Share

bab 58

Author: Maey Angel
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-08 05:33:33

Andini, wanita yang dia jaga sekuat tenaga dilarang menghubunginya atau dihubungi. Bahkan, kabar tentang Andini pun tak lagi dia dengar karena Hazel hanya mengatakan, baik baik saja tanpa memperbolehkan dia mencari tahu langsung ke Jakarta. Itu sangat menyiksa. Dan Sisi? Entah Kenapa sakit membayangkan pernikahan dia. Dia ingin ikhlas, tapi hatinya belum rela.

“Jadi, mau bagaimana? Klinik itu mau kamu tutup atau kamu mau alih profesi jadi ustad seperti keinginan Abimu agar kamu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 58

    Andini, wanita yang dia jaga sekuat tenaga dilarang menghubunginya atau dihubungi. Bahkan, kabar tentang Andini pun tak lagi dia dengar karena Hazel hanya mengatakan, baik baik saja tanpa memperbolehkan dia mencari tahu langsung ke Jakarta. Itu sangat menyiksa. Dan Sisi? Entah Kenapa sakit membayangkan pernikahan dia. Dia ingin ikhlas, tapi hatinya belum rela.“Jadi, mau bagaimana? Klinik itu mau kamu tutup atau kamu mau alih profesi jadi ustad seperti keinginan Abimu agar kamu dimaafkan keluarga?”Daffi menggeleng. “Bahkan saya tidak peduli meski tidak dianggap bagian keluarga Abi. Tapi…”“Berat di ibu dan istrimu?”Daffi mengangguk. “Saya rasa, jalan buntu ini membuat hati saya tak tenang. Mungkin karena kami masih suami istri saat terakhir bertemu, juga karena … saya sadar, tugas lelaki menjadi pemimpin yang akan ditanya pertanggung jawaban, Saya merasa berdosa.”Arka menghela napas panjang. DIa memikirkan solu

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 57

    “Kapten, tolong berhenti mencariku. Aku aman, aku tak akan bisa kembali. Tapi aku pastikan, keselamatan Andini dan keluarga Anda di Indonesia. Jika Kapten masih mencariku, kapten bisa dapat aku tapi keluarga Kapten akan dihabisi. Aku akan barter dengan nyawa kalian, tapi aku pastikan aku akan selamat. Jaga diri baik baik dan kabarkan pada keluargaku, aku tidak selamat. Itu akan mempermudah mereka melupakanku dan ketika aku kembali nanti, aku tak lagi akan membuat semuanya menangis.”Pesan yang Sisi kirim lewat web rahasia yang hanya bisa diakses oleh Hazel, menjadi simbol bahwa Sisi memang masih hidup. Pencarian 1 minggu Sisi ditambah hukum Singapura yang ketat, membuat para anggota Black Market tak ada pilihan selain memberikan kesempatan Sisi mengirim pesan pada Hazel saja. Dengan arahan, barter dirinya dengan keluarganya.Ancaman Mr Giant tak main main. Bahkan, ancaman itu berhasil membuat Sisi meremang. Jika Edi dan Hazel serta keluarganya, mungkin te

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 56

    Daffi juga tak bisa tidur. Dia benar benar kepikiran tentang Sisi dan dia pun bingung apa dia harus menyusul ke Singapura atau tidak. Nyatanya, meski baru dinikahi siri tapi kalau ada hal yang terjadi pada Sisi, bagaimana jika Andini datang dan menanyakan keberadaan Sisi.Daffi hanya bolak balik di ruang tamu. Bingung melanda, dia hanya bisa berdoa dan bermunajat. Semoga ada kesempatan untuk dia memperbaikinya.“Kamu belum tidur, Daff?” tanya Edah.“Belum, Mak. Daffi gak bisa tidur.”“Kenapa? Apa yang kamu pikirkan?”Daffi hanya diam, lalu duduk dan wajah kusutnya dia usap sampai beberapa kali.“Sisi belum kembali?”Daffi menggeleng. Haruskan dia bercerita jika Sisi sudah dianggap meninggal dunia di sana dalam keadaan yang menyedihkan?“Lalu kamu kenapa tidak menyusulnya? Kamu masih suaminya, dia dalam pengobatan dan pasti senang kalau kamu jenguk.”Daff

