ホーム / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 3. A Night To Remember

共有

Bab 3. A Night To Remember

作者: Sayap Ikarus
last update 公開日: 2026-04-01 17:45:02

"Udah gue duga, lo sama aja!" dengus Freya lantas ambruk di pelukan Lucas, "kalian brengsek," tuduhnya. "Tapi lo wangi, seksi," desahnya mendirikan bulu roma. "Gigit ya," bisiknya gemas.

Lucas berjenggit, ia basahi bibirnya sambil menengadah. Gigitan Freya tidak menyakitkan, tapi cukup membuat tubuh pentolan Bhaskara Group ini memejamkan matanya menahan gelenyar hangat yang menyengat tubuhnya.

"Kamu mabuk, turun dari pangkuan saya sekarang juga!" desis Lucas mendorong kedua sisi pundak Freya, menahan diri.

"Hem," Freya bergumam tak jelas, kepalanya sudah menempel pasrah di dada bidang Lucas. "Gue patah hati, si brengsek itu, bajingan itu!" ungkapnya tiba-tiba mendongak.

Manik mata keduanya bertemu tatap, tak bisa Freya pungkiri, Lucas memiliki mata teduh nan menghanyutkan. Hidung mancung menantangnya semakin membuat visualnya menghipnotis Freya, memabukkan.

Tanpa Lucas sadari, jemarinya sudah bertengger di sisi pinggang Freya. Ia tidak pernah sedekat ini dengan perempuan, sungguh begitu kebetulan.

"Kalau dia gila dan brengsek, gue juga lebih gila," tandas Freya meraba bibir merah tipis Lucas yang menggoda. Lalu, dikecupnya lagi bibir yang mengandung candu itu, memagutnya lembut, tanpa perlawanan.

"Freya Nawilla Gayatri namanya, Pak," sebut seorang pelayan cafe yang tiba-tiba masuk, membuat Lucas tergagap hingga menjauhkan wajahnya dari Freya, "mahasiswi hukum Universitas Duta Gemilang," lanjutnya menunjuk kartu mahasiswa milik Freya, sesaat ia membungkuk, meminta maaf karena masuk tiba-tiba.

"Oke," balas Lucas sedingin biasanya.

Pelayan cafe mengangguk dengan senyum semanis mungkin, mencoba mencuri perhatian si tampan yang benar-benar terkesan sangat mahal itu. Namun sampai pelayan ini berlalu, Lucas bahkan enggan untuk sekadar meliriknya.

"Lo mabuk dan asal nyosor begini, bahaya kali," sungut Lucas tapi dengan wajah pasrah. Ia menyandarkan kepalanya di leher sofa, membiarkan Freya yang sudah kepayahan, lelap dalam pelukannya.

Tak berani banyak bergerak, Lucas sesekali menatap wajah gadis di pelukannya, lengkung senyumnya tumbuh, hatinya telah jatuh. Rangkaian memori yang sempat tersimpan rapi itu kini bak dipanggil kembali, Lucas tergoda untuk mencari tahu lebih dalam lagi.

Damai di hati yang Lucas rasakan membawanya yang sudah sangat lelah bekerja seharian, tertidur, terlelap jauh ke dalam mimpi, nyaman sekali. Cukup lama hingga ia tidak sadar jika gadis yang ia peluk mulai membuka matanya.

Pandangan Freya mengitar, tangannya perlahan meremas rambut dan memegang kepala. Pupilnya membulat sempurna saat mendapati satu sosok setampan dewa, erat memeluknya. Pikiran negatif memenuhi kepalanya tiba-tiba disela upayanya mengumpulkan nyawa.

"Nih cowok yang tadi ngajakin gue berantem!" desis Freya tersadar. "Dia?" Ia meraba tubuhnya sendiri saat menyadari jas Lucas yang sudah terlepas dan ikatan dasinya yang longgar, terkesan berantakan. "Hal gila apa yang udah lo lakuin sama dia, Frey!" kutuknya seraya berdiri spontan, sempoyongan.

Perlahan Freya berusaha mengatur nafasnya. Ia putar kembali kejadian sebelum tak sadarkan diri. Pun ia tetap merasa telah melakukan sesuatu yang di luar batas bersama si tampan. Ia raba bibirnya, dan lembut itu masih terasa membekas, lantas ia pukul-pukul pelipisnya untuk menyadarkan diri.

"Lo butuh hiburan Frey, mabuk, hilang kendali dan dia cuma nawarin bantuan. Cukup bayar dia dan pergi dari sini. Kalian nggak akan ketemu lagi selamanya!" gumam Freya bermonolog.

Hati-hati Freya beranjak, takut membangunkan Lucas yang saat tidurpun masih terlihat begitu memesona. Freya berjingkat keluar ruangan setelah meletakkan dua lembar uang seratus ribuan tanpa pesan apa pun.

