Share

Bab 7. I'll Catch You

Penulis: Sayap Ikarus
last update Tanggal publikasi: 2026-04-01 18:36:21

"Iyaaa!" jerit Dena gemas, "Gantengnya bikin jantung gue terjun bebas ke perut!" katanya tak berhenti tertawa.

Di lain sisi, Lucas yang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian nampak lebih sibuk memainkan ponselnya dengan tenang. Ia mengabaikan beberapa gadis di sampingnya yang sengaja mengajak bicara. Sebaliknya, beberapa kali ia terlihat menatap jam di pergelangan tangannya. Sejak pertama masuk ke dalam kelas, radar di mata tajam Lucas sudah langsung mengidentifikasi keberadaan gadis lucu yang sempat menyusahkannya kemarin malam itu. Begitu membekasnya perlakuan tak biasa Freya padanya hingga ia rela mengikuti gadis konyol itu hingga ke dalam kelasnya.

"Gue berharap dosen pengampu mata kuliah ini nggak masuk," doa Dena yang diamini Arina dan dua mahasiswa lain di sampingnya.

"Biar apa?" tanya Freya.

"Biar kita puas mandangin si dewa cinta itu sampe waktu kuliah selesai," Arina yang menyahut.

"Dewa cinta? Si dia?" tunjuk Freya pada Lucas.

"Iya," jawab Dena mengangguk-angguk, "kayaknya di kehidupan gue yang sebelumnya, gue ikut menyelamatkan dunia deh. Makanya dikasih anugrah buat ngeliat manusia berwujud dewa kayak dia sebelum gue mati," ucapnya lebai.

Freya menjulurkan lidahnya seolah ingin muntah, "Dan kayaknya di kehidupan gue yang sebelumnya, gue turut serta merusak dunia, makanya gue dipertemukan lagi sama tuh cowok penghibur," gumamnya sangat lirih.

Seperti tak memedulikan keributan yang sudah ditimbulkan oleh efek ketampanannya, Lucas justru berdiri dari kursinya setelah menatap jam tangannya terakhir kali. Diambilnya jas berwarna hitam yang tadi ia gantungkan di tali tas ransel miliknya. Perhatian semua orang menjadi tertuju padanya, apalagi saat Lucas dengan santai dan begitu percaya diri mendatangi meja dosen dan duduk di kursinya. Suasana menjadi makin riuh dan penuh gumamam, tak paham.

"Selamat siang semua! Saya rasa kita bisa mulai kuliah pertama kita," ucap Lucas tanpa senyum, begitu datar.

Ruangan kelas berubah hening setelah Lucas berbicara. Wajah-wajah tak mengerti menatap lurus ke arah si tampan, menuntut penjelasan. Sadar bahwa ia bak orang asing yang tak tahu diri, Lucas berdiri menghadapi sekitar 4 lusin mahasiswa dan mahasiswi itu.

"Saya Lucas Alexander, dosen tamu untuk mata kuliah Contract Drafting yang sudah kalian pilih di sistem akademi!" ujar Lucas memperkenalkan diri secara resmi.

"DOSEN?!!"

Serempak, kalimat itu menggema di seisi ruangan. Terutama suara perempuan yang lebih dominan.

Freya tersedak, napasnya tersengal. Inilah akhir hidupnya. Sosok lelaki yang benar-benar tak ingin dia temui justru menjadi dosennya untuk satu semester ke depan. Cobaan apa lagi ini? Serasa ia ingin menghilang saja dan berubah menjadi debu dalam sekejap, asal tidak perlu bertemu dengan sang dosen tampan itu.

"Kita bahas kontrak kuliah dan RPS di pertemuan pertama ini. Bagi yang ada pertanyaan, silakan!" ujar Lucas menebar pesonanya di depan kelas.

"Bapak masih single?" tanya Zia nyengir yang kemudian disambut seruan mengejek dari mahasiswa lain.

"Apa perlu dijawab?" balas Lucas datar.

"PERLUUU!!" jawab sebagian suara di ruangan.

"Terus Bapak kan masih muda banget," Dena mengangkat tangannya tak sabar bertanya, membuat mata Lucas mengarah pada deretan Freya dan kenangan mereka bertemu. "Gelarnya apa Pak? Boleh nggak kalo kita manggil Kakak atau Mas aja di luar perkuliahan?" lanjut Dena genit.

Lucas tersenyum sangat irit, matanya fokus pada Freya, "Saya rasa status saya adalah persoalan pribadi. Tapi kalo itu penting, saya akan bilang, saja lajang!" ucapnya semakin mencipta jeritan histeris, "Gelar kalian bisa cek di informasi akademi online, lengkap ada data saya di sana. Kita mulai bahas kontrak kuliah satu semester ya!"

"Boleh kan Pak manggil Kakak atau Mas di luar perkuliahan?" Kali ini Keisya yang angkat bicara, ia menggeliat sok seksi mirip ulat bulu kepanasan.

"Do whatever you want, tapi tidak di kelas saya!" tegas Lucas benar-benar berhasil menghipnotis seluruh mahasiswi kecuali Freya.

