Home / Romansa / Cinta di Puncak Dunia / BAB 71 : KONFRONTASI

Share

BAB 71 : KONFRONTASI

Author: Yoongina
last update publish date: 2026-08-09 13:57:42

Pendar matahari pagi menyinari gedung pencakar langit berdesain futuristik dan elegan. Gedung megah bertuliskan logo emas murni Graffenried Commodities Asia itu berdiri menjulang tinggi bersama dengan gedung-gedung pencakar langit di kawasan pusat bisnis Sudirman.

​Sebuah mobil limousine hitam mengilap berhenti tepat di depan lobi utama.

​Pintu mobil terbuka. Reygan melangkah keluar dengan perlahan. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna charcoal yang menutupi tubuh tegapnya, memancarkan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Yoongina
Imajinasiku pengen cowok gentle kayak Reygan wkwkwk
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
woooouuuu, terus maju reygan. pasang badan buat zhellara. terimakasih akak love se-nusantara pokoknya .........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 73 : CIUMAN ZHEYDAN

    Suara rintikan AC di dalam kabin Maybach yang dingin mendadak terasa mencekam. Pengawal pribadi di kursi depan masih memegang ponselnya dengan tangan yang agak gemetar, menantikan reaksi dari pemuda di belakangnya. Di samping Zheydan, Kinan menahan napas. Meskipun sama sekali tidak mengerti bahasa asing yang diucapkan pengawal itu, Kinan bisa merasakan perubahan drastis pada raut wajah Zheydan, dari yang semula usil dan santai, mendadak berubah menjadi amarah. ​Zheydan menyipitkan mata. Urat-urat di lehernya menegang, membuktikan betapa murkanya ia ketika kebebasannya kembali diusik oleh sang paman. ​"Das isch mir scheissegal! Ich gah sicher nöd hei!" (Aku tidak peduli sama sekali! Aku pasti tidak akan pulang!) bentak Zheydan dengan intonasi rendah penuh ancaman. ​Pengawal itu menelan ludah dengan susah payah. "Aber Herr Zheydan, der Herr Reno het gseit—" (Tapi Tuan Zheydan, Tuan Reno mengatakan—) ​"Heb d'Schnure!" (Tutup mulutmu!) potong Zheydan, memajukan tubuhnya dan men

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 72 : d'Aawisig (PERINTAH)

    Reno membeku seketika. Tubuhnya menegak kaku di atas sofa. Ia sama sekali tidak mengira bahwa Reygan sudah menggali informasi dan menyelidiki identitasnya sampai sejauh ini. Pria paruh baya itu menarik napas panjang, mencoba menetralkan getaran di dadanya sebelum menghembuskannya perlahan. ​Bayangan wajah Zheydan mendadak melintas di pelupuk matanya. Anak itu! Dia benar-benar memancing masalah besar dengan Valero! geram Reno dalam hati, bersumpah akan memberi pelajaran keras pada keponakannya itu sepulang dari kantor nanti. ​Mencoba menguasai diri kembali, Reno menatap Reygan dengan raut wajah kaku. ​"Ich hätte nicht gedacht, dass Sie meiner Identität schon so weit nachgegangen sind, Herr Valero!" (Saya tidak menyangka Anda sudah menyelidiki identitas saya sejauh ini, Tuan Valero!) ​Reygan tidak membalas keterkejutan itu dengan kata-kata manis. Ia bangkit berdiri secara perlahan, mengancingkan kembali jas charcoal-nya dengan gerakan yang sangat tenang. ​Mata elangnya menatap

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 71 : KONFRONTASI

    Pendar matahari pagi menyinari gedung pencakar langit berdesain futuristik dan elegan. Gedung megah bertuliskan logo emas murni Graffenried Commodities Asia itu berdiri menjulang tinggi bersama dengan gedung-gedung pencakar langit di kawasan pusat bisnis Sudirman. ​Sebuah mobil limousine hitam mengilap berhenti tepat di depan lobi utama. ​Pintu mobil terbuka. Reygan melangkah keluar dengan perlahan. Pria itu mengenakan setelan jas berwarna charcoal yang menutupi tubuh tegapnya, memancarkan aura wibawa seorang calon pimpinan tertinggi Valero Corps. ​Di belakangnya, Lingga mengekor dengan langkah waspada. Tanpa membuang waktu, Reygan melangkah masuk membelah pintu kaca otomatis lobi, mengabaikan tatapan dari para karyawan yang membungkuk hormat saat tahu siapa pria berwibawa yang baru saja masuk. ​"Selamat pagi, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seorang manajer resepsionis dengan nada sangat sopan saat Reygan tiba di meja utama. ​"Aku ingin bertemu dengan Moreno von Graf

