共有

Bab 82

作者: Phoenixclaa
last update 公開日: 2026-02-28 19:18:58

Bukan hal sulit bagi Harli untuk mengetahui ke mana pasien bernama Rania dipindahkan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, laporan sudah berada di tangannya.

“Rumah Sakit Siloam, Tuan.”

Tanpa membuang waktu, Harli langsung mengerahkan dua mobil pengawalnya. Mesin menyala hampir bersamaan, melaju membelah malam dengan tergesa.

Lampu lobi Rumah Sakit Siloam masih terang ketika rombongan itu tiba.

Langkah Harli panjang dan tegas. Jas abu-abunya rapi tanpa cela, sepatu kulitnya memantulkan cahaya lant
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 139 (Tidak Terduga)

    “Noah…” Suasana masih tegang saat Arga berdiri di depan Elena, melindunginya. Namun Noah justru tersenyum miring.“Istrimu…?” ulangnya pelan.Tatapannya turun sekilas ke tangan Arga yang menggenggam Elena… lalu kembali naik. Namun anehnya, ia tidak memancing konflik berlanjutan. Sebaliknya…Noah melangkah maju lalu dengan tangan terulur menepuk bahu Arga kasar.Seketika Arga terdiam sepersekian detik… lalu—“Lama tidak bertemu, bruh.”DEGGGG!!!Elena membeku di tempatnya, dengan mata membelalak kaget.“Apa…yang baru saja terjadi?!” bisiknya bingung.Karena detik berikutnya…Keduanya malah saling menarik dan BERPELUKAN.“Masih hidup juga kau,” sahut Noah dengan tawa rendah.“Tuan Noah sepertinya kecewa yaa?” balas Arga santai.Elena benar-benar kehilangan kata-kata. Otaknya seperti berhenti bekerja. Tatapannya berpindah dari satu pria ke pria lain… mencoba mencerna kenyataan yang terlalu absurd.Mereka…bahkan terlihat seperti sahabat akrab…dan tepat saat itu, Elena baru menyadari. Jika d

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 138 (Dansa Obsesi)

    Elena yang kini sedang berbincang ringan dengan beberapa kenalannya langsung menoleh. Matanya sedikit melebar… lalu perlahan melembut.“Nyonya Garli…”Wanita tua itu tersenyum lebar, benar-benar tulus.“Astaga, benar kamu!” Ia langsung mendekat dan meraih tangan Elena dengan hangat. “Saya tidak salah lihat.”Arga yang berdiri di samping hanya mengamati dengan tenang.“Kalian saling kenal?” tanyanya pelan.Elena mengangguk tipis. “Kami pernah bertemu… tidak sengaja.”Nyonya Garli terkekeh pelan.“Bukan sekadar bertemu. Dia menyelamatkan saya.”Arga mengangkat alis.Elena langsung terlihat sedikit canggung.“Itu hanya kebetulan…”Namun Nyonya Garli justru mulai bercerita, matanya berbinar.“Waktu itu di bandara Singapura. Saya transit… dan tiba-tiba kondisi saya kacau. Salah satu implan saya bermasalah, pecah. Saya panik, staf saya tidak sigap, dan saya benar-benar tidak tahu harus bagaimana…”Elena menunduk sedikit, mengingat momen itu.“Saya hanya melihat beliau kesakitan,” ucapnya pe

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 137 (Gala Dinner)

    Elena tidak menjawab pertanyaan Nela, ia hanya segera menoleh ke arah para staf.“Semuanya kembali kerja,” ucapnya tenang, tegas, seolah barusan tidak terjadi apa-apa. “Pesanan belum selesai.”Suasana dapur yang sempat membeku perlahan bergerak kembali. Satu per satu staf kembali ke posisi masing-masing, meski masih diliputi rasa tegang.Elena kemudian melangkah mendekati Nela, menepuk bahunya pelan.“Aku pulang lebih dulu,” bisiknya lirih. “Tolong bantu Dinda handle semuanya.”Nela menatapnya khawatir.“Elena, kamu—” bisik wanita itu khawatir.“Aku baik-baik saja.” Jawab Elena cepat tak ingin membuat Nela terbebani.Tanpa memberi ruang untuk dibantah, Elena sudah mengambil tasnya. Ia memakai kembali maskernya, lalu menambahkan kacamata hitam besar yang menutupi sebagian wajahnya.Dinda hanya bisa menghela napas.“Serahkan saja di sini Bu Bos. Aku urus.”Elena pun tersenyum dan mengangguk singkat.Sementara itu…Lexia yang tadi berdiri di dekat Noah dengan lagi-lagi penuh perdebatan se

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 136 (Hampir saja)

