Share

9. Hanya Pembantu

Penulis: Stary Dream
last update Tanggal publikasi: 2026-07-17 17:26:05

Sakit hati Larissa mendengarnya tapi bibir ini membisu untuk menjawab. Bagaimana tidak? Paskal malah memperkenalkannya sebagai pembantu bukan seorang istri.

"Alih-alih bawa istri kamu malah bawa pembantu," Catline tertawa geli.

"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? Sudah lama nggak bertemu." Tawar Gabriel.

"Betul juga. Sudah lama kita nggak berbincang." Sahut Paskal.

"Kita ke restoran seafood disana saja." Ajak Catline.

Kedua pria setuju dan berjalan bersama. Sementara Larissa bingung, dia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   133. Firasat

    Paskal menerima undangan besar itu di tangannya. Minggu depan, Paskal akan menghadiri pesta ulang tahun provinsi tetangga. Pagelaran seni dan pesta rakyat akan dilakukan secara besar-besaran. Sebagai wakil rakyat, Paskal dan anggota dewan lainnya diminta untuk hadir."Undangan apa itu, sayang?" Tegur Larissa saat membawakan secangkir minuman untuk suaminya yang sedang berdiam di ruang kerja."Hanya undangan pesta ulang tahun provinsi. Harusnya kamu nggak perlu repot membawakan minuman untukku. Kalau aku butuh sesuatu, aku akan minta pada bi Ira."Paskal menerima secangkir teh itu dan ditaruhnya di atas meja. Sementara ia membawa Larissa dalam pangkuannya."Apa kabar jagoan papa hari ini? Apa dia masih menyusahkan mamanya?" Tanya Paskal mengusap perut buncit itu."Dia tidak pernah menyusahkan, sayang.. dia malah merindukanmu." Larissa tersenyum manis."Kamu benar. Aku terlalu sibuk akhir-akhir ini. Maaf, ya.." Paskal menatap lembu

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   132. Siapa Dia?

    Kandungan Larissa mulai membesar. Saat ini sudah menginjak usia enam bulan. Larissa sekarang lebih kuat. Fase mual muntah sudah terlewati. Namun kontraksi kadang kala masih dirasakan walau tak sehebat dulu. Larissa dan Paskal berdebar menunggu hasil pemeriksaan. Hari ini, mereka ingin mengetahui jenis kelamin anak yang dikandung Larissa. Dokter wanita ini mengulum senyum. Ia punya cara sendiri memberitahu berita baik ini. "Sekarang kalian boleh memegang kedua balon ini." Ujar dokter tersebut meminta perawat memberikan dua balon berwarna biru dan merah muda. Dimana Larissa memegang balon berwarna biru dan Paskal merah muda. "Ah ini lucu sekali.." Larissa jadi antusias akan kejutan. "Sekarang tuan dan nyonya bisa berdoa supaya jenis kelamin anak kedua sesuai dengan harapan." Sambung dokter itu lagi. Paskal memandang istrinya. "Saya menerima semuanya. Baik laki-laki atau perempuan,

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   131. Garis Dua

    "Larissa!" Tubuh itu diterbab. Larissa jatuh ke pelukan suaminya. Mata yang indah itu terpejam rapat. Seketika Larissa kehilangan kesadaran. "Sayang!" Astaga, Paskal dibuat kaget setengah mati. Bergegas pria ini menggendong istrinya dan membawa Larissa keluar dari kamar. Ia memanggil sopir menuju pintu rumah untuk membawa istrinya ke rumah sakit. Bi Ira yang melihat Larissa tak sadarkan diri juga ikut dalam kepergian ini.. sesampainya di rumah sakit, Larissa di periksa secara keseluruhan. Ternyata, wanita ini mengalami kelelahan. "Saya merasakan ada sesuatu pada nyonya Larissa, tuan. Bagaimana kalau Larissa diperiksa urinenya." Ujar dokter pria yang berjaga di igd malam ini. "Periksa urine?" "Iya, tuan. Hanya untuk memastikan saja." Paskal mengangguk setuju. Sekarang tinggal memunggu Larissa sadar secara penuh. Selang oksigen sudah terikat di hidung