"Gue pasti udah gila!" keluh Freya, langkahnya mantap menuju satu motel murah yang ia sangat mengenal pemiliknya, "Bisa-bisanya lo terlibat sama cowok panggilan begitu! Beradegan panas pula," kutuknya pada diri sendiri, masih terhipnotis alkohol yang ia teguk untuk menghilangkann

patah hati.

###

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 262. Ask Me

    Freya mengangguk paham. Ditatapnya Lucas lekat. Hatinya yang semalam terasa sakit kini berangsur membaik. Lucas sudah meminta maaf dan ia wajib memberinya ampunan. Bagaimana pun Freya tidak bisa hidup tanpa Lucas lagi. Sekuat apa pun keinginannya untuk hidup mandiri, kini tanpa Lucas ia pasti kehilangan arah. Secara tanpa Freya sadari, Lucas sudah membuatnya bergantung sepenuhnya. "Kenapa? Aku nggak mungkin ninggalin kamu, Sugar. Aku tumbalin hidupku buat jaga kamu seumur hidup sebagai penebus kesalahanku kemaren," ujar Lucas serius. "Tumbalin? Emang aku pesugihan?" protes Freya tapi sudah dengan senyum menghiasi wajahnya yang pucat. "Semacam itu," kekeh Lucas, "kira-kira pesugihannya apa ya Frey?" tanyanya iseng. "Serem ah Mas!" gerutu Freya seraya mencubit pinggang Lucas yang masih asik memangku tubuhnya. Lucas tertawa lagi. Didekapnya pinggang Freya erat hingga gadisnya itu bersandar di pundaknya. Ia merasa begitu bersyukur memilki Freya di sisinya. Gadis malaika

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 261. Don't Ever Leave Me

    "Justru yang nggak marah ini yang bahaya," kata Bimo sok ahli soal perempuan. "Heleh, kayak pernah ngadepin yang begini aja lo Bang!" "Pernah! Lo pikir gue sama sekali belom pernah pacaran? Gue ini playboy pada jamannya," sahut Bimo sombong. "Ah, jaman lo bukannya jamannya gue juga? Kita cuma selisih satu setengah taun betewe," cibir Lucas kesal. "Tapi tetep gue lahir duluan dan gue udah pernah pacaran. Beda sama lo," sangkal Bimo dengan senyum penuh kemenangan. "Oke, kalo itu gue kalah," "Makanya. Pengalaman gue ada satu level di atas lo." "Terus gimana gue harusnya?" tembak Lucas kembali serius. "Minta maaf, tampar diri sendiri kalo perlu," "Kok lo jadi nyaranin gue nyiksa diri sendiri sih Bang?" protes Lucas. "Lo nyesel nggak udah nyakitin Freya?" "Nyesel banget." "Ya makanya, minta maafnya harus serius dong biar kayak kalimat yang pernah viral itu, aamiin paling serius," ujar Bimo berlagak layaknya pakar cinta. "Bisa serius nggak lo?" Lucas meny

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 260. I Never Wanna See You Sad

    "Saya harap Ibu bisa memahami kalimat saya dan nggak ngrecokin kehidupan Freya lagi!" sengal Lucas sambil berdiri menjauh keluar kamar. 'Kamu orang baru dalam hidup Freya, nggak seharusnya berani begitu, kamu pikir kamu siapa?' tantang Bu Iin balik setelah tercengang cukup lama mengetahui yang mengangkat telepon Freya adalah Lucas. 'Kamu hanya orang asing sedangkan kami, kami yang merawatnya sejak kecil!' tandasnya lagi. "Merawat? Apa bukan lebih tepatnya memperbudak dan menindasnya? Bu, saya tau sekali bagaimana perlakuan keluarga Ibu terhadap calon istri saya. Sekarang setelah Freya dewasa dan ingin mewujudkan cita-citanya Ibu nggak akan saya biarkan untuk menahan langkahnya. Nasib pendidikan Tamara ada dalam genggaman saya. Satu kesalahan saja Ibu buat atas Freya, saya nggak peduli Tamara mau jadi gembel di Jakarta juga!" ancam Lucas sangat elegan tapi mematikan. 'Kamu berani ngancam aku, hah?' pekik Bu Iin kesal. 'Asal kamu tau ya, aku menghubungi Freya karena ini masuk ke d

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 259. I'll Blame My Self, I'll Throw Away My Dumb Words