Benar, gadis ini memang duduk di kursinya, tapi pikirannya berlari kabur entah ke mana. Sepanjang penjelasan yang diberikan oleh Lucas di depan kelas tak lagi Freya dengarkan. Ia hanya berharap kelas itu cepat selesai dan ia bisa menghilang secepat kilat.

"Freya Nawilla Gayatri!"

"Hadir!" jawab Freya spontan, ia gugup sampai lupa bahwa seharusnya ia sembunyi saja.

"Saya dengar nama ini adalah salah satu mahasiswi berprestasi di jurusan hukum," kata Lucas angkuh, "setelah kuliah temui saya di gedung MKDU, saya tunjuk kamu sebagai asisten dosen untuk saya!" perintahnya tak terbantahkan.

Freya bungkam. Wajahnya masih pucat pasi kebingungan, sedangkan seluruh perhatian mahasiswi di dalam kelas tertuju padanya. Pandangan iri yang benar-benar mengintimidasi. Parahnya lagi, Freya tak bisa menolak sabda sang dewa cinta untuk ditemui.

###

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 262. Ask Me

    Freya mengangguk paham. Ditatapnya Lucas lekat. Hatinya yang semalam terasa sakit kini berangsur membaik. Lucas sudah meminta maaf dan ia wajib memberinya ampunan. Bagaimana pun Freya tidak bisa hidup tanpa Lucas lagi. Sekuat apa pun keinginannya untuk hidup mandiri, kini tanpa Lucas ia pasti kehilangan arah. Secara tanpa Freya sadari, Lucas sudah membuatnya bergantung sepenuhnya. "Kenapa? Aku nggak mungkin ninggalin kamu, Sugar. Aku tumbalin hidupku buat jaga kamu seumur hidup sebagai penebus kesalahanku kemaren," ujar Lucas serius. "Tumbalin? Emang aku pesugihan?" protes Freya tapi sudah dengan senyum menghiasi wajahnya yang pucat. "Semacam itu," kekeh Lucas, "kira-kira pesugihannya apa ya Frey?" tanyanya iseng. "Serem ah Mas!" gerutu Freya seraya mencubit pinggang Lucas yang masih asik memangku tubuhnya. Lucas tertawa lagi. Didekapnya pinggang Freya erat hingga gadisnya itu bersandar di pundaknya. Ia merasa begitu bersyukur memilki Freya di sisinya. Gadis malaika

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 261. Don't Ever Leave Me

    "Justru yang nggak marah ini yang bahaya," kata Bimo sok ahli soal perempuan. "Heleh, kayak pernah ngadepin yang begini aja lo Bang!" "Pernah! Lo pikir gue sama sekali belom pernah pacaran? Gue ini playboy pada jamannya," sahut Bimo sombong. "Ah, jaman lo bukannya jamannya gue juga? Kita cuma selisih satu setengah taun betewe," cibir Lucas kesal. "Tapi tetep gue lahir duluan dan gue udah pernah pacaran. Beda sama lo," sangkal Bimo dengan senyum penuh kemenangan. "Oke, kalo itu gue kalah," "Makanya. Pengalaman gue ada satu level di atas lo." "Terus gimana gue harusnya?" tembak Lucas kembali serius. "Minta maaf, tampar diri sendiri kalo perlu," "Kok lo jadi nyaranin gue nyiksa diri sendiri sih Bang?" protes Lucas. "Lo nyesel nggak udah nyakitin Freya?" "Nyesel banget." "Ya makanya, minta maafnya harus serius dong biar kayak kalimat yang pernah viral itu, aamiin paling serius," ujar Bimo berlagak layaknya pakar cinta. "Bisa serius nggak lo?" Lucas meny

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 260. I Never Wanna See You Sad

    "Saya harap Ibu bisa memahami kalimat saya dan nggak ngrecokin kehidupan Freya lagi!" sengal Lucas sambil berdiri menjauh keluar kamar. 'Kamu orang baru dalam hidup Freya, nggak seharusnya berani begitu, kamu pikir kamu siapa?' tantang Bu Iin balik setelah tercengang cukup lama mengetahui yang mengangkat telepon Freya adalah Lucas. 'Kamu hanya orang asing sedangkan kami, kami yang merawatnya sejak kecil!' tandasnya lagi. "Merawat? Apa bukan lebih tepatnya memperbudak dan menindasnya? Bu, saya tau sekali bagaimana perlakuan keluarga Ibu terhadap calon istri saya. Sekarang setelah Freya dewasa dan ingin mewujudkan cita-citanya Ibu nggak akan saya biarkan untuk menahan langkahnya. Nasib pendidikan Tamara ada dalam genggaman saya. Satu kesalahan saja Ibu buat atas Freya, saya nggak peduli Tamara mau jadi gembel di Jakarta juga!" ancam Lucas sangat elegan tapi mematikan. 'Kamu berani ngancam aku, hah?' pekik Bu Iin kesal. 'Asal kamu tau ya, aku menghubungi Freya karena ini masuk ke d

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 259. I'll Blame My Self, I'll Throw Away My Dumb Words

