Teilen

Bab 99

last update Veröffentlichungsdatum: 03.05.2026 01:27:05

Ronde ketiga dimulai.

Tim mereka beranjak maju perlahan sambil menembak secara teratur, hanya untuk menahan dan menghalangi pergerakan lawan. Tidak ada yang berlari cepat ke arah bendera seperti yang Mario lakukan di dua babak awal.

Satu orang dari tim lawan telah berlari maju terlebih dahulu. Dan mereka mengira bahwa di babak ini mereka lebih unggul. Well, terlalu cepat untuk menyimpulkan.

Karena sesungguhnya, Randy juga telah merangkak maju di tanah di sisi terluar arena, tanpa ada lawan yang
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 101

    Satu minggu kemudian.Sarah datang berkunjung ke rumah orang tuanya. Beberapa hari yang lalu Steven menelepon, menanyakan kabarnya, lalu berkata bahwa mereka sudah lama tak bertemu. Sarah menangkap nada kerinduan di dalam suaranya. Maka dia pun memutuskan untuk segera mengunjungi ayahnya.Memang sudah cukup lama sejak terakhir kali mereka bertemu. Sesungguhnya Sarah juga merasa sedikit bersalah karena tidak berinisiatif untuk datang lebih awal. Kenapa dia harus menunggu hingga Ayah menghubunginya? Dia terlalu terfokus dengan rutinitas sehari-hari, sampai melupakan bahwa ada seseorang yang menunggunya untuk memberi kabar.Dia pun berniat dalam hati... ke depannya, dia akan bersikap lebih proaktif terhadap orang tuanya.Steven yang membukakan pintu, serta merta memeluk erat putri kesayangannya itu. “Akhirnya kau datang juga, Sarah.”“Hai, Ayah! Maaf ya, aku baru datang sekarang.”“Tidak apa-apa. Ayo, masuklah,” ucap Steven. “Kau datang sendirian?”“Iya. Randy sedang ada urusan pekerjaan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 100

    Sarah terbangun di kamar yang beratap kayu dan jerami, dengan tirai putih bersih yang bergoyang pelan karena tertiup angin sepoi-sepoi.Sejenak dia sempat linglung dan berpikir, ‘Aku di mana?’Dia bergerak untuk duduk, mengusap matanya beberapa kali agar dapat melihat dengan lebih jelas. Dia memandang ke sekitarnya dan melihat berbagai ukiran estetik, pintu gebyok bergambar wayang dengan warna coklat keemasan, serta dekorasi payung khas Bali yang berada di salah satu sudut ruangan.‘Ah, iya! Aku sedang berada di villa di Bali,’ pikirnya. ‘Lalu di mana suamiku?’Ruangan itu tampak kosong. Dia hanya seorang diri di sana.Sambil bergerak perlahan, Sarah turun dari tempat tidur dan berjalan mendekat ke jendela yang sedikit terbuka. Dia mendorong daun jendela itu agar dapat melihat pemandangan yang lebih luas. Dalam sekejap udara segar dan aroma harum pepohonan menembus masuk ke dalam kamar. Sangat menenangkan dan terasa nyaman.Awalnya pandangan Sarah tertuju ke taman asri yang berada di

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 99

    Ronde ketiga dimulai.Tim mereka beranjak maju perlahan sambil menembak secara teratur, hanya untuk menahan dan menghalangi pergerakan lawan. Tidak ada yang berlari cepat ke arah bendera seperti yang Mario lakukan di dua babak awal.Satu orang dari tim lawan telah berlari maju terlebih dahulu. Dan mereka mengira bahwa di babak ini mereka lebih unggul. Well, terlalu cepat untuk menyimpulkan.Karena sesungguhnya, Randy juga telah merangkak maju di tanah di sisi terluar arena, tanpa ada lawan yang menyadarinya. Dia bergerak cepat hingga ke bagian tengah arena. Setelah dia berada cukup dekat, barulah kemudian dia bangkit berdiri dan serta merta berlari menghampiri bendera.Begitu melihat Randy yang sedang berlari, hampir seluruh anggota tim melaju dan melepaskan tembakan dengan brutal, mengakibatkan pelari lawan harus menunduk bersembunyi dan tidak bisa bergerak sama sekali.Demikianlah mereka berhasil merebut bendera terakhir, dan memenangkan pertandingan itu.Susan melompat bahagia dan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 98

