Compartilhar

Bab 47

Autor: Blue Moon
last update Data de publicação: 2026-03-19 00:21:37

Saat melangkahkan kaki masuk ke dalam mall, Miranda bersenandung dengan gembira. Belakangan ini suasana hatinya sangat bagus. Dia merasa bahagia dan akhirnya bisa menikmati hidupnya. Keinginannya sudah terwujud, yaitu melihat Sarah masuk ke dalam keluarga yang berada.

Apalagi dia sudah tahu persis keluarga mana itu… Keluarga Regina, yang memang selalu dia harap-harapkan. Dia tidak peduli apakah Vicky ataupun Randy yang menjadi menantunya. Di matanya, mereka berdua sama saja. Mereka sama-sama pu
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 49

    Tubuh Randy menegang. Dia hampir-hampir tak bisa mengendalikan kemarahannya lagi. “Dengar Alana, aku tidak tahu apa yang telah ibuku katakan padamu. Tapi yang jelas, aku tidak bisa berada di sini denganmu. Aku sudah menikah.”“Hmm... tapi katanya pernikahan itu akan dibatalkan?”“Ibuku bilang begitu? Itu tidak akan terjadi. Aku tidak akan membiarkannya melakukan itu.”“Tapi Randy, apa kau tidak mau mencoba mempertimbangkan dulu mengenai keuntungan yang bisa kita dapatkan jika kita menjalankan ini sesuai dengan...”“Tidak mau,” potong Randy.Alana tetap berusaha menjelaskan, “Ibumu berjanji akan menyerahkan grup perusahaannya padamu. Lalu, ditambah dengan perusahaan ayahku, kita bisa…”“Kubilang aku tidak mau, Alana. Aku tidak butuh semua itu.”Alana menatapnya tak percaya. “Kau yakin? Kau rela jika tidak mendapatkan apapun dari ibumu?”“Kenapa aku harus mengharapkan itu? Biar saja ibuku lakukan apapun yang dia inginkan dengan perusahaannya.”“Baiklah. Mungkin kau memang tidak membutuh

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 48

    Suara kicauan riang burung yang bersahut-sahutan membangunkan Sarah dari tidurnya. Saat membuka mata, dia melihat cahaya lembut matahari yang merambat lurus, masuk melalui sela-sela tirai jendela. Cahaya yang tampak indah dan menghangatkan jiwa.“Hm, sudah pagi. Tidurku nyenyak sekali,” gumamnya pelan.Sarah bergerak perlahan untuk duduk di atas tempat tidurnya yang empuk dan nyaman itu. Kemudian dia menoleh dan memandang suaminya yang masih terlelap.Sarah memutuskan untuk tidak terburu-buru bangun dan keluar ruangan. Dia ingin menikmati momen hangat dan damai ini untuk sementara waktu.Dia mengulurkan tangan kanannya, lalu perlahan membelai rambut suaminya itu. Tak habis-habisnya dia mensyukuri kenyataan bahwa dia memiliki suami yang mengagumkan ini. Walau terkadang ada masalah-masalah yang harus mereka hadapi, tetapi hingga kini mereka masih bisa bertahan bersama-sama. Sarah sangat bahagia.Beberapa menit kemudian, Sarah bergerak semakin mendekat, mencondongkan tubuh, lalu mengecup

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 47

    Saat melangkahkan kaki masuk ke dalam mall, Miranda bersenandung dengan gembira. Belakangan ini suasana hatinya sangat bagus. Dia merasa bahagia dan akhirnya bisa menikmati hidupnya. Keinginannya sudah terwujud, yaitu melihat Sarah masuk ke dalam keluarga yang berada.Apalagi dia sudah tahu persis keluarga mana itu… Keluarga Regina, yang memang selalu dia harap-harapkan. Dia tidak peduli apakah Vicky ataupun Randy yang menjadi menantunya. Di matanya, mereka berdua sama saja. Mereka sama-sama putra Regina. Mereka sama-sama cocok untuk memenuhi ambisinya.Sekarang masa depan Sarah sudah terjamin. Baik putrinya maupun cucu-cucunya di masa depan nanti, tidak akan hidup penuh kesulitan seperti Miranda yang dahulu. Mereka semua bisa hidup dalam kondisi yang jauh lebih baik.‘Dan tentunya kehidupanku juga akan menjadi lebih baik kan?’ tambah Miranda dalam hati.Hari ini, dia hendak mentraktir dirinya sendiri makan enak di sebuah restoran fancy. Karena segala peristiwa yang baik ini perlu dia