    "Aku yang ngebuat kamu nggak berharga, aku juga yang tega ngatain kamu make lidah bangsatku. Aku minta maaf Sugar, maafin aku," sesal Lucas timbul tenggelam, saking bingungnya menghadapi Freya. "Kamu tau itu, tapi kamu ngulang-ngulang kata terkutukmu sampe tiga kali. Aku nggak ngerti musti gimana lagi nyembunyiin rasa sakitku Mas. Sekali, aku pikir kamu keceplosan, kedua menurutku kamu masih belom sadar. Tapi ketiga, akhirnya aku yang tau diri," isak Freya. "Sayang," Lucas mendekat dan ikut berjongkok. Diusapnya bahu Freya lembut. "Aku pasti udah gila kalo sampe punya niat buat nyakitin kamu pake kata-kataku itu. Aku minta maaf," ujarnya. Freya mendongak, matanya sembab, wajahnya berantakan ditutupi oleh semrawut rambut panjangnya yang dikuncir sembarangan. "Maaf kalo aku begini Mas. Sekuat apa pun aku nyoba buat nggak ngerasa sakit, kata-kata itu justru makin nusuk-nusuk hatiku," bisik Freya gamang dan tak paham dengan yang sekarang dirasakannya. Ia tidak bisa marah, tak kuasa

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 258. You Tearing Me Apart

    Pada akhirnya, Lucas dan Freya hanya membungkus sate untuk dibawa pulang ke penginapan. Freya bilang merasa pusing dan Lucas takut jika demam Freya bertambah tinggi. "Kamu ganti baju dulu Frey," perintah Lucas sembari menyiapkan piyama milik Freya dari dalam koper gadisnya. "Aku mau mandi Mas," pinta Freya lirih, matanya sudah terpejam di pembaringan. "Pake air panasnya kalo mandi. Berendem dulu kalo perlu biar tubuh kamu bisa nerima sinyal," kata Lucas. "Sembari aku mandi, kamu makan ya," ucap Freya lalu membuka matanya, menatap lembut pada lelakinya. "Iya. Kamu kalo ada perlu apa gitu bilang ya," ucap Lucas seakan tak rela mengalihkan pandangannya dari Freya sedetik pun. "Abis mandi minum obat yang antibiotik," lanjutnya. Freya mengiringi langkah Lucas yang keluar dari dalam kamar. Apa ia bisa tetap bersikap layaknya baik-baik saja setiap saat? Apa yang harus dilakukannya agar tidak merasa sakit sendiri dengan ucapan Lucas yang tanpa sengaja itu? "Terus mereka bilang ap

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 257. Perfect Angel With The Sword

    "Nggak dingin Frey?" tanya Lucas perhatian. Freya tersenyum simpul, "Aku suka aroma air laut Mas. Sejuk, menenangkan," ucapnya. "Aromaku suka nggak?" gumam Lucas menggoda. "Aroma hormon?" balas Freya memicingkan matanya. "Haha, dasar!" kekeh Lucas gemas. Freya ikut tertawa, menolong hatinya. Bagaimana pun ia tidak bisa membenci Lucas, setajam apa pun kalimat lelakinya itu. Semua yang menimpa dirinya Freya anggap sebagai satu takdir yang memang harus dilaluinya. "Semua hal yang kamu lakuin ke aku, semua serba pertama," ucap Freya setelah kediaman panjang yang kusyu. Ia dan Lucas sama-sama larut dalam simfoni alam raya ditemani suara debur ombak yang menyamankan jiwa. "Maksudnya?" tanya Lucas tak paham. "Aku lupa entah pernah atau enggak Ayah ngegendong aku di punggungnya," ucap Freya mengenang masa lalu pahit yang ia ingat, "aku masih sangat kecil waktu Tamara lahir. Mereka mungkin menganggapku sekadar pancingan, setelah datang Tamara, aku tersisihkan. Meski sebenernya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 105. Level Yang Sama?

    Freya sudah siap membalas teriakan Lucas jika saja ponselnya tidak berdering. Ada nama Dena di layarnya. "Ya Den?" sapa Freya ceria. 'Lo nggak masuk kuliah lagi? Sakit atau ke mana sih lo?' tanya Dena di seberang. "Ah, gue sama si Kulkas," balas Freya. "Nitip absen ya," tambahnya merasa belum si

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 102. Lamaran Masa Lampau

    "Aku serius," kata Lucas lagi, menjawab wajah tak percaya yang Freya tampilkan. "Iya, aku tau. Alumnus Universitas Stanford yang pas kuliah udah bisa kerja di Wall Street!" bisik Freya merasa sangat kecil di depan pacarnya itu. Lucas mengangguk meng-iyakan. Kesuksesan yang diraihnya dalam memimpi

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 93. I'm With You

    “Mereka udah bawa uang kamu dan juga mobil Mas, kenapa nggak lapor polisi?" lirih Freya bingung. Lucas yang sedianya ingin mendudukkannya di kursi penumpang, urung. Freya meminta turun dari gendongan. Bimo yang ikut mendengar pertanyaan Freya mendekat, tak peduli dengan tatapan tajam Lucas padanya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 85. Where's My Romeo?

    Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status