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   130. Menang

    Tiga bulan selanjutnya.. Farhan, Aris sekretaris Paskal dan juga beberapa perwakilan perusahaan sudah berkumpul di kediaman Alvaro. Siang ini akan diadakan perhitungan dari pemungutan suara. Pesta demokrasi baru saja dilakukan. Paskal dan kandidat lainnya bersaing untuk masuk ke kancah politik. Paskal sejak tadi menunggu kabar. Dia mendengar jika suaranya unggul menjadi nomor satu, tapi beberapa menit kemudian posisinya di salip lagi. Oh, sungguh Paskal gelisah sekali dibuatnya. "Sayang! Sayang!" Paskal masuk ke kamar dan mencari istrinya. Hanya Larissa yang tak ikut berkumpul di ruang keluarga. "Iya, mas?" Larissa baru saja keluar dari kamar mandi dan menyeka bibirnya. "Sayang. Aku gugup sekali!" Paskal menghambur dalam pelukan Larissa. Pria ini selalu bertingkah manja jika di hadapan istrinya. Larissa lalu mengusap punggung Paskal dengan kasih sayang. "Kamu akan menang, mas. Percayalah padaku." Paskal menarik diri dan menatap wajah Larissa yang sedikit pucat. "Kamu sakit?

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   129. Gangguan

    "Kami pulang.." Ana menyambut kepulangan Larissa dan Azka. Saat melihat ibu asuhnya, Azka langsung memeluk dengan erat."Azka takut.." ucap anak itu bergetar."Ada apa, sayang?" Tatapan Ana beralih pada Larissa. Wanita itu hanya tersenyum."Azka, masuklah ke kamar. Kamu pasti lelah." Ujar Larissa pada anak itu.Azka patuh dan masuk ke kamarnya. Sementara Ana tampak kebingungan."Apa yang terjadi, Larissa?" Tanyanya."Dia beranggapan orang-orang yang ada di penjara itu jahat, bu.""Itu memang benar, kan? Dan pelaku kejahatan itu adalah ibunya sendiri." Ironi."Aku hanya ingin mempertemukan mereka berdua. Lila tampak menyesal. Dia meminta maaf dan Lila ingin aku mengasuh putranya.""Lalu kamu kabulkan?"Larissa menggeleng. "Ternyata aku tidak sebaik itu."Ana tersenyum dan memeluk Larissa. Sejak kecil anak ini di didiknya dengan penuh kasih sayang. Ia tahu betul sikap

  • Cinta Suci Larissa, Aku Istrimu!   128. Pertemuan Dengan Lila

    "Lila! Ada yang mencarimu."Lila menoleh. Seorang sipir wanita memanggil namanya. Wanita ini bangkit dari duduknya dengan susah payah. Tenaganya tak sama seperti dulu. Tubuh ini sudah ringkih termakan sel penjara. Ia berjalan tertatih menuju kran air. Membersihkan tangannya yang berlumuran tanah.Di tempat merenung ini, Lila tak hanya dikurung di balik jeruji. Dia diberikan aktivitas setiap paginya.Lila yang sombong dan menganggap semua orang sebagai pelayannya kini harus bergelut dengan asap dapur, tanah liat dan benang jarum. Dia ditugaskan memasak di dapur. Merapikan tanaman dan juga menjahit. Semua keterampilan yang ia dapatkan dari penjara.Wanita ini lalu mengelap tangannya yang basah di lap tangan yang tergantung. Setelah itu, ia menghadap sipir wanita yang tadi memanggilnya."Siapa yang mencari saya, bu?" Tanyanya."Nyonya Alvaro."Deg!Lila seperti dipukul sampai membeku. Nyonya Alvaro? Bukan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status