ホーム / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 44 : DEKATI LINGGA

共有

BAB 44 : DEKATI LINGGA

作者: Yoongina
last update 公開日: 2026-07-27 14:01:56

Di dalam ruangan VIP lounge yang bernuansa remang dan hangat, Reygan masih duduk bersandar di sofa empuk sambil mengamati gelas wiskinya. Zavier dan Yuda kini tengah sibuk berdebat soal bisnis investasi baru mereka, sementara pikiran Reygan terus berputar pada potongan-potongan informasi yang ia kumpulkan sepanjang hari.

​Pintu ruang VIP itu terbuka pelan, memperlihatkan Lingga yang melangkah masuk kembali ke dalam ruangan.

​Reygan menatap asistennya itu dengan teliti. Ada bekas kemerahan t
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
hehehe siapp nanti ya kak mlm
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
up lagiiii
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 45 : KUNJUNGAN TAK TERDUGA

    Denting halus terdengar ketika pintu lift pribadi di apartemen Reygan terbuka perlahan. Pria itu melangkah masuk dengan helaan napas lega, menyusuri koridor yang membawa langkahnya langsung menuju ruang keluarga. ​Di sana, Elara sudah menunggunya. Gadis itu berdiri anggun dalam balutan gaun tidur sutra yang jatuh lembut di tubuhnya, menggenggam segelas air mineral yang se seakan membantunya mengusir kantuk. ​"Hai, Sayang... Kenapa belum tidur?" sapa Reygan lembut. ​Langkah kaki Reygan membawanya tepat di hadapan Elara. Tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik sang kekasih, ia membuang jas yang sejak tadi tersampir di lengannya ke atas sofa, membiarkan lelahnya menguap seketika begitu menatap Elara. "Menunggumu," sahut Elara lembut, menyunggingkan senyum tipis yang seketika meluluhkan kepenatan di wajah Reygan. ​Tanpa mengalihkan pandangannya, Reygan mengikis sisa jarak di antara mereka. Jemarinya terulur meraih gelas air mineral dari genggaman Elara, memindahkannya k

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 44 : DEKATI LINGGA

    Di dalam ruangan VIP lounge yang bernuansa remang dan hangat, Reygan masih duduk bersandar di sofa empuk sambil mengamati gelas wiskinya. Zavier dan Yuda kini tengah sibuk berdebat soal bisnis investasi baru mereka, sementara pikiran Reygan terus berputar pada potongan-potongan informasi yang ia kumpulkan sepanjang hari. ​Pintu ruang VIP itu terbuka pelan, memperlihatkan Lingga yang melangkah masuk kembali ke dalam ruangan. ​Reygan menatap asistennya itu dengan teliti. Ada bekas kemerahan tipis di buku-buku jari tangan kanan Lingga, dan rambut pria itu sedikit lebih berantakan dibanding saat ia izin keluar untuk merokok tadi. ​"Lo habis berantem, Lingga?" tanya Reygan datar namun penuh selidik saat Lingga mendaratkan tubuhnya di sofa single tak jauh dari meja mereka. ​Zavier dan Yuda seketika menghentikan perdebatan mereka dan menoleh ke arah Lingga. ​Lingga mengambil napas pelan, meraih gelas air putihnya sebelum menjawab santai, "Cuma masalah kecil di lorong tangga luar. A

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 43 : DI KEGELAPAN MALAM

    Derap langkah sepatu kulit Lingga yang beradu dengan anak tangga besi menimbulkan gema tipis di tengah pekatnya angin malam. Suara itu cukup untuk mengalihkan perhatian dua pria berbadan tegap yang tengah memojokkan sang gadis di lorong sempit bawah tangga. ​"Siapa lo?! Nggak usah ikut campur kalau mau selamat!" bentak pria berkulit gelap, melepaskan cengkeramannya dari bahu sang gadis, melangkah maju untuk menghalangi Lingga. ​Lingga tak menjawab. Wajahnya tetap datar, namun sepasang mata tajamnya berkilat berbahaya. Ia berhenti di undakan tangga terakhir, menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya santai. Dalam satu gerakan yang tak terduga, Lingga mengayunkan tinjunya lurus menghantam rahang pria berkulit gelap itu. ​Bugh! ​Serangan mendadak itu membuat pria tersebut tersungkur ke jalan, mengerang kesakitan sambil memegang rahangnya yang berdarah. ​"Brengsek!" pria satunya yang bertubuh lebih kekar langsung melayangkan pukulan mentah ke arah kepala Lingga. ​Dengan c

