LOGINSenyum tipis yang menawan diberikan Elizabeth Branch sepanjang kehadirannya di malam ini, penampilannya memang harus memukau dan menawan sepanjang waktu. Acara pesta malam ini di hadiri oleh pengusaha-pengusaha penting, bahkan Igor yang biasanya enggan mendatangi pesta formal, malam ini terlihat begitu bersemangat.
Igor membawanya ke tempat duduk mereka di ruang makan malam untuk acara pesta malam ini, meja-meja bundar dengan hiasan bunga mawar putih di tengah meja, ada dRosalia memejamkan matanya, dia baru saja pulang dari kencannya bersama Steven. Perlakuan Steven membuatnya merasa dimabuk cinta, tidak seperti dulu di mana kegiatan mereka lebih banyak dihabiskan dengan bercinta. Kali ini semua kata-kata Hilda terbantahkan, Steven tidak mencari kehangatan tubuhnya. Pria itu bahkan hanya memberikan ciuman selamat malam karena Rosalia harus bekerja keesokan harinya. Semua berjalan begitu lambat dan manis seperti keinginannya jika suatu saat dia kembali menjalin cinta. Dada Rosalia menjadi berdebar-debar dengan sikap manis Steven yang lembut dan penuh perhatian, pria itu juga tidak lagi bicara tentang Rosemary yang membuat dirinya semakin merasa tenang. Tidak ada lagi tatapan penuh dendam si mata Steven, yang dia lihat hanyalah tatap teduh yang membuatnya semakin merasa kali ini mereka berada di hubungan yang benar. Steven berusaha mencintai dirinya dengan perlahan, tetapi pasti begitu juga dengan dirinya. Bukan lagi cinta cinta dipenuhi dengan na
"Steve?" Rosalia segera memayungi tubuh Steven yang basah di bawa guyuran hujan. Wajah pria itu tampak pucat, rambut-rambut kasar tampak tumbuh tidak terawat di wajah Steven. "Apa yang harus aku lakukan, Rosa?" Raut wajah Rosalia tampak bingung melihat penampilan dan mendengar suara parau pria itu. Tanpa ragu dia segera membawa Steven menuju kamar apartemennya. Dia segera membawakan jubah mandi agar pria itu dapat berganti pakaian untuk sementara dan merasa hangat setelah terguyur oleh air hujan, Rosalia segera mengeringkan pakaian basah Steven pada mesin pengering pakaian. Jantungnya berdebar cepat, Steven telah rapi kembali. Wajahnya terlihat bersih setelah bercukur dan tanpa sadar Rosalia memperhatikan tubuh Steven yang terpahat indah, dulu dia tidak begitu memperhatikan Steven. "Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu menangis?" Steven menghela nafasnya. "Aku tidak bisa berpisah denganmu, hidupku menjadi kacau sejak kita berpisah. Aku sudah selesai dengan dendam ku terhadap Ros
Hantaman benda keras hampir menghancurkan tempurung kepala Ella, melihat hasil pemeriksaan dan penjelasan dari dokter membuat tubuh Steven terasa dingin. Di dalam pikirannya, Damian Reeves berusaha membungkam Ella sebagai satu-satunya orang yang mengenal wajah dari kekasih Mattiash. Dia masih menduga jika Rosemary adalah kekasih Mattiash. Sulit baginya untuk membayangkan Rosalia yang memiliki sikap lemah lembut mampu melukai seseorang, ditambah Rosalia juga tidak memiliki seseorang yang bisa diandalkan."Biarkan aku yang menjaga bibi, anda bisa pulang terlebih dahulu."Steven menganggukkan kepalanya. "Apa kamu sama sekali tidak mengenal atau pernah melihat kekasih Mattiash. "Gery terdiam, dia tidak yakin apakah dia dapat mengatakan jika dia pernah melihat kekasih majikan bibinya atau dia diam demi menutupi kesalahannya. Steven menatap tajam ke arah Gery yang terlihat bimbang. "Aku hanya ingin tahu apa kamu pernah melihat perempuan itu atau tidak? Aku tidak akan menghukummu. "Mat
