Compartir

8. Resign

Autor: Aeris Park
last update Fecha de publicación: 2024-10-14 18:22:19

Bellia meremas pinggiran roknya dengan erat. Air mata terlihat menggenang di pelupuk matanya. Rasanya Bellia ingin sekali pergi dari ruangan Daniel tapi kedua kakinya seolah-olah tertancap, tidak mau bergerak.

Bellia tidak tahu mengapa hatinya bisa sesakit ini melihat Daniel sedang mencium wanita lain, padahal mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa. Mereka hanya orang asing yang tidak sengaja menghabiskan malam bersama.

Apa dia cemburu?

Bellia tanpa sadar meremas pinggiran roknya semakin erat
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   100. Buah Kejujuran

    Daniel menatap Bellia tanpa berkedip. Rasanya seperti mimpi wanita yang dia rindukan selama ini, kini ada di hadapannya. Senyum tipis yang tadi muncul di wajahnya belum juga hilang. Bukan senyum mengejek, bukan pula senyum meremehkan, seperti orang yang baru saja menemukan suatu hal yang tidak pernah dia duga sebelumnya.Akan tetapi bagi Bellia senyum Daniel seperti pisau kecil yang menggores harga dirinya. Lelaki itu seolah-olah menganggap remeh ucapannya, padahal dia sudah membuang jauh-jauh harga dirinya demi mengatakan kalimat itu untuk Daniel."Kenapa Mas Daniel tertawa? Apa Mas pikir aku sedang melucu? Suara Bellia bergetar, napasnya masih tersengal setelah tangis yang belum benar-benar reda.Daniel berkedip pelan, seolah-olah baru tersadar dari lamunan. "Aku tidak bermaksud seperti itu, Bie ...."Panggilan kesayangan itu membuat dada Bellia terasa sedikit menghangat."Aku masih tidak menyangka kamu akhirnya datang menemuiku," ucap Daniel jujur."Tidak menyangka?" Suara Bellia s

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   99. Pengakuan

    Siang ini cuaca begitu terik, panasnya terasa menyengat tanpa ampun. Aspal jalanan memantulkan hawa seperti bara, membuat udara terasa berat setiap kali dihirup.Namun, Bellia tidak peduli. Dia terus melajukan motor maticnya menembus kemacetan. Rambutnya yang tergerai bebas tertiup angin panas, wajahnya terlihat memerah karena terik matahari.Bellia mencengkeram setang motornya kuat-kuat, seolah-olah hal itu satu-satunya cara yang bisa membuatnya bertahan. Di sepanjang jalan ada satu kalimat yang terus terngiang-ngiang di kepalanya.Daniel akan segera menikah dengan wanita lain.Jantung Bellia berdetak tidak karuan. Napasnya terdengar berat dan sedikit sesak. Dia bahkan tidak benar-benar ingat bagaimana dirinya bisa tiba di depan kantor Daniel.Bellia menghentikan motornya di pelataran parkir. Mesin motor sudah dimatikan, tapi dia tidak langsung turun. Tangannya masih menggenggam setang dengan erat, tubuhnya terasa kaku, dan napasnya terdengar memburu.Bellia tidak pernah menyangka ji

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   98. Meyakinkan Bellia

    Bellia mengerjapkan kedua matanya perlahan ketika cahaya matahari yang masuk melalui celah-celah tirai jendela jatuh mengenai wajah cantiknya. Hawa dingin yang berembus dari ventilasi udara begitu menusuk kulitnya.Lehernya pegal, kepalanya terasa berat, dan matanya perih seperti terbakar. Bellia pun mencoba untuk membuka kedua matanya perlahan dan mendapati dirinya terbaring di sofa ruang tamu dengan posisi setengah meringkuk. Selimut tipis yang dia pakai semalam jatuh ke lantai tanpa dia sadari.Butuh waktu beberapa detik bagi Bellia untuk mengingat apa yang menyebabkan dirinya kacau seperti sekarang. Berita tentang pernikahan Daniel membuatnya menangis semalaman hingga lelah dan tanpa sadar ketiduran di sofa.Bellia memejamkan kedua matanya perlahan, berusaha menghalau sesak yang tiba-tiba menyelip di dalam dadanya. Bellia harap apa yang dia lihat dan dengar kemarin hanya mimpi buruk yang akan menghilang ketika dia bangun. Akan tetapi sesak di dadanya ternyata masih ada. Rasanya be

