Share

Bab 30 - Ingin Memeluk

Penulis: EYN
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-17 22:59:57
Menangkap reaksi Meilissa yang aneh, Liora refleks menyentuh tangan Lionel.

“Papa, Mei…” bisiknya pelan, sementara matanya terus melihat Meilissa dengan sorot mata khawatir. Dia takut sahabatnya kembali tumbang.

Lionel juga merasakan perubahan itu, tapi reaksinya lebih tenang meski batinnya, meronta-ronta ingin memeluk dan menenangkan gadis yang sudah berhasil menarik perhatiannya.

Tapi, sekali lagi etika sebagai dokter menghalanginya untuk menuruti keinginan hati. Sebagai ganti, dia menoleh pad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 146

    Pagi harinya, Meilissa merasakan sisi tempat tidur di sebelahnya kosong. Hawa hangat yang tadi malam membungkus tubuhnya kini berganti dengan udara kamar yang lebih dingin.Ia terduduk perlahan dan mengucek mata."Om?" panggilnya dengan suara serak khas bangun tidur."Ya?" Lionel yang sedang mengenakan kemejanya menoleh. Sorot matanya langsung melembut. "Selamat pagi, Sayang."Cahaya matahari menyusup melalui tirai otomatis yang terbuka setengah, memantulkan kilau lembut pada cermin besar di depan Lionel."Om mau kerja?" tanya Meilissa sambil menguap kecil. Ia melirik jam digital yang menempel di dinding. Pukul enam pagi tepat.Sebagai dokter sekaligus pemilik Rumah Sakit Sinclair, jam segini memang waktunya dia berangkat kerja."Aku mau ke kamar Liora, lalu pergi ke rumah sakit." Lionel merapikan manset kemejanya di depan cermin. "Aku khawatir dia terbangun dan mencari kamu duluan.""Oh, aku juga akan bersiap. Hari ini seharusnya aku mulai bekerja lagi." Meilissa mengepit selimut dan

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 145 - Memilih Bersatu

    Lionel menarik tangan Meilissa menuju pintu keluar kamar Liora.Begitu pintu tertutup pelan di belakang mereka, suasana berubah. Hening koridor dari kamar Liora ke kamar Lionel terasa kontras dengan detak jantung mereka yang mendadak tidak beraturan.Detik berikutnya, Lionel merengkuh pinggang Meilissa dan menariknya ke dalam pelukan hangatnya."Mari kita selesaikan urusan kita malam ini," bisiknya rendah di dekat telinga sang istri.Nada suaranya tidak hanya menggoda, tapi juga tersirat sebuah desakan yang berhasil membuat napas Meilissa tertahan sesaat.Kedua tangan Lionel mencengkeram lembut pinggul Meilissa. Jarak yang begitu dekat membuat Meilissa merasakan gairah yang tidak lagi disembunyikan.Dia tersenyum, sambil mengerlingkan mata. Wajahnya mendekat perlahan, sengaja menyisakan jarak tipis di antara bibir mereka."Ayo, Om. Tunggu apa lagi?" tantangnya kemudian. Meilissa tidak lagi malu-malu. Dia juga menginginkan Lionel.Sorot mata Lionel semakin berkabut. Semua beban hari ini

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 144 - Lanjutkan Di Kamar Kita

    "Bangunkan aku di kamar Liora, Om."Pesan itu dikirim Meilissa beberapa menit sebelum dia tertidur. Hingga saat ini, dia sengaja menggunakan panggilan Om untuk mempermudah kamuflase hubungan mereka.Setidaknya sampai pernikahan mereka terbuka, dia akan terus memakai panggilan itu.Sekitar satu jam kemudian, Lionel berdiri di depan pintu kamar Liora. Dia langsung membuka pintu kamar dan masuk ke dalam tanpa suara.Suasana di dalam kamar terasa hangat dan tenang, kontras dengan perasaan hatinya yang bergolak akibat percakapannya dengan Beatrice. karena pertemuan dengan Beatrice.Bayangan wajah Beatrice yang tenang tapi menghanyutkan. Lalu, pesan terakhir sebelum pulang yang penuh tekanan. Semuanya silih berganti muncul di kepalanya.Tapi, pemandangan di hadapannya membuat ketegangan di wajahnya perlahan mengendor.Di atas tempat tidur, Meilissa dan Liora sedang tidur sambil berpelukan. Liora meringkuk di sisi kanan, wajahnya separuh tersembunyi di balik selimut.Meilissa memeluknya deng

