Share

Bab 497

Penulis: Nayla
Seolah-olah sudah menebak dia akan berkata begitu, Edric memandangnya dengan penuh apresiasi, lalu tersenyum penuh pengertian. "Aku punya satu informasi, mungkin kamu butuh. Mau dengar?"

Scarlett berpikir sejenak, lalu bertanya dengan nada mencoba, "Vivian nggak hamil?"

Edric mengangkat alis. "Kamu tahu?"

Scarlett menyahut, "Cuma dugaan."

Vivian sudah memakai sepatu datar, tidak lagi melakukan nail art, dan perilakunya memang seperti wanita hamil. Namun, setelah beberapa kali bertemu dan memperh
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (27)
goodnovel comment avatar
Emena Gorya
segera tamatkan aja thor, lumayan juga uang habis tp cerita nggak kelar², kasihan para pencinta anda thor
goodnovel comment avatar
juliet
alhamdulillah aqirnya ud tamat jg
goodnovel comment avatar
lulu lula sifa
kelewat muter2 dan di ulang2 alur ceritanya, jd kehabisan ide dehh...... sampe berhari2 ga up bab baru
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 551

    Namun, Scarlett juga tidak menyingkirkan jas itu. Sebaliknya, dia merapatkan jas itu ke tubuhnya dan melanjutkan obrolannya dengan Edric.Jas pria yang sedikit kebesaran itu dikenakannya, memberikan kesan yang berbeda.Tidak jauh dari sana, Fadil duduk di sofa, menatap Devan di hadapannya dengan gugup.Sejak melihat Scarlett tadi, raut wajah bosnya memang sudah terlihat tidak baik. Sekarang, setelah melihat Scarlett mengenakan jas milik Edric, sendok di tangan Devan hampir saja diremas sampai bengkok."Pak Devan, gimana kalau kita pindah restoran saja ...?" usul Fadil dengan hati-hati. Dia hanya memilih restoran ini berdasarkan rekomendasi tempat wisata di internet. Dia sama sekali tidak menyangka dunia bisa sesempit ini. Cuma makan saja sudah bertemu Scarlett.Kalau hanya Scarlett seorang, mungkin masih tidak masalah. Masalahnya, Edric juga ada di sana dan keduanya tampak sangat dekat.Devan tidak menjawab. Dia hanya mengalihkan pandangan dengan ekspresi rumit, entah apa yang sedang d

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 550

    Saat Scarlett bangun, hari sudah sore. Langit tampak agak mendung, hanya ada sedikit cahaya kekuningan dari luar jendela yang masuk ke dalam kamar. Di kamar tidur hanya ada dia seorang diri.Scarlett melihat jam. Begitu sadar hari ternyata sudah malam, dia nyaris melompat dari tempat tidur.Dia pergi ke kamar mandi lebih dulu untuk membersihkan diri. Setelah selesai, dia keluar dari kamar dan baru melihat Edric sedang berbaring telentang di sofa ruang tamu dengan mata terpejam. Entah dia tertidur atau tidak.Scarlett mengambil selimut tipis, lalu berjalan menghampirinya dengan pelan dan menyelimutinya.Baru saja hendak berdiri, Edric tiba-tiba mengangkat tangan dan meraih pergelangan tangannya, lalu menariknya sedikit.Scarlett sama sekali tidak menduganya. Tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Edric. Dia tersentak kaget dan hendak bangkit, tetapi Edric sudah lebih dulu merangkul pinggangnya dan memeluknya erat."Lapar, tapi belum bisa makan. Biar aku peluk sebentar," ujar

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 549

    Entah ini hanya perasaannya saja atau bukan, Scarlett merasa wajah Edric tampak lebih pucat daripada sebelumnya.Sejak mengalami luka waktu itu, kondisi tubuh Edric sepertinya memang tidak pernah benar-benar pulih.Namun hari ini, entah kenapa dia terlihat semakin rapuh dan lemah."Kenapa dari tadi lihat aku terus?" Edric mengusap kepala Scarlett, lalu tersenyum. "Aku memang setampan itu?"Scarlett mengangguk. "Kalau kamu nggak masuk dunia hiburan, itu benar-benar kerugian besar bagi dunia hiburan."Edric tersenyum.Scarlett kembali bertanya dengan hati-hati, "Gimana kondisi tubuhmu akhir-akhir ini?"Edric terdiam sejenak, lalu sedikit mendekat ke arahnya.Dia mengangkat dagu Scarlett dengan lembut, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Scarlett dan berbisik dengan suara yang hanya bisa didengar mereka berdua, "Kalau begitu, gimana kalau malam ini kamu coba sendiri?"Scarlett seketika terdiam.Sayangnya, malam itu mereka belum sempat mencobanya karena Scarlett menyadari dirinya sedang d

