PRAMUGARI TAHANAN MILIARDER

PRAMUGARI TAHANAN MILIARDER

last updateปรับปรุงล่าสุด : 2025-10-01
โดย:  Diane Mitdaยังไม่จบ
ภาษา: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
2 การให้คะแนน. 2 ความคิดเห็น
6บท
446views
อ่าน
เพิ่มลงในห้องสมุด

แชร์:  

รายงาน
ภาพรวม
แค็ตตาล็อก
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป

Penerbangan ke Monaco seharusnya biasa saja. Tapi, semua berubah ketika pion emas milik Maximo jatuh tepat ke balik seragam Selena. Pramugari itu menolak membuka bajunya, membuat sang miliarder murka.Sejak saat itu, Selena bukan lagi pramugari ... dia hanyalah tahanan pribadi miliarder.

ดูเพิ่มเติม

บทที่ 1

Tiket Sekali Jalan

Langit malam selalu terlihat indah dari ketinggian tiga puluh ribu kaki.

Orang-orang menyebutnya pemandangan terbaik di dunia.

Bintang lebih dekat.

Awan seperti kapas.

Kota-kota di bawah tampak seperti gugusan cahaya kecil yang tenang.

Tapi bagi Alya, langit tidak pernah benar-benar terasa indah.

Langit hanya tempatnya bekerja.

Tempatnya tersenyum palsu selama berjam-jam.

Tempatnya pura-pura baik-baik saja.

Padahal hidupnya sedang runtuh pelan-pelan.

“Makeup-mu luntur, Ly. Touch up dikit,” bisik Rina di ruang kru.

Alya tersentak kecil. Ia menatap cermin.

Benar.

Maskaranya sedikit pudar di sudut mata. Entah karena lelah… atau kurang tidur.

Semalam ia tidak tidur.

Tagihan rumah sakit masuk lagi.

Nominalnya bertambah.

Selalu bertambah.

Seakan-akan angka-angka itu sengaja mengejeknya.

Rp 287.450.000

Ia bahkan hafal sampai digit terakhir.

Uang sebanyak itu mustahil untuk pramugari kontrak seperti dirinya.

Gajinya habis untuk cicilan kos, makan, dan obat ibunya.

Tabungan? Sudah lama kosong.

Pinjaman? Menumpuk.

Telepon penagih hutang berbunyi seperti alarm neraka setiap hari.

Tapi seragam biru mudanya tetap harus rapi.

Senyumnya tetap harus manis.

Karena di pesawat, penumpang tidak peduli hidupmu hancur atau tidak.

Yang mereka mau hanya pelayanan.

“Ly?” Rina menyenggol lengannya.

“Kamu melamun lagi.”

Alya tersenyum cepat. Senyum profesional.

“Capek aja.”

“Flight terakhir kok malah kelihatan mau pingsan.”

“Abis ini cuti dua hari. Istirahat total.”

Ia berbohong.

Besok ia harus bolak-balik rumah sakit.

Mengurus administrasi.

Memohon perpanjangan waktu pembayaran.

Lagi.

Selalu begitu.

Boarding dimulai pukul 20.40.

Pesawat malam selalu berbeda rasanya.

Lebih sepi.

Lebih dingin.

Lampu kabin redup, seperti sengaja membuat semua orang ingin cepat tidur.

Alya berjalan menyusuri lorong sambil menyapa penumpang satu per satu.

“Selamat malam, Pak.”

“Welcome onboard.”

“Seat 14A di sebelah kanan, Bu.”

Rutinitas.

Berulang.

Tanpa rasa.

Sampai langkahnya terhenti di kursi paling depan.

2A.

Seorang pria duduk sendirian.

Setelan jas hitam rapi. Terlalu rapi untuk penerbangan malam.

Tangannya bertumpu santai di sandaran kursi, tapi posturnya tegak. Tegas. Berwibawa.

Jam tangannya berkilau halus terkena cahaya.

Bukan jam biasa.

Alya tahu tipe itu.

Harga jamnya mungkin setara gaji setahun.

Laptop tipis terbuka di depannya. Ia mengetik tanpa melihat sekitar.

Aura dinginnya terasa bahkan sebelum Alya berbicara.

“Selamat malam, Pak. Boleh saya lihat boarding pass-nya?”

