Share

Bab 607

Author: Yovana
Kamar tipe suite presiden tempat Davina menginap berada di lantai atas hotel dan menawarkan privasi yang sangat tinggi.

Vanesa mengetuk pintu dan tidak lama kemudian pintunya terbuka.

Di dalam pintu, Davina mengenakan gaun krem. Wajahnya tampak mulus, tetapi bibirnya sedikit pucat.

"Kak Vanesa, terima kasih telah datang menjengukku," kata Davina dengan isak tangis.

Sebagai seorang wanita, Vanesa dapat melihat bahwa kondisi Davina saat ini sebenarnya tidak baik.

Dia melangkah masuk ke dalam kamar dan Davina menutup pintu di belakangnya.

"Kak Vanesa mau minum apa? Ada kopi, teh, atau jus ...."

"Davina, aku di sini bukan untuk bernostalgia dan mengobrol." Vanesa menyela Davina dan menatapnya, lalu berkata, "Katakan saja apa pun yang ingin kamu katakan."

Davina menatap Vanesa dengan mata berkaca-kaca.

"Kak Vanesa, apakah kamu kecewa padaku?"

"Nggak ada gunanya menanyakan itu sekarang." Vanesa menatap Davina. "Davina, kamulah yang paling tahu seberapa besar usaha dan kerja kerasmu untuk men
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Chairul Sulistiya Rahayu
aku pingin Steven muncul gimana wajahnya terbakar kah
goodnovel comment avatar
Asna Arif Cinaka
Mudah2an yg dikandung Devina bukan anaknya Vanesa, siapa tau sempat sel telurnya tertukar, kan waktu Vanesa masuk kamar operasi, Steven sempat menghubungi seseorang.
goodnovel comment avatar
Zhen Zhen
rita andriani . semoga steven menggalkan rencana jerry. . jujur setelh steven meninggal aq lompat2 bacanya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 896

    Ricky mengangkat kepala dengan perasaan heran, tetapi tanpa siap langsung beradu pandang dengan mata ibunya yang basah oleh air mata.Seketika itu juga Ricky panik. Dia buru-buru meletakkan gelas minuman ke atas meja, lalu mengambil tisu dan menyekanya ke wajah sang ibu. "Ibu, kenapa Ibu menangis?" tanya Ricky.Alya mengangkat tangan dan menggenggam tangan putranya yang memegang tisu, lalu mengisap hidung pelan. "Ricky, Ibu akan bercerai dengan Ayahmu. Apa kamu akan menyalahkan Ibu?" tanya Alya."Nggak," jawab Ricky dengan sangat tegas. Raut wajahnya pun ikut mengeras. "Ibu, aku sudah delapan tahun. Ibu nggak perlu khawatir aku akan marah. Apa pun keputusan Ibu, aku akan mendukung Ibu," ujar Ricky."Lalu gimana dengan perasaanmu? Sejak kecil kamu nggak punya ayah, dan baru sekarang bisa bertemu serta mengakuinya. Apa kamu nggak akan merasa sedih?" tanya Alya lagi."Meski kalian bercerai, kalian tetap Ayah dan Ibuku. Aku mengerti itu. Di kelasku juga ada beberapa teman yang orang tuanya

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 895

    Pintu mobil tertutup dan Alya berkata kepada Lexa, "Ayo pergi.""Baik."Lexa mengganti gigi dan menginjak pedal gas, mobil Bentley Mulsanne itu pun melaju menuju pintu keluar tempat parkir bawah tanah.Ekspresi Emran menjadi sangat muram. Dia mengeluarkan kotak rokoknya, menyalakan sebatang rokok dan berdiri diam sambil merokok sendirian....Di mal terbesar di pusat kota.Alya mengajak Ricky ke bagian pakaian di lantai tiga untuk membeli pakaian.Gigi susu anak-anak sekitar usia tujuh atau delapan tahun mulai tanggal, jadi bisa dibilang ini adalah periode canggung bagi penampilan mereka. Namun, Ricky sama sekali tidak terpengaruh oleh periode canggung ini.Wajahnya tetap tampak begitu halus dan tampan.Dia mewarisi kulit cerah Alya, jadi dia terlihat bagus mengenakan pakaian apa pun.Ini adalah kali pertama Alya secara pribadi mengajak Ricky berbelanja pakaian.Meskipun Alya tahu Ricky memiliki semua yang anak itu butuhkan, Alya tidak bisa menahan luapan kasih sayang keibuannya. Dia i

