Share

Bab 361

Author: Yovana
Steven yang berada di dalam ruang privat juga secara kebetulan melihat Vanesa.

Tatapan mereka bertemu dan Vanesa segera mengalihkan pandangannya. "Nggak usah, kami sudah punya janji."

Vanesa pun langsung mengajak Tania dan Bella ke ruang privat di sebelah.

Jessica memperhatikan pintu ruang privat itu tertutup, matanya mengerjap-ngerjap.

Kemudian, dia berbalik badan menatap Steven dan bertanya dengan pasrah, "Maaf, Pak Steven. Aku salah bicara lagi, ya?"

Steven tidak mengatakan apa-apa, dia hanya melirik Regan.

Regan menundukkan kepalanya, dia terlihat sangat sedih.

Steven pun menarik pandangannya, sorot tatapannya tampak kelam.

Di ruang privat di sebelah.

Vanesa menaruh Bella di kursi anak.

Tania melirik Bella dan berpikir sejenak, lalu bertanya, "Vanesa, apa pendapatmu tentang Bu Jessica?"

Vanesa berhenti sejenak dan berkata dengan tenang, "Biasa saja."

Bella sedang makan buah. Matanya yang besar melirik ibunya, lalu ke Tania.

Tania pun tidak berkata apa-apa lagi.

Lebih baik tidak m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Hakuna Matata
Steven Benar2 Hilang Akal Dan Punya Ego Tinggi. Betul Yang Vanesa Bilang Dia Cuma di manfaatin buat ngurus anak Pelacur itu
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
jgn kak Regan juga plin plan punya sifat jahat camila dan Hana biar diasuh bpk gilanya Steven biar besar JD bajingan kayak Steven sombong arogan
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
dirinya kejam sadis menyiksa venesa meratukan pelacur dan anak haramnya demi cintanya PD pelacur
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 900

    Alya refleks menoleh ke arah Ricky.Begitu menyadari tatapan ibunya, Ricky langsung berbalik dan berjalan ke arah mesin capit boneka di samping.Anak itu terlalu pengertian.Sikapnya terlalu dewasa untuk anak seusianya, sampai-sampai membuat orang merasa perih di hati.Alya menghela napas pelan dalam hati, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke Emran."Dari sebelum sampai sesudah menikah, total waktu kita bersama bahkan nggak sampai dua bulan. Kita sudah bertengkar dan ribut berkali-kali. Menurutku, kita memang benar-benar nggak cocok," ujar Alya.Itulah jawabannya.Namun, Emran masih enggan melepaskan."Aku tahu semua itu kesalahanku. Aku akan berubah. Kalau begitu pun masih nggak bisa?" tanya Emran lagi."Sudahlah," kata Alya. Dia menggeleng pelan sambil berkata, "Sekarang aku cuma mau berpisah denganmu.""Tapi aku nggak mau. Alya, aku menyesal. Aku tahu dulu aku memperlakukanmu dengan buruk. Aku benar-benar akan berubah. Tolong beri aku satu kesempatan lagi, ya?" ucap Emran.Dia m

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 899

    Ricky mengangguk dan bertanya, "Jadi, waktu itu yang mengajukan cerai itu Bibi Vanesa ya?""Iya, kenapa? Kamu kira Steven itu sebaik apa? Kalau dia memang sebaik itu, mana mungkin Bibimu sampai mau bercerai," ucap Emran sambil mendengus dingin. "Kalau begitu, aku rasa Paman Steven pasti sangat mencintai Bibi Vanesa, makanya dia mau menyetujui perceraian itu. Dilihat dari sini, Paman Steven tahu gimana cara menghormati Bibi Vanesa," ucap Ricky.Emran terdiam.Seiring obrolan mereka berlanjut, Emran akhirnya menyadari ada yang tidak beres.Dia menatap Ricky dengan kesal dan berkata, "Dasar bocah! Kamu ini sedang menyindirku, ya?"Ricky menggelengkan kepala, lalu berkata, "Ayah, aku hanya merasa Ayah seharusnya menghormati Ibu."Ricky meletakkan burger-nya, menatap ayah kandungnya sendiri, dan hanya bisa mengeluh dalam hati. Ayahnya ini benar-benar susah diajak maju."Meski aku baru delapan tahun, aku tahu betul kalau dulu sikap Ayah terhadap Ibu sangat buruk. Ayah sama seperti orang-ora

