分享

BAB 15 : CANTIK!

作者: Yoongina
last update publish date: 2026-07-15 11:28:30

Lingga melangkah gontai setelah turun dari mobil, berjalan perlahan menuju Kafe Le Moka, kafe miliknya yang ia kelola bersama Kinan, adik kandung satu-satunya.

​Jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat ketika akhirnya Reygan mengizinkannya untuk pulang dan beristirahat. Tubuhnya terasa luar biasa lelah setelah berhari-hari menemani sang atasan mencari keberadaan Elara sambil bersandiwara di hadapan Tama Valero untuk menyembunyikan apa yang Reygan lakukan di belakang kedua orang tuanya.
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
uuppss!wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
lingga jangan jatuh cinta, sainganku bos mu Kikikikiki
查看全部評論

最新章節

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 43 : DI KEGELAPAN MALAM

    Derap langkah sepatu kulit Lingga yang beradu dengan anak tangga besi menimbulkan gema tipis di tengah pekatnya angin malam. Suara itu cukup untuk mengalihkan perhatian dua pria berbadan tegap yang tengah memojokkan sang gadis di lorong sempit bawah tangga. ​"Siapa lo?! Nggak usah ikut campur kalau mau selamat!" bentak pria berkulit gelap, melepaskan cengkeramannya dari bahu sang gadis, melangkah maju untuk menghalangi Lingga. ​Lingga tak menjawab. Wajahnya tetap datar, namun sepasang mata tajamnya berkilat berbahaya. Ia berhenti di undakan tangga terakhir, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya santai. Dalam satu gerakan yang tak terduga, Lingga mengayunkan tinjunya lurus menghantam rahang pria berkulit gelap itu. ​Bugh! ​Serangan mendadak itu membuat pria tersebut tersungkur ke jalan, mengerang kesakitan sambil memegang rahangnya yang berdarah. ​"Brengsek!" pria satunya yang bertubuh lebih kekar langsung melayangkan pukulan mentah ke arah kepala Lingga. ​Dengan

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 42 : LUKA DAN CINTA

    "Rey," panggil Zavier, menatap heran ke arah sahabatnya yang sejak tadi terus tersenyum sendiri memandangi layar ponsel. ​Reygan menoleh sekilas tanpa menghentikan jemarinya. "Kenapa, Zav?" tanya pria itu singkat, lalu kembali sibuk mengetikkan pesan balasan untuk Elara. ​"Bisa nggak, sih... kita kumpul lagi berempat kaya dulu?" tanya Zavier pelan. Pria itu lantas menyesap wiski dari gelasnya, menatap nanar es batu yang perlahan meleleh. ​Gerakan jemari Reygan terhenti seketika. Ia menoleh perlahan, menatap Zavier dengan rahang yang mengeras. ​"Juna udah menentukan pilihannya," sahut Reygan dingin, memutus harapan yang sempat muncul di raut wajah Zavier. "Sebagai pengacara, dia harusnya tahu betul mana korban dan mana pelaku sebenarnya." ​Zavier menghela napas berat. "Dia terpaksa, Rey. Lo tahu sendiri, di antara kita bertiga, cuma Juna yang paling dipercaya sama orang tua lo. Mungkin karena gue sama Yuda sukanya main-main, beda sama Juna yang selalu serius." ​Reygan terdi

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 41 : KEMENANGAN BERSAMA

    Suasana di balik meja barista kafe Le Moka seketika membeku. Aura dingin yang menguar dari tubuh Reygan seolah sanggup menghentikan detak jarum jam. Pria itu berdiri begitu dekat, kedua tangannya bertumpu pada meja kayu, menatap Kinan dan Elara bergantian sebelum pandangannya mengunci Lingga yang sedang duduk tenang di meja sudut sambil memeriksa sesuatu pada tablet di tangannya. ​Kinan menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mendadak membasahi tengkuknya. "B-Bang Reygan... sejak kapan berdiri di situ?" bisik Kinan gagap, merapatkan tubuhnya ke dinding seolah berharap bisa menghilang dari pandangan sang CEO Valero Corps. ​"Sejak kamu bilang Lingga naksir Elara," jawab Reygan dingin. ​Elara menghela napas pelan, meski ada desiran hangat yang mengalir di dadanya melihat sikap posesif pria itu. Ia melangkah mendekati Reygan, lalu menepuk pelan punggung tangan pria itu yang terkepal di atas meja. ​"Kinan hanya becanda, Rey. Lingga cuma berbuat baik sama aku selama

