공유

bab 85

작가: Maey Angel
last update 게시일: 2026-04-28 11:54:53

Perhitungan Sisi buka usaha di Bogor sepertinya salah. Omset yang didapatkan tidak sebesar saat di Jakarta. Dia pun hanya bisa menyimpan sisa modal untuk memutar dan membayar sewa, selebihnya dia seperti para kaum menengah ke bawah yang kekurangan biaya.

Sisi harus memastikan kebutuhan Hanum tercukupi. Dia menolak Hanum ikut berjualan karena tak ingin terlalu lelah. Lokasi jualan dan juga rumah yang tidak begitu dekat membuat Sisi hanya memperbolehkan Hanum menemaninya saat mena
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 107

    Dokter Lie tersenyum, “ minggu ini. Nanti persiapkan untuk semua kondisinya karena pemeriksaan dalam tiga hari ini mempengaruhi operasi plastik yang akan kamu jalani. Kamu siap kembali merasakan sakit?” tanya Dokter Lie.“Sakit macam apa yang belum ia alami, Dok? Sakit migren, sakit jiwa, sakit cacar, sakit parah sampai sakit hati dia juga sudah biasa, DOk. Gak akan mempan sakit lama lama di tubuhnya,” sahut Tery.“Biasa aja ngomongnya, semangat amat dukung orang sakit biar nambah sakit,” gerutu Aisy.“Ya, usahakan tetap fit dan jangan ada beban pikiran. Proses pemulihan setelah operasi wajah itu bukan cuma fisik, tapi mental juga harus kuat,” ujar Dokter Lie sambil mencatat sesuatu di tablet medisnya.Aisy mengangguk pelan, lalu menatap Tery. “Berarti, minggu ini ya. Kalau gagal, gue jadi muka dua dong? Separuh wajah lama, separuh wajah baru. Serem juga…”“Kalau gitu, lo bisa jadi bintang film horor. Judulnya: Se

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 106

    Aisy merasa jika waktu berlalu begitu lama. LUka di kaki dan tangan sudah kering, hanya masa penyembuhan yang katanya butuh satu minggu menjadi lebih lama karena Aisy tak mau diam. Ke WC atau jalan ke balkon ruangan, dia tak mau ditemani. Alhasil, lebih lama ada di rumah sakit itu.Tery kembali dari luar, dia melihat Aisy yang sedang menikmati pemandangan di luar.“Kek gersang banget di luar sana, Te,” ucap AIsy saat melihat di luar,“Cuaca di sini sedang panas panasnya, di Jepang malah ada banyak orang meninggal gara gara suhu panas yang tinggi. Makanya lo harus banyak minum dan jangan suka turun dari ranjang sendiri begini. Mau sembuh gak sih?”“Kapan jadwal operasi, Te? Gue udah nggak sabar balik Indo, kangen sama suasana di sana.”“Mulai deh mulai!” sungut Tery meletakan barang yang dia beli.“Habisnya gimana, sekacau kacaunya INdo … mau liburan ke gunung tinggal naik bis aja nyampe. Di sini, mau

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 105

    “Mulai deh. Udah lah, gak usah mikir itu lagi. Takut gue sama lo,” ucap Tery. Dia pun mengambil ponsel dan mengirim pesan pada seseorang yang jauh di sana.“Penjahat itu sempat menyebut nama kedua orang tua gue saat hendak menghabisi gue dan bahkan, nama Ayah Edi pun disebutnya. Apa mungkin, dia dalang dari kematian kedua orang tua gue ya?” tanya Aisy dalam dalam dan penuh kebingungan..Tery menoleh, menyimpan ponselnya. “Maksud lo?”“Ada sesuatu yang aneh. Gue ngerasa, penyerangan itu bukan sekadar serangan. Kayak… kayak ada pesan yang mau dikasih tahu sama gue.”Tery menyipit. “Lo mulai mikir konspirasi?”“Gue gak yakin. Tapi insting gue bilang, ini ada hubungannya sama masa lalu gue. Entah siapa yang masih simpan dendam, atau… siapa yang sengaja kasih peringatan.”Tery menunduk sebentar, lalu menatap Aisy. “Lo mau nyari tahu?”Aisy mengangguk pelan. “Gue gak bisa hidup tenang ka

