/ Rumah Tangga / Cinderella Milik CEO / Bab 1. Pria yang Memberikan Blazer

공유

Cinderella Milik CEO
Cinderella Milik CEO
작가: Queen Tere

Bab 1. Pria yang Memberikan Blazer

작가: Queen Tere
last update 게시일: 2022-09-08 21:04:42

Di kediaman keluarga Guez, terjadi kekacauan. Seorang pria tampan berjas hitam dengan beberapa bodyguard dan salah seorang asistennya yang berjas putih datang ke kediaman keluarga Guez untuk menagih hutang.

"Adi, hutangmu lima ratus ribu dollar dan bunganya seribu dollar kapan kamu bayar? Sudah satu tahun kamu berhutang tapi kamu baru mencicil lima puluh ribu dollar," ujar Liam sang asisten.

"Maaf Tuan Ares dan Tuan Liam, saya benar-benar sedang dalam keadaan susah. Kami tidak punya uang untuk membayarnya," ucap Adi bersimpuh dan memohon.

"Tidak punya uang? Kalau begitu bayar pakai nyawamu saja, ya?" Pria yang dipanggil Tuan Ares itu bertanya dengan seringainya.

"Ampun Tuan Ares. Kalau anda mau, anda bisa menikahi salah satu anak gadis saya," ujar Adi.

Saras-istri Adi sontak melotot. "Kamu gila mau bayar hutang pakai anak kita?" sentak Saras.

Bertepatan dengan itu, terdengar suara motor terparkir di halaman rumah diselingi canda tawa beberapa gadis.

"Ayah Ibu, kami pulang," ujar Angel dan Lia secara bersamaan.

"Lho ada apa ini Ibu? Kenapa banyak orang?" tanya Angel.

"Sudah sana kamu masuk saja, mana Ella?" tanya Saras.

"Biasa Bu, harus jalan kaki sebelum ke rumah. Jadi mungkin sekarang dia lagi panas-panasan di jalan." Angel tertawa setelah mengucapkan kalimat itu.

"Ya sudah sana cepat masuk!" titah Saras

Angel dan Lia pun masuk ke dalam hingga tak terlihat lagi oleh orang-orang di ruang tamu.

"Itu anak-anak kamu?" tanya Ares.

"I-iya Tuan," jawab Adi.

Ares mengangguk-angguk. "Ada yang lain?" tanyanya.

Adi dan Saras saling pandang, ingin berbohong tentang Ella tapi mereka takut jika suatu saat Ares mengetahuinya malah membuat mereka celaka.

"Ada," jawab Adi.

Di luar rumah terdengar suara langkah kaki yang kian mendekat. Rupanya itu adalah Ella yang baru pulang sekolah.

"Jadi bagaimana Adi?" tanya Liam.

Belum sempat Adi menjawab, Ella terlebih dahulu memasuki rumah yang membuat semua perhatian mengarah padanya. "Aku pulang," ucap Ella.

Ella menatap orang-orang asing di ruang tamu itu hingga tatapannya berhenti pada seorang pria berjas hitam yang juga menatapnya. Pria itu adalah pria yang memberikan blazer kepada Ella tadi pagi.

Flashback on

Hari ini jalanan becek dan banyak genangan air karena semalam hujan deras. Baru setengah jalan Ella berlari, motor yang dinaiki kedua kakaknya melaju kencang tepat di sampingnya hingga menyemburkan air ke seragam Ella. Terdengar tawa kencang dari mereka seolah berhasil mendapatkan lelucon.

Ella rasanya ingin menangis, bagaimana bisa ia ke sekolah dengan kondisi seragam seperti ini? Ella celingukan untuk melihat apa yang bisa membantunya. Biasanya Ella membawa cardigan di dalam ranselnya. Tapi hari ini ia lupa membawanya karena Ella habis mencucinya kemarin.

Ella melihat seorang pria berkacamata hitam sedang bersandar di sebuah mobil sport. Tidak ada lagi orang lain di sini. Ella memberanikan diri mendekati pria itu.

"Permisi Tuan, apakah anda punya jaket?" tanya Ella kepada pria itu.