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 894

    "Abaikan dia." Alya bahkan tidak menatap Emran, nadanya makin dingin.Lexa hanya mengatupkan bibir dan melirik Emran dengan hati-hati.Emran sudah cukup sering diperlakukan Alya dengan dingin selama beberapa hari terakhir, jadi Emran sudah agak kebal.Emran pun menatap Ricky, "Nak, Ayah juga nggak perlu bekerja hari ini. Apa Ayah boleh ikut?"Ricky mengernyit. "Jangan tanyakan pertanyaan seberbahaya itu padaku, langsung tanya saja pada ibuku."Emran hanya terdiam.Ada bedanya antara anak yang dilahirkan secara biologis dengan yang dibesarkan sendiri.Jauh lebih berbeda lagi apabila anak itu dilahirkan dan dibesarkan dengan tangan sendiri.Ricky telah tinggal bersama ibunya selama bertahun-tahun. Soal kasih sayang, tentu saja anak itu lebih menyayangi ibunya.Itu sebabnya di momen penting, Ricky akan tetap memihak pada ibunya.Ricky mendongak ke arah Alya dan bertanya, "Ibu, apa boleh kita makan siang KFC?""Boleh." Alya menatap putranya. "Tapi, makanan seperti itu nggak sehat. Makan se

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 893

    Alya menahan emosinya dan bertanya dengan lembut, "Ricky, kamu mau nonton film apa?"Ricky mengerjap-ngerjapkan matanya, dia akhirnya menyadari bahwa ibunya benar-benar akan mengajaknya ke bioskop."Kalau ...." Ricky tersenyum dan bertanya, "aku mau nonton film pembasmi iblis, boleh?""Tentu saja." Alya meraih tangan putranya. "Kalau begitu, ayo kita ke mal sekarang. Ibu nggak perlu bekerja hari ini, jadi Ibu bisa menemanimu seharian ini.""Hore!" Ricky mengangguk dengan antusias, matanya berbinar-binar bahagia.Lexa sudah selesai mengemasi barang-barang Alya dan menutup resleting koper kecil itu."Bu Alya, semua sudah siap.""Oke, aku mau ajak Ricky ke mal. Bisakah kamu mengantar kami ke sana dulu, lalu tolong bawakan koperku kembali ke rumah Keluarga Nantar?""Baik," jawab Lexa.Alya mengajak Ricky keluar.Emran refleks minggir untuk memberi jalan bagi mereka.Sebenarnya, Emran datang menemui Alya setiap hari. Namun, karena Alya tidak ingin bertemu dengannya, dia tidak pernah masuk k

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 892

    Vano juga tidak tahu bahwa pria itu menggunakan buku nikah untuk menjebak adik perempuan kesayangannya.Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa suatu hari nanti, pria itu akan secara pribadi mengantar adik perempuan kesayangan Vano menuju kematiannya ....…Setelah Alya dan Blake pergi, si kepala departemen kembali ke kantornya. Dia mengeluarkan ponselnya dan menekan sebuah nomor."Pak Emran, Nona Alya dan Pak Blake sudah pergi."Suara Emran terdengar dingin dan dalam dari ujung telepon sana. "Apa mereka menanyakan sesuatu?""Mereka bertanya apa ada orang lain yang menemui Pak Vano hari ini," jawab si kepala departemen dengan jujur. "Tapi, aku nggak membocorkan rahasia Pak Emran.""Bagus, kamu harus merahasiakan bahwa aku menghubungimu.""Jangan khawatir, aku akan melakukannya."Setelah menutup telepon, Emran mengangkat tangannya dan memijat pangkal hidungnya.Semoga masalah ini berjalan lancar.Emran yakin bahwa ini adalah kesempatan terbesarnya untuk merebut kembali Alya!...Hari

  • Cinta Kita Sudah Sampai Ujung   Bab 891

    ...Sekitar empat puluh menit kemudian, mereka tiba di sanatorium.Saat Blake keluar dari mobil, ekor matanya sekilas melihat sebuah mobil yang familier.Blake sontak tertegun.Kenapa Emran juga ada di sini?Alya yang masih berada di dalam mobil ikut memandang keluar mengikuti arah pandangan Blake.Dia juga melihat mobil Emran.Ekspresi Alya langsung berubah menjadi dingin."Ayo kita naik dulu." Blake membuka pintu kursi roda dan membantu Alya duduk.Setelah Alya duduk, Blake dengan penuh perhatian menutupi kaki Alya menggunakan selimut kecil.Sikap perhatiannya bukanlah sesuatu yang disengaja, itu adalah tindakan yang natural dan muncul karena kebiasaan.Alya beranggapan bahwa semua dokter seperti ini dan tidak terlalu memikirkannya....Kamar Vano berada di lantai 20, di kamar pribadi paling mewah.Blake telah memberi tahu pihak sanatorium, jadi ketika mereka keluar dari lift, dokter yang merawat Vano sudah menunggu mereka bersama timnya.Setelah saling menyapa, dokter yang bertugas

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status