LOGIN~Banyak wanita yang berekspektasi menjalin hubungan dengannya~ Verrelio delard.
*****
Dari mobil sport itu, keluarlah sosok pria dengan rambut blonde, hidung mancung serta kulitnya yang putih. pria itu membuka kacamata hitamnya dan menghampiri sevilla yang tengah bermain bersama audrey.
"Hai, kamu baby sister nya audrey yah?" ucap pria itu.
"Tampang gak sesuai sama kelakuan, gak beda jauh sama verrel!" batin Sevilla kesal.
"Maaf om, saya ini anak temannya paman alvian dan bibi sarah!" ucap Sevilla.
"Om? aku setua itu ya? ya udahlah gak papa terserah kamu aja mau panggil aku apa, yang jelas maaf banget udah salah paham sama kamu!" ucap pria itu.
"Eh? kok berubah jadi ramah gini?" batin Sevilla.
"Iya gak papa!" ucap Sevilla sembari tersenyum.
"Oh iya, di rumah ada orang kan?" ucap pria itu.
"Ada kok, masuk aja kak!" ucap Sevilla.
"Iya makasih!" ucap pria itu sembari mengedipkan sebelah matanya.
"sama-sama!" ucap Sevilla.
"Oh iya, namaku allen!" ucap pria yang bernama allen itu. ia lalu pergi meninggalkan sevilla.
"Allen? kayaknya aku pernah denger deh nama itu?" ucap Sevilla mencoba mengingat.
"Are you know my uncle?" ucap Audrey.
"You're uncle? he is your uncle?" ucap Sevilla.
"Yes!" ucap Audrey.
"Oh aku baru inget sekarang, kak allen ini kakak ketiganya verrel!" batin Sevilla.
"Ohh I see!" ucap Sevilla.
*****
"Ohh kakak udah sampe yah?" ucap Mark yang baru keluar dari kamarnya.
"hei what's up bro!" ucap Allen sambil memeluk adiknya.
"By the way, si bungsu kemana mom?" ucap Allen.
"Ada kak di kamarnya, lagi main game!" ucap Mark.
"Ohh, ya udah aku ke kamar dulu yah?" ucap Allen.
"Iya nak!" ucap Bibi sarah.
Allen pun naik ke lantai atas kamarnya.
"Where is your sister anthony?" ucap Mark pada anthony yang tengah asyik memainkan game di ponsel Irene.
"She plays with stranger girl in outside!" ucap Anthony.
"Stranger girl? Who?" ucap Mark.
"Do not talk nonsense anthony!" ucap Irene.
"Sorry mom!" ucap Anthony.
"Audrey lagi main sama sevilla, anaknya om willy!" ucap Irene.
"Ohh!" ucap Mark.
"Gimana sama school kamu disana?" ucap Michelle.
"Fine-fine aja kak, alhamdulilah gak ada problem!" ucap Mark.
"Syukur deh!" ucap Michelle.
"Btw kak michelle kapan nyusul kak irene?" ucap Mark.
"Nyusul apaan?" ucap Michelle.
"Nyusul punya anak lah kak!" ucap Mark.
"Sst anak kecil gak boleh tau wlee!" ejek Michelle.
"Aku bukan anak kecil lagi tau!" ucap Mark protes.
Tiba-tiba sevilla datang bersama audrey di sampingnya.
"Oh, itu audrey!" ucap Irene.
"Dia stranger girl nya?" ucap Mark.
"Bukan, dia calon tunangannya verrel!" ucap Bibi sarah.
"Ohh, what is your name?" ucap Mark.
"Namaku sevilla, kak!" ucap Sevilla.
"Ohh nice to meet you sevilla!" ucap Mark sembari tersenyum.
"Nice to meet you too kak!" ucap Sevilla.
"Mom, I want stay with grandma!" ucap Audrey.
"Why?" ucap Irene.
"I want play with her again, she so nice to me!" ucap Audrey.
"Really? but, you must go to school right?" ucap Irene.
"Okay, I know!" ucap Audrey sedih.
"Don't sad audrey, we can play together again!" ucap Sevilla.
"Okay!" ucap Audrey.
"Btw kamu sama verrel sekelas kah?" ucap Mark.