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 104

    Berita tentang Edi dan kejadiaan naasnya masih menjadi senter di media sosial. Bahkan, Aisy pun melihat perkembangan itu dari jauh. Sebelum berita itu hilang dari peredaran, jelas dia sama sekali tak berkeinginan pulang atau kembali.Tery dengan sigap menemani. Apapun yang dia butuhkan, Tery selalu ada buatnya. Bahkan, saat sedang mandi dengan telaten Tery menemaninya. Takut luka di tubuhnya kembali koyak dan basah oleh air jika tidak hati hati.“Te, apa lo balik aja? Gue udah mendingan kok,” ucap Aisy tak enak.“Buat apa? Balik juga gak akan bikin gue dikasih tugas kayak dulu.”“Dipecat?”Tery menoyor kepala Aisy, “lupa gue di sini buat siapa? Dah ah, bosen denger lo usir gue terus. Lo pikir gue sedih ngurus lo?”Terdengar ketus dan menyebalkan, tapi Aisy suka kebaikan teman dekatnya itu.“Gak enak gue liat lo LDR’an sama ayang bebep. Emang lo gak kangen pengen ketemuan?”“Gak enak ya tinggal dilepehin, Sy. Gitu aja kok repot! Lagian, Dean udah tahu dan udah biasa juga LDR an sama gu

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 103

    Berita kematian Aisy sampai di telinga Daffi. Dia datang di hari kedua, saat tamu sudah hanya beberapa yang ditemui. Daffi sangat terpukul, ini kedua kalinya berita kematian Aisy terdengar dan dia pun hampir menangis saat Edi mau menemuinya.“Ini yang saya takutkan jika kamu tetap jadi suaminya. Kematian dia, ada di depan mata setiap hari.”“Apa pembunuhnya tidak bisa diurus? Ditemukan atau diadili?”Edi tersenyum samar, “andai bisa semudah itu, kematian kedua orang tua kandungnya akan mudah ditemukan.”“Maksud Anda?”“Kamu hanyalah orang biasa yang tak akan paham dunia politik dan kejamnya kursi parlemen. Tak apa, doakan saja dia tenang dan damai. Saya yakin, kamu masih peduli dengan dia tapi berhenti untuk memikirkan anak saya itu adalah jaana agar dia tenang dan bisa selalu tersenyum.”Daffi mengangguk, dia mungkin terluka dengan kematian Aisy tapi Edi lebih sangat terluka kelihatannya. TErbukti Edi hanya menemuinya beberapa menit saja, lalu pamit ke kamar karena tidak enak badan.

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 102

    Edi sendiri sudah tahu ini akan terjadi. Kesedihan mendalam itu membuat dia benar benar murka pada pelaku yang merencanakan kejahatan sekejam itu. Menjadikan jalan raya yang sepi sebagai akses membuatnya terluka, bahkan meyasar dua anaknya sekaligus tanpa ampun.Laporan Tery dan Dean membuat Edi shock. Namun, dia yang sudah sampai di Bogor tak bisa ke Jakarta dalam waktu yang sama. INi adalah jebakan sehingga dia memastikan LIlo aman dan tidak seperti Aisy nasibnya, lalu akan ke Jakarta besok. Malam ini, dia akan membuat laporan jika Edi berduka dan keluarganya tewas diban tai di tol 87 malam itu.Berat. Untuk kedua kalinya, Aisy menggunakan nyawa sebagai taruhannya. Dia tahu, ini tak mungkin bisa dia maafkan. Namun, balas dendam dengan cara yang sama akan membuat pelakunya semakin menjadi. Biarlah mereka senang dan pada akhirnya, dia yang akan membalasnya dengan cara dia sendiri.Pagi hari, insiden tentang masalah keluarga Edi mencuat. Tentu kabar ini tersiar dan mengegetkan semua pi

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 19

    “Jangan jadikan aku sandungan keinginanmu, Pak Dokter. Santai saja, aku aja santai, kok. Jam berapa kita balik?”Dafi tak menjawab. Dia terlihat kesal, tapi tak bisa berbuat apa apa. Inginnya dia juga besok kembali, tapi Ayahnya meminta rundingan kembali tentang resepsi dan dia menolak

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 13

    Sisi yang baru selesai dari masjid pun tak menjawab, dia fokus melipat mukenanya. “Sisi,” panggil Daffi dengan sedikit meninggikan suaranya.“Cari angin, Pak Dokter. Aku tuh gak bisa tidur semalam, jadi ya … keluar bentar.”“Keluar dari jam 11 sampai pagi? Aku mencarimu, Si.”Sisi hanya diam tak m

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 8

    Sisi diam saja, memilih mengamati bagaimana Andini tampak begitu nyaman bercakap-cakap dengan Daffi. Mereka seperti pasangan yang sempurna, sementara dirinya hanyalah bayangan di belakang. Andai saja mereka bukan saudara, pasti mereka sudah menjadi pasangan yang sempurna. Satu dewasa dan satunya la

  • Cinta Panas Sang Penyamar    bab 7

    "Bu Bos yang terhormat, di sini terlalu lama bikin otak saya mendadak ngeblank. Biasa menata gelas dan piring, sekarang harus menata hati. Mana orang di sini aneh aneh, ya kan?” bisik Sisi.Tiara terkekeh dan mengangguk. “Iya.”“ Kayak kamu kan?’ sambung Tiara kemudian.Sisi yang tadinya senang de

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status