Pria itu menyerahkan tanpa menoleh.

Gerakannya singkat. Hemat. Seperti tak ingin membuang energi.

Nama di boarding pass membuat Alya membaca dua kali.

Arkan Mahendra.

Nama itu terdengar familiar.

Seperti pernah ia lihat di berita bisnis.

Tapi ia tak yakin.

“Silakan, Pak. Jika butuh bantuan, tekan tombol panggil ya.”

Tak ada jawaban.

Hanya anggukan kecil.

Alya melanjutkan langkah.

Namun entah kenapa, tengkuknya terasa dingin.

Seperti ada yang memperhatikannya.

Ketika ia menoleh sekilas—

Pria itu menatapnya.

Langsung.

Tajam.

Bukan tatapan tertarik.

Bukan juga ramah.

Lebih seperti seseorang yang… mengenali.

Padahal mereka belum pernah bertemu.

Alya buru-buru memalingkan wajah.

Jantungnya berdetak aneh.

Kenapa cuma ditatap begitu saja bisa bikin merinding?

Dua jam kemudian, pesawat mendarat.

Penumpang turun satu per satu.

Kabinnya kosong.

Tenang.

Alya menghela napas lega.

Selesai.

Tinggal beres-beres, lalu pulang.

Ia ingin cepat sampai kos, mandi air hangat, lalu tidur panjang.

Tapi rencananya hancur.

“Alya, ke kantor ground sekarang ya.”

Suara supervisor terdengar kaku.

Tidak biasa.

“Kenapa, Kak?”

“Ada urusan sedikit.”

Sedikit.

Kata yang terdengar sepele.

Tapi entah kenapa membuat perutnya mual.

Ruangan itu dingin.

Terlalu dingin.

Dua petugas keamanan berdiri di dekat meja.

Dan seseorang duduk di kursi tamu.

Santai.

Kaki disilangkan.

Seolah ruangan itu miliknya.

Alya berhenti di ambang pintu.

Jantungnya langsung jatuh.

Pria kursi 2A.

Arkan Mahendra.

Dia di sini.

“Dia orangnya?” tanya salah satu petugas.

Arkan mengangguk pelan.

Tatapannya tetap datar.

“Iya. Dia.”

Alya mengerutkan kening.

“Maaf… ada apa ya?”

Petugas mendekat.

“Nona Alya Pramesti, kami menemukan barang mencurigakan di bagasi Anda.”

“Barang… apa?”

“Uang tunai dalam jumlah besar. Dokumen palsu. Dan paspor berbeda nama.”

Darahnya seperti tersedot habis.

“A-apa? Itu bukan punya saya!”

“Kami temukan di koper Anda.”

“Tidak mungkin! Saya cuma bawa seragam!”

Tangannya gemetar.

Napasnya memburu.

Ia menoleh ke Arkan tanpa sadar.

Berharap.

Entah berharap apa.

Penjelasan?

Pembelaan?

Tapi pria itu justru berdiri.

Melangkah mendekat.

Sepatunya berderap pelan di lantai.

Setiap langkahnya membuat ruangan terasa makin sempit.

Ia berhenti tepat di depan Alya.

Terlalu dekat.

Alya bisa mencium aroma parfum maskulin yang dingin.

“Mau keluar dari masalah ini?” tanyanya pelan.

Suaranya rendah. Tenang. Mengintimidasi.

“A-apa maksud Anda…?”

Ia menatap lurus ke mata Alya.

Tanpa emosi.

Tanpa simpati.

“Utang ibumu tiga ratus lima puluh juta.”

Alya membeku.

Bagaimana dia tahu?

“Saya bisa lunasi malam ini juga.”

Jantungnya berhenti berdetak.

“Tapi,” lanjutnya,

“kamu ikut saya.”

Sunyi.

“Sebagai apa…?”

Tatapannya tak berubah.

“Sebagai milik saya.”

แสดง
บทถัดไป
ดาวน์โหลด

บทล่าสุด

บทอื่นๆ

ถึงผู้อ่าน

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

ความคิดเห็น

mefnus
mefnus
mantap seru
2025-09-29 19:23:30
1
0
Diane Mitda
Diane Mitda
don't stop being sexy ...‍...
2025-09-29 17:00:49
1
0
6
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status