ログインMatahari berada tepat di atas kepala, bersinar dengan cahaya yang terang dan panas, namun hal itu justru menambah semangat dan kehangatan bagi keduanya. Damian membawa Rosemary berjalan-jalan menyusuri pantai, berjalan bertelanjang kaki, merasakan lembutnya pasir putih di bawah telapak kaki, sambil bergandengan tangan, berpelukan dan berbagi ciuman.
"Di sini terlalu panas, aku akan membawamu ke tempat yang lebih sejuk."
Rosemary mengikuti langkah Damian, kali ini pria itu mengan
"Selamat pagi, Tuan Reeves."Tidak ada jawaban dari sapaannya, Sarah Hansel tetap berusaha tersenyum menampilkan wajah polosnya. "Aku harus mengejar dirinya, menyadarkan dirinya jika ada perempuan yang dapat menerima dirinya apa adanya." ucapnya di dalam hati dengan ekor mata yang melirik ke arah Damian Reeves yang berdiri tidak jauh darinya di dalam lift yang akan membawa mereka ke lantai yang sama.Hanya ada mereka berdua, jantung Sarah berdebar-debar kencang. Ekor matanya kembali melirik pada pria yang tampak begitu tenang dan terlihat dingin."Apa anda sudah sara-"Ting!Suara pintu lift terdengar, memutus kalimat tanya dari Sarah Hansel. Pintu lift yang terbuka membuat Damian Reeves segera keluar dan meninggalkan Sarah begitu saja.Sarah menelan ludahnya, pangkal lidahnya terasa pahit karena lagi-lagi dia mendapatkan penolakan dari Damian Reeves."Dia mengabaikanku karena terpaksa." batinnya sambil merapikan rambutnya yang sudah tertata rapi. "Dia harus tahu jika ada wanita yang
"Aku sudah melakukan segalanya, kenapa dia mengabaikan diriku?"Jeritan Sarah Hansel memenuhi udara kamarnya, dia tidak sedang memenuhi permintaan Steven Hill untuk menggoda pria bernama Damian Reeves demi balas dendam atas hal yang tidak dia ketahui.Dia benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama dengan sosok Damian Reeves, tidak hanya dirinya hampir semua wanita di perusahaan mengatakan jika saja Damian Reeves belum menikah, mereka pasti akan berusaha menjatuhkan diri mereka pada pria itu.Tampan dan mapan, daya tarik Damian Reeves sangatlah kuat.Rasa frustasi kembali memenuhi pikirannya, dia ingin meniru gaya berbusana Rosemary Steele, tetapi tidak banyak foto bahkan berita tentang Rosemary Steele. Kehidupan wanita itu terlihat begitu terjaga dari pemberitaan, kedatangan wanita itu di perusahaan juga tidak bisa membuatnya dapat meniru gaya Rosemary Steele.Terkadang Rosemary Steele datang mengenakan gaun merk ternama yang melebihi gajinya, terkadang Rosemary Steele datang deng
"Maaf, Tuan Reeves."Usaha pertama Sarah Hansel untuk mendapatkan perhatian dari Damian Reeves. Cangkir kopi tampak jatuh di atas karpet abu-abu bahkan membasahi ujung celana Damian.Tidak ada ucapan yang keluar dari bibir Damian Reeves, pria itu berlalu begitu saja melewati Sarah yang masih berdiri kaku dan merasa kalah.Dia masih membayangkan adegan-adegan antara CEO dan bawahannya yang ceroboh, kemudian timbul perasaan di antara mereka. Sayangnya, itu semua tidak terjadi di antara dirinya dan Damian Reeves.Dia harus memutar otaknya, bagaimana caranya agar Damian Reeves mengenalinya dan tertarik kepada dirinya."Rosemary Steele maksudmu?"Sarah Hansel memasang wajah polos, tetapi dipenuhi rasa ingin tahu tentang Rosemary Reeves."Aku dengar dia sangat cerdas, selain menjadi desaigner lepas di kantor kita, dia juga pernah memenangkan beberapa kompetisi. Gayanya sih selalu manja dengan Tuan Reeves dan Tuan Steele, tetapi kurang tahu juga."Manja, sikap yang selalu membuat ego laki-la