"Gak kak, cuman kelas kita sebelahan!" ucap Sevilla.
"Ohh!" ucap Mark singkat.
*****
Malam harinya...
Keluarga delard makan bersama termasuk sevilla.
"Sevilla, kamu betah tinggal di sini?" celetuk Allen.
"Alhamdulillah betah kak!" ucap Sevilla.
"Kamu gak terganggu kan sama si tikus ini?" ucap Mark menyindir verrel.
"Ck apaan sih kak!" ucap Verrel.
"Enggak kok kak!" ucap Sevilla.
"Kamu biasanya pulang-pergi sekolah naik apa?" ucap Allen.
"Aku naik mobil bareng sama verrel, kak!" ucap Sevilla.
"Mulai besok, biar kakak yang anter kamu ya?" ucap Allen.
"Gak bisa!" ucap Verrel.
"Lho? kenapa? kamu cemburu?" ucap Allen.
"Cemburu? Kak aku gak mau aja dia naik mobil sport kakak yang mahal itu, aku aja gak pernah naik, masa dia naik sih? gak adil namanya!" ucap Verrel.
"Kalau kamu mau naik, tinggal ikut aja kali rel!" ucap Mark.
"Eh gak bisa, mobil sport aku hanya bisa dinaiki oleh tamu spesial seperti sevilla!" ucap Allen sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Dih dasar cowok playboy!" batin Verrel.
"Ekhem, berarti kakak juga bisa dong ikut naik, besok kan kita mau ke bandara!" ucap Irene.
"Boleh dong kak, asal tunggu aku pulang dari sekolahnya sevilla!" ucap Allen.
"Cih, alesan!" ucap Verrel.
"Kenapa rel? kamu gak suka? kalau gak suka, mending cabut aja ke kamar!" ucap Allen.
"Allen, jangan kayak gitu dong, dia kan adikmu!" ucap Bibi sarah.
"Iya mom, eh jadi gimana vil? kamu mau kan?" ucap Allen.
"Kalau anter bisa kak, tapi kalau jemput besok aku ada jam tambahan, pulang sore!" ucap Sevilla.
"Gak usah ikut jam tambahan, ikut aku shopping aja!" ucap Allen.
"Tapi ini buat persiapan ujian kak!" ucap Sevilla.
"Gak ikut satu hari, gak papa dong!" ucap Allen.
"Tapi kak..." ucap Sevilla yang langsung dipotong oleh verrel.
"Kalau gak bisa, ya gak usah dipaksa kali kak!" ucap Verrel.
"Aku gak tanya kamu!" ucap Allen.
"Insyaallah!" ucap Sevilla.
"Kamu gak usah khawatir sevilla, kan kepala sekolah kamu, suami kak Michelle!" ucap Allen yang langsung mendapat jitakan dari Michelle.
"Gak usah umbar-umbar bisa gak sih?" ucap Michelle.
"Aku udah tau kak, banyak rumor juga kok di sekolah!" ucap Sevilla.
"Syukurlah kalau kamu udah tau!" ucap Michelle.
"Kamu tenang aja ya vill, aku bakal bantuin kamu juga kok!" ucap Allen.
"Dasar cowok sok jenius!" batin Verrel kesal.
"Udahlah aku ngantuk, mau tidur!" ucap Verrel yang langsung pergi menuju kamarnya.
"Itu bocah kenapa yah?" ucap Mark.
"Cemburu lah tu!" bisik Allen pada mark.
"Pantes aja badannya kurus mulu kek gitu, sering banget ninggalin makan ternyata!" batin Sevilla.
*****
Keesokan harinya
Sevilla berangkat bersama allen, sedangkan verrel berangkat bersama pak rudi supirnya.
Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya sevilla sampai di sekolah, disusul verrel di belakangnya.
"Yuk ke kelas!" ucap Verrel sembari merangkul pundak sevilla.
"Apaan sih? nanti kalau guru-guru pada liat gimana?" bisik Sevilla.
"Biarin, kenapa emangnya? gak ada salahnya juga kan? lho kan pacar pura-pura gue?" ucap Verrel.
"Bisa gak, sekali ini aja lho nurutin gue?" ucap Sevilla.
"buat apa nurut sama lho?" ucap Verrel.