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 143 - Pacarmu

    "Tadi aku sudah bilang kalau aku yang akan menentukan waktu pertemuan kalian kan?"Lionel menjawab pertanyaan Beatrice dengan tenang. Nada suaranya tidak meninggi, tetapi ada ketegasan yang tidak bisa ditawar.Terdiam, Beatrice menatap lekat-lekat pada wajah putranya, menelusuri setiap perubahan ekspresi yang berusaha disembunyikan.Kerutan tipis di sudut mata Lionel, garis rahang yang mengeras seperti sedang menahan emosi. Dari kesemuanya itu, ada satu yang tampak berbeda. Ada aura berbeda yang terpancar dari Lionel. Sebuah kebahagiaan tersirat di dalam bola mata puteranya itu."Kamu tahu, Lion?" suara Beatrice melunak, sepertinya wanita itu benar-benar membahagiakan Lionel. "Besar harapan Mama untuk melihatmu menikah. Begitu kamu menikah, Mama mau pensiun. Rumah sakit Mama serahkan sepenuhnya padamu."Lionel mengangguk pelan. Dia sudah berkali-kali mendengar kalimat itu. Sayangnya, dia merasa tidak nyaman ketika kata pensiun dan menikah dirangkai dalam satu kalimat."Aku tahu. Tapi

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 142 - Pertama Dan Terakhir

    Makan malam berakhir lebih cepat dari biasanya.Bukan karena hidangannya kurang menggugah selera, tetapi karena memang Lionel tidak pernah selera makan kalau makan malam berdua saja dengan Mamanya.Selain itu, Beatrice pun hanya mencicipi sedikit. Seperti kebiasaannya setiap malam.Tidak menunggu lama, pelayan datang dan pergi tanpa suara. Piring-piring porselen mahal itu disingkirkan dengan cepat. Dentingan halus sendok dan garpu menjadi bunyi terakhir sebelum meja panjang itu kembali lengang.Yang tersisa hanya satu gelas berisi air putih di hadapan masing-masing. Lionel dan Beatrice memang tidak pernah minum selain air putih di malam hari.Jarak tempat duduk antara Lionel dan Meilissa tidak lebih dari satu meter. Tapi, perasaan yang terbentang di antara mereka terasa jauh lebih panjang dari yang sebenarnya.Beatrice mengangkat gelasnya, menyesap air dengan tenang, lalu meletakkannya kembali tanpa suara."Mama dengar Clara sudah menyerah denganmu. Dia mengundurkan diri dari klinik."

  • Cinta Terlarang : Terjerat Pesona Papa Temanku   Bab 141 - Dekat Dengan Papamu

    "Iya, Papa. Namanya Tante Elara. Beliau bilang kalau mengenal Papa waktu SMA. Dan, nama anaknya sama seperti aku. Liora."Suara Liora terdengar ringan, polos, tanpa beban. Dia menyampaikannya seperti sedang menceritakan guru baru di sekolah atau teman sekelas yang pindah bangku.Gadis itu tidak menyadari kalau ceritanya akan menimbulkan efek yang luar biasa bagi Meilissa dan Lionel.Baik Meilissa mau pun Lionel sama-sama tegang untuk alasan yang berbeda.Di seberang telepon, Lionel kehilangan kata-kata. Elara. Nama yang sudah lama dia lupakan. Tanpa sadar tangannya mencengkeram ponselnya erat.Ada jeda yang terasa lama untuk ukuran percakapan biasa."Papa?!""Hm..., sepertinya Papa tidak ingat dia," jawab Lionel akhirnya. Nada suaranya dibuat seakan dia sudah berusaha mengingat-ingat.Kalimat itu membuat Liora melirik dengan perasaan sungkan kearah Elara yang duduk di hadapan mereka."Ooo..., aku pikir...," Liora menggantung ucapannya.Dia tidak berani melanjutkan karena takut menyingg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status