Share

Bab 252

Author: Nayla
Waktu terakhir kali dirawat di rumah sakit, Scarlett masih ingat bahwa Ryan-lah yang mengusirnya keluar dari sana. Meskipun semua itu mungkin dilakukan atas perintah Devan, Scarlett tetap merasa Ryan memang sungguh ingin melihat mereka berdua bercerai.

Namun, Scarlett tetap menjaga sopan santun dan tidak memilih untuk mengabaikannya. Dia tersenyum tipis dan berkata, "Menurutmu, orang datang ke hotel biasanya buat apa? Tentu saja untuk pesan kamar."

Ryan sempat mengira kalau dia akan panik atau s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Sintia S S
di Ryan ni emng dokter kepok ya, heran GK ada kerjaan apa ya tuh si rumah sakit, sampai" selalu ikutin urusan orang lain
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
dasar lelaki banci si Ryan...lbh rempong drpada emak2 mulutnya ember...suka ngurusin urusan yg bukan hak nya....kan lu jg yg bikin mereka cerai..Knp skrg lu bingung scarlet mau sama laki mana aja...urus aja hidup Lo sendiri..sama si pelakor noh..dibantuin..dah diusir Devan dr vilamya..
goodnovel comment avatar
Suryat
si Ryan di kasih hadiah apa sih sm si vivian kyknya dukung banget devan sm vivian
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 500

    Vivian tertegun. "Kamu ....""Scarlett, jangan keterlaluan." Ryan tidak tahan lagi dan bersuara keras dari tengah kerumunan.Scarlett mencibir. "Keterlaluan? Yang dia bunuh itu sebuah nyawa kecil. Aku hanya menyuruhnya berlutut. Apa harga dirinya lebih berharga dari satu nyawa?"Ryan terdiam. Dia menoleh ke arah Devan dan melihat Devan tidak berniat membela Vivian, jadi dia hanya bisa menutup mulut.Para wartawan mencium peluang, segera menyuruh fotografer mendekat untuk memotret Scarlett dan Vivian dari jarak dekat.Vivian menggertakkan giginya, berusaha sebisa mungkin terlihat tenang. Untungnya, dia sudah menebak bahwa Scarlett tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja hari ini dan dia juga sudah mempersiapkan diri.Bahkan sebenarnya dia khawatir Scarlett akan memilih berhenti sampai di sini."Kalau aku berlutut, kamu akan maafin aku?" tanya Vivian pelan, lalu maju dua langkah ke arah Scarlett dan menarik tangannya.Dalam sekejap, Scarlett tiba-tiba teringat kejadian sebelumn

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 499

    Ini adalah pertama kalinya dia memberikan respons yang begitu ketus.Belum sempat para wartawan pulih dari keterkejutan mereka, beberapa pengawal berjalan mendekat, lalu membisikkan sesuatu di telinga beberapa wartawan yang tadi mempersulit Scarlett.Mereka tampak tidak rela, tapi tetap patuh dan meninggalkan tempat itu.Scarlett tidak memedulikan keributan di belakangnya. Dia berjalan ke depan Vivian dan berhenti. Jarak mereka sekitar satu meter, tapi orang-orang di sekitar tetap bisa merasakan ketegangan tak terlihat.Vivian mengepalkan jarinya.Tadi dia melihat dengan sangat jelas, Devan menyuruh orang untuk mengusir para wartawan yang mempersulit Scarlett. Selain itu, sejak Scarlett muncul, pandangan Devan selalu tertuju padanya. Pria itu tidak melirik Vivian sama sekali.Walaupun Vivian sudah menebaknya dari dulu, rasa cemburu di dalam hatinya tetap tidak bisa dikendalikan.Kenapa? Jelas-jelas dia dan Devan adalah sepasang kekasih. Yang dicintai Devan seharusnya dia. Lalu Scarlett

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 498

    Saat ini, di rumah sakit.Setelah Scarlett pergi, Edric selalu merasa ada yang tidak beres. Dia hendak menyusul, tapi saat itu juga menerima sebuah telepon. Melihat itu telepon dari Nadya, Edric tidak ragu dan langsung mengangkatnya.Dua hari lalu, setelah Harris menebak bahwa Florence berada di vila, dia mengerahkan banyak tenaga untuk menutup rapat tempat itu. Karena khawatir akan terjadi sesuatu, Nadya pun secara sukarela kembali untuk menyelidiki situasinya."Florence kena masalah."Tanpa menunggu Edric bertanya, Nadya langsung memberitahunya lebih dulu.Dengan singkat dan jelas, dia menjelaskan bahwa dalam beberapa hari ini Harris sudah menemukan Florence dan bahwa Florence didiagnosis mengidap penyakit mematikan. Ekspresi wajah Edric perlahan menjadi serius."Kak Harris sudah menutup rapat kabar ini. Sekarang dia mencari dokter ke mana-mana untuk mengobati Florence. Bahkan Keluarga Levronka juga nggak tahu soal ini."Setelah itu, Nadya kembali mengingatkannya, "Untuk sementara ja