"Ihh dasar cowok nyebelin!" ucap Sevilla kesal.
~ Maaf yang tulus bukan sekadar menghapus jejak duka masa lalu, melainkan membuka pintu berkah yang melimpah bagi masa depan yang abadi ~ Sevilla Flovie.Pagi hari di kawasan pegunungan Cisarua, Bogor, disambut oleh gumpalan awan putih yang berarak pelan di bawah hamparan langit biru jernih. Angin lereng gunung berembus sejuk, membawa aroma pinus yang segar dan wangi tanah basah yang menentramkan. Sinar matahari pagi terpancar hangat, membiaskan pendar keemasan di atas kubah kaca raksasa Delard Botanic Sanctuary & Research Center yang megah.Satu minggu telah berlalu sejak peristiwa kelam di rumah sakit, di mana peristiwa taubatnya Alfian dan Sarah menutup secara sempurna seluruh lembaran dendam masa lalu. Hari ini adalah hari yang paling dinantikan: peresmian peletakan batu pertama sekaligus pembukaan tahap awal kawasan konservasi bunga dan pusat riset edukasi lingkungan terbesar di Indonesia.Di atas lahan seluas lima hektar tersebut, ratusan karangan bunga ucapan selamat berdir
~ Dendam yang membara pada akhirnya hanya akan membakar jiwa pemiliknya, sementara ketulusan dan maaf adalah cahaya yang meruntuhkan kegelapan paling pekat ~ Sevilla Flovie.Hujan deras mengguyur Kota Jakarta sejak tengah malam, menyapu jalanan ibu kota dengan sapuan air yang dingin dan lebat. Sirine ambulans melolong membelah heningnya malam di kawasan Cisarua, Bogor, membawa dua sosok tubuh yang terkulai lemas di atas brankar darurat menuju Rumah Sakit Pusat Pertamain Jakarta.Alfian dan Sarah—dua manusia yang sebelumnya menyusun rencana jahat untuk menghancurkan peresmian Delard Botanic Sanctuary dan menculik Abrar—kini terbaring tak berdaya. Rencana keji mereka hancur berkeping-keping bukan karena serangan balik dari keluarga Delard, melainkan akibat senjata makan tuan. Bahan peledak cair buatan ilegal yang disimpan Alfian di dalam vila tersembunyi mereka mendadak meledak akibat kebocoran gas dan korsleting listrik di tengah badai Bogor.Dua hari pasca kejadian mematikan itu,
~ Ketika kejahatan masa lalu meretas kembali belenggunya, keteguhan hati dan cinta sejati akan selalu berdiri sebagai benteng yang tak terkalahkan ~ Sevilla Flovie.Udara dingin akhir musim gugur membungkus kawasan Lapas Kelas I Cipinang dengan suasana kelam yang muram. Langit Jakarta di sore hari itu tampak kelabu diliputi gumpalan awan tebal, seolah menyimpan firasat buruk yang siap meluap kapan saja.Di depan gerbang besi raksasa berkarat, dua orang figur berdiri dalam keheningan yang mencekam. Alfian—pria yang dulu pernah menjadi dalang di balik konspirasi hukum dan kecelakaan pesawat yang hampir merenggut nyawa Verrel Delard—melangkah keluar dengan tatapan mata yang dingin, liar, dan dipenuhi dendam yang makin membara. Jas hitam lusuh yang dikenakannya tampak agak kebesaran di tubuhnya yang kini lebih kurus, namun aura kejahatannya sama sekali tak memudar.Di sampingnya, Sarah berdiri dengan senyum miring yang penuh kepahitan. Wanita yang pernah berpura-pura menjadi sosok pen
~ Di atas tanah yang sunyi, di bawah naungan doa-doa yang dilangitkan, kami berjanji untuk terus merawat cinta yang pernah kalian tanam hingga akhir masa ~ Sevilla Flovie.Gerimis tipis menyiram Kota Jakarta sejak fajar menyingsing, meninggalkan aroma tanah basah dan kesegaran yang khas di sepanjang pemakaman keluarga yang asri dan tertata rapi. Dedaunan hijau pohon kamboja meneteskan sisa-sisa air hujan, menciptakan ketenangan yang magis di atas gundukan-gundukan tanah berumput hijau yang dipotong rapi.Sebelum memulai perjalanan dinas dan liburan keluarga ke Swiss untuk mengurus brankas peninggalan di Geneva, Verrel dan Sevilla memutuskan untuk berziarah terlebih dahulu. Hari ini terasa sangat istimewa dan penuh kepasrahan emosional, sebab Sevilla akan mendatangi peristirahatan terakhir tiga sosok paling berjasa dalam hidupnya: ibu kandungnya almarhumah Martha Liora Flovie, sang ayah almarhum Willie Wijaya, serta ibu tirinya almarhumah Vierra. Ketiga makam tersebut berdampingan d
