Share

Bab 251

Author: Nayla
Menatap telepon yang baru saja terputus, Scarlett merasa ada sesuatu yang aneh dalam nada bicara Nadya tadi.

Dulu, dia pernah mendengar dari Edric bahwa hubungannya dengan Nadya sangat baik. Sebelum mereka kembali ke keluarga besar, keduanya hampir saling bergantung satu sama lain sejak kecil.

Namun sekarang, Nadya malah tidak tenang menyerahkan Edric kepada anggota keluarga lainnya, tapi bisa dengan begitu mudahnya memercayakan Edric pada seseorang yang baru ditemuinya satu kali?

Apakah Nadya b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Dyah Wijayanti
bahaya....mau bikin fitnah apa lagi si ryan
goodnovel comment avatar
Maple Tree
idih scarlet, biar aja pengawal yang bawa edric sok sok kuat. janda geraang ketandusan yah mau minta disiram
goodnovel comment avatar
Suryat
bajingan tengik si Ryan..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 468

    Kontrak itu sudah dilengkapi cap resmi, jelas Mavin sudah menyiapkannya sejak lama. Saat Scarlett memutuskan untuk kembali ke UME, Mavin sudah menyusun kontrak ini.Di dalam hatinya, UME selalu memiliki bagian untuknya. Ketika dia membutuhkan, tempat ini akan menjadi sandarannya.Hanya saja begitu Scarlett baru tiba di UME, dia langsung menjadi sasaran kritik semua orang. Bahkan Henry juga keberatan terhadapnya. Mavin tentu percaya bahwa Scalett pantas mendapatkan saham, tetapi orang lain kemungkinan tidak berpikir demikian.Mungkin, bahkan Scarlett sendiri juga berpikir demikian. Karena itu, Mavin terus menunggu sebuah kesempatan. Dan sekarang, inilah kesempatan itu.Scarlett mengangkat pandangannya.Di depannya, tatapan Mavin terlihat teguh dan serius. Namun dari matanya, Scarlett langsung memahami maksudnya.Mavin dipenuhi dengan pikiran tentang teknologi dan riset. Dalam hal perasaan, sebenarnya dia kurang peka. Sering kali Scarlett merasa Mavin ini adalah pria yang kaku.Namun pad

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 467

    "Aku mabuk pesawat. Sebulan lagi, aku nggak ingin terbang lima jam lagi ke sini.""Aku juga."Beberapa orang itu sengaja berbicara dalam bahasa asing yang sulit dipahami.Richard mendengarnya dengan susah payah. Mendengar keluhan mereka, meskipun hatinya kesal, di wajahnya tetap tersungging senyuman.Dia baru saja duduk di posisi ini. Dia tahu karena kewarganegaraannya, para bawahan tidak puas padanya. Mereka berkelompok untuk menentang dan mengucilkannya.Dengan ramah, dia berkata, "Kalian sudah bekerja keras. Aku akan traktir kalian jajanan khas di sini."Barulah ekspresi beberapa orang itu sedikit membaik.Richard mengeluarkan ponselnya dan memesan dua mobil. Saat menunggu, sebuah mobil bisnis panjang melaju melewatinya dan berhenti tak jauh darinya.Dari dalam mobil itu turun beberapa pria dan wanita berjas rapi dengan wajah asing. Saat melihat wanita yang berada di tengah, Richard tertegun.Wanita itu adalah penanggung jawab bisnis perusahaan teknologi terkemuka luar negeri bernam

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 466

    Richard mengerutkan kening dengan tidak senang.Jelas dia menganggap Scarlett sebagai sekretaris Mavin, mengira dia keluar untuk membantu Mavin keluar dari situasi sulit. Karena itu, dia menegur, "Kami lagi bahas urusan penting. Apa hakmu bicara di sini?""Mavin, orang-orang di bawahmu semua nggak ngerti aturan seperti ini?"Henry merasa sedikit terhibur saat melihat Scarlett datang.Dulu Mavin kembali ke tanah air bisa dibilang demi Scarlett. Sekarang Mavin sedang dalam kesulitan, Scarlett berani maju untuk membelanya. Hal ini cukup membuatnya menghargai Scarlett.Namun, sebenarnya alasannya terdengar agak lemah. Dia tidak benar-benar percaya Scarlett bisa mendapat kontrak besar.Henry mencibir dan membalas Richard, "Sebenarnya siapa yang nggak ngerti aturan? Menurutku, dibandingkan dengan orang-orang tertentu, orang-orang kami justru sangat tahu aturan."Richard mendengar nada sindiran itu. Dia begitu marah hingga terdiam. Namun, dia tahu temperamen Henry, jadi malas berdebat dengann

