Share

Chapter 95

last update publish date: 2026-04-14 06:51:58

"Sepertinya aku salah waktu." ucap Adam yang duduk santai di sofa abu-abu pada penthouse tempat di mana Damian dan Rosemary tinggal.

Matanya melirik ke arah pelayan yang terlihat membawa gaun berwarna merah, tentu saja dia tahu apa yang telah terjadi di penthouse ini semalam atau tadi pagi. Bahkan dia juga tahu apa yang sedang terjadi sekarang ketika dia melihat dua pelayan tersebut saling berbisik dengan wajah memerah.

"Kalian tidak perlu berbisik-bisik, mereka memang sepe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 124

    Damian duduk diam, jari-jarinya saling bertaut menopang dagu. Matanya tajam menatap desain beberapa villa yang berada di atas meja kerjanya.Suara pintu yang terbuka membuatnya segera menoleh. Adam yang baru saja datang terlihat berjalan dengan santai dengan wajah yang berseri-seri."Wajahmu cerah sekali." nada mengejek terdengar jelas dari suara Damian. "Aku tebak, Gaby masih di sini?""Sialan!" umpat Adam sambil menarik kursi untuknya duduk. "Apa kalian benar-benar serius?""Aku menyukainya, dia gadis yang baik dan tidak merepotkan.""Merepotkan?"Adam menganggukkan kepala saat mendengar pertanyaan Damian dengan nada heran."Dia mandiri, dia juga mengerti jika aku akan mengabaikannya saat bekerja dan dia tidak memintaku selalu ada untuknya."Damian menghela nafasnya saat mendengar jawaban Adam.Mereka duduk saling berhadapan, terhalang oleh meja kerja dan kembali membahas tentang pembangunan properti yang akan berlangsung pada pertengahan musim semi. Enam unit villa harus sudah sel

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 123

    Rosemary duduk bersandar di dada bidang Damian, kulit mereka yang saling menyentuh selalu memberikan getaran-getaran geli di dalam dada bahkan di dalam perut Rosemary. Jari-jari lentik Rosemary bermain-main tanpa sadar di atas jari-jari Damian yang besar dan kokoh, dia kembali merasakan setiap lekukan dan garis yang begitu dia hafal.Jemarinya mengkait di antara jemari Damian, senyumnya mengembang saat Damian mengggenggamnya dan membawa tangan mereka ke bibir pria itu. Bibir lembut Damian menciumi punggung tangannya, hingga akhirnya kaitan jemari mereka terlepas dan jemari Damian berpindah menuju area sensitifnya."Aku lelah, Damian." protes Rosemary.Mereka baru saja selesai bercinta di atas sofa apartemen mereka, tubuh mereka bahkan masih lengket oleh keringat. Kini, bola mata Rosemary membulat sempurna saat matanya tertuju pada kejantanan Damian yang terlihat kembali mengeras.Bibirnya bisa berkata lelah, tubuhnya juga merasa lelah, tetapi getaran-getaran di dalam tubuhnya membuat

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 122

    "Pilek?"Rosemary menggelengkan kepalanya, dia bersin-bersin sepanjang sore ini saat menyambut Damian pulang kerja."Pakailah baju yang lebih hangat, Sayang."Tatapannya menyapu penampilan Rosemary yang selalu membangkitkan gairahnya. Rosemary mengenakan gaun pendek bermotif bunga seakan-akan mereka sedang berada di musim panas, gaun tanpa lengan dengan ikatan di leher dan Damian tahu sekali saja dia menarik pita pada tengkuk Rosemary maka gaun itu akan luruh di lantai."Aku mau kamu yang membuatku hangat." goda Rosemary saat membalas ucapan Damian, sebelah matanya berkedip menggoda."Gadis nakal."Damian segera menangkap tubuh Rosemary dan membenamkan tubuh kekasihnya itu di dalam pelukannya. Dia merasa heran pada dirinya yang sanggup menunggu Rosemary memasuki usia dewasanya, bahkan dia berusaha menahan pikiran liarnya saat Rosemary merelakan tubuhnya untuk dia jamah. Dia mencintai Rosemary melebihi apapun, tetapi yang paling utama dari rasa cintanya adalah Rosemary dapat hidup aman