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 898

    Dia ingat, dulu saat Alya masih SMP, makanan favoritnya adalah burger panggang.Alasan dia mengingatnya begitu jelas adalah karena Vano tidak mengizinkan Alya makan makanan tidak sehat, akhirnya berkali-kali Alya menyuruh Erick membelikannya diam-diam. Saat itu, Alya benar-benar sedang berada di masa paling memberontak dan keras kepala. Jumlah burger panggang yang dia makan secara sembunyi-sembunyi di belakang Vano, setidaknya mencapai puluhan.Emran sendiri tidak tahu kenapa. Hal-hal kecil yang dulu tidak pernah dia anggap penting, beberapa hari ini justru terus muncul kembali satu per satu di benaknya, dan semuanya begitu jelas.Alya tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya menunduk menekan layar ponselnya.Pada saat itu, sebuah pesan e-mail dari Vanesa masuk.Isinya adalah draf perjanjian perceraian yang disusun langsung oleh Steven.Datang terlalu cepat tidak sebaik datang di waktu yang tepat.Tanpa ragu, Alya langsung meneruskan e-mail surat perjanjian perceraian itu kepada Emran.Set

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 897

    Alya sedikit tertegun. "Kamu nggak suka Ayah?" tanya Alya."Bukan begitu," jawab Ricky. Dia mengatupkan bibirnya sejenak, kemudian berkata, "Aku cuma lebih suka tinggal di Gedung Witanda. Di sana lebih ramai, aku suka.""Kalau begitu, Ibu akan bicarakan dengan mereka," kata Alya."Ya," ucap Ricky. Dia menggenggam tangan ibunya sembari melanjutkan, "Ibu tenang saja. Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh. Nanti kalau aku sudah besar dan lulus, aku akan pulang membantu Ibu mengurus perusahaan. Saat itu Ibu nggak perlu capek-capek lagi!"Hidung Alya terasa perih. "Baik, Ibu akan menunggu Ricky tumbuh besar dan membantu Ibu mengurus perusahaan," ucap Alya.Ricky mengangguk dengan sungguh-sungguh dan berkata, "Aku pasti nggak akan mengecewakan Ibu!"Percakapan dari hati ke hati antara ibu dan anak itu pun berakhir.Hati Alya terasa jauh lebih lega.Dia mengeluarkan ponsel dan memesan dua tiket bioskop untuk pertunjukan pukul tiga sore.Setelah itu, Alya mengajak Ricky bermain di wahana ana

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 896

    Ricky mengangkat kepala dengan perasaan heran, tetapi tanpa siap langsung beradu pandang dengan mata ibunya yang basah oleh air mata.Seketika itu juga Ricky panik. Dia buru-buru meletakkan gelas minuman ke atas meja, lalu mengambil tisu dan menyekanya ke wajah sang ibu. "Ibu, kenapa Ibu menangis?" tanya Ricky.Alya mengangkat tangan dan menggenggam tangan putranya yang memegang tisu, lalu mengisap hidung pelan. "Ricky, Ibu akan bercerai dengan Ayahmu. Apa kamu akan menyalahkan Ibu?" tanya Alya."Nggak," jawab Ricky dengan sangat tegas. Raut wajahnya pun ikut mengeras. "Ibu, aku sudah delapan tahun. Ibu nggak perlu khawatir aku akan marah. Apa pun keputusan Ibu, aku akan mendukung Ibu," ujar Ricky."Lalu gimana dengan perasaanmu? Sejak kecil kamu nggak punya ayah, dan baru sekarang bisa bertemu serta mengakuinya. Apa kamu nggak akan merasa sedih?" tanya Alya lagi."Meski kalian bercerai, kalian tetap Ayah dan Ibuku. Aku mengerti itu. Di kelasku juga ada beberapa teman yang orang tuanya

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 895

    Pintu mobil tertutup dan Alya berkata kepada Lexa, "Ayo pergi.""Baik."Lexa mengganti gigi dan menginjak pedal gas, mobil Bentley Mulsanne itu pun melaju menuju pintu keluar tempat parkir bawah tanah.Ekspresi Emran menjadi sangat muram. Dia mengeluarkan kotak rokoknya, menyalakan sebatang rokok dan berdiri diam sambil merokok sendirian....Di mal terbesar di pusat kota.Alya mengajak Ricky ke bagian pakaian di lantai tiga untuk membeli pakaian.Gigi susu anak-anak sekitar usia tujuh atau delapan tahun mulai tanggal, jadi bisa dibilang ini adalah periode canggung bagi penampilan mereka. Namun, Ricky sama sekali tidak terpengaruh oleh periode canggung ini.Wajahnya tetap tampak begitu halus dan tampan.Dia mewarisi kulit cerah Alya, jadi dia terlihat bagus mengenakan pakaian apa pun.Ini adalah kali pertama Alya secara pribadi mengajak Ricky berbelanja pakaian.Meskipun Alya tahu Ricky memiliki semua yang anak itu butuhkan, Alya tidak bisa menahan luapan kasih sayang keibuannya. Dia i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status