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 55

    Petugas itu tampak gugup. “Maaf, Tuan, tetapi semua dokumen sudah ditutup. Perintah dari kepolisian dan pihak berwenang.”Hazel mengepalkan tangan. “Siapa yang memberikan persetujuan?”“Saya tidak tahu secara pasti. Tapi ada tanda tangan seorang anggota keluarga dan meminta agar dikremasi secepatnya saja. Dan  dokumen itu diserahkan langsung oleh seseorang dari kepolisian.”Hazel menatap tajam. “Keluarga mana yang kalian maksud? Karena saya yakin keluarganya yang asli tidak ada di sini!”Petugas semakin panik. “Saya hanya menjalankan tugas, Tuan.”Arfin menyentuh bahu Hazel, berusaha menenangkannya. Hazel menarik napas panjang. “Baik. Jika begitu, saya ingin rekaman CCTV dari ruang jenazah dan sekitarnya.”“Itu… itu juga sudah diambil oleh pihak kepolisian,” jawab petugas itu semakin ketakutan.Hazel mengumpat pelan. Ini jelas tidak wajar. Semua bukti seolah-olah dihapus dengan rapi. Ji

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 54

    Daffi kaget kedatangan Edi tanpa konfirmasi ke kliniknya. Lelaki berpangkat tinggi yang pernah datang menemuinya itu, terlihat tegas dan menyeramkan saat datang menemuinya. Dengan penuh kerendahan, dia pun mempersilahkan masuk dan duduk.“Saya mengganggu jam kerjamu?” tanya Edi.“Tidak, Pak. Kebetulan pasien sedang sepi. Bagaimana kabar Bapak?”“Tidak baik,” jawab Edi membuat Edi kaget.“A-da apa? Kenapa tidak baik, Pak?”“Sisi menghilang di Singapura dan kami tengah menyelidikinya. Hazel meminta kamu mendoakan, bahkan kamu diminta mengikhlaskan.”“Maksud Bapak?” Daffi kaget tentunya. Dia yang sedang berjuang menata hati menerima pernikahan ini, dihantam suatu kabar yang tak mengenakkan.“Polisi Singapura menutup semua informasi tentang Sisi. Bahkan, Hazel meminta bantuan tim keamanan negara agar bisa ikut menelusuri penyebab kematian Sisi yang katanya dimu-tilasi di dalam ruang jenazah

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 53

    Arfin kembali setelah mengambil baju ganti yang dia loundry. Saat dia kembali, dia kaget melihat ranjang kosong. Dia pun lekas memeriksa CCTV kamar yang suda dia letakkan kamera mengawas, semua mendadak hitam dan tak ada akses.“Kenapa ini?” Arfin cemas. Dia yang bertanggung jawab atas keselamatan Sisi pun merasa kecolongan. Dia merasa belum ada 10 menit keluar dari sana dan dia memang tadi sempat ada masalah di luar, tapi hanya bertabrakan dengan OB rumah sakit. Siapa yang sangka, keadaan ini membuat dia kehilangan Sisi.Setelah mengecek CCTV kamar Sisi yang tak bisa diakses, Arfin berlari ke seluruh lorong rumah sakit. Dia berharap ada CCTV rumah sakit yang menunjukan di mana Sisi berada.“Saya ingin mengecek pasien di kamar VIP nomor 3. Pasien di sana hilang. Please, bantu saya cari. Ini adalah tanggung jawab kalian juga, kan?”Desakan Arfin membuat mereka yang bekerja di sana langsung bergerak memer

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status