Udara terasa begini dingin meskipun hari ini Pinehill sedang dihujani sinar matahari, kabut sama sekali tidak muncul bahkan langit yang biasanya diselimuti awan saat ini berwarna biru cerah. "Apa maksud kalian?" Steven berjalan mondar-mandir dihadapan tiga pekerja lainnya. Tukang kebun yang biasa merawat tanaman dan rumput mansion, istri dari tukang kebun yang sering membantu Ella membersihkan rumah dan keponakan laki-laki Ella yang juga sering membantu membersihkan serta menjaga rumah. "Bibi dipukul oleh seseorang, sekarang dia mengalami koma." Jawaban dari keponakan laki-laki Ella yang bernama Gary membuat Steven memijat pelipisnya. Dia terlambat datang, seseorang berusaha menghilangkan saksi untuknya. "Apa pelakunya sudah ditemukan? " Ketiga orang tersebut menggelengkan kepala mereka serentak. "CCTV?" "Tidak ada CCTV di tepi hutan, Paman Caine menemukan bibi tergeletak di tepi hutan. " Gary kembali menjawab pertanyaan Steven. "Tepi hutan?" Kali ini mereka bertiga ser
"Tidak bisa, aku tidak akan mengijinkannya." Kening Steven berkerut, dia sudah tahu jawaban yang akan diberikan oleh pria yang ada di hadapannya. Dia hanya sedang mencoba dan juga meyakinkan dirinya jika Rosemary memang bersalah. "Apa kamu pikir aku dan istriku berbohong?" Pertanyaan yang membuat wajah Steven memerah malu seakan-akan dia sedang tertangkap mencuri permen. "Aku mengenal istriku sejak dia masih kecil, hingga dia beranjak dewasa dan menjadi dewasa. Aku selalu mengawasinya dengan baik, bahkan saat dia berada di Waterbay dan aku berada di Brighton, aku masih mengawasinya. Tidak hanya aku, tetapi juga kakaknya, jadi tidak ada celah baginya untuk bermalam dengan seorang pria bahkan sampai hamil. Tidak ada kesempatan yang ku berikan untuk dia mengenal pria lain selain aku dan kakaknya." Steven kehilangan rasa percaya dirinya dan keyakinannya melihat tatapan Damian dan bagaimana pria itu mendominasi dirinya. Dia tahu jika pria yang berada di hadapannya saat ini sedang ti
Rosalia tersenyum tipis, apalagi yang bisa dia lakukan selain memberi semangat kepada Steven yang berniat menyakiti Rosemary serta Damian. Dia masih mendengarkan rencana-rencana Steven untuk menyakiti Rosemary. "Aku dengar dia sedang hamil." ucap Rosalia sambil memandang lurus ke arah Steven. Di mata Rosalia, wajah pria itu sama sekali tidak menyembunyikan rasa terkejutnya, menyakiti Rosemary sama saja menyakiti janin di dalam perut Rosemary dan bagi Rosalia hal tersebut sama saja menabuh genderang perang terhadap Damian Reeves. Sementara Steven tentu saja terkejut, dia tidak bodoh dan mudah baginya untuk paham mengapa Damian Reeves dan Rosemary Steele sangat niat mendatanginya pada malam itu. Semua tentu saja demi keamanan Rosemary dan calon anak mereka. Rasa ragu kembali menyelimuti diri Steven, bagaimana jika Damian Reeves dan Rosemary Steele berbohong padanya, bagaimana jika Rosalia memang tidak ada hubungannya dengan Mattiash. "Anak itu pantas mati, bukankah dia juga
"Maaf, Tuan Reeves."Usaha pertama Sarah Hansel untuk mendapatkan perhatian dari Damian Reeves. Cangkir kopi tampak jatuh di atas karpet abu-abu bahkan membasahi ujung celana Damian.Tidak ada ucapan yang keluar dari bibir Damian Reeves, pria itu berlalu begitu saja melewati Sarah yang masih berdir
Pertemuan pertama, akhirnya Sarah Hansel bertemu untuk pertama kalinya dengan Damian Reeves. Penampilan Damian Reeves melebihi bayangannya, tidak hanya tampan, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan pria lain yang lebih keren dari Damian Reeves.Dia mengira Damian akan mengenakan setelan lengkap se
Kehadiran Damian Reeves yangbsedang ditunggu-tunggu oleh Sarah Hansel tidak juga kunjung datang. Dia selalu menyimak pembicaraan rekan-rekan kerja seniornya tentang bos dari pada bosnya tersebut."Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan dia kan banyak, nggak seperti kita.""Kalau tidak seperti itu, bagaim
Berkali-kali Sarah Hansel memantaskan dirinya di depan cermin, sesuai arahan dan permintaan Steven, dia memasukkan lowongan pekerjaan pada perusahaan properti yang dipimpin oleh Damian Reeves.Menurut arahan Steven, satu-satunya cara mendekati Damian Reeves adalah dengan menjadi pegawainya. Pria it