    Siang itu mereka semua berkumpul di sebuah lokasi untuk kegiatan team building. Ternyata aktivitas yang telah disiapkan oleh panitia ialah paint ball.Sarah sedikit terkejut saat mendengar tentang gambaran kegiatan yang akan mereka lakukan itu.First of all, tentu saja, karena dia tidak memiliki pengalaman sama sekali. Dia bahkan tidak pernah bermain game menembak, atau game apa pun. Jadi bagaimana mungkin dia bisa menembak lawan tepat sasaran? Sepertinya itu merupakan hal yang mustahil.Lalu yang kedua, dia yakin dia pasti akan merasa ketakutan ketika harus berhadapan face to face dengan lawan yang memegang senjata semacam itu. Jangankan menembak dengan tepat... jika dia mampu mengalahkan ketakutannya sendiri dan menarik pelatuk saja itu sudah sangat bagus.Sedikit khawatir, dia berujar pelan pada Susan. “Sepertinya aku akan jadi pemain yang paling payah,” ucapnya jujur.Susan pun tertawa. “Sama saja denganku. Aku jug

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 97

    Hari keberangkatan ke Bali pun tiba. Mereka semua telah berkumpul di airport dan menunggu boarding time di gate yang ditentukan.“Sarah!!”Susan melambaikan kedua tangan dengan semangat, bergegas mendekati sahabatnya yang sedang duduk di salah satu kursi.Sarah tersenyum lebar. “Hai, Susan. Hari ini kau kelihatan manis sekali.”Susan mengenakan white dress simpel sepanjang lutut, yang dipadukan dengan cardigan berwarna pastel.“Kau juga manis dan cantik,” balas Susan riang. “Kau dapat seat nomor berapa, Sarah? Apa kita duduk berdekatan nanti?”

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 96

    Sepulangnya mereka dari acara makan siang bersama Regina, Sarah lebih banyak berdiam diri. Di perjalanan pulang, Randy sama sekali tidak mengusik istrinya itu. Dia ingin memberikan waktu bagi Sarah untuk menenangkan pikirannya. Mereka berdua berkendara dalam diam. Begitu pun beberapa jam kemudian di rumah. Sarah masih tidak banyak bicara. Dia hanya sibuk dengan ponselnya dan juga buku jurnal hariannya. Menjelang sore hari barulah Randy mendekatinya dan memulai pembicaraan. “Apa kau baik-baik saja, Sayang?” “Iya,” jawab Sarah sambil tersenyum menatap suaminya. Namun Randy dapat merasakan bahwa itu adalah sebuah senyuman yang dipaksakan. Senyum yang diberikan istrinya untuk sekadar menenangkannya. “Kau tidak perlu memendamnya sendirian, Sayang. Kalau memang merasa kesal, katakan saja,” ucap Randy lagi. “Aku sendiri juga kesal mendengar perkataan Ibu tadi siang. Seharusnya Ibu tidak ikut campur urusan kita berdua.” Ucapan Randy membuat Sarah berpikir dari sudut pandang yan

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 18

    Di hari Senin pagi, Sarah tak bisa menahan diri untuk tidak bicara pada sahabatnya. Begitu dia melihat Susan melangkah masuk ke ruangan, Sarah langsung beranjak dan mendekatinya.“Pagi, Sarah!” sapa gadis yang ceria itu.“Pagi. Hei, aku ingin bicara denganmu,” ucap Sarah tanpa basa basi.Barulah Sus

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 17

    Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Sarah sudah bangun.Hari itu merupakan hari Sabtu, namun karena Sarah tidur cepat semalam, jadi sepagi ini pun dia sudah merasa segar. Randy masih terlelap di sebelahnya. Dia mendekatkan wajah, mengecup pipi pria itu dengan lembut, lalu bangun dan keluar dari kama

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 16

    Sarah, Susan dan Dimas semakin dekat satu sama lain. Susan dan Dimas sudah menjalin hubungan, namun mereka tetap menghabiskan waktu bersama Sarah.“Jujur saja deh, kalian berdua benar-benar tidak merasa terganggu olehku?” tanya Sarah suatu hari.“Tidak,” jawab Susan cepat. “Mana mungkin terganggu.

  • Cinta dalam Pelarian   Bab 15

    Pagi itu suasana di kantor terasa meriah dan menggembirakan. Terutama bagi Dimas. Dia mencapai rekor penjualan tertinggi di bulan ini, setelah dia berhasil closing transaksi sebanyak 50 unit mobil dengan sebuah perusahaan properti. Pencapaiannya itu diumumkan langsung oleh Julio, sang General Manag

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status