Pria itu memandang Ella cukup lama hingga membuat Ella kikuk. Kemudian pria itu melepas kacamatanya.

"Bisa kamu ulangi pertanyaanmu?" ucap pria itu.

"A-apakah anda pu-punya jaket?" tanya Ella terbata-bata karena pria itu menatapnya cukup intens.

Ella tersadar, ia tak punya banyak waktu lagi. Mungkin sekarang waktunya tinggal beberapa menit lagi. Ya Tuhan, kirimkan lah bantuan untuk Ella.

"Tolong Tuan, saya hari ini ada ujian kenaikan kelas. Dan seragam saya terciprat genangan air karena ada kendaraan yang lewat asal-asalan. Tolong berikan saya jaket atau apapun itu yang bisa menutupi seragam saya yang basah." Ella memohon.

Pria itu mengangguk-anggukan kepalanya. "Ini saya punya blazer yang rencananya saya hadiahkan untuk pacar saya. Tapi karena kamu butuh, saya berikan untuk kamu." Pria itu mengambil sebuah paper bag dengan logo branded ternama di dunia dan menyerahkannya kepada Ella.

"Terimakasih Tuan, semoga Tuhan membalas kebaikan anda," ucap Ella seraya membungkuk.

Ella tak punya banyak waktu lagi. Setelah ia pamit kepada pria itu, Ella segera berlari dan memakai blazer berwarna putih itu. Ia membuang paper bag itu asal-asalan. Ella tak tahu apa logo yang tertera di paper bag itu. Yang ia tahu, blazer tersebut sama seperti blazer lain. Soal kantong tidak mempengaruhi pakaian. Sungguh gadis yang polos dan tak tahu dunia luar.

Flashback off

"Apakah itu anakmu?" tanya Ares seraya menunjuk Ella.

"Iya Tuan," jawab Adi.

"Saya akan nikahi dia maka semua hutangmu lunas." Ucapan Ares membuat semua orang di ruang tamu terkejut.

Ella terkesiap, ia sampai membulatkan mulutnya karena ia ingin bicara tetapi mulutnya seperti tertahan sesuatu. Kemudian Ares membisikkan sesuatu kepada Liam hingga Liam menganggukkan kepalanya.

"Kami pamit dulu, nanti kami hubungi lagi," ucap Liam.

Ares dan rombongannya pergi, tapi sebelum Ares benar-benar keluar dari rumah, Ares mengedipkan sebelah matanya kepada Ella yang semakin memporak-porandakan perasaan Ella.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Cinderella Milik CEO   Bab 107. Cinderella

    Pesta ulang tahun Clara berantakan. Vania memutar video penggeledahan kamar Bram di hadapan semua orang yang hadir di pesta ulang tahun."Cepat katakan, siapa yang menyuruhmu?!" bentak Vania kepada Bram.Clara memandang Bram tajam seakan mengisyaratkan untuk tidak membocorkan kejadian sebenarnya."Tidak ada," jawab Bram pelan."Tidak mungkin! Kau tidak akan seberani ini jika tidak ada yang menyuruh dan melindungimu," teriak Vania. "Jika kamu tidak mau mengaku, maka aku akan menelepon polisi dan kau akan dipenjara!"Perlahan, Bram mengangkat jari telunjuknya. Suasana semakin tidak karuan ketika Bram menunjukkan jarinya tepat ke arah Clara."Tidak! Jangan percaya padanya! Dia bohong," teriak Clara dengan tubuh gemetar."Aku ada buktinya, tapi tolong jangan penjarakan aku."Suasana tegang itu sedikit teralihkan ketika Ella bangun dari pingsannya."Aku dimana? Aku kenapa?" Ella bermonolog.Vania pun segera memberikan segelas air putih kepada Ella. Setelah Ella meneguk air putih tersebut,