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 497

    Seolah-olah sudah menebak dia akan berkata begitu, Edric memandangnya dengan penuh apresiasi, lalu tersenyum penuh pengertian. "Aku punya satu informasi, mungkin kamu butuh. Mau dengar?"Scarlett berpikir sejenak, lalu bertanya dengan nada mencoba, "Vivian nggak hamil?"Edric mengangkat alis. "Kamu tahu?"Scarlett menyahut, "Cuma dugaan."Vivian sudah memakai sepatu datar, tidak lagi melakukan nail art, dan perilakunya memang seperti wanita hamil. Namun, setelah beberapa kali bertemu dan memperhatikan dengan saksama, dia merasa Vivian tidak seperti wanita hamil yang benar-benar menjaga anaknya.Hari itu saat Devan menghalanginya di jalan, ketika Vivian muncul, dia langsung berlari cepat ke sisi Devan.Scarlett ingat saat dirinya hamil, dia bahkan tidak berani bergerak terlalu kasar, apalagi berlari seperti itu yang bisa mengguncang perut. Belum lagi kalau sampai terpeleset dan jatuh, bayinya bisa keguguran.Dia merasa jika Vivian ingin menggunakan anak itu untuk mengikat Keluarga Laksm

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 496

    Keesokan harinya.Langit tampak mendung, tapi suasana hati Scarlett malah sangat baik.Pagi-pagi dia kembali menemui dokter untuk menanyakan kondisi pemeriksaan Edric. Dokter mengatakan bahwa semua indikator tubuh Edric sudah kembali normal dan dalam dua hari lagi dia sudah bisa keluar dari rumah sakit.Scarlett merasa Edric masih terlihat agak lemah. Namun mendengar penjelasan dokter, hatinya yang sempat tegang akhirnya sedikit lega. Setelah membeli sarapan di bawah, Scarlett kembali ke ruang rawat.Edric sudah bangun, tampaknya sedang menelepon seseorang. Awalnya Scarlett berniat menunggu di depan pintu, tapi Edric sudah melihatnya."Baik, aku mengerti.""Hubungi aku kapan saja."Setelah berkata demikian, Edric langsung menutup telepon. Dia tersenyum dan berjalan mendekat, tatapannya tertuju pada termos di tangan Scarlett. "Bisa menantikan ada yang ngasih makan setiap kali aku bangun tidur itu rasanya enak sekali. Apa menu hari ini?"Scarlett membuka termos."Eh, kenapa kamu tahu aku

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 495

    "Eh, maksudku Kak Vivian selama ini terus menyelidiki Scarlett?"Pamela tersadar kembali. Informasi besar yang baru saja dia lihat membuat perasaannya campur aduk sampai dia tidak tahu harus terkejut karena yang mana dulu.Di dalam dokumen itu, ada banyak hal yang sama sekali tidak dia ketahui dan tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.Selain bukti-bukti bahwa Vivian merancang kecelakaan mobil untuk mencelakai Scarlett, ada juga satu bukti yang benar-benar di luar dugaan.Itu adalah riwayat obrolan antara Vivian dan Ryan.[ Vivian: Aku dengar Scarlett hamil? ][ Ryan: Ya. Beberapa hari lalu dia datang ke rumah sakit untuk kontrol kehamilan. Dokter yang menanganinya bilang sudah tiga bulan. ][ Vivian: anaknya Devan? ][ Ryan: Ya. ]Tak lama setelah Scarlett melakukan pemeriksaan kehamilan, Ryan juga sempat meragukan apakah ayah anak itu adalah Devan, sehingga dia menyuruh orang melakukan tes DNA. Hasilnya memang anak Devan.[ Ryan: Tapi Kak Vivian, jangan salah paham, di hati Kak Devan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 103

    Caksa menggelengkan kepala. "Dia nggak mengangkat telepon, pesan juga belum dibalas."Wajah Jane langsung terlihat kecewa.Wenny yang ada di samping menenangkan, "Mungkin dia sedang sibuk, jadi nggak sempat angkat telepon. Aku rasa kemarin Mavin punya kesan yang cukup baik padamu."Mendengar perkata

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 460

    Setelah berhasil melarikan diri, Scarlett baru menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Dia dan Edric sekarang adalah pasangan resmi. Edric terluka separah itu. Karena khawatir serta berterima kasih, menciumnya sebentar seharusnya bukan masalah besar.Lagi pula, dia hanya mencium Edric, tidak melakuk

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 472

    Florence keluar dari rumahnya. Benar saja, dia tidak melihat Harris.Di depan pintu berdiri seorang pemuda yang berwajah bersih tetapi asing. Aura di sekelilingnya lembut dan elegan. Cahaya hangat tengah hari jatuh di tubuhnya, seolah-olah melapisi dirinya dengan lapisan emas tipis.Entah mengapa, j

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 447

    Dia bukan lagi Scarlett yang tidak dicintai siapa pun. Jika dia mati, Edric pasti akan bersedih. Memikirkan hal itu, Scarlett mengatupkan giginya."Di mana Harris? Dia begitu membenciku, apa dia nggak berniat membunuhku sendiri?" Scarlett memaksakan suaranya tetap tenang, seolah sedang membicarakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status