Home / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 4. I've Been Done

Share

Bab 4. I've Been Done

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-04-01 18:12:05

"Gue nggak bakalan nanya di mana lo semalem dan apa yang terjadi," sambut Dena sang sahabat pada Freya yang baru datang dengan ojek online.

"Di mana mereka?" tanya Freya terdengar dingin.

"Di kamar," sambar Dena berapi, "sumpah ya mereka masih punya muka gitu muncul di depan lo? Kalo gue jadi lo, nggak cuma gue tonjok muka si Rega, gue gundulin rambutnya!"

Freya bergeming. Ia mulai melangkah masuk ke dalam asrama yang sudah ia tinggali selama hampir 4 semester itu, menuju kamar yang ia tempati bersama perempuan pelakor, selingkuhan Rega, sang pacar.

Jika kemarin ia tidak keburu meluap dan menangis, ia pasti melakukan hal yang lebih parah dari sekadar menghadiahi Rega sang pacar dengan kepalan tangannya. Freya terlalu syok melihat adegan menyakitkan itu di hari pertamanya kembali ke asrama setelah libur semester berakhir.

"Freya!" Rega nampak kaget melihat Freya berdiri kaku di pintu kamar, melihat ia dan Keisya berbenah. Reflek ia bergeser ke depan Keisya, melindungi selingkuhannya itu dengan wajah lebam bekas hadiah dari Freya untuk pengkhianatannya.

"Seenggaknya gue nggak perlu mencium bau busuk di sini tiap hari, beresin juga sprei yang kalian pake buat bercinta itu," sindir Freya melipat kedua tangannya di depan dada.

"Jangan menyerangnya! Kami nggak pernah tidur bersama di kamar ini!" sahut Rega membela Keisya.

"Menyerang?" Freya melangkah masuk ke dalam kamar, membuat Rega makin berdiri antipatif. "Pertama, kalian berdua udah ngotorin ranjang gue, kissing se-sange itu di ranjang yang gue pake buat berjuang kuliah di sini. Kedua, sebagai temen satu kamar, dia yang nyerang gue dan nusuk gue dari belakang. Dan ketiga, gue nggak level lagi berdebat sama uler muka tembok kayak lo! Kalo orang udah salah pasti bakal ngerasa insecure terus ya Den!" Freya menoleh Dena yang tersenyum penuh kemenangan, "Ini kamar gue juga, baguslah kalo dia keluar, jadi gue nggak perlu susah-susah ngusir benalu," lanjutnya.

"Benalu?" Keisya angkat bicara, "Lo nggak lebih baik dari gue ya Freya!" sentaknya.

"A, a, jangan coba-coba memposisikan diri sebagai korban sementara lo adalah villain-nya, Uler!" balas Freya seraya melempar tas kanvasnya ke atas ranjang milik Keisya.

"Lo keterlaluan Frey!" Rega berusaha menekan suaranya agar tidak terdengar keluar dan memancing perhatian.

Freya tertawa mendengar ucapan Rega yang tidak masuk akal itu. Mungkin satu pukulan Freya di wajahnya tidak cukup sebagai hukuman. Belum ada 24 jam ia mengemis pada Freya dan berusaha mati-matian untuk menjelaskan pengkhianatannya, dan kini sikapnya sudah berubah sedemikian banyaknya.

"Keterlaluan? Terus reaksi apa yang lo harap dateng dari gue? Gue bakalan nangis-nangis dan memohon biar lo balik lagi sama gue? Atau gue bakalan diem aja setelah semua pengkhianatan yang kalian lakuin tepat di depan mata gue? I've been done, Dude," desis Freya sangat berkelas, ia tidak mau diremehkan seberantakan apapun penampilannya.

Meski tahu bahwa dirinya hampir seperti orang gila di beberapa jam yang lalu, Freya tidak ingin terlihat lemah di mata Rega dan Keisya. Ia ingin menunjukkan bahwa ini bukan apa-apa dan tak akan berpengaruh sedikitpun pada hidupnya yang indah.

"Kemaren lo udah mutusin buat berakhir, gue cuma pengin ini berakhir tanpa harus menyakiti siapa pun," ujar Rega sok bijaksana.

Freya tertawa makin keras dan jelas terdengar dibuat-buat. Dena yang melihatnya saja ingin mencekik Rega, apalagi Freya yang menutupi emosinya mati-matian. Freya ingin terlihat kuat dan tegar.

