ホーム / Romansa / Cinta Yang Lain / 41. Sepupu dari London

共有

41. Sepupu dari London

作者: Aprilia Choi
last update 公開日: 2026-02-25 15:19:39

Rumah kediaman Pratama pagi itu tampak begitu meriah. Aroma melati dan nasi kebuli menyeruak dari area ruang tamu hingga taman belakang. Hari ini adalah acara syukuran sekaligus aqiqah untuk Aydan Putra Pratama. Balon-balon berwarna pastel menghiasi sudut ruangan, dan foto-foto newborn Aydan yang sedang tertidur lelap sukses membuat siapa pun yang melihatnya merasa gemas.

Abhi, yang mengenakan baju koko modern berwarna senada dengan gaun Ayla, tampak sibuk menyalami tamu. Namun, fokusnya tetap
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cinta Yang Lain   43. Pesta 40 hari (END)

    Rumah kediaman Pratama sore itu disulap menjadi taman surgawi mini. Ratusan bunga lili putih dan mawar pastel menghiasi setiap sudut, memberikan aroma harum yang menenangkan. Acara tasyakuran 40 hari kelahiran Aydan Putra Pratama bukan sekadar perayaan syukur, tapi juga momentum "gencatan senjata" bagi dua pria yang selama seminggu terakhir ini terus bersaing memperebutkan gelar pria paling perhatian di rumah itu.Abhi tampak gagah mengenakan beskap modern berwarna cream, sementara Ayla terlihat sangat anggun dengan kebaya senada, rambutnya disanggul modern yang memperlihatkan leher jenjang dan aura keibuannya yang semakin terpancar. Di pelukan Ayla, Aydan tertidur pulas, terlihat sangat tampan dengan baju muslim bayi yang dirancang khusus."Mas, jangan pasang muka tegang gitu kalau lihat Aldi. Ini acara anak kita," bisik Ayla saat mereka berdiri di depan pintu untuk menyambut tamu.Abhi merapikan letak jam tangannya, matanya melirik Aldi yang sedang asyik mengatur letak panggung k

  • Cinta Yang Lain   42. Dua singa satu atap

    Pagi di kediaman Pratama biasanya tenang, diisi oleh suara kicauan burung dan gemericik air kolam. Namun, sejak kehadiran Aldi, udara di rumah itu seolah mengandung muatan listrik statis yang siap memercikkan api kapan saja.Abhimana, sang CEO yang biasanya dingin dan tak tersentuh, kini bertransformasi menjadi seorang pria yang sangat kompetitif—terutama jika itu menyangkut perhatian istrinya dan putra kecilnya, Aydan.“Pagi, Princess!” suara Aldi menggelegar di ruang makan. Ia muncul dengan kaus putih ketat yang memamerkan otot lengannya, hasil latihan rutin di pusat kebugaran London. Di tangannya, ia membawa nampan berisi avocado toast dengan telur mata sapi yang estetik.“Aku buatkan sarapan khusus buat kamu, Ay. Protein tinggi, lemak sehat, biar produksi ASI kamu melimpah,” Aldi meletakkan piring itu tepat di depan Ayla, menggeser piring nasi goreng buatan asisten rumah tangga yang baru saja hendak disantap Abhi.Abhi yang sedang menyesap kopi hitamnya hampir saja tersedak. I

  • Cinta Yang Lain   41. Sepupu dari London

    Rumah kediaman Pratama pagi itu tampak begitu meriah. Aroma melati dan nasi kebuli menyeruak dari area ruang tamu hingga taman belakang. Hari ini adalah acara syukuran sekaligus aqiqah untuk Aydan Putra Pratama. Balon-balon berwarna pastel menghiasi sudut ruangan, dan foto-foto newborn Aydan yang sedang tertidur lelap sukses membuat siapa pun yang melihatnya merasa gemas.Abhi, yang mengenakan baju koko modern berwarna senada dengan gaun Ayla, tampak sibuk menyalami tamu. Namun, fokusnya tetap tak pernah lepas dari Ayla yang sedang duduk di sofa khusus sambil menggendong Aydan."Mas, minum dulu," ucap Ayla lembut saat Abhi mendekat.Abhi tersenyum, baru saja hendak mengambil gelas dari tangan istrinya, tiba-tiba sebuah suara bariton yang terdengar sangat akrab—namun memiliki aksen yang sedikit berbeda—menggelegar dari arah pintu masuk."Ayla! My favorite girl in the world!"Seorang pria tinggi dengan balutan jas kasual rancangan desainer ternama masuk dengan langkah penuh percaya