    Yoga dan Nela terus berusaha menahan tapi Noah mendorong mereka dengan mudah. Langkahnya tidak terhentikan. Tatapannya hanya satu arah ingin memastikan siapa yang membuat semua kue ini.Di dalam sana…Seorang wanita berdiri di depan meja kerja dengan memakai apron lengkap, sarung tangan, dan masker yang menutupi setengah wajahnya.Tangannya sedang menyelesaikan plating dessert dengan gerakan yang begitu presisi…yang begitu ia kenal.Langkah Noah seketika melambat, jantungnya berdetak lebih keras.“...Elena.” panggilnya dengan suara serak yang membuat wanita itu juga beberapa staf dapur berhenti dari pekerjaan mereka.Tanpa menunggu, Noah langsung meraih tangan wanita lalu menariknya dan memeluknya erat. Satu tangannya mengelus kepala wanita itu dengan penuh rasa haru. Seolah takut kehilangan lagi. Seolah empat tahun pencarian itu akhirnya berakhir di detik ini.Namun….wanita berontak dan terus ingin melepaskan diri…“Lepaskan!” teriaknya dengan suara keras.DEGG!Tubuh Noah langsung ka

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 135 (Kedatangan Noah Ke Cafe)

    Tiga hari kemudian… Langit sore menggantung lembut di atas kota ketika mobil hitam milik Noah akhirnya berhenti tepat di depan Lexia Dessert Cafe.Devon turun lebih dulu, membuka pintu dengan sigap.Noah pun melangkah keluar dengan tenang. Jasnya rapi, aura dinginnya langsung terasa bahkan tanpa ia perlu berbicara. Tatapannya terangkat, mengamati bangunan di depannya yang tampak elegan, tenang, juga berkelas.Hanya saja, baru juga ia hendak melangkah lebih dekat….Bruk!Sebuah tubuh kecil menabraknya. Noah refleks mundur setengah langkah. Tatapannya langsung turun mengamati seorang anak perempuan kecil dengan wajah cantik, mata bulat yang tajam, juga rambutnya yang sedikit berantakan karena berlari…dan seekor kucing kecil masih dalam gendongannya.Anak itu tampak kaget sesaat… lalu dengan polos langsung memeluk kaki Noah sambil berdiri.“M-maaf, Om…” ucapnya pelan, menunduk, suaranya kecil tapi jelas. “Aku tidak sengaja…”Noah menatapnya beberapa detik. Lalu alisnya terangkat tipis. A

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 134 (Cafe Lexia)

    Arga tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Elena beberapa detik… tapi cukup lama untuk memahami bahwa ini bukan sekadar kesedihan biasa.Perlahan… tangannya pun terangkat. Ia meraih bahu Elena, menariknya mendekat tanpa banyak kata lalu memeluknya sangat erat. Menyebarkan kehangatan pada wanita yang telah ia cintai diam-diam selama ini.Elena pun akhirnya tidak menahan dirinya lagi. Tubuhnya melemah di dalam pelukan Arga. Bahunya bergetar, napasnya tersengal, dan air mata yang sejak tadi ia tahan… akhirnya runtuh begitu saja.Tidak ada suara keras. Hanya tangisan yang pecah pelan… tertahan… tapi justru terasa lebih menyakitkan.Arga tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya membiarkan wanita itu menangis di bahunya. Satu tangannya menahan kepala Elena agar tetap bersandar, sementara yang lain mengusap punggungnya perlahan… ritmis… menenangkan.Detik berlalu menjadi menit, Arga tetap setia tanpa bergeser sedikit pun. Sampai akhirnya… dengan suara rendahnya yang khas…“Kita akan kembali.”

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 51

    Suara Elena terhenti di udara.Ia perlahan mendongak, masih dalam posisi berjongkok, satu tangannya memegang apron yang tadi terjatuh.Tatapannya naik dari sandal rumahan hitam yang tampak santai di kaki Noah… ke betis jenjang Noah yang terekspos karena celana pendek abu-abu tipis… lalu ke kaos put

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 50

    Belum sempat menjawab, pergelangan tangan Elena sudah ditarik ke pojokan tangga, membuat punggungnya membentur dinding keras.“Noah, lepaskan!” serunya panik sambil melirik ke bawah tangga.Noah tidak menggubris. Ia justru mendekat, lalu menundukkan wajahnya ke pipi Elena tepat di bagian yang tadi

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 49

    Vior menunduk ke bawah meja…Detik itu Elena nyaris berhenti bernapas.Namun Noah untungnya bergerak lebih cepat.Ia membungkuk, tangan kirinya masih mencengkeram pergelangan kaki Elena di bawah meja, tak sedikit pun melonggarkan pegangan.“Sudah, biar aku saja, Vior,” ujarnya datar namun sopan.“G

  • Candu Pelukan Tuan Muda Posesif   Bab 48

    Di depan Elena, Michel berdiri dengan tangan di pinggang, wajah merah padam, dan banyak krim kue menempel berantakan di bagian dada gaunnya.“Kauuuu… apa yang kau lakukan, Elena?!” bentak Michel, suaranya naik satu oktaf.Elena tersentak. “M–maaf! Aku benar-benar tidak sengaja!”Ia buru-buru menari

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status