi jika mereka tahu kalau Bapak belum memiliki pasangan. Sama seperti saya saat ini. Andai Bapak adalah pria yang masih single, mungkin saya akan memberikan kesempatan pada Bapak u

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • CINTA TERLARANG TUAN PRESDIR   Diam Dan Nikmati!

    Thalita merasa keheningan menyergap di antara mereka usai pria itu mengakhiri kalimatnya. Yang ada hanyalah adu saling tatap satu sama lain tanpa pembicaraan. Baskara memiringkan senyumnya sekali lagi dengan tatapan sarat makna. Pria itu segera menyendokkan makanan yang sudah berada di atas piring

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status