Share

Alma Nyidam Es Dawet

Safira mengabaikan Sania, dia menyeret kopernya keluar kamar. Dimas yang melihat istrinya keberatan membawa koper langsung membantunya.

"Mas, sekali lagi terima kasih kamu sudah menampung Safira selama ini," kata Dimas.

"Sudah, udah tanggang jawab aku sebagai saudara," kata Sudiro.

"Kamu pamit, Mas," kata Dimas.

Dimas dan Safira pergi menggunakan taxi online. Sebenarnya Sudiro ingin mengantar tetapi Dimas menolak. Dimas dan Safira dua orang yang sangat berbeda.

"Suami Tante Safira baik ya, ramah dan gak terlalu neko-neko," kata Alma.

"Ya begitulah, makanya dia sering kena marah sama Tante Safira," kata Satria. "Ayo masuk!" ajak Satria.

Mereka masuk ke dalam rumah setelah melihat mobil yang ditumpangi Safira dan Dimas pergi.

"Mas, aku pengen minum es dawet. Beliin ya!" pinta Alma.

"Hah es dawet?" tanya Satria. "Ini udah malam sayang," kata Satria.

"Tapi aku pengen," kata Alma.

"Udah turutin saja," ucap Sudiro.

Mau tak mau Satria pergi mencari es dawet agar nyidam istrinya keturutan. Sa
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status