LOGINKaca jendela menampakkan kabut yang begitu tebal, sudah dua bulan lamanya Rosalia terkurung di dalam rumah yang pernah menjadi kenangannya bersama Mattiash.Rasa bosan mulai melanda, dia bahkan tidak pernah menginjakkan kakinya di halaman mansion. Dulu, Mattiash akan mengajak dirinya untuk berjalan-jalan di taman bahkan berkuda.Mattiash tidak pernah mengurungnya, ttetapi dirinya yang berusaha menutupi hubungan mereka dan Matiash juga menyetujuinya atau lebih tepatnya pria itu menghomati keputusan dan keinginannya.Ada rasa sesal di dalam diri Rosalia, hanya saja setiap kali dia mengingat sikap kasar Matttiash terhadap dirinya rasa sesal itu kembali lenyap."Rosa, apa kamu bosan?"Suara Bertrand menyadarkan dirinya,dirinya tidak sendirian lagi bersama para pelayan yang juga jarang menemaninya."Iya, aku ingin pulang ke Waterbay." jawabnya sambil tersenyum pahit."Baiklah, akhir pekan nanti kita akan pulang. Hujan baru saja turun di sana."Rosalia kembali tersenyum pahit. Dia tahu dan
Kabut yang melintasi jendela kembali membawa Rosalia pada kenangannya bersama Mattiash. Entah dia harus merasa senang karena pada akhirnya dia tidak merasa kegerahan, atau dia merasa pilu karena di dalam mansion ini dia selalu merasa kedinginan.Bertrand memang selalu memberinya perhatian, tetapi pria itu juga selalu memiliki alasan untuk tidak bersama dengannya. Pinehill yang dulu dipenuhi gairah membara, sekarang bagaikan penjara dingin yang menahannya untuk melihat dunia luar.Sepanjang hari Rosalia berjalan-jalan mengelilingi mansion, dia bahkan tidak boleh keluar dan berjalan-jalan di taman.Seluruh pelayan yang menemaninya selalu mengatakan jika Bertrand sangat mencintainya dan menjaganya, tetapi dia tahu Bertrand sedang memperalat dirinya untuk mendapatkan keuntungannya. Tentu saja tidak akan semudah itu, keluarga Reeves memang terkenal licik, tetapi kakek dan ayahnya juga bukan orang yang bodoh dalam berkerja sama."Aku bosan." keluh Rosalia sambil memasukkan sebutir anggur ke
Rosalia meneguk ludahnya, dia sama sekali tidak menyangka jika dia akan kembali ke Pinehill. Bukan hanya Pinehill, tetapi juga rumah yang sama, rumah milik Mattiash yang kemudian menjadi milik Steven dan sekarang rumah ini menjadi milik Bertrand.Udara dingin segera menyambutnya saat dia keluar dari mobil, Waterbay memang sedang panas-panasnya dan hal itu sama sekali tidak akan terjadi di Pinehill yang tetap dingin dan berkabut."Kita ada di mana?" tanyanya dengan nada bingung.Bertrand Reeves bisa saja mengetahui jika dirinya pernah menjalin hubungan dengan Steven Hill, tetapi dia tetap akan merahasiakan masa lalunya bersama Mattiash. Dia akan merahasiakan dirinya yang mengetahui setiap sudut dari rumah megah yang pernah menjadi perjalanan hidupnya."Pinehill, apa kamu tidak tahu?"Rosalia menggeleng pelan, dia harus memainkan perannya. "Aku pernah mengunjungi Pinehill, tetapi aku tidak tahu jika kamu akan membawaku ke Pinehill." Rosalia menegaskan kalimatnya.Bertrand mengerutkan ke
"Hamil?"Mata Rosemary membulat sempurna saat dia mendapatkan kabar jika Rosalia sedang mengandung. Hal yang membuat pikirannya semakin liar.Rosalia menikah terburu-buru dengan Bertrand Reeves dan tiba-tiba hamil. Kali ini dia sedang bersantai di belakang vila, menikmati hembusan angin laut di sore hari sementara Damian dan Adam sedang bekerja sama mengurus Christian Reeves, bayi tampan yang baru berusia dua bulan.Kehidupannya bersama Damian begitu tenang, tidak ada lagi drama yang harus dia hadapi dari pria yang telah salah sangka terhadap dirinya dan tidak ada gangguan dari Rosalia yang telah menikah dengan Bertrand Reeves.Dia melahirkan putra tampan di damping suami tercintanya, kakaknya, orang tuanya dan orang tua Damian. Semua orang yang menyayanginya menemaninya, bahkan kakeknya juga menghubunginya melalui panggilan video.Tidak seperti Rosemary yang merasakan ketenangan, Damian justru sedang merasakan gejolak di dalam dirinya meskipun dia selalu terlihat sangat tenang demi R