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 465

    "Masih ada satu bulan dari waktu yang kita sepakati dulu, kalian nggak punya hak untuk mengakuisisi UME!" Di ruang rapat, Henry menepuk meja dengan keras, wajahnya merah karena marah.Di seberangnya duduk beberapa orang asing. Di tengah-tengah ada seorang pria berambut hitam, sekitar 30 tahun.Menghadapi kemarahan Henry, ekspresinya nyaris tidak berubah. Dia menggeleng pelan dan berkata, "Kalau kasih sebulan lagi pun, akan sangat sulit bagi kalian untuk mencapai keuntungan yang sudah disepakati sebelumnya.""Aku sarankan kalian nggak perlu buang-buang waktu lagi. Lebih baik manfaatkan kesempatan ini untuk memperbarui CV dan memikirkan masa depan kalian."Emosi Henry langsung meledak."Siapa bilang kami nggak bisa menyelesaikannya? Pasar domestik kami sudah dibuka sepenuhnya. Cuma melampaui keuntungan kalian aja, 'kan? Kasih kami satu bulan lagi, kami pasti bisa mencapainya!"Pria itu tersenyum tipis. "Kamu tahu nggak berapa keuntungan pihak investor di luar negeri dalam setengah tahun

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 464

    Edric sudah menebak bahwa Devan akan datang mencarinya, jadi dia tidak merasa terkejut. Dia mengangkat kelopak matanya dan menatapnya dengan tenang.Devan masuk, menutup pintu, lalu berdiri di dekat pintu dengan sikap angkuh. Punggungnya bersandar pada dinding."Kamu terluka separah ini, kenapa dia nggak tinggal di sini merawatmu? Dia pergi ke mana?"Dia melihat Scarlett pergi tadi sambil membawa tas, jelas keluar dari rumah sakit dan tidak berniat kembali untuk sementara.Dulu saat dia hanya sakit biasa saja, Scarlett akan sangat gugup dan tinggal di sisinya tanpa beranjak untuk waktu yang lama.Memikirkan hal itu, hati Devan diliputi perasaan yang rumit. Dia pernah melihat seperti apa Scarlett mencintainya, jadi dia merasa mungkin saja Scarlett tidak terlalu mencintai Edric. Mungkin ada sesuatu yang tidak dia ketahui.Edric tahu apa yang sedang dia pikirkan. Pertanyaan itu seolah-olah menanyakan keberadaan Scarlett, padahal sebenarnya ingin menguji hubungan mereka lewat mulutnya. Sik

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 463

    "Kamu senang karena Mavin ya?" Mendengar itu, Edric tersenyum. Ada kesan kecemburuan di dalam suaranya. "Aku kira karena dapat uang."Scarlett menangkap nada cemburu dalam suaranya. Dia menatapnya dengan serius, duduk di tepi ranjang, memiringkan kepala sambil melihat wajahnya, lalu tersenyum ringan. "Kamu cemburu?""Hmm?" Edric mengangkat alis, memasang wajah dingin seolah-olah sedang marah.Scarlett tersenyum. Kedua tangannya menangkup wajahnya. "Jangan marah. Di hatiku, kamu dan Mavin itu berbeda.""Mavin adalah temanku. Teman yang sangat, sangat baik. Teman yang nggak akan pernah saling mengkhianati.""Kamu adalah pacarku, separuh hidupku yang paling kokoh, orang yang bisa diandalkan, yang menembus segala rintangan untukku.""Lagi pula, kalau UME bisa berdiri kokoh di Kota Nordigo dan berkembang pesat, aku dan Mavin baru bisa melindungi Florence, baru bisa membuatnya nggak lagi khawatir dengan tekanan dari Keluarga Levronka dan kembali dengan tenang.""Kalau suatu hari aku dan Mavi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status