Pertemuan pertama, akhirnya Sarah Hansel bertemu untuk pertama kalinya dengan Damian Reeves. Penampilan Damian Reeves melebihi bayangannya, tidak hanya tampan, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan pria lain yang lebih keren dari Damian Reeves.Dia mengira Damian akan mengenakan setelan lengkap seperti para CEO yang dia lihat pada film atau yang tertulis pada novel. Di pertemuan pertamanya, Damian mengenakan kemeja hitam dengan celana jeans hitam, lengan kemejanya digulung hingga siku. Rambut gelap Damian terlihat berantakan, tetapi juga rapi secara bersamaan yang membuatnya semakin terlihat menarik.Damian memang tidak meliriknya, pria itu tidak berjalan cepat, langkah kakinya yang lebar membuatnya terlihat berjalan dengan cepat dan segera menuju ruang kerjanya."Dia memang datang untuk pekerjaan, biasanya istrinya yang akan mencairkan suasana, membawakan kopi dan cemilan." ucap rekan kerja yang duduk di sampingnya.Sarah Hansel menganggukkan kepalanya. "Aku kira dia tidak menyukai
Kehadiran Damian Reeves yangbsedang ditunggu-tunggu oleh Sarah Hansel tidak juga kunjung datang. Dia selalu menyimak pembicaraan rekan-rekan kerja seniornya tentang bos dari pada bosnya tersebut."Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan dia kan banyak, nggak seperti kita.""Kalau tidak seperti itu, bagaimana dia bisa membiayai istrinya yang cantik itu."Sarah melirik ke arah rekan kerjanya yang sedang bergosip. Mereka benar-benar menikmati hari-hari tanpa kehadiran Damian Reeves, sementara dirinya begitu penasaran pada sosok Damian Reeves."Mereka memang serasi, aku dengar pasangan Tuan Steele juga sepupu dari Tuan Reeves."Telinga Sarah kembali menegak mendengar nama baru yang di sebutkan oleh rekan kerjanya."Siapa Tuan Reeves?" tanya Sarah dengan nada polos, bola matanya membesar bergerak ke kanan ke kiri untuk memberikan kesan menggemaskan."Adam Reeves, dia rekanan Damian Reeven juga ipar dari Damian Reeves." jawab salah satu rekan kerjanya yang membuat Sarah mengangguk-anggukkan kepala
Hari pertama masuk kerja, Sarah Hansel sudah menampakkan pesonanya. Dia datang dengan penampilan yang sempurna: pakaian rapi yang pas di badan, riasan wajah yang mempesona namun tetap terlihat profesional, dan senyum ramah yang membuat siapa saja merasa senang dengan kehadirannya. Sarah bersikap ramah pada semua orang, cerdas menjawab pertanyaan, dan sangat cepat memahami tugas-tugas yang diberikan kepadanya.Dia akan menjadi pegawai kontrak selama dia belum lulus kuliah dan Sarah menyetujuinya. Tujuannya bukan menjadi pegawai tetap, tetapi mendapatkan Damian Reeves.Rasa kecewa kembali melanda dirinya karena ketidak hadiran Damian Reeves di perusahaan, sudah dua minggu dia bekerja dan dia sama sekali belum pernah bertemu sosok Damian Reeves. Dari informasi pegawai yang dia dapatkan, Damian Reeves sedang berada di luar negeri untuk bisnis.Dia tidak banyak bertanya tentang sang pemilik perusahaan, tetapi informasi yang dia dapatkan tentang Damian Reeves cukup banyak.Dimulai dari bisn
Tubuh Rosalia menjadi tegang dan kaku, dia sedang bersama Adam, memerankan dirinya sebagai sepupu yang lugu, tetapi saat ini di club yang dia datangi matanya segera mengangkap sosok Steven yang sedang bersama Max. Keduanya duduk di meja bar, dengan segelas bir yang telah berkurang setengah gelas. M
"Racun?"Anggukkan kepala Damian menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Rosemary.Tubuh Rosemary menegang, pikirannya menjadi kalut. Seseorang sedang berusaha menyakitinya dan tidak menutup kemungkinan akan menyakiti Damian."Kenapa?"Kali ini Damian tidak dapat mem
"Damian."Panggil Rosemary pada Damian yang membersihkan dirinya di kamar mandi. Jemarinya segera membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci, kepulan uap panas dari air pancuran membuat kaca pembatas area basah dan kering tertutup embun yang menampilkan siluet tubuh Damian.Rosem
Berhasil menjadi juara utama dalam kontes desain seragam di perusahaan milik keluarga Reeves, perusahaan yang dipimpin oleh Damian tidak juga membuat Rosalia merasa senang."Selamat Rosalia." suara Adam cukup mengejutkannya, di sebelah Adam tampak perempuan cantik yang juga tersenyum ke ar







