بيت / Romansa / Chemistry Chapter / BAB 148 : CERITA DEWA

مشاركة

BAB 148 : CERITA DEWA

مؤلف: Yoongina
last update تاريخ النشر: 2026-09-04 10:42:26

Keheningan seketika menyelimuti mereka selama beberapa detik. Otak Dewa berputar keras mencari Rangkaian kalimat yang paling aman untuk meredam kemarahan Zea yang siap meledak di depan matanya.

​"Kak!" Panggilan Zea yang mendesak membuyarkan kepanikan Dewa. "Siapa yang memukul Kak Dewa?! Kakak berkelahi sama siapa?!"

​"Sayang—" Baru saja Dewa hendak menyusun alibi paling masuk akal, dering nyaring dari ponselnya yang tergeletak di dasbor mendadak pecah, memotong kalimat pria itu tepat di pa
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
hahhaa iya lagi, mantan sama fans nya cantik2, tp Zea ga kalah cantik kakk ♡
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
sepercaya apapun zea Ama kamu wa, tetap aja namanya perasaan takut ditikung itu ada. apalagi dia selalu merasa insecure dengan dirinya dibanding mantanmu n klienmu yg cantik2 n menjulang tinggi itu hmmm
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • Chemistry Chapter   BAB 201 : PRIA YANG DATANG DI ACARA MITONI

    Dua minggu berlalu sejak Zea berhasil menuntaskan risetnya di Kejaksaan Agung tanpa hambatan berarti. ​Kirana bahkan sempat menghubunginya secara pribadi untuk memastikan seluruh proses penelitian berjalan lancar. Atas perhatian ekstra itu, Dewa menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kirana yang terus memantau perkembangan riset Zea dari jauh, tentu saja atas permintaan khusus dari Dewa. ​Kini, fokus keluarga Adiraja beralih pada persiapan acara tingkeban atau mitoni tujuh bulanan untuk menyambut calon buah hati mereka. Tradisi itu harus segera diwujudkan, mengingat usia kehamilan Zea akan menginjak bulan kedelapan pada minggu depan. Aroma melati yang semerbak harum menyambut siapa saja yang melangkah melewati gerbang Griya Zadewa pagi itu. Halaman luas rumah bernuansa modern-klasik milik Sadewa Adiraja dan Natasha Zealina telah berubah menjadi area panggung budaya Jawa yang megah. Janur kuning melengkung anggun di pintu masuk, sementara gubuk-gubuk kuliner tradisional hingga

  • Chemistry Chapter   BAB 200 : MENJADI BAGIAN DARI KEJAKSAAN AGUNG

    Zea menyerahkan lembar disposisi bertanda tangan Tiara ke ruang Pusat data dan informasi, para staf arsiparis menyambut Zea dengan pelayanan yang luar biasa cepat. ​Hanya dalam waktu dua jam, Zea sudah duduk nyaman di ruang riset khusus yang tenang dan ber-AC. Di hadapannya tersaji dua bundel tebal Berkas Perkara Penyidikan Kasus Penipuan Korporasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang yang sudah disamarkan identitas kerahasiaannya untuk studi akademis. ​Zea menyalakan laptopnya, jemarinya menari dengan lincah di atas Keyboard laptop. Ia mulai mengklasifikasikan data primer. Menganalisis skema Mens Rea atau niat jahat board of directors korporasi yang menjadi objek penelitiannya. Membedah konstruksi pasal yang digunakan jaksa penyidik dalam menjerat aset korporasi. Mencatat poin-poin krusial perbandingan antara teori tanggung jawab pidana korporasi yang ia pelajari di bangku kuliah dengan praktik riil di lapangan. ​Tak hanya akses data berkas yang terbuka lebar, proses wawancara dengan

  • Chemistry Chapter   BAB 199 : LANGKAH MULUS DI KEJAKSAAN AGUNG

    Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar utama Griya Zadewa, membiaskan pendar hangat di atas ranjang. Zea terbangun dengan perasaan yang jauh lebih ringan. Rasa cemas dan kelelahan yang menggelayutinya kemarin telah berganti dengan energi baru. Di sampingnya, Dewa masih tertidur lelap dengan satu tangan melingkar di pinggang Zea, menjaga posisi tubuh istrinya agar tetap nyaman. ​Zea tersenyum tipis. Ia mengusap perlahan jemari Dewa yang melingkar di perut buncitnya, lalu melirik alat perekam suara mini berwarna hitam yang tergeletak di atas nakas. ​Baginya, benda kecil itu bukan sekedar bukti kejahatan seorang mantan kekasih yang masih sangat berharap pada suaminya, melainkan kunci yang menjamin kelancaran tahap berikutnya dalam penyusunan skripsinya di Kejaksaan Agung. Intimidasi yang sempat di lakukan Tiara kemarin, sesungguhnya membuat Zea sedikit tertekan walau ia mampu menghadapinya, Zea sempat berpikir kalau Tiara akan bertindak lebih jauh dari sekedar validasi awa