~ Keberanian sejati bukan tentang tidak pernah memiliki ketakutan, melainkan tentang berdiri tegak melindungi mereka yang dicintai saat badai lama mencoba bertiup kembali ~ Sevilla Flovie.Pagi hari di kawasan permukiman elit Kebayoran Baru diselimuti oleh kabut tipis dan rintik hujan lokal yang membawa kehangatan tersendiri. Di dalam ruang kerja pribadi Verrel Delard yang megah dengan dinding berpanel kayu jati dan rak-rak buku tua yang tertata rapi, aroma kopi espresso pekat menyeruak memenuhi udara.Verrel duduk tegak di balik meja kerjanya yang luas. Kemeja putihnya yang kaku tergulung rapi hingga siku, memamerkan jam tangan perak berdesain minimalis dan urat-urat perkasa di lengan tangannya. Wajah tampannya yang biasanya memancarkan ketenangan kini tampak sedikit menegang. Pandangan matanya yang tajam menatap sebuah amplop cokelat tebal berstempel khusus yang tergeletak di atas meja.Di hadapan Verrel, Johny duduk bersandar dengan raut wajah serius yang jarang sekali ia tunju
~ Keindahan sejati dari sebuah perjalanan bukan terletak pada seberapa jauh kita melangkah, melainkan pada kehangatan tangan yang terus menggenggam kita di setiap lembaran baru ~ Sevilla Flovie.Dua minggu setelah kepulangan keluarga kecil Delard dari Amsterdam, Kota Jakarta disambut oleh cuaca cerah di awal bulan. Angin pagi berembus sejuk menelusuri lorong-lorong pertokoan elit di kawasan Senopati, membawa aroma kopi segar dan dedaunan hijau yang menyegarkan jiwa.Di lantai dua bangunan Flovie The Florist, suasana terasa begitu hangat dan penuh dinamika baru. Ruangan berukuran besar yang dulunya hanya difungsikan sebagai gudang penyimpanan vas dan peralatan tambahan kini telah disulap sepenuhnya menjadi kantor pusat operasional jaringan internasional Flovie x Vierra’s Secret Garden.Dinding-dindingnya dicat dengan warna pastel bernuansa gading dan hijau sage, dihiasi oleh foto-foto berbingkai kayu mahoni yang menampilkan keindahan rumah kaca Vierra’s Secret Garden di Zaanse Scha
~Ada seseorang yang selalu ikut dalam urusan ku, dan sangat mengganggu ku~Verrel.*****Hari ini, seperti biasa verrel dan sevilla pergi ke sekolah bersama. bahkan saat mereka berpisah pun, verrel membelai halus rambutnya."Dia kenapa sih? kok ja
~So weird and I am so confuse about My feel~ Verrelio delard.*****Semenjak kejadian kemarin, sevilla menjadi bahan perbincangan semua teman-temannya.bahkan saat ini, dia sedang di gerumuni teman sekelasnya."Eh vil lo beneran pacaran sama verrel? kok lo g
~Bagaimana bisa manusia normal tinggal serumah dengan manusia salju sepertinya~Sevilla flovie.*****Rumah besar nan luas dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap, membuat sevilla seakan terperangkap dalam mimpi. ia tak menyangka bahwa ia akan menjadi seorang putri untuk ke
~ Sebuah keluarga mengaku dekat dengan ayahku dan berniat membawaku dan ibu ke rumahnya~Sevilla.*****Senin, hari dimulainya kembali kehidupan sekolah, setelah berakhirnya masa weekend. tak terasa ujian sudah mendekat, tinggal 2 minggu lagi kesempatan mereka unt