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 46

    Randy mengajak Sarah untuk pergi menemui Regina. Dia ingin mulai menjembatani hubungan antara istri dan ibunya itu. Sesungguhnya dia pun tahu, bahwa tak mudah untuk melunakkan hati Ibu agar bersedia menerima istrinya. Waktu itu Regina sudah dengan jelas menyatakan ketidaksetujuannya. Namun tak ada salahnya dia tetap berusaha kan? Sarah mengenakan gaun hitam simpel sepanjang lutut yang cantik, beserta pointed shoes elegan dengan heels yang tidak terlalu tinggi. Dia sudah memilih gaya berpakaiannya ini dengan hati-hati agar dapat memberikan kesan yang baik bagi Regina. Namun dia pun sadar, setelah semua kehebohan yang dia sebabkan dulu, kemungkinan besar Regina tidak akan menyukai dirinya. Tapi dia menguatkan hati. Dia akan berusaha demi Randy. Ketika mereka berjalan memasuki rumah besar itu, secara otomatis Sarah mencengkeram erat lengan Randy, berusaha mendapatkan kekuatan dan perasaan aman dari sana. Randy pun menyadari kegelisahan istrinya itu. Dia menoleh dan tersenyum. “Tid

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 45

    Sepanjang malam Sarah dan Randy asyik mengobrol berdua. Bahan pembicaraan mereka tak kunjung habis, karena mereka ingin menceritakan tentang segala hal yang terjadi selama sekian hari mereka terpisah.“Kau benar-benar memarahi adikmu seperti itu?” ucap Sarah.“Sudah bagus hanya kumarahi. Kalau Ibuku tidak muncul, mungkin sudah kuhajar dia.”“Aduh, jangan begitu, Randy. Aku jadi merasa kasihan padanya. Sebetulnya dia tidak melakukan apa-apa, lho. Hanya aku sendiri yang terlalu terkejut.”Randy menatapnya tak senang. “Kenapa kau jadi membela Vicky?”“Bukan bermaksud membelanya. Aku hanya mengungkapkan fakta… bahwa memang dia sama sekali tidak menggangguku. Dan setelah kupikir-pikir lagi, sepertinya dia orang yang cukup baik.”“Aku sudah pernah bilang kan, Sarah... untuk tidak memuji pria lain? Termasuk adikku. Apalagi dulu kalian juga sempat hampir menikah.”Sarah tertawa. Mulai lagi sikap posesif suaminya ini. Randy sudah kembali menjadi dirinya sendiri. Bukan lagi pria yang tampak men

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 44

    Sarah memutuskan untuk menelepon Susan. Sahabatnya itu langsung heboh ketika menerima panggilan teleponnya.“Astaga, kenapa kau menghilang begitu saja, Sarah? Kau di mana sekarang? Kau tidak apa-apa kan? Ada orang yang mengganggumu, tidak? Aku juga dengar bahwa kau sakit?” cerocosnya.Sarah tertawa mendengarnya. “Satu-satu dong pertanyaannya. Aku bingung mau menjawab yang mana dulu.”“Terserah, jawab saja yang mana dulu. Pokoknya aku mau tahu kondisimu sekarang!” pekik Susan.“Aku baik-baik saja, Susan. Dan aku juga berada di tempat yang aman. Pokoknya kau tidak perlu khawatir. Lalu, aku menelepon karena butuh bantuanmu.”“Katakan saja. Apa itu? Cepat katakan, aku pasti akan membantu.”“Pertama-tama, jangan sampai suamiku tahu ya kalau aku menghubungimu.”“Oke. No prob.”“Thanks, Susan. Nah jadi… aku ingin tahu mengenai kabar suamiku. Apa kau sempat melihatnya di kantor? Apa dia baik-baik saja?”“Hmm… dia terlihat buruk.”“Buruk bagaimana maksudmu?”“Wajahnya kusut. Dan tampak tidak be

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status