  • Cinderella Milik CEO   Bab 106. Pesta Ulang Tahun Clara

    Ini adalah pertama kalinya Ella membuka masker di kelas karena presentasi. Semua mahasiswa kaget ketika melihat wajah Ella. Kini siapa yang tak kenal Ella istri Tuan Ares Roy Mason? Tentu semua orang mengenalnya.Selesai jam pelajaran, para mahasiswa menghampiri Ella. Banyak yang meminta foto kepada Ella."Saya mau pulang, sopir saya sudah menunggu," ucap Ella ketika teman-teman sekelasnya menghalangi Ella untuk pulang."Kau boleh pulang jika kau sudah menandatangani bukuku," ucap seorang mahasiswa.Ella menghela nafas lelah dan memilih menuruti teman-teman sekelasnya. Tanpa mereka ketahui, ada beberapa wanita yang memandang Ella sengit. Mereka adalah sebuah geng yang populer yaitu geng beautiful devil. Geng tersebut adalah sebuah geng berisi anak para pengusaha terkenal.Clara, ketua geng itu adalah anak pengusaha pelayanan jasa transportasi. Dan dua antek-antek Clara yaitu Megan dan Zerlin. Dengan dagu terangkat, Clara menerobos kerumunan menghampiri Ella. Para mahasiswa pun menyin

  • Cinderella Milik CEO   Bab 105. Bernard Dan Lia

    "Hahahahaha." Suara tawa memenuhi kebun belakang mansion Ares.Randy memanjat pohon mangga dan ditertawakan oleh semua orang. Ini semua Randy lakukan demi Rahma."Korban ngidam, hahahaha," ejek Shaka."Awas kamu Shaka!" ucap Randy kesal.Shaka memfoto Randy dengan ponselnya berkali-kali."Lumayan, dapat aib," ucap Shaka dalam hati.Setelah mendapat sepuluh mangga, Randy pun turun perlahan dari pohon. Di bawah pohon sudah terdapat Rahma yang menangkap mangga hasil memanjat Randy."Aziel mau, Tante." Aziel menengadahkan tangannya di hadapan Rahma."Ini." Rahma pun memberikan dua buah mangga kepada Aziel.Aziel pun bersorak bahagia dan segera menghampiri Ella yang baru saja pulang kuliah."Bunda, aku dapat buah!""Sini Bunda kupasin!""Saya saja yang kupasin agar sekalian," ucap Rahma menyela."Baiklah."•••Lagi dan lagi, Bernard menarik nafas lelah ketika melihat Lia terus saja diam. Mood gadis itu telah rusak gara-gara kejadian tak mengenakkan di pantai tadi. Bernard sudah berusaha me

  • Cinderella Milik CEO   Bab 104. Ngidam

    Hari ini adalah hari pertama Ella kuliah. Ella sudah menyiapkan segala keperluan kuliahnya sejak subuh. Ares sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasme Ella.Sebuah gaun berwarna putih dengan panjang dibawah lutut dengan blazer berwarna coklat tersemat di tubuh Ella. Rambutnya ia ikat menggunakan scrunchie. Ia juga memakai kacamata dan masker agar ia nanti tak menjadi pusat perhatian. Mengingat dirinya sudah dikenal sebagai istri seorang Ares Roy Mason."Bagaimana penampilanku, Ares?" Ella berputar-putar untuk meminta pendapat Ares."Always cantik."Ella tersenyum senang dengan pipi merona. Sejak dulu hingga kini, ia selalu baper setiap Ares memujinya."Sudah siap 'kan? Ayo aku antar," ucap Ares."Iya, ini sudah siap."•••"Huwek huwek." Rahma muntah-muntah di kamar mandi."Kenapa, sayang?" Randy bertanya."Tidak tahu, aku dari tadi mual," jawab Rahma.Raut wajah Randy tiba-tiba berubah menjadi senang. "Jangan-jangan kamu hamil?""Bisa jadi.""Aku beliin test pack, ya?" tawar Rand