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 40 : RASA UNTUK ELARA

    Begitu derak pintu terkunci dan menyisakan mereka berdua, Reygan langsung bangkit berdiri. Postur tubuhnya yang tinggi dan tegap kini menjulang di hadapan Elara, mengurung keberadaan gadis itu sepenuhnya. ​Cengkeraman jemarinya yang hangat perlahan merayap naik, mengunci ujung dagu Elara dan menariknya keatas dengan kuat, memaksa netra mereka untuk saling bertemu. ​"Punya nyali juga kamu datang ke sini... hm?" desis Reygan dengan suara berat dan dalam, mengikis jarak hingga helaan napas panasnya menerpa langsung ke permukaan kulit Elara. Dada Elara berdesir hebat mendapati jarak mereka yang begitu dekat. Ibu jari Reygan mengelus lembut garis pipi Elara dengan ibu jarinya, namun tekanan jemarinya menyiratkan emosi yang amat sangat. Pria itu menunduk, menatap dalam-dalam manik mata Elara seolah mencari kebohongan yang mungkin tersembunyi di sana. ​"Kenapa diam, El?" desis Reygan lagi, suaranya kian parau. "Kamu sadar kan tempat apa ini? Kamu baru saja melangkah masuk ke sarang m

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 39 : KEDATANGAN ELARA

    Sebuah Alphard hitam mewah melaju pelan memasuki area parkir basement Valero Tower. Elara tiba untuk membuktikan ucapannya, menemui Tama Valero sebelum batas waktu yang diberikan Reygan habis. ​Ia merogoh saku blazernya, meraba permukaan flashdisk yang secara sembunyi-sembunyi diselipkan Reygan saat ciuman kasar di basement Adolf Group pagi tadi. Pria itu sepenuhnya percaya padanya. Saat Elara memeriksa isinya, Reygan ternyata menyerahkan seluruh rancangan ide final proyek padanya. Elara terkejut luar biasa, dan ia berjanji tidak akan pernah membocorkannya kepada Jackson maupun Sherly. ​Hari ini, Elara akan membuktikan pada Reygan bahwa ia sanggup memimpin dan menjaga proyek ini sebaik mungkin. ​Langkah kaki Elara terdengar tegas saat ia keluar dari lift di lantai pimpinan tertinggi Valero Corps. Seorang wanita paruh baya langsung menyambutnya. ​"Ibu Zhelara Adolf?" sapa sekretaris itu kaku. ​"Benar. Saya ingin bertemu dengan Tuan Tama Valero sesuai janji yang dibuat satu jam

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 38 : KERJASAMA DENGAN MUSUH

    Derum mesin sedan hitam milik Valero Corps perlahan menghilang saat mobil itu keluar dari area parkir basement, meninggalkan Elara yang masih berdiri mematung di sudut lorong. Jemari tangan Elara yang gemetar perlahan terangkat, mengusap sudut bibirnya yang terasa sedikit perih dan panas. Jejak ciuman kasar Reygan masih tertinggal jelas di sana. ​Elara memejamkan mata sejenak, menghela napas panjang untuk menata kembali detak jantungnya yang berantakan. Ia tidak boleh terlihat lemah untuk menghadapi musuh-musuhnya yang adalah keluarganya sendiri. ​Dengan langkah tegak seolah tidak ada yang terjadi, Elara berjalan menuju lift, menekan tombol menuju lantai atas. ​Sementara itu, di dalam ruang rapat utama Adolf Group, udara yang menyelimutinya tidak mencerminkan kemewahan ruangan bernuansa kaca itu. Suasana di sana tampak kacau berantakan. ​PRANG! ​Sebuah pot bunga porselen mahal yang menghiasi meja tamu hancur berkeping-keping di lantai setelah dilemparkan oleh Jackson. Pri

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status