"So, you can keep that bitch over there, giving me the ugly stare," nyanyi Freya tanpa menanggapi ucapan Rega, sengaja dikeraskannya suaranya sambil melirik tajam pada Keisya yang telah selesai berbenah.

###

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   271. Menikmati Waktu

    "Kulitku tambah coklat deh kayaknya," keluh Freya mengamati sekitar lengan dan pahanya. "Nyesel nggak?" tanya Lucas yang duduk di sebelahnya bertelanjang dada, hanya mengenakan celana pantai sebatas pahanya. Freya menggeleng, "Sama sekali enggak. Di sini, sama kamu, istimewa," balasnya. "Kayak gitu kok mau make bikini, emangnya kamu ikan di spongebob apa," desah Lucas mencibir. "Aku Shandy ya? Kamu Spongebob-nya," kata Freya justru melayani cibiran Lucas. "Aku Larry lah, hiduplah seperti Larry," balas Lucas sambil mengangkat kedua lengannya sejajar dada layaknya binaragawan memamerkan otot mereka. "Iya deh, aku percaya aja. Soalnya cuma Larry sama Pattrick yang hobi telanjang dada di Bikini Bottom," gumam Freya. "Aku jelas bukan Pattrick, bukan!" tolak Lucas. "Iya, aku tau kok. Kamu terlalu kurus buat dibilang Pattrick." "Katanya nggak suka cowok kekar?" protes Lucas. "Tapi aku suka liat roti sobek di perut," bantah Freya. "Kamu pernah denger pepatah ke

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   270. He Got Me Addicted

    "N-A-T-H-A-L-I-E," Freya balas melafal hanya dengan memonyong-monyongkan mulutnya, tanpa suara juga. Lucas langsung menggeleng defensif. Ia mengibas-ibaskan tangannya tanda enggan menerima panggilan. "Mas Lucas kayaknya lama deh Kak ke kamar mandinya," ujar Freya berdusta, padahal Lucas ada di depannya, "tunggu sebentar lagi ya," katanya memberi opsi pada Nathalie yang sebenarnya ingin membuat gadis Wijaya itu mengakhiri obrolan karena yang dicarinya enggan mengobrol. 'Aku ganggu ya?' tanya Nathalie sungkan. Freya tak langsung menjawab. Ditatapnya Lucas yang hanya menaik-turunkan alisnya dan dengan mesranya mencium kening Freya sambil lalu. "Bilang aja suruh ketemu Nenek dulu. Biar Nenek yang ngurusin," pinta Lucas lirih. 'Pesen aja deh Frey sama Mas Lucas. Kalo jadwalnya udah rada kosong dan kalian udah balik dari liburan, kita ketemuan ya,' pesan Nathalie bijak setelah tak me

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   269. She's such a Good People

    Freya tercekat. Dipeluknya lebih erat lengan Lucas. Ia tahu tidak mudah berada dalam posisi Lucas yang demikian. Lelaki tampan ini harus tampil kuat setiap saat karena tuntutan jabatan dan pekerjaan. "Boleh kalo kita yang lanjutin cita-cita itu suatu saat?" tanya Freya dengan senyum termanisnya. Lucas menoleh takjub, "Emang nggak pa-pa kamu tinggal di sini?" tanyanya. "Ya nggak pa-pa, emang kenapa? Di sini suasananya mirip sama Pangandaran, bahkan lebih tenang. Justru harusnya aku yang tanya, kamu nggak pa-pa kalo aku minta sama kamu buat temenin aku di sini sampe kita berdua dipisah maut?" tanya Freya balik. Lucas langsung memberikan gelengan sebagai tanda bahwa ia tidak keberatan. Hatinya menghangat, ia tidak salah memilih Freya sebagai istri dan ibu untuk anak-anaknya kelak. "Ah, kangen Mama jadi melow gini," desah Lucas mengembus napas kasarnya. "Kenapa? Malu ya sama aku ketauan melow

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   268. Isi Hati Lucas

    Pemandangan matahari tenggelam menyambut kedua sejoli dimabuk cinta ini. Lucas beruntung bisa menyajikan keindahan alam nan menakjubkan di depannya pada gadis tercintanya yang tak henti berdecak kagum. "Kita mau ke pulau yang mana sih Mas? Yang itu? Atau yang kayak komodo itu? Eh, apa sebelahnya?" tunjuk Freya pada gugusan-gugusan pulau yang mulai nampak dari kejauhan. "Kenapa? Udah nggak sabar ya? Kita nggak langsung transit ke Pulau Komodo Frey. Di sana susah dapet reservasi resort yang fasilitasnya sesuai standarku. Jadi nanti kita ke pulau lain," jelas Lucas yang justru makin membuat Freya penasaran. "Tapi masih bisa ke Pulau Komodo kan?" tanya Freya tak rela kecewa. "Masih lah. Kita jelajah Pulau Komodo besok pagi. Jangan panik, mari piknik," ucap Lucas dengan jargon baru yang sedang kekinian. Freya berjenggit geli, "Indah banget sunsetnya," gumamnya takjub. "Iya," balas Lucas, ia me