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   97. Terlambat

    Bellia memutuskan untuk menutup toko sedikit lebih telat hari ini. Langit sudah berubah jingga ketika dia selesai merapikan rangkaian bunga terakhir.Beberapa tangkai baby’s breath yang tersisa dia masukkan ke dalam ember kecil berisi air, kemudian dia menepuk-nepuk tangannya dengan pelan, seolah-olah ingin mengakhiri hari yang panjang dan melelahkan.Hari ini toko cukup ramai. Pesanan datang silih berganti, pelanggan keluar masuk tanpa jeda, bahkan ada dua pesanan mendadak yang membuatnya nyaris tidak sempat untuk beristirahat.Akan tetapi anehnya Bellia merasa sangat bersyukur karena kesibukan itu membuatnya tidak sempat memiliki waktu untuk memikirkan Daniel.Bellia mematikan lampu satu per satu, setelah itu menutup laci kasir kemudian menurunkan rolling door. Bunyi logam yang berderit menggema pelan di jalan yang mulai dipenuhi oleh lampu kendaraan.Dia berdiri sejenak di depan toko yang sudah tertutup. Biasanya dia selalu merasa lega setelah selesai bekerja. Akan tetapi entah ken

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   96. Kabar Mengejutkan

    Hari ini Bellia membuka toko bunganya lebih cepat dari biasanya karena ada pesanan mendadak.Di luar langit masih terlihat pucat, jalanan pun belum benar-benar ramai, hawa dingin terasa begitu menusuk di kulit.Bellia mengangkat rolling door perlahan, bunyinya berderit seperti kebiasaan yang tidak pernah berubah meskipun isi hatinya sedang berantakan. Aroma bunga langsung menyambutnya begitu pintu terbuka. Mawar, lily, baby's breath, dan tulip impor yang baru datang semalam dulu selalu berhasil membuat perasaannya tenang. Seharusnya hari ini pun sama. Akan tetapi kali ini rasanya ada yang berbeda dan Bellia sulit untuk menjelaskannya.Bellia menarik napas panjang lalu menyalakan lampu satu per satu, setelah itu dia menaruh tas di atas meja kasir. Tangannya otomatis bergerak, mengambil gunting untuk memotong batang mawar yang sudah sedikit mengering di bagian ujungnya. Gerakannya terlihat begitu terlatih, cepat, dan rapi.Akan tetapi anehnya dia tidak bisa berhenti memikirkan Daniel.

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   95. Keras Kepala

    Biasanya Bellia membuka rolling door setengah agar udara segar masuk bersama cahaya matahari pagi begitu tiba di toko. Aroma yang berasal dari daun basah, tanah, dan kelopak bunga yang baru datang biasanya cukup membuat perasaannya menjadi lebih ringan.Akan tetapi yang dia lakukan sejak tadi hanya diam, berdiri cukup lama di ambang pintu toko bunga miliknya. Helaan napas panjang lolos dari bibir mungil Bellia. Sepasang iris hezel miliknya menatap rak bunga yang tertata rapi, vas kaca yang berkilau bersih, dan papan menu kecil yang ditulis ulang setiap pagi.Semuanya terlihat sama dan tidak ada yang berubah. Begitu tenang seolah-olah tidak ada gangguan.Dia pernah mendapat teror lagi dari Vania. Tidak ada telepon aneh yang mengganggu ketenangannya, dan tidak ada lagi kejadian mencurigakan yang terjadi di sekitar toko atau pun rumahnya.Hidupnya akhirnya aman, seperti yang dia inginkan. Akan tetapi anehnya, dia justru merasa kesepian.Bellia kembali menghela napas panjang, lalu mulai

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   70. Siaga Satu

    Mata Bellia refleks mencari sosok yang dipanggil oleh Marvell. Ternyata Mahes berdiri di tempat yang berada tidak jauh dari mereka.Lelaki itu memakai kemeja putih dengan lengan yang tergulung rapi hingga sebatas siku. Rambutnya yang hitam tampak sedikit berantakan. Rahang yang biasanya halus kini

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   69. Kita Bertemu Lagi

    Marcedes Benz AMG G65 itu melaju sedikit kencang membelah jalanan yang ramai lancar. Daniel terlihat fokus mengendarai mobilnya sambil sesekali menimpali cerita Marvell yang duduk di kursi khusus untuk anak-anak di belakang.Bellia tanpa sadar tersenyum melihat interaksi di antara Marvell dan Danie

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   68. Keluarga Impian

    Bangunan mewah berlantai empat itu lebih pantas disebut mansion dari pada rumah. Sebuah air mancur dengan patung Dewi Yunani di bagian tengah semakin menambah kemewahan mansion tersebut. Lantainya terbuat dari marmer yang terlihat berkilau jika terkena cahaya lampu. Dindingnya dilapisi cat berwarna

  • Cinta Satu Malam: Dimanja Sang Presdir Dingin   67. Sisi Lain Daniel

    "Mas Daniel?!" Bellia bergeming di tempat, sepasang iris hezel miliknya terpaku pada lelaki yang seharian ini mengisi seluruh pikirannya.Waktu seolah-olah berhenti bergerak, dunia seolah-olah berhenti berputar. Suara di sekitarnya pun mendadak lenyap. Selama tiga puluh detik yang Bellia lakukan ha

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status