  • Chemistry Chapter   BAB 198 : CHEMISTRY CHAPTER

    Kesedihan yang mendalam membakar dada Dewa saat ia menatap mata bening istrinya. Ia hanya tidak menyangka, Tiara, gadis yang pernah sangat ia cintai, berubah menjadi sosok yang tidak memiliki hati nurani hanya karena cemburu dan obsesinya untuk bisa kembali. Zea sedang hamil besar, dan Tiara justru menjadikan kondisi istrinya sebagai ancaman, yang bagi Dewa, itu adalah sebuah kejahatan yang tidak bisa ia toleransi. Di bawah pendar lampu gantung ruang tengah yang hangat, kejujuran terasa begitu berat untuk diutarakan, namun Dewa tahu ia tak boleh menyembunyikan apa pun dari Zea. ​"Aku... baru saja dari apartemen Tiara, Zea," ucap Dewa lirih. Suaranya serak, seakan ada beban berat yang menghimpit napasnya. ​Jantung Zea berdetak hebat. Pegangan tangannya pada kemeja Dewa melonggar seketika. Sorot matanya memancarkan rasa terkejut sekaligus kecewa yang mulai menggenang di pelupuk mata. "Kak Dewa... menemui Mbak Tiara di apartemennya? malam-malam begini?" ​Dewa cepat-cepat menggen

  • Chemistry Chapter   BAB 197 : JEBAKAN DI LANTAI 12

    FLASBACK DUA JAM SEBELUMNYA. Matahari baru saja terbenam di ufuk barat ketika mobil yang dikendarai Dewa berbelok memasuki area parkir bawah tanah sebuah kompleks apartemen mewah di kawasan Jakarta Selatan. Jarum jam digital di dasbor menunjukkan pukul 18.45 WIB. ​Dewa mematikan mesin. Ia menyandarkan kepalanya pada sandaran jok, memejamkan mata sejenak sambil menghela napas panjang yang begitu berat. Pikirannya terbagi antara bayangan wajah tulus Zea yang sedang hamil tua di rumah, dan ancaman dingin Tiara yang siap menghancurkan masa depan akademis istrinya besok pagi. ​Dewa meraih ponselnya, melihat pesan singkat dari Tiara yang berisi foto meja makan yang sudah ditata romantis dan menunggu kedatangannya. Dengan rahang mengeras dan cengkeraman kuat pada ponselnya, Dewa membuka pintu mobil lalu melangkah menuju lift. ​Ia tahu betul risiko keputusan ini. Namun, membiarkan Tiara bertindak sewenang-wenang tanpa batas di Kejaksaan Agung adalah hal yang tidak bisa ia toleransi. A

  • Chemistry Chapter   BAB 196 : PULANG TELAT

    ​Suara dering telepon mengagetkan Dewa yang baru saja tiba di parkir pengadilan negeri Jakarta Selatan. Ia melirik layar ponsel yang tergeletak di dasbord. Kerutan halus langsung tercipta di dahinya saat melihat nomor kantor tidak dikenal dari area Kejaksaan Agung berkedip di layar. ​Mengira itu adalah panggilan dari klien yang akan ia dampingi di ruang sidang pagi ini, Dewa menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu di telinganya. ​"Selamat pagi," sapa Dewa tegas dan formal. ​Keheningan menggantung selama dua detik, hanya terdengar helaan napas halus di ujung telepon yang sangat ia kenali. Hawa dingin seketika menyelimuti dada Dewa saat suara wanita itu akhirnya terdengar di telinganya. ​"Selamat pagi, Dewa..." panggil Tiara pelan, dengan nada manja sekaligus penuh kemenangan yang dibuat-buat. "Atau harus kupanggil sayang, seperti biasanya?" ​Dewa memejamkan mata sejenak, mengepalkan tangan kirinya di atas kemudi. Tensi di kepalanya langsung naik. "Tiara. Mau apa kam

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status