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 42 : LUKA DAN CINTA

    "Rey," panggil Zavier, menatap heran ke arah sahabatnya yang sejak tadi terus tersenyum sendiri memandangi layar ponsel. ​Reygan menoleh sekilas tanpa menghentikan jemarinya. "Kenapa, Zav?" tanya pria itu singkat, lalu kembali sibuk mengetikkan pesan balasan untuk Elara. ​"Bisa nggak, sih... kita kumpul lagi berempat kaya dulu?" tanya Zavier pelan. Pria itu lantas menyesap wiski dari gelasnya, menatap nanar es batu yang perlahan meleleh. ​Gerakan jemari Reygan terhenti seketika. Ia menoleh perlahan, menatap Zavier dengan rahang yang mengeras. ​"Juna udah menentukan pilihannya," sahut Reygan dingin, memutus harapan yang sempat muncul di raut wajah Zavier. "Sebagai pengacara, dia harusnya tahu betul mana korban dan mana pelaku sebenarnya." ​Zavier menghela napas berat. "Dia terpaksa, Rey. Lo tahu sendiri, di antara kita bertiga, cuma Juna yang paling dipercaya sama orang tua lo. Mungkin karena gue sama Yuda sukanya main-main, beda sama Juna yang selalu serius." ​Reygan terdi

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 41 : KEMENANGAN BERSAMA

    Suasana di balik meja barista kafe Le Moka seketika membeku. Aura dingin yang menguar dari tubuh Reygan seolah sanggup menghentikan detak jarum jam. Pria itu berdiri begitu dekat, kedua tangannya bertumpu pada meja kayu, menatap Kinan dan Elara bergantian sebelum pandangannya mengunci Lingga yang sedang duduk tenang di meja sudut sambil memeriksa sesuatu pada tablet di tangannya. ​Kinan menelan ludah dengan susah payah. Keringat dingin mendadak membasahi tengkuknya. "B-Bang Reygan... sejak kapan berdiri di situ?" bisik Kinan gagap, merapatkan tubuhnya ke dinding seolah berharap bisa menghilang dari pandangan sang CEO Valero Corps. ​"Sejak kamu bilang Lingga naksir Elara," jawab Reygan dingin. ​Elara menghela napas pelan, meski ada desiran hangat yang mengalir di dadanya melihat sikap posesif pria itu. Ia melangkah mendekati Reygan, lalu menepuk pelan punggung tangan pria itu yang terkepal di atas meja. ​"Kinan hanya becanda, Rey. Lingga cuma berbuat baik sama aku selama

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 40 : RASA UNTUK ELARA

    Begitu derak pintu terkunci dan menyisakan mereka berdua, Reygan langsung bangkit berdiri. Postur tubuhnya yang tinggi dan tegap kini menjulang di hadapan Elara, mengurung keberadaan gadis itu sepenuhnya. ​Cengkeraman jemarinya yang hangat perlahan merayap naik, mengunci ujung dagu Elara dan menariknya keatas dengan kuat, memaksa netra mereka untuk saling bertemu. ​"Punya nyali juga kamu datang ke sini... hm?" desis Reygan dengan suara berat dan dalam, mengikis jarak hingga helaan napas panasnya menerpa langsung ke permukaan kulit Elara. Dada Elara berdesir hebat mendapati jarak mereka yang begitu dekat. Ibu jari Reygan mengelus lembut garis pipi Elara dengan ibu jarinya, namun tekanan jemarinya menyiratkan emosi yang amat sangat. Pria itu menunduk, menatap dalam-dalam manik mata Elara seolah mencari kebohongan yang mungkin tersembunyi di sana. ​"Kenapa diam, El?" desis Reygan lagi, suaranya kian parau. "Kamu sadar kan tempat apa ini? Kamu baru saja melangkah masuk ke sarang m

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status