  • Cinta Yang Lain   40. Pelangi yang sempurna

    Tanpa terasa kandungan Ayla sudah berusia sembilan bulan. Suasana malam di Rumah Sakit Internasional Jakarta terasa begitu sunyi, namun di koridor depan ruang bersalin, denyut ketegangan terasa begitu nyata. Lampu merah bertuliskan “In Labor” menyala terang, seolah menjadi saksi bisu atas perjuangan hidup dan mati yang sedang berlangsung di dalamnya.Abhi tak pernah merasa sekecil ini. Sebagai seorang CEO, ia terbiasa mengendalikan angka, proyek, dan ribuan karyawan. Namun malam ini, ia hanya seorang pria biasa yang menggenggam erat tangan istrinya, merasa tak berdaya melihat peluh dan air mata membanjiri wajah Ayla.“Tarik napas, Ayla... pelan-pelan. Fokus pada suaramu, bukan pada sakitnya,” suara dokter Ammar terdengar tenang, meskipun di balik maskernya, ia juga bekerja dengan konsentrasi penuh.Ayla mengerang, cengkeramannya pada tangan Abhi begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. “Mas... sakit... aku nggak kuat...” bisiknya dengan suara yang hampir habis.Abhi mendekatkan wa

  • Cinta Yang Lain   39. Hati yang pulang

    Dunia terkadang bekerja dengan cara yang sangat misterius. Saat satu pintu tertutup dengan dentum keras yang menyakitkan, ia sering kali membiarkan sebuah jendela terbuka perlahan, memberikan jalan bagi sinar matahari baru untuk masuk. Begitulah yang dirasakan Bella saat ini.Di teras belakang Kafe Choco yang sudah tutup, Bella duduk menghadap taman kecil sambil memegang cangkir cokelat panas. Di sampingnya, Davin sedang sibuk mengutak-atik sebuah speaker bluetooth yang macet.“Davin, makasih ya buat semuanya,” ucap Bella tiba-tiba, suaranya pelan namun penuh penekanan.Davin menoleh, dahinya berkerut. “Semuanya apa? Ini speakernya belum bener, Bel. Masih bunyi kresek-kresek.”Bella tertawa kecil, tawa yang kini tak lagi terdengar sumbang. “Bukan itu. Makasih karena sudah kasih aku hidup baru. Tempat tinggal, pekerjaan di kafe ini, dan... karena sudah sabar dengerin aku nangis berminggu-minggu.”Davin meletakkan obengnya. Ia menatap Bella dengan tatapan yang sulit diartikan. “Bel

  • Cinta Yang Lain   38. Kecemburuan Abhi

    Pagi itu, aroma antiseptik rumah sakit yang biasanya terasa mencekam, mendadak terasa lebih ramah bagi Ayla. Mungkin karena hari ini adalah jadwal pemeriksaan rutin kandungannya yang sudah memasuki trimester akhir. Atau mungkin, karena sosok yang akan ia temui bukan sekadar dokter, melainkan kepingan masa lalu yang telah menjelma menjadi sahabat baik: Dokter Ammar Gauzan.Di dalam ruang konsultasi, Ammar tampak rapi dengan jas putihnya. Ia masih sama seperti dulu—tenang, teduh, dan memiliki cara bicara yang bisa membuat lawan bicaranya merasa menjadi orang paling penting di dunia.“Jadi, Dok... kalau nanti kontraksi itu rasanya seperti apa?” tanya Ayla, jemarinya meremas ujung gaunnya. “Benar kata orang ya, rasanya seperti tulang-tulang dipatahkan? Terus kalau aku nggak kuat mengejan bagaimana? Kalau aku pingsan di tengah jalan gimana?”Rentetan pertanyaan itu meluncur begitu saja. Wajah Ayla tampak pucat, kecemasan seorang calon ibu baru benar-benar menguasainya.Ammar meletakkan

  • Cinta Yang Lain   13. Mengharap kesabaran

    ~ Meski kita belum saling mencintai, Mas tetap ingin berusaha membahagiakan kamu ~Abhimana Pratama**Pagi itu rumah terasa hangat. Bukan karena sinar matahari yang masuk dari jendela besar ruang makan, melainkan karena dua orang yang—meski belum saling mencintai—sedang belajar berbagi ruang da

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Cinta Yang Lain   14. Hadiah yang tak diinginkan

    ~ Aku sadar, aku tidak berhak untuk terus memaksamu mencintaiku sepenuh hati ~Abhimana PratamaWaktu telah menunjukkan pukul 05.00 sore, Abhi baru saja pulang dari kantor dan langsung menuju kamarnya untuk segera mandi dan berganti pakaian. Pria itu merasa lebih baik setelah mandi, tidak seperti

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Cinta Yang Lain   12. Orang asing

    ~ Meski kamu melakukan kebohongan itu untuk menutupi suatu hal yang menurutmu baik, tetap tidak akan mengubah kenyataan yang sebenarnya ~ Abhimana Pratama**“Di antara kita memang belum ada rasa cinta, tapi sebagai suami ... aku minta kamu harus bisa menjaga sikap saat kita di luar rumah, teru

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Cinta Yang Lain   11. Hanya status

    ~ Hubungan yang diawali tanpa rasa cinta ini, bagiku hanya sebuah status di atas selembar kertas ~Ayla Shanaya**Abhi pamit mandi lebih dulu, suaranya tenang seolah ini bukan malam pertama mereka sebagai suami istri. Ayla hanya mengangguk, duduk di depan meja rias sambil menatap bayangannya se

    last update最終更新日 : 2026-03-18
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status