  • Cinderella Milik CEO   Bab 103. Hal Baik

    Ella resmi diterima di Kaleya University. Ia mengambil jurusan manajemen bisnis. Mengetahui kabar bahagia itu, Ella pun menangis terharu seraya memeluk Ares."Akhirnya aku keterima, Ares," ucap Ella bahagia."Iya, sayang," ucap Ares lembut. "Bagaimana kalau kita rayain ini?""Mau, tapi aku boleh request perayaannya?""Boleh, dong, sayang.""Kita bagi-bagi sembako gratis dan uang untuk orang-orang fakir miskin. Boleh?"Hati Ares terenyuh melihat ketulusan di mata Ella ketika mengungkapkan permohonannya."Untuk yang kesekian kalinya, aku dibuat jatuh cinta sedalam-dalamnya kepadamu, Ella," celetuk Ares. "Hatimu itu terbuat dari apa?"Ella tersenyum. "Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan orang lain.""Iya, boleh. Sekarang siap-siap dulu, yuk."•••Setelah menginap beberapa hari di hotel, Randy dan Rahma pulang ke rumah Randy yang baru. Rumah itu terletak tak jauh dari mansion Ares. Rumah itu adalah pemberian Ares sebagai kado pernikahan untuk Rahma dan Randy.Kini, Randy tetap beke

  • Cinderella Milik CEO   Bab 102. Rahma Dan Randy

    Acara pernikahan Rahma dan Randy digelar di hotel milik Ares. Setelah mengucap janji suci, pesta pernikahan pun digelar. Semua orang sibuk berdansa mengikuti alunan lagu.Tokoh utama acara ini, Randy dan Rahma berdansa di atas panggung sementara para tamu berdansa di bawah panggung."Kamu cantik," bisik Randy.Pipi Rahma bersemu merah. Ia pun menunduk karena malu dan salah tingkah."Angkat kepalamu, manis." Randy mengangkat dagu Rahma agar wanita itu mendongak."Randy, jangan terus menggombal," ucap Rahma."Hahahaha. Aku suka wajahmu yang memerah karena malu," sahut Randy."Ehem, panas banget hawanya," celetuk Shaka sambil melirik-lirik ke arah Randy dan Rahma."Kalau mau dingin ke kutub utara sana!" sahut seorang bodyguard."Males, tidak ada wanita di kutub utara," ujar Shaka."Dasar, pikirannya hanya tentang wanita saja," ucap Randy geleng-geleng kepala.•••Lia dan Bernard pergi ke kamar mandi untuk membenahi make up Lia yang luntur karena keringat. Berdansa selama beberapa puluh m

  • Cinderella Milik CEO   Bab 46. What is Broken Can Be Put Back Together

    Ujian sudah selesai di hari kemarin, maka dari itu Ella sekarang libur sekolah selama seminggu.Ella saat ini sedang sarapan bersama Ares di ruang makan. Situasi saat makan terasa hening karena Ella dan Ares tidak mengucapkan sepatah kata pun saat makan. Memang sudah menjadi tradisi keluarga Mason ba

  • Cinderella Milik CEO   Bab 43. Mengganggu

    Di malam hari, terdapat panggilan telepon di ponsel Angel. Karena sekarang Angel berada di rumah sakit jiwa, maka Lia lah yang menyimpan ponsel Angel. Sebelumnya ponsel Angel kehabisan paket data namun sudah diisi oleh Lia. Barulah Lia melihat banyak sekali telepon dan pesan dari sebuah kontak berna

  • Cinderella Milik CEO   Bab 41. Ella's Special Day (2)

    Lima menit sebelum acara ulang tahun Ella akan dimulai, Raymond datang dengan sebuah paper bag kecil dan sebuah buket bunga berwarna biru bercampur putih yang sangat indah di genggamannya."Halo Ella sayang," sapa Raymond."Halo Ayah," sahut Ella.Raymond dan Ella pun berpelukan. Sebenarnya Ares sediki

  • Cinderella Milik CEO   Bab 40. Ella's Special Day

    Hari Selasa menjadi hari terakhir untuk Ella mengerjakan ujian tengah semester. Ella telah selesai mengerjakan ujiannya dan sekarang ia bersantai-santai sekaligus mengobrol dengan Miss Laila. Es teh melati dengan beberapa camilan tersaji di meja yang membuat obrolan terasa semakin seru.Namun tiba-ti

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status