    "Aku yang ngebuat kamu nggak berharga, aku juga yang tega ngatain kamu make lidah bangsatku. Aku minta maaf Sugar, maafin aku," sesal Lucas timbul tenggelam, saking bingungnya menghadapi Freya. "Kamu tau itu, tapi kamu ngulang-ngulang kata terkutukmu sampe tiga kali. Aku nggak ngerti musti gimana lagi nyembunyiin rasa sakitku Mas. Sekali, aku pikir kamu keceplosan, kedua menurutku kamu masih belom sadar. Tapi ketiga, akhirnya aku yang tau diri," isak Freya. "Sayang," Lucas mendekat dan ikut berjongkok. Diusapnya bahu Freya lembut. "Aku pasti udah gila kalo sampe punya niat buat nyakitin kamu pake kata-kataku itu. Aku minta maaf," ujarnya. Freya mendongak, matanya sembab, wajahnya berantakan ditutupi oleh semrawut rambut panjangnya yang dikuncir sembarangan. "Maaf kalo aku begini Mas. Sekuat apa pun aku nyoba buat nggak ngerasa sakit, kata-kata itu justru makin nusuk-nusuk hatiku," bisik Freya gamang dan tak paham dengan yang sekarang dirasakannya. Ia tidak bisa marah, tak kuasa

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 258. You Tearing Me Apart

    Pada akhirnya, Lucas dan Freya hanya membungkus sate untuk dibawa pulang ke penginapan. Freya bilang merasa pusing dan Lucas takut jika demam Freya bertambah tinggi. "Kamu ganti baju dulu Frey," perintah Lucas sembari menyiapkan piyama milik Freya dari dalam koper gadisnya. "Aku mau mandi Mas," pinta Freya lirih, matanya sudah terpejam di pembaringan. "Pake air panasnya kalo mandi. Berendem dulu kalo perlu biar tubuh kamu bisa nerima sinyal," kata Lucas. "Sembari aku mandi, kamu makan ya," ucap Freya lalu membuka matanya, menatap lembut pada lelakinya. "Iya. Kamu kalo ada perlu apa gitu bilang ya," ucap Lucas seakan tak rela mengalihkan pandangannya dari Freya sedetik pun. "Abis mandi minum obat yang antibiotik," lanjutnya. Freya mengiringi langkah Lucas yang keluar dari dalam kamar. Apa ia bisa tetap bersikap layaknya baik-baik saja setiap saat? Apa yang harus dilakukannya agar tidak merasa sakit sendiri dengan ucapan Lucas yang tanpa sengaja itu? "Terus mereka bilang ap

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 257. Perfect Angel With The Sword

    "Nggak dingin Frey?" tanya Lucas perhatian. Freya tersenyum simpul, "Aku suka aroma air laut Mas. Sejuk, menenangkan," ucapnya. "Aromaku suka nggak?" gumam Lucas menggoda. "Aroma hormon?" balas Freya memicingkan matanya. "Haha, dasar!" kekeh Lucas gemas. Freya ikut tertawa, menolong hatinya. Bagaimana pun ia tidak bisa membenci Lucas, setajam apa pun kalimat lelakinya itu. Semua yang menimpa dirinya Freya anggap sebagai satu takdir yang memang harus dilaluinya. "Semua hal yang kamu lakuin ke aku, semua serba pertama," ucap Freya setelah kediaman panjang yang kusyu. Ia dan Lucas sama-sama larut dalam simfoni alam raya ditemani suara debur ombak yang menyamankan jiwa. "Maksudnya?" tanya Lucas tak paham. "Aku lupa entah pernah atau enggak Ayah ngegendong aku di punggungnya," ucap Freya mengenang masa lalu pahit yang ia ingat, "aku masih sangat kecil waktu Tamara lahir. Mereka mungkin menganggapku sekadar pancingan, setelah datang Tamara, aku tersisihkan. Meski sebenernya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 85. Where's My Romeo?

    Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 76. Semanis Senyummu

    Lucas menatap kepergian Freya dengan senyum di wajahnya. Tatapannya yang penuh cinta terpergok Bimo di pintu. "Mandangin gue segitunya amat Bos," ledek Bimo sangat puas. "Bukan ke lo!" balas Lucas sekenanya lantas mengubah ekspresi menjadi dingin lagi seperti biasa. "Gue nggak nyangka satu perem

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 74. Boy From Wonderland

    Freya yang semula menatap langit-langit menoleh Lucas. Ada nyeri di hatinya saat mulut Lucas menyebut kata seseorang. Adakah Lucas memiliki orang spesial di hatinya? Kenapa Freya merasa tak rela saat mendengar Lucas membicarakan orang lain?"Makanya, mau ya diobatin," bujuk Freya berusaha menyembun

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 40. Masih Bertubi

    Tiba di asrama, sambutan lain sudah menunggu Freya. Bu Sukma sudah berdiri di depan kamar Freya, berkacak pinggang. "Freya, kamu bisa kemasi barang-barang kamu dan keluar dari asrama sebelum jam malam diberlakukan," ucap Bu Sukma bengis. Freya melongo, kaget bercampur bingung. Bukankah nama bai

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status