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   267. And He Got Me Falling in Love Again

    Penerbangan yang ditempuh cukup lama itu membawa Lucas tertidur di kursinya. Ia sengaja tidak menyusul Freya ke ranjang kecil di belakang kursinya agar tak mengganggu istirahat gadisnya. Saat mendarat di Labuan Bajo, hari sudah mulai sore. Freya benar-benar menikmati istirahatnya di pesawat. Ia sampai linglung ada di mana dirinya sekarang. "Sampe ya?" tanya Freya setelah nyawanya terkumpul sempurna. "Nikmat banget tidurnya sampe kubopong buat duduk di kursi penumpang aja kamu nggak bangun," tegur Lucas dengan senyumnya. "Saking nyamannya," balas Freya. "Makasih ya Mas," katanya terharu. "Makasih buat apa?" "Kamu bikin aku senyaman mungkin. Kamu turutin maunya aku dateng ke sini. Ini di...," Freya melihat ke luar jendela pesawat, "serius di Labuan Bajo?" tanyanya dengan mata yang membulat sempurna. "Dari sini kita musti naik speedboat dulu biar bisa sampe di pulau pribadi," kata Lucas.

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   266. She's My Everything

    "Aku perlu pamit ke Ayah sama Mamah nggak Mas?" tanya Freya setelah mereka tiba di penginapan dan memberesi barang bawaan. "Nggak usah. Semalem aku udah pamitin kamu," gumam Lucas tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. "Kamu ketemu Ayah lagi semalem?" tanya Freya kaget. Lucas mendongak, "Iya. Kamu nggak perlu kepikiran lagi soal mereka," ucapnya lantas berdiri dan menenteng satu tas kecil tempat ia menyimpan gadget dan peralatan elektroniknya. "Ayo, jalan!" ajaknya. Freya sudah tidak membantah lagi. Ia mengambil tasnya sementara kopernya dibawakan oleh Lucas. Bimo sudah menunggu di Nusawiru, ia ikut bertolak ke Pulau Komodo secara terpaksa karena Lucas yang seenak jidatnya merubah koordinat tujuan pergi di saat-saat terakhir. "Kok beda?" tanya Freya melongo melihat kondisi isi jet pribadi milik Lucas. Pasalnya, isi dalam pesawat sudah disulap lebih mirip kamar pribadi ketimbang al

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   6. Surprise

    Perkuliahan semester baru dimulai. Setelah merenungi hidupnya seharian penuh kemarin, Freya kembali dengan semangat baru. Rega bukanlah apa-apa dan ia tidak boleh terpengaruh karenanya. Meski pada akhirnya ia pasti akan bertemu dengan Keisya nantinya, Freya merasa bahwa Keisya yang seharusnya malu,

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 5. A Little Thing

    Tidak ada yang berkutik mendengar nyanyian Freya. Bahkan Rega memilih untuk diam, tapi tangannya aktif membantu Keisya memberesi barang-barangnya. Pun karena pintu kamar terbuka, beberapa mahasiswi yang lewat menjadi tertarik dengan suara adu mulut antara Freya dan Rega tadi. "Seharusnya lo malu k

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 3. A Night To Remember

    "Udah gue duga, lo sama aja!" dengus Freya lantas ambruk di pelukan Lucas, "kalian brengsek," tuduhnya. "Tapi lo wangi, seksi," desahnya mendirikan bulu roma. "Gigit ya," bisiknya gemas. Lucas berjenggit, ia basahi bibirnya sambil menengadah. Gigitan Freya tidak menyakitkan, tapi cukup membuat tub

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 2. Kecup Kilat Kejutan

    "WHAT TH—" Nino, asisten Lucas, langsung beranjak dari kursinya saat melihat Lucas masuk ke dalam ruangan VVIP dengan Freya ada di gendongannya. Ia tidak sempat menuntaskan kalimatnya karena kode mata dari sang bos yang begitu dingin terlanjur membungkamnya. "Gue tau ada banyak pertanyaan di kepa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status