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 70 : TERTARIK

    Kinan bergerak cepat merebut kembali ponsel dari genggaman Zheydan, membuat pria itu terperanjat kaget. ​"Halo, Zhe? Nanti aku telepon lagi, ya. Ini ada pelanggan yang minta pesanannya dipercepat," ujar Kinan terburu-buru pada seberang telepon. ​"Oke, Kinan. Aku tunggu, ya. Bye..." ​"Bye, Zhe..." ​Setelah panggilan terputus, Kinan bertolak pinggang. Matanya menatap tajam Zheydan yang masih membeku dengan wajah tegang. ​"Maksud kamu apa, main ambil ponsel orang sembarangan?" cecar Kinan kesal. ​"Itu... aku..." Zheydan terbata, kehabisan kata-kata. ​Kinan menghela napas panjang. "Apa? Kalau udah enggak sabar mau minum kopi, bilang aja, Zheydan! Tunggu di sini, aku buatkan dulu." ​Baru saja Kinan membalikkan badan, Zheydan mendadak mendaratkan cengkeraman kuat di pergelangan tangannya. Pria itu bertindak refleks tanpa sadar betapa besarnya tenaga yang ia keluarkan. ​"Aww! Sakit! Lepasin, Zheydan!" ringis Kinan seraya berusaha menarik lengannya dari genggaman kekar pria

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 69 : ZHELARA!

    ​Aroma sangrai biji kopi yang pekat berselimut uap panas memenuhi udara kafe yang siang itu merayap naik menuju puncak kesibukannya. Denting cangkir porselen yang beradu, derak mesin espresso yang bekerja tanpa henti, serta derai tawa dan gumam percakapan para pengunjung menciptakan keramaian di dalam kafe Le Moka. ​Di balik meja kasir dan area barista, Kinan berdiri dengan pelipis yang mulai dibasahi bulir keringat. Jemarinya bergerak cepat namun tampak kewalahan mencatat pesanan yang terus mengalir tanpa jeda. Antrean pelanggan memanjang hingga mendekati pintu masuk utama, sementara dua staf kafe lainnya berlarian kesana-kemari mengantarkan nampan berisi makanan dan minuman. ​Di sudut ruangan dekat pintu belakang, Vanda berdiri mematung. Matanya menatap cemas ke arah Kinan yang tampak makin terdesak oleh tumpukan pesanan. ​Gadis itu meremas pinggiran apron polos yang terikat di pinggangnya. Ia merasa serba salah. Ia tahu kalau Kinan membencinya, membenci fakta bahwa ia masih b

  • Cinta di Puncak Dunia   BAB 68 : KEPINGAN JAWABAN

    "Kenapa lo masih menampung Vanda di kafe, Lingga?" ​Bisikan dingin Reygan menyambut Lingga tepat saat pria itu baru saja melangkah melewati pintu kamar VIP. Reygan melirik sekilas ke arah Elara yang tertidur lelap di brankar, memastikan suara pelannya tak mengusik tidur sang kekasih. ​Lingga mendengus lelah, mengusap wajahnya yang tampak kusam sebelum melangkah menuju sofa. "Gue baru sampai, Rey, dan pertanyaan itu yang langsung lo ajukan?" ​"Jangan bilang lo suka sama gadis itu?" tumpah Reygan, menekan intonasi suaranya agar tetap menjadi bisikan. Matanya menatap Lingga penuh tuntutan sebuah penjelasan. "Kenapa lo malah meragukan Kinan? Baru kali ini gue lihat lo menolak penjelasan adik kandung lo sendiri." ​Lingga menghentikan gerakannya yang hendak duduk. Ia mengembuskan napas panjang, menatap Reygan dengan mata merah kurang tidur. "Gue cuma berusaha melakukan hal yang benar, Rey. Kinan nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah dia pingsan dibius." ​Kening Reygan ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status