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 548

    Di aula bandara.Fadil selesai menelepon. Dia menuliskan beberapa baris di sebuah kartu, lalu menyerahkannya kepada Devan."Pak Devan, ini alamat tempat tinggal Edric saat ini."Setelah berkata demikian, dia melirik Scarlett yang berdiri tidak jauh dari sana.Untuk sesaat, perasaannya campur aduk. Bukan hanya dia, bahkan Devan pun sempat merasa dirinya sudah gila.Dia ... memberikan alamat pacar mantan istrinya kepada mantan istrinya sendiri?Namun, mengingat perkataan gadis di pesawat tadi, Devan kembali mengembuskan napas panjang, memaksa dirinya menepis pikiran bahwa dia sudah gila.Dulu Scarlett mengejarnya begitu lama. Anggap saja ini sebagai utang yang harus dia bayar. Ternyata mencintai seseorang tanpa bisa memilikinya memang sesakit ini.Devan memejamkan mata sejenak, lalu berjalan menghampiri Scarlett.Saat itu Scarlett sedang menundukkan kepala, mengetik pesan untuk Edric. Tiba-tiba sebuah bayangan menghalangi pandangannya. Dia refleks mendongak. Saat melihat siapa yang datan

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 547

    Selain itu, Devan juga ingat, dulu Scarlett bahkan pernah menariknya naik kapal bajak laut dan berbagai wahana ekstrem di taman hiburan.Sekarang dia malah memakai alasan takut ketinggian yang begitu dibuat-buat dan jelas bertolak belakang dengan kenyataan hanya untuk menjaga jarak darinya?Devan tidak menyangka Scarlett akan menolaknya tanpa menjaga harga dirinya sedikit pun. Dia langsung merasa kesal.Namun tak lama kemudian, dia berhasil membujuk dirinya sendiri. Sudahlah. Dulu saat Scarlett mengejarnya, bukankah dia juga pernah bersikap tidak peduli kepadanya?Anggap saja impas. Pelan-pelan saja.Seperti yang pernah dikatakan Pamela, Scarlett dulu memang pernah mencintainya. Hanya saja, kemudian hatinya terluka karena ulah Devan, sehingga dia memilih pergi.Selama dia bisa perlahan membangkitkan kembali kenangan akan perasaan yang dulu dimiliki Scarlett terhadapnya, bukan berarti mereka tidak punya kesempatan untuk rujuk.Saat Devan masih tenggelam dalam pikirannya, gadis yang bert

  • Cinta Mati Bersama Kepergian Buah Hati   Bab 546

    Keesokan harinya, Scarlett mengatur semua pekerjaannya. Menjelang pulang kerja, dia pergi ke kantor Mavin untuk melaporkan pekerjaan. Namun setelah masuk, dia mendapati Mavin tidak ada di sana.Scarlett kemudian bertanya kepada Henry dan baru tahu bahwa Mavin sama sekali tidak datang ke perusahaan hari itu.Membahas hal itu, wajah Henry langsung dipenuhi rasa penasaran. Dengan penuh semangat dia menarik Scarlett mendekat dan berbisik, "Beberapa waktu lalu ada seorang perempuan menunggunya di bawah gedung. Mereka pergi bersama naik mobil. Jangan-jangan dia sedang pacaran?"Melihat ekspresinya yang terkejut, Scarlett tersenyum lalu berkata, "Usianya juga sudah nggak muda lagi. Kalau pacaran seharusnya bukan hal yang aneh, 'kan?""Aneh, tentu saja aneh." Henry tak kuasa menahan diri dan berkata, "Dia itu orangnya setia. Dulu jelas-jelas ...."Di tengah kalimat, Henry akhirnya menelan kembali sisa ucapannya.Sekarang Scarlett sudah punya pacar. Sebelumnya dia sempat berpikir kalau Scarlett

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status