"Bukankah dia sahabatnya Rosa?" Rosemary mengelus perutnya yang semakin membesar, gerakan janin di dalam perutnya begitu aktif setiap kali mendengar suara Damian. "Tewas kecelakaan dan Bertrand yang menabraknya? Kemudian Bertrand akan menikah dengan Rosalia?"Damian tersenyum mendengar pertanyaan beruntun dari istrinya yang tampak mengelus kembali perutnya dan dia tahu jika calon buah hati mereka sedang aktif di dalam sana ketika Rosemary menghembuskan nafasnya perlahan."Bersikap baiklah, kasihan mama." Damian berlutut di hadapan Rosemary, mengelus dan mencium perut Rosemary."Damian!" tegur Rosemary saat pria itu menyingkap gaun sutera yang dia kenakan, mengecupi kulit perutnya dan kecupan yang diberikan Damian semakin menjalar ke area sensitifnya."Apa kamu lupa apa kata dokter? Kita sudah boleh sering melakukannya."Wajah Rosemary memerah malu mendengarnya. Damian masih menggodanya, masih memuja dirinya dan mengutamakan dirinya. Rasa takutnya sirna begitu saja, dia percaya jika Da
"Kamu sudah bangun."Rosalia mengerjapkan matanya, kepalanya masih terasa pusing dan sekarang dia terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang menusuk pembuluh darahnya.Sejenak dia merasa bingung, memastikan siapa pria yang duduk di sampingnya dan menunggunya selama tidak sadarkan diri."Siapa?" tanyanya dengan tatapan bingung."Bertrand Reeves, apa kamu lupa?"Rosalia menganggukkan kepala. "Maaf, kita sudah lama tidak bertemu."Bertrand menganggukkan kepalanya, dia mengerti mengapa Rosalia tidak mengingat dirinya karena mereka memang telah lama tidak bertemu. "Perempuan itu, apa dia temanmu?"Anggukkan yang diberikan Rosalia membuat Bertrand mendesah resah."Dia sempat menghilang dan siapa sangka dia-" air mata kembali mengalir di pipi Rosalia. "Bagaimana dia meninggal?"Bertrand meneguk ludahnya. "Mobilku melindasnya, aku dalam perjalanan pulang dari Pinehill dan dia terbaring di jalanan, kabut membua
Masih di dalam acara makan siang yang terasa dingin, Steven terlihat gelisah. Dia ingin mengikuti Rosalia, tetapi tidak yakin apakah itu hal yang baik atau tidak. Dia menatap Giselle dengan pandangan yang bingung dan sedikit kesal. “Kenapa kamu membicarakan hal itu, Gigi? Kamu tahu hal dia
"Dia sudah sadar?" mata Rosemary membulat pada kakak dan suaminya saat mendengar berita terbaru tentang Steven Miller."Ya."Ketiganya terdiam, tenggelam di dalam pikiran masing-masing yang membuat ruangan menjadi terasa dingin."Sepertinya aku harus menjelaskan pada pr
Rosemary menggeliatkan badannya, senyum manis mengembang di bibirnya saat melihat ibunya datang membawakannya sarapan."Damian sedang pergi bersama Adam dan papa."Rosemary yang baru saja bangun segera tersadar, dia terbangun mengenakan piyamanya dan tubuhnya juga terasa bersih.
Sebuah kecupan lembut diberikan Damian pada bibir lembut Rosemary saat mereka berada di kamar, dia tahu jika kekasihnya sedang berakting dan akting Rosemary sangat sempurna. Jika saja Rosemary menjadi seorang aktrid, maka dia dapat meraih pemeran utama wanita terbaik, tetapi semua itu tidak akan