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 121

    Steven membaca kembali surat milik Mattiash untuk kekasihnya.Dear Rose,Aku mencintaimu..Kamu adalah sinar cerah di dalam kegelapan hidupku, aku mencintaimu.Aku akan tetap mencintaimu, aku tidak akan menyalahkan dirimu.Aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi pendamping hidupku, aku akan menunggu hingga kamu siap menjadi seorang ibu.Aku mencintaimu, Rose.Matanya terpejam, helaan nafasnya berlangsung lembut."Jadi perempuan itu menggugurkan kandungannya dan pergi meninggalkan Mattiash?""Benar Steve."Steven menghela nafasnya, dia tidak tahu apa yang sudah dia lakukan di masa lalu. Apakah dia berusaha mencari tahu penyebab kematian Mattiash? Apakah dia berusaha membalas dendam atas kematian Mattiash? atau dia mengabaikan begitu saja hal-hal yang menyebabkan kematian Mattiash."Menurutmu, apa yang harus aku lakukan, Ella?""Anda masih muda, lebih baik memikirkan bagaimana hidup anda berjalan dengan baik. Membalas dendam atau mencari tahu kebenaran hanya akan membuang-buang waktu

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 120

    Kabut dingin terilhat berarak melalui kaca jendela yang seketika berembun terkena hembusan kabut pada mansion mewah di Pinehill. Steven kembali mencari-cari kepingan ingatannya yang menghilang. Salah satu hal yang membuatnya menjauh dari Giselle dan Max.Dia merasa Giselle dan Max telah menyembunyikan sesuatu darinya, begitu juga Rosalia. Mereka semua seakan-akan menyimpan kepingan yang hilang, entah nama atau peristiwa dan Steven menduga jika semuanya berkaitan dengan masuknya dia ke penjara Kota Waterbay.Steven mulai membakar rokoknya, menghirup aroma kopi yang disajikan oleh pelayan yang rambutnya hampirt memutih seluruhnya. Pelayan setia ayahnya, wanita itu bahkan sudah ada sebelum dia lahir dan sekarang ada di saat dia kehilangan sebagian ingatannya."Seperti apa kekasih Mattiash?"Pertanyaan Steven membuat Ella bertanya-tanya, mengapa tuan mudanya bertanya kembali tentang kekasih kakaknya."Lupakan! Aku hanya merasa beruntung karena aku tidak kehilangan kenanganku bersama Matti

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 119

    "Selamaaaaaaat!!!" Suara letupan dari botol sampanye yang terbuka diiringi busa yang melimpah dari bibir botol menjadi sambutan dari Hilda saat Rosalia pulang dengan wajah dan rambut yang terlihat berantakan. Aroma tubuh wanita itu bahkan dipenuhi dengan aroma keringat, laut, matahari dan parfum mahal yang bercampur jadi satu. "Aku mau mandi dulu. Rasanya gerah sekali." Hilda menganggukkan kepalanya, matanya kembali tertuju dan mengawasi Rosalia yang berjalan menuju kamar mandi dengan rasa khawatir. Dia memutuskan untuk menyibukkan diri dengan menyiapkan cake, gelas kristal berkaki dan juga garpu untuk menikmati cake buah persik yang sudah dia siapkan. Semua sesuai dengan kesukaan Rosalia. Di dalam kamar mandi, Rosalia menatap wajahnya pada cermin. Wajahnya benar-benar berantakan, matanya terlihat sembab dan bengkak, bedak dan perona pipi yang dia kenakan tidak lagi tertempel rapi pada wajahnya, rambutnya yang selalu tertat

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 67

    Malam yang cerah membuat Rosemary memilih berjalan-jalan di atas geladak, menikmati bintang-bintang yang bertaburan di langit gelap dan memandangi dalamnya lautan.

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 64

    Tatapan sinis diberikan Adam kepada Rosemary yang terlihat begitu manja terhadap Damian, dia sendiri sudah menduga cepat atau lambat Rosemary akan berada di dalam pelukan pria yang juga sahabatnya terseb

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 63

    "Aku mendengar kapalmu pernah bermasalah."Damian menganggukkan kepalanya, mengiyakan kata-kata Adam meskipun dia bersikap acuh karena sedang memeriksa semuanya. Tidak hanya mesin, tetapi juga rekaman dari kamera yang berada pada setiap sudut kapalnya dan juga bahan makanan dan minuman yan

  • Cinta Bersalut Dusta   Chapter 62

    "Apa kalian sudah berkenalan dengan pacarnya Rosalia?